Tema D
Nama peserta : Reo Ruari Onsiwasi
Dea menatap bulir-bulir air hujan yang menetes di kaca jendela. Sendu menghiasi wajahnya. Beberapa jam yang lalu dia harus rela kehilangan kaki kanannya. Gadis itu juga telah ditinggal seluruh keluarganya, akibat kecelakaan tragis yang menimpa. Dia pun sendirian sekarang.
(bisa dilanjutkan)
Rete menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Idenya untuk melanjutkan cerpen yang sudah dimulai oleh Nani tidak muncul - muncul.
"Lagi apa non?"
"Lagi buat tugas bik."
"Tugas apa..?"
"Tugas sekolah." Jawab Rete singkat.
Bibi meletakkan segelas susu dimeja.Lalu pergi ke dapur.
" Lagi apa neng?"
" Lagi nulis cerpen Mang !"
"Untuk apa neng?"
"Tugas sekolah !!" Dengan nada kesal.
"Ih eneng.... gitu saja marah.."
Mamang tukang kebun pergi ke kebun.
"Eh..eneng Tere..."
"Lagi buat cerpen mbak... tolong jangan ganggu ini tugas sekolah."
"Lah.. mbak belum nanyak kok neng."
Lalu memperhatikan wajah anak majikannya yang merengut.
"Liat apa sih?!Mbak!" Berbicara dengan nada sedikit tinggi dan cepat.
"Waduh neng ... !! Kaget mbak.." Sambil mengelus dada.
"Makanya jangan ganguin. Lagi pusing nih..." Menempelkan dagu di meja.
Si Mbak memperhatikan kertas yang ada di meja putri majikannya. Lalu tersenyum. Si Mbak pernah sekolah jadi sudah pernah buat cerpen.
"Buat cerpen ya neng?"
"Iiihhh sana, sana, jauh, jauh.... hus... hus..!" Membuat isyarat mengusir.
"Mau saya bantu neng?"
Rete yang dari tadi menempelkan dagunya di meja tersentak mendengar ucapan Mbaknya. Lalu duduk tegak. Memalingkan wajah . Menatap si Mbak dengan wajah berbinar.
"Mbak bisa?"
"Heeehhh ja-go-nya...!"
"Bantuin dong mbak. Cepet mbak waktunya dah mau habis. Harus kumpul hari ini juga. "
"Oh iya neng... sebelum itu mbak boleh tanya dulu ? Dea itu siapa ya?"
"Nggak tau mbak... bisa siapa aja.."
"Trus orang tuanya ninggalin dia karena mereka sudah meningggal atau mereka masih hidup tapi Dea di tinggal gitu aja neng?"
"Nggak tau mbak! Nggak tau...! Nggak tau..!!"
Tabung emosi sudah mencapai sembilan puluh sembilan persen.
"Terus Dea kecelakaannya dimana? Tanggal berapa ? Kalau nggak tau ... ya .. mbak nggak bisa bantu."
Tabung emosi Tere meledak !
Melihat tanda bahaya. Si Mbak tersenyum lalu berkata.
"Sabar.. neng... sabar.. !"
*** TAMAT ***