"Eternal Cafe" cafe hits ditengah kota dengan nuansa klasik dan santai. Terduduk seorang gadis muda berhijab tosca bersama laptop dan segelas milkshake di sudut cafe. Diam termenung menatap layar laptop nya seperti sedang menunggu seseorang.
Datanglah seorang cowok salah orang.
"Hai kamu Cintya kan?"
"Eeemmm?? maaf anda salah orang saya bukan Cintya." jawabannya.
" Ohhh oke maaf telah mengganggu, permisi." ucap si cowok dan berlalu mencari seseorang.
"Ada-ada aja cowok jaman sekarang." Batin Nayla sambil menatap laptop nya lagi.
Dari meja sebrang si cowok yang sedang duduk berdua dengan seorang cewek dan dia tetap memandang si cewek hijab tosca dengan laptopnya.
"Sepertinya aku tertarik pada pandangan pertama." Batin Alif
Beberapa hari kemudian ditempat yang sama si cowok yang masih penasaran dengan cewek laptop datang lagi dan kebetulan ada doi di sana, bahagia dong, tanpa basa basi lagi si cowok menghampiri, karena kebetulan semua meja penuh.
"Permisi boleh ikut duduk disini kan?" Tanya si cowok
"Ooohh yaa silakan." Jawab si cewek tersenyum dan sambil melihat sekitar, dan memang lagi penuh.
"Maaf mengganggu boleh kenalan nggak yah?"
"Boleh, kenalkan Nayla Sasmita, abang??"
"Alif Syahputra, masih kuliah tau free nih?"
"Kuliah bang semester akhir, kalau abang?"
"Baru lulus siihh tahun ini, BeTeWee jangan panggil abang, panggil Alif aja, biar lebih akrab."
Karena memang mereka cocok ngobrolnya alhasil mereka tak sadar sampai hampir tutup cafe, dan yaahhh mereka saling bertukar WA dong.
Berawal dari cafe akhirnya mereka menjalin hubungan setelah sebulan mereka berteman kemudian menjadi sepasang kekasih.
Dan hubungan mereka sudah berjalan selama 3 bulan.
Hari ini malam Minggu, hari yang dinantikan Alif untuk bertemu kekasih hati, dan tibalah alif di rumah Nayla.
"Tok tok tok." ketukan pintu di rumah Nayla.
"Assalamu'alaikum." ucap Alif.
"Wa'alaikumsalam, ehh nak Alif, mau bertemu Nayla apa papa nya Nayla niihh." canda mama Nayla.
"Maunya sihh ketemu Nayla ma, tapi kalau ada papa juga nggak apa ketemu juga ma." ucap Alif sambil cium tangan mama Nayla.
"Yuk masuk dulu, Nayla pasti masih asik berdandan, mama panggil kan dulu."
"Iya ma."
"Eeh ada nak Alif, nunggu Nayla?" sapa papa sambil jalan dari ruang baca.
"Iya pa, papa sehat?" tanya Alif
"Ya begini lah nak, di sehat sehatkan buat nunggu punya mantu. Hahahaha." ucap papa sambil tertawa.
"Tunggu calon calon dari kakak kembar dulu pa." jawab Alif.
"Oooh ya pa kemana kakak kembar pa, nggak kliatan sama sekali," tanya Alif heran.
"Kan malam minggu pastikan pada hang out sama pacar pacar mereka, nah iya rencana mau kemana nak kamu sama Nayla?"
"Rencana mau ke pasar malam pa, kemarin kata Nayla pengen main kesana sambil makan gula gula pa." Jelas Alif
"Waahh iya kesukaan Nayla itu."Ucap papa
"Waaah kalian lagi gosipin Nayla yaahh pa, bang?" ucap Nayla sambil turun dari tangga bersama sang mama.
"Waah ini ada bidadari turun dari langit, cantik." B atin Alif sambil menatap Nayla
" Mana ada papa gosipin Nayla, ya kan nak Alif?" ucap papa meminta dukungan Alif.
" Eehh iya pa." Ucap Alif mendukung.
" Ya sudah giih sana berangkat keburu malam."Ucap mama menengahi.
" Ahh iya ayo lah bang Alif." Ajak Nayla.
" Alif dan Nayla pamit keluar dulu ya pa ma." pamit Alif sambil mencium tangan kedua orang tua Nayla.
"Iya nak hati hati di jalan." koor mama papa
" Dijaga jangan sampai ilang ya putri papa." ucap papa diiringi tawa recehnya
" Papaaa Nayla bukan anak kecil iicchh." Timpal Nayla.
" Assalamu'alaikum pa ma." koor Alif dan Nayla.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Tak sampai berapa lama sampailah Alif dan Nayla di pasar malam. Ya benar Nayla sangat senang disana menikmati keseruan bersama kekasih hati, mengulang peristiwa manis seperti dulu dia kecil. Alif pun mengukir senyum bahagia karena dia merasa berhasil membuat kekasih hatinya bahagia.
Waktu berlalu cepat, hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Dan dalam waktu itu Alif mewujudkan semua yang Nayla inginkan. Akhirnya sudah hampir 5 hari Nayla tak ada kabar, dan Alif tak bisa berkutik untuk mencari ke rumah Nayla karena memang dulu mereka berjanji akan bertemu atau Alif boleh main ke rumah Nayla hanya saat malam minggu tiba.
(Wait pasti anehkan kalian dengan Alif yang sudah panggil Papa Mama ke orang tuanya Nayla kan. Karena sejak pertama Nayla kenalkan Alif sebagai pacar, Mama dan Papa lah yang meminta Alif untuk memanggil dengan sebutan itu.)
Dan hari itu........
(Chat WA)
Alif: Sayang kamu dimana?
Alif: Sudah berhari-hari kamu tak ada kabar sayang 😔😔
Alif: Sayang beri kabar aku yaahh ❤
Alif: Sayaaaaaang 😔😔
.....
.....
.....
Alif: Sayang maafkan aku jika aku ada salah, tolong jangan buat aku bingung sayang 😔😔
Alif: I MISS YOU sayang ❤
Tanpa balasan dari Nayla.
Disisi lain di ICU rumah sakit terbaring sesosok gadis berparas manis yaah Nayla di sana, berjuang melawan maut dalam koma nya, selama 1 minggu lamanya, akibat kelainan jantung sejak lahir.
Saat semua keluarganya berkumpul papa, mama dan kedua kakak kembarnya Andri dan Andika.
Dengan suara monitor jantung dan peralatan penunjang hidup Nayla, terlihat jari Nayla yang bergerak gerak. Keluarga dengan sabar menanti Nayla membuka mata, dan akhirnya mata lentik sayu itu terbuka. Mereka bahagia, terharu dan bersyukur putri cantik mereka membuka matanya dan tersenyum.
" Mama, papa, kakak."
" Mama Nayla haus." pinta Nayla lirih.
" Minum dulu yaah sayang."
Setelah minum beberapa teguk dari gelas yg diambilkan sang mama.
"Papa, Nay mau dipeluk papa."
"Uluuh uluuuhh kesayangan papa, lekas sembuh yaah sayang nya papa mama dan kakak." Ucap papa sambil memeluk Nayla
" Kakak." Ucap Nayla lirih
Kedua kakaknya pun mendekat dan kemudian mengarahkan telinga ke dekat mulut Nayla.
" Iya Nayla sayang, kakak disini."
" Kakak tolong bantu Nayla yaahh..........."
Setelah mendapatkan bisikan Nayla, Andika pun segera berlari keluar dan mencari apa yang diinginkan Nayla.
Satu jam kemudian, ruang Nayla hanya dijaga Andri, mama dan papa sedang makan siang di cafetaria RS.
" Nayla pesan kalau kamu datang minta segera dibangunkan." Ucap Andri
" Nayla bangun yuuk dek, kakak sudah dapat."
Sambil membuka mata perlahan.
"Iya kak terima kasih, bisa kakak berdua, keluar sebentar."
Berapa saat kemudian.
Karena Andika merasa cemas, akhirnya Andika buru- buru masuk, dan benar sang adek tak sadarkan diri lagi, dengan segera berteriak memanggil Andri dan menekankan tombol darurat.
Mama, papa, Andri dan Andika sudah berkumpul lagi.
Selang beberapa saat kemudian dokter keluar dengan muka sedih dan benar.
“ Maafkan kami bapak ibu, kamu sudah semaksimal mungkin tapi Tuhan lebih sayang Saudari Nayla, saudari Nayla sudah pergi meninggalkan kita.“ ucap Dokter.
" Naylaaaaaaaaaa“ teriak serempak keluarga.
Keluarga lari untuk memeluk mencium sosok pucat yang terbujur kaku di atas brangkar untuk terakhir kalinya. Mama sempat tak sadarkan diri sesaat setelah memeluk dan mencium putri tercintanya.
Mereka memang sedih karena kehilangan sosok kesayangan mereka, tapi mereka juga mengingat untuk segera mengurus semuanya di hari itu juga. Dan mereka saling menguatkan satu sama lain.
Di rumah Alif.
" Pyaaaarrr" Gelas berisikan kopi panas terjatuh begitu saja, dan perasaan nya semakin tidak karuan.
" Apa- apaan inii?" Tanya Alif pada dirinya sendiri.
Dua hari berikutnya tiada angin tiada hujan.
"Ting tong." Bel rumah Alif berbunyi.
" Assalamu'alaikum." Ucap Andri.
Dari dalam dapur, Mama Alif berlari sambil menjawab salam.
" Wa'alaikumsalam.“ dan pintu terbuka
" Aahhh maaf ini siapa?" Tanya mama Alif
“ Permisi apa betul ini rumah Alif? Saya Andri kakak dari Nayla."
" Benar nak, saya mama nya Alif."
" Selamat siang tante." Sapa Andi
" Oohhh iya, silakan masuk dulu, mau minum apa kopi kah?"
" Sudah nggak usah repot repot tante." Jawab Andri sambil masuk dan duduk.
" Aahh nggak repot kok, tunggu yah tante panggil kan Alif nya."
Mama Alif pun berjalan menaiki tangga untuk memanggil putra semata wayang nya.
" Alif, nak, ada tamu sayang, ada nak Andri kakaknya Nayla."
" Iya ma, Alif segera turun."
Dengan semangat Alif turun dengan perasaan yang campur aduk, dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
" Ada kabar apa ini yaahh kok bang Andri kesini?" Tanya Alif dalam hati.
Sesampainya di depan Kak Andri
“ Ada apa ini bang? Kok kesini sendiri, Nayla nya mana?" Tanya Alif sambil celingukan.
" Dia, Nayla tidak bisa ikut kesini, ini ada titipan Nayla buat kamu Al." Sambil menyodorkan surat titipan Nayla kepada Alif
" Waahh surat apa ini bang?"
Dari dapur berjalanlah mama Alif sambil membawa 2 gelas air sirup.
" Silahkan diminum dulu nak." Ucap mama.
" Terima kasih tante." jawab Andri.
" Tante tinggal dulu yaa."
" Ahh iya tante." jawab Andri sambil tersenyum
Kembali Andri menatap Alif yang belum juga membuka surat itu.
" Buka dan bacalah Al!"
" Tapi sebelumnya kuat dan tabahkan hatimu ya Al." Pinta bang Andri.
" Memangnya surat ap ini bang?" Tanya Alif lagi.
" Bukalah surat itu untuk mu." jawab Andri.
Dibuka lah surat itu dan dibaca secara perlahan oleh Alif kemudian menetes lah air matanya.
Dear Abang Alif tersayang ❤❤
Saat kamu buka surat ini pasti aku sudah tak bisa kamu lihat lagi sayang.
Aku tau kamu pasti khawatir cemas dan bingung saat aku tak ada kabar kan.
Mohon maaf kan semua kesalahanku yahh abang sayang.
Maaf aku sembunyikan sakitku ini dari dirimu, bahkan aku meminta keluarga untuk tetap menyimpan rahasia ini.
Sekarang aku sudah lelah, aku ingin tidur lebih lama lagi.
Sekali lagi maafkan aku sayang.
Terima kasih untuk semua kenangan indah yang kamu ciptakan untukku.
Aku bahagia bersamu.
Tapi aku sudah tak sanggup bertahan lagi sayang.
Ragaku mungkin tak lagi bersamamu.
Tapi aku akan selalu ada di hatimu..
Terima kasih abang sayang ❤❤
Selamat tinggal
Salam sayang untukmu
Nayla Sasmita
~~The End~~