Malam itu adalah malam terakhir aku bisa melihat dia dengan keadaan yang mungkin tak akan bisa aku lihat kembali. Senyumnya yang manis dan mata nya yang berbinar senang membuatku selalu bahagia melihat nya. Wajah nya yang begitu senang dengan hadiah yang ku berikan membuat ku seolah ikut senang juga. Namun saat itu adalah saat terakhirku dimana bisa melihat dan membuat nya bahagia. Mawar yang ku berikan seolah menjadi saksi kebahagian terakhirku bersama nya.
14 februari hari dimana semua orang memberikan kasih sayang kepada orang tercinta. Dimana para pasangan kekasih, sahabat, dan keluarga saling memberi cinta dan kasih sayang satu sama lain begitu juga aku dan dia. Malam itu aku mempersiapkan hadiah spesial untuk merayakan valentine kami. Sudah ku siapkan sebuket mawar dan kejutan kecil di taman yang sering kami kunjungi. Kini semua sudah beres tinggal menunngu kedatangan nya. Aku tak sabar dengan reaksi nya melihat kejutan spesial yang ku siapkan ini. Setiap kali Valentine aku tak pernah seinisiatif ini dan baru kali ini aku mempersiapkan kejutan seperti ini untuk nya. Mungkin reaksi nya akan terkejut melihat ini karna kaget kok bisa cowoknya yang dingin ini mempersiapkan kejutan manis seperti ini, biasa juga hanya ngucapin selamat Valentine lewat pesan WA, pasti dia bakal mikir seperti itu.
Kini aku masih menunggu nya, jam menunjukan pukul 7 malam dan pasti dia sebentar lagi akan datang, aku sedikit gugup karna takut dia bakal ga suka sama kejutan spesial ini. Terlihat dari jauh seorang wanita cantik, berambut panjang dengan memakai dress biru malam pendek selutut. Ia menuruni tangga menuju kesini dan aku pun bergegas menghampiri nya sebelum dia melihat kejutan spesial ini.
"Sayanggg, happy valentine" ucap Grace sambil memeluk ku, ia lah wanita yang aku tunggu-tunggu. "Happy valentine, juga sayang" aku mendaratkan ciuman dikening nya. "Nahh sayang, sebelum kita kesana kamu harus tutup mata kamu yaa" ucapku. "Aishh iyaa deh sayang" Grace pun menurut, ia langsung memejamkan matanya dan aku pun memesangkan penutup mata dimata Grace. "Nah sekarang kita jalan kesana, pegang tangan aku biar kamu ga kesandung" aku pun mengulurkan tanganku agar Grace bisa mengikutiku. "Ahh iyaa sayang" Grace mengikuti langkah kaki ku dan berjalan pelan menuju tempat yang sudah aku persiapkan.
Sebelum aku membuka penutup mata Grace, aku menyalakan lilin terlebih dahulu. "Udah boleh buka belum sayang" ucap Grace. "Sebentar sayang, aku aja yang bukain sabar yaa" jawab ku. "Hmm baiklah".
Setelah menyalakan lilin aku pun membuka penutup mata Grace. "Nahh sekarang buka mata kamu sayang" ucap ku. "Hmm" Grace pelan pelan membuka mata nya.
"Haaa..., astaga sayanggg" Grace terkejut melihat kejutan yang ku buat dan dilihat dari ekspresi nya seperti nyaa dia kagum melihat ini, aku hanya meleparkan senyum pada nya. "Kamu yang siapin, astaga aku kaya mimpi, seorang Nico bisa seromantis ini juga" Kagum dan tak menyangka. "Sudah ku tebak pasti dia akan bilang seperti itu" Batin ku. "Astagaa bagus sekali sayangg, ini Valentine terindah... Makasih sayang" Grace langsung memeluk ku. "Iyaa sayang, ini bunga untuk kamu" aku memberikan bunga yang sudah kusiapkan. "Makasih sayang" Grace begitu senang dan bahagia dengan kejutan yang ku buat, tak sia sia semua yang kupersiapkan untuk nya akan membuat nya sebahagia ini, aku merasa senang.
Kami pun melewati malam Valentine ini bersama dan menghabiskan waktu bersama. Hingga tak kerasa hari pun sudah larut malam, kami pun menyudahi malam ini. Sebelum pulang Grace berkata "Sayang terimakasih, atas semua nya dan terimakasih sudah mau menjadi orang yang selalu ada buat aku sayang" seperti kata terakhir yang di ucapkannya kepadaku, Namun aku hanya membalas dengan senyum saja. Aku pun mengantarkan Grace pulang kerumah nya.
Esok hari nya aku mendengar kabar mengejutkan dari orang tua nya Grace, bahwa Grace meninggal karna penyakit kanker otak nya yang ia sembunyikan selama ini, aku pun bergegas pergi kerumah nya dan benar saja rumah sudah dipenuhi orang yang melayat dan terkibar bendera kuning didepan rumahnya. Aku hanya terdiam tak percaya melihat didepan rumah nya, kaki ku tak sanggup berdiri dan aku pun terduduk sambil sedikit meneteskan air mata. Baru kemaren kami bersama kenapa sekarang begini, aku bertanya tanya dalam hati dan teringat kata kata terakhir Grace sebelum pergi. Aku tak kuasa menahan air mata saat pemakaman nya, untuk terakhir kali nya aku melihatnya dan mengantar nya pergi untuk selamanya.
Satu tahun berlalu Grace meninggalkan ku, kini tepat dimana hari terakhir ia bersamaku yaitu 14 februari, aku merayakan Valentine tanpa nya kini hanya sendiri dengan meja yang ada lilin dan sebuket mawar persis seperti malam itu. Aku mentap kelilin dihadapan ku, dan tak lama seolah ada orang dihadapan ku memakai dress putih polos, aku pun mendongakan tatapan ku kedepan. Ia berdiri dihadapan ku dengan muka pucat dan rambut tergerai nya sambil senyum menatap ku. "Gr...Grace" aku terkejut melihat nya.
"Hmm selamat Valentine sayang, maaf aku gabisa nemenin kamu divalentine ini. Semoga kamu bisa lupain aku Nico, dan bisa mencari pengganti aku" ucap nya dengan nada rintih dan senyum tipis. Aku tak bisa bicara seolah ada yang menutup mulut ku, namun air mata ku seketika mengalir mendengar ucapan itu. Tak lama Grace pun menghilang bersamaan dengan mati nya lilin dimeja. Aku hanya menangis dan menggenggam bunga mawar yang kubawa.
- TAMAT -