" Kemana lagi aku harus mencari coklat?" ujar seorang gadis cantik berambut panjang yg memakai jepitan berbentuk hati di ujung poninya. gadis itu tak kunjung menemukan coklat yg tersisa di toko toko, karna esok hari adalah hari spesial yakni hari Valentine, banyak sekali yg mengantri di toko toko coklat, salah satunya gadis itu. Namun sedari tadi siang hingga saat ini yg hampir menjelang sore hari, ia tak kunjung mendapatkan coklat itu, saat dia sudah berlama lama mengantri, selalu bagiannya yg kehabisan.
"semua toko yg kudatangi selalu habis stok, kenapa aku bisa sesial ini?" tanya gadis itu pada dirinya sendiri Karana kesal
"besok kan hari Valentine, aku harus bisa mengutarakan perasaan ku pada Fadlan sebelum ke duluan gadis gadis centil itu!" ucapnya semangat.
ya, dia ingin memberikan coklat pada pujaan hatinya Fadlan, Siswa populer di sekolah nya yg kebetulan sekelas dengannya, mereka kenal saat bertabrakan di lorong sekolah, saat itu juga, gadis cantik yg bernama Valerie ini jatuh cinta padanya.
"ah! ada toko coklat yg belum aku kunjungi disana!" ucap Valerie semangat melihat salah satu toko coklat.
"tapi, antriannya panjang banget.... apa cari toko lain saja ya?" ucapnya sambil melihat kanan kiri
"tapi tak ada toko coklat lagi disini, aku coba antri saja deh! demi Fadlan!" ucapnya gigih.
akhirnya, setelah lama menunggu antrian yg panjang, kini giliran Valerie
" bu, beli satu box coklat yg edisi Valentine ya" pesan Valerie
" maaf nak, tapi coklat nya sudah habis.... maaf sekali" ucap ibu penjaga toko itu meminta maaf
"hah?! tak ada sama sekali bu? yg kecil juga gak papa kok!"
"maaf nak, tak ada, tadi ada pelanggan yg borong, sekali lagi saya minta maaf"
"oh.... ya sudah tidak apa, saya permisi ya bu" pamitnya sedikit kecewa
dan diluar toko gadis itu bingung harus berbuat apa, sedangkan ini sudah hampir malam
"sia sia aku mengantri tadi, kalau tau begini aku tak akan ikut mengantri! mana sudah hampir malam lagi, duuh!" gadis itu menggaruk kepala kebingungan
"apa aku buat sendiri saja ya?..... ah! bagaimana membuat nya, terakhir membuat kue saja gosong dan asin sekali!" gadis itu kebingungan setengah mati, hingga tiba tiba ia melihat toko yg sedikit usang namun masih layak ada di ujung jalan, tak seorangpun yg melihat kesana, sepi, gadis itu ragu namun bingung harus mencari di mana lagi kalau bukan disitu
"di situ sepertinya ada toko, tapi..... sepi sekali, apa masih buka? oh, buka ternyata!" gadis itu melihat papan tulis yg kata 'open' yg menandakan toko itu masih buka
"apa aku coba masuk? coba sajalah!" gadis itu perlahan menyusuri jalanan yg akhirnya iya sampai di depan toko itu persis
*gleg!* gadis itu menelan ludahnya melihat toko itu yg begitu gelap dan sepi, namun apa daya, hanya ini satu satunya toko yg dapat ia temukan. gadis itu pun melangkah maju membuka pintu toko tersebut, *Kriiing!!* lonceng disana berbunyi yg menandakan ada pembeli yg datang, hal itu membuat Valerie cukup kaget, namun ia lebih kaget lagi ketika tiba tiba ada seorang pria misterius berdiri dihadapannya dan berkata
" hali gadis kecil, mau beli apa?" terlihat senyum yg sedikit mengerikan di ujung wajahnya,
"aaaaaahhh!" teriak Valerie kaget
"ada apa gadis kecil? kamu akan MEMBELI coklat ku kan??" ucap pria misterius itu yg terus menunduk tak memperlihatkan wajahnya, Valerie memberanikan diri dan berkata
" te....tentu saya akan be beli! ap apa saya boleh melihat lihat?" ujarnya
"hahahahaha! bagus! tentu saja boleh! ikuti saya!" pria itu tertawa menusuk telinga gadis itu, sehingga membuatnya kesakitan.
ia pun mengikuti pria tadi memasuki toko, tidak ada yg bisa ia lihat, sangat gelap, tak ada satu pun lampu yg menggan tung di atas dinding, satu satunya yg bisa ia lihat adalah pria yg terus menunduk dengan seragam koki dan rambut yg menutupi setengah mata pria itu, ditambah topi koki yg lumayan tinggi terpasang di atas halis pria itu.
sesampainya di meja kasir terlihat ada sebuah lampu meja yg menyorot salah satu coklat yg kelihatannya spesial. gadis itu merasa lega, ada dua hal yg membuatnya lega, yg pertama adalah dia selamat sampai saat ini, dan yg kedua adalah ternyata memang benar benar ada coklat di sana
" ini coklat apa? kenapa kelihatannya spesial sekali?" tanyanya sambil menunjuk coklat yg tersorot lampu itu, sayangnya.... baru saja ia merasa lega, seandainya dia tidak mengungkit tentang coklat itu, mungkin nasib nya akan berbeda, dan saat itu juga pria itu berkata
" yg ini....?" menunjuk coklat yg gadis itu maksud dgn pisau yg berlumuran darah entah dari mana datangnya, lalu pria itu mengarahkan pisau itu tepat ke arah jantungmu
*!!!!!!!!* ia tersontak kaget dan hendak melarikan diri, namun baru satu langkah kakinya mundur kebelakang, tiba tiba semua pintu dan jendela terkunci, jendela toko yg menjadi satu satunya sumber cahaya disana, ditutupi oleh tirai, sekarang tempat itu benar benar gelap gulita, ia tak bisa melihat apa apa, tiba tiba dia merasakan langkah kaki di belakangnya
" ja jangan mendekat! a aku akan telpon polisi!" ucapnya ketakutan sambil memegang handphone di tangannya yg gemetaran, pria itu menjawab
" coba saja" santai nya sambil memperlihatkan senyum mengerikan, dgn cepat Valerie mengetik nomor '911' namun nihil, tak ada sinyal sama sekali di sana
"ap- apa?! bagaimana bisa??" ucap gadis itu heran
"sekarng, ikut aku, atau kau mau ku bunuh?!" ucap pria itu seaakan menusuk dada Valerie, Valerie yg merasa kesakitan berpikir, akhirnya ia pasrah Karana memang sudah tidak ada jalan keluar, dan semoga dgn mengikutinya dia akan menemukan jalan keluar atau mungkin di bebaskan
" ba baiklah..... aku akan ikut" lirihnya menahan tangis
"bagus! sekarang ikuti aku, jgn coba coba kabur! kalau tidak..... kamu tahu akibatnya!"
*gleg!* gadis itu menelan ludah untuk kedua kalinya, di perjalanan, ia meratapi nasibnya, dan membayangkan, seandainya apabila dia tidak masuk ke dalam toko tersebut, apa dia tidak akan sesial ini?
"kita sampai, duduk di sana!" menunjuk kursi yg ada disana
"ba baik!" terlihat ada dua kursi yg saling berhadapan dgn meja di tengah tengahnya, Valerie pun duduk di salah satunya.
terlihat ruangan yg berbeda dari sebelumnya, ruangan itu terang, banyak lampu disana, disana banyak adonan dan kompor, juga oven, dan ya, ruangan itu sepertinya adalah dapur
"makan ini" meletakan coklat yg tadi ada si meja kasir bersamaan dgn pisau yg berlumuran darah di sampingnya
"ta tapi..." kasihan, gadis itu ketakutan
" makan!" teriaknya yg membuat kuping Valerie sakit
" i iya!" gadis itu langsung memakannya, dan terlihat senyuman tipis di wajah pria itu, setelah memakan coklat itu, Valerie merasakan sesuatu yg aneh
"a ada apa ini?" ia memegangi kepalanya merasa pusing dan bercampur dgn perasaan aneh
" nanti juga akan hilang" ucap pria itu melepas topi koki nya dan merapikan rambutnya
dan ternyata benar, lama lama perasaan aneh itu hilang," ah benar! sudah tidak-!!!" ucapan gadis itu terhenti
"Fadlan!!!!" ucap gadis itu terkaget melihat wajah pria itu sama persis! mirip sekali dgn pujaan hatinya Fadlan
"Fadlan? Fadlan yg mana?" ucap pria itu sedikit kebingungan
" ka kamu bukan Fadlan?" tanya Valerie sedikit ketakutan
" memang, namaku Fadlan, tapi kenapa kamu bisa tahu?"
" Fadlan! ini aku! Val-" ucapan gadis itu terhenti lagu
(tunggu, ada yg tidak beres!) gadis itu berbicara dalam hatinya
(lebih baik aku selidiki dulu!)
" oh haha... kamu kenapa me mengajakku kesini? tidak untuk.... sesuatu yg menyeramkan bukan?"
*hmh* "Fadlan" itu tertawa kecil
*..........* Valerie terdiam heran, ternyata pria menyeramkan itu pun busa tersenyum tulus
" tentu tidak" jawab pria itu
" lalu... untuk apa?" tanya gadis itu ragu
"aku.... hanya ingin.... punya teman!" pria itu menunduk
*...........* Valerie terdiam lagi
(apa dia malu?) pfft!*menahan tawa namun tetap tak bisa
"apa?! be beraninya kau menertawakan ku!" menodongkan pisaunya
"eiits! santai! turunkan pisaumu, kau ingin berteman kan? aku akan jadi temanmu" mengulurkan tangan
"sungguh?"tanya pria itu
"ya! kamu pikir aku bercanda?"
" tidak...aku hanya tidak percaya.... biasanya orang yg melihatku akan langsung kabur"
*...........* Valerie, gadis SMA yg tidak tahu apa apa itu merasa kasihan pada pria yg bisa di bilang menculiknya itu
"oh ya, btw, coklat ini enak! ini buatan mu? boleh ku makan lagi?"
"makan saja" pria itu masih tertegun tak percaya
" eh! rasa anehnya tak muncul lagi! enak sekali! bagaimana cara membuatnya?"
" ah.... itu resep dari kekasihku yg sudah tiada, namanya "VALERIE" " ucap pria itu yg membuat Valerie tersedak
"ukhuuuk! ukhuk! minum!"
"eh? kamu kenapa? ini minum"
*glup glup* hah.....
"apa tadi? Valerie? kekasihmu? sudah tiada?"
" ya, dulu, tepat kami SMA,sebelum hari Valentine, dia tiba tiba menghilang, dan ternyata polisi beserta keluarganya dapat menemukannya, dan saat di tanyai, ia tak pernah menjawab selama ia hilang ia pergi kemana, dan saat pulang kerumah, ia langsung mengajakku datang kerumahnya, dia membuat coklat itu di hadapanku, rasanya lebih enak dari ini, dan rasa anehnya lebih kuat!"
"oh ya? kenapa rasanya jadi beda bukankah kau belajar pada..ekhem...padanya juga?"
"iya, tadinya....namun sayangnya, setelah 1 tahun aniversery kami, kami membuka toko coklat ini, dan laku keras! tapi....pastinya, kalau kita sedang sukses, pasti ada saja yg iri. akhirnya...." pria itu menunduk sedih.
"ada apa lan? alan jgn sedih dong! kalau gak mau cerita juga ga papa!" Valerie memanggil pria itu layaknya memanggil Fadlan sang pujaan hati yg memang sudah dekat sebelumnya
"!!!!!!!" pria itu mendongak
"sudah lama tidak ada yg memanggilku seperti itu, hahhhh..." gumamnya seraya menghela kasar
"?????" gadis itu bingung
" alan, yuk makan" "alan! nakal yg kamu! main ama cwek lain!" kata kata yg sering di lontar kan kekasih nya yg sudah tiada itu memenuhi pikiran pria itu, pria itu terus menatap jendela yg disana hanya terdapat tumbuh tumbuhan.
"apasih? kok ngeliat ke jendela mulu" Valerie ikut melihat ke luar jendela
" wah! bunga Mawar! kesukaanku! kok bisa tetap segar sih? dirawat dgn baik ya?"
" alan! disini bagus buat buka toko, ada bunga mawar nya juga di belakang! kita rawat dgn baik sama sama ya!"
*deg!* kata kata kekasihnya yg meninggalkan luka sayatan di hatinya itu, membuat air mata pria itu mengalir
"lan, kok aneh ya, kan-!!!!, lan! kamu kenapa? lan-"
"tunggu bentar, dia kan bukan alan yg aku kenal, bisa bisanya aku sok akrab banget sama dia!" dalam hati baru tersadar apa yg dia ucapkan
"duh! ma maaf! aku gak...bermaksud! maaf!"
"ga papa kok, malah kamu mengingatkan saya akan kekasih saya, dulu karna bunga mawar ini lah toko ini ada, dan sayangnya belum setengah tahun kami membuka toko, seseorang ..... membunuhnya"
"mem....membunuh?" tanya Valerie tanpa sadar
"ya, dia dibunuh tepat di hadapanku, lalu dia jatuh ke pelukan ku dan berkata"lan, kamu harus kuat ya, jaga toko ini baik baik, minimal, sampai ada seorang gadis cantik datang mencari coklat untuk pujaan hatinya, ingat! kamu jgn menakutinya, kamu pasti bisa bertahan tanpa aku😊" dan itu adalah kalimat dan senyuman terakhir yg saya lihat darinya, dia hanya menyisakan pisau yg tertancab di perutnya, pisau ini" pria itu menangis sambil tersenyum menceritakan pengalaman terakhirnya dgn kekasihnya, sambil memainkan pisau, iya pun berkata
" namamu VALERIE kan? "
"ah. iya! betul" jawab gadis itu gugup"
"hmm, sekarang aku tahu apa maksud perkataan terakhirmu rie," dia tersenyum menagarah keatas jendela
Valerie yg bingung hanya bisa terdiam
"kamu pergilah, kalau ada orang yg menanyakan kamu dari mana, tolong jgn di jawab, dan ini untuk mu" mengeluarkan suatu kertas daru saku celemeknya
"apa ini" tanya Valerie
"ini adalah resep coklat yg tadi kamu makan, ini tulisan tangan langsung dari Valerie, kekasihku"
"......... ah, terimakasih, tapi.... aku tidak bisa..."
"kalu kamu berusaha, kamu pasti bisa, aku yakin!"
"........! baik! saya akan coba! terimakasih" Valerie berlari keluar pintu toko yg sudah tak terkunci
saat Valerie keluar, banyak mobil polisi di sekitar situ
"ada apa ya pak?" tanya Valerie kepada salah satu polisi disana"
" ini, kami- loh?! kamu Valerie kan?"
"iya, betul saya" jawab Valerie bingung
"bro! korban hilang ada disini!" memanggil rekannya
"hilang?" gumam Valerie
"yaampun nak!! kamu kemana aja tiga jari ini???" tampak seorang ibu berlari dan memeluk Valerie
"mama?! kok? aku hilang? tiga hari?"
"iya nak! kamu ke mana aja?"
"seketika itu Valerie terpikir semua cerita pria misterius itu, dia memegang erat resep yg di berikan pria itu dia tak bisa diajak bicara.
Akhirnya Valerie dan ibunya masuk je mobil polisi untuk pulang, sepanjang perjalan Valerie terus memandangi toko itu sampai ia pulang kerumah
Tamat......
hey Everyone!!! makasih udah mau mampir!
jgn lupa tinggalkan like dan comment ya!!
menurut kalian apasih yg terjadi? atau jangan jangn.... Valerie itu...... comment pendapat kalian ya! bye bye!
"hm, saatnya menutup toko ini, aku sudah menjalankan keinginan Valerie, di lain kehidupan, aku akan menjagamu Valerie, sekarang, aku akan menyusulmu"