Minggu 14 Februari 2021 Pukul 08:45
"Hah...Hah..." Seorang Wanodya pada pagi itu berlari sambil membawa Kotak Coklat ke Sekolahnya.
Reina Adelia atau biasa dipanggil Rey, seorang Siswi SMA dikotanya, hari ini adalah hari Valentine yang sangat identik dengan Cinta, OSIS sekolahnya mengadakan acara hari Valentine yang akan menjadi hari dimana Rey mengungkapkan perasaannya pada orang yang ia suka.
"Rey, darimana saja kamu? Acaranya sebentar lagi dimulai" Kata Lisa sahabat Rey.
"Tenang lah biarkan aku mengambil nafas dulu, daripada aku pingsan nanti" Jawab Rey.
"Kau akan segera pingsan, karena aku mendapatkan tempat duduk disebelah Arlie" Kata Lisa sambil terkekeh.
"Hah?! Dimana?" Tanya Rey terkejut.
Lisa kemudian menarik Rey masuk kedalam karena sebentar lagi acara dimulai. Arlie cowo yang telah lama disukai oleh Rey, ia menyukai Arlie semenjak awal sekolah dari semester satu, setelah mengumpulkan banyak keberanian untuk menyatakan perasaannya di semester kali ini.
Mereka berdua akhirnya sampai dan duduk di barisan paling depan, Rey masih tidak percaya dia duduk disebelah Arlie, tangannya berkeringat walaupun itu ruangan ber -Ac tertutup dan jantungnya berdegup kencang.
Lampu-lampu kemudian mati dan tirai di depan terbuka, lalu lampu menyorot kepada Ketua OSIS yang menjadi pembawa acara kali ini, dengan parasnya yang tampan tidak heran dia yang menjadi pembawa acara kali ini.
"APA KABAR KALIAN SEMUA??" Tanyanya yang disusul jawaban penuh semangat.
"APAKAH KALIAN SEMUA SUDAH SIAP UNTUK ACARA KALI INI??" Semua orang kemudian penuh dengan semangat menjawab begitu juga dengan Rey.
"Baiklah Aku Akan Membacakan Jadwal Acara Kita
Pertama, Kalian akan menyiapkan hadiah yang nanti akan diberikan entah kepada Sahabat,Gebetan, atau Pacar kalian terserah pokoknya Pada pukul 9 Nanti.
Kedua, pada Tengah hari nanti kita akan mengadakan Game mencari jodoh.
Lalu Ketiga, Ini adalah hal Wajib, yaitu sebuah Game yang diberikan oleh guru kita Bu Elvis yang akan kita laksanakan Jam 1 siang.
Dan Yang Terakhir adalah pemberian hadiah yang akan dilakukan ketika Game kedua atau acara ketiga selesai.
Dengan Ini Kunyatakan Acara Velentine Dimulai! Nikmatilah Acaranya". Dan acara dimulai.
Rey dan Lisa kemudian segera ke lapangan yang telah dipasang tenda untuk mempersiapkan hadiah yang akan diberikan nanti.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua selesai membungkus rapi coklat tadi, tidak lupa juga menyelipkan surat di bungkusannya.
Karena Waktu yang masih lama Rey takut coklatnya meleleh "Lis, bagaimana jika nanti coklat ini meleleh?" tanya Rey pada Lisa.
"Tenanglah aku sudah mempersiapkan ini" Lalu Lisa memperilihatkan kotak pendingin yang ia bawa. "Tapi tidak ada Es didalamnya" kata Lisa sambil terkekeh.
"Tidak apa aku akan membelinya, lagian juga acara selanjutnya masih setengah jam lagi" Kata Reina.
Lisa hanya mengangguk mengiyakan perkataan Reina, Reina kemudian segera berlari keluar untuk mencari toko yang menjual Es Batu.
Saat keluar Reina melihat Bu Elvis seperti sedang menunggh seseorang, karena ingin cepat Reina tidak memperdulikan hal itu dan lanjut berlari.
20 menit Lisa menunggu disekolah akhirnya Reina datang juga.
"Darimana saja kau? Kok lama sekali?" Tanya Lisa dengan wajah datar.
"Maaf tokonya agak jauh, karena banyak toko yang tutup, sebagai permintaan maaf aku membelikan Es Krim" lalu Reina memberikan Es Krim tersebut yang membuat Lisa senang.
"Baiklah kumaafkan, ayo bawa Coklat kita kegudang untuk disimpan lalu segera tonton acara kedua" Ajak Lisa.
Kemudian Mereka menyimpan coklat mereka digudang dimana itu adalah tempat menyimpan hadiah, acara dimulai Reina hanya termenung karena tidak menyukai itu, lalu datang Arlie yang membuat Reina senang dan hanya melihatnya sampai acara selesai.
Saat sudaj selesai Ketua OSIS naik ke panggung lalu menyampaikan Game kedua.
"Baiklah Game kedua ini kalian disuruh pergi ke ruang kelas masing-masing dan peraturannya akan diberitaukan disana" Lalu semua orang segera pergi ke kelas masing-masing.
Reina dan Lisa berpisah karena mereka beda kelas, Reina berada di kelas 1D perlu diketahui hanya kelas 1 dan 2 saja yang mengikuti acara ini.
Di dalam kelas semua orang nampak duduk tenang lalu tiba-tiba semua pintu dan jendela terkunci bahkan sinyal pada Handphone menghilang.
"Hai Para Peserta Game Aku Akan Menjelaskan Peraturan-Peraturan Yang Ada Pada Game Dark Valentine Ini.
Kali Ini Kalian Akan Berada Game "TEACHER" Dimana Kalian Akan Disuruh Mencari Benda Yang Persis Seperti Yang Ada Di Meja Guru.
Caranya Cukup Mudah, Kalian Akan Mencari Benda Dalam Waktu 2 Jam Dan Akan Ada Guru Yang Masuk Ke Kelas Kalian, Jangan Sampai Bersuara Saat Dia Datang Atau Kalian Akan Menghilang!
Selamat Bermain" Kata suara dari Salon Kelas.
Waktu dimulai mereka kemudian segera melihat ke arah meja guru dan ada gambar gunting disana, semua orang langsung bergerak mencari gunting itu.
Setelah setengah Jam mencari, mereka tidak menemukan apapun, lalu masuk sebuah boneka besar yaitu adalah seorang guru, karena merasa kesal seorang Siswa bernama Enzi kemudian meneriaki boneka itu.
"WOI..." Kata katanya berhenti, lalu disusul oleh teriakan histeris yang lalu berhenti juga.
"Ingat Tetap Diam Jika Kalian Ingin Selamat" Suara dari Salon itu.
Hal itu membuat mereka takut dan segera mencari gunting itu, setelah satu jam mencari terdengar lagi suara itu.
"Hmmm..... Kurang Seru Bagaimana Kalau Kita Tambah Peraturannya. Wahahahaha!!.
Baiklah Kali Ini Jika Kalian Bergerak Maka Kalian Akan Hilang, Nikamatilah Hahahaha!!!" Lagi-lagi suara itu membuat mereka ketakutan.
Waktu hanya tersisa 20 Menit dan hanya tersisa 2 orang siswa yang selamat yaitu Ega dan Reina, Reina yang pasrah kemudian duduk saat ia duduk ia merasakan sesuatu yang seperti menusuknya, ternyata itu adalah gunting yang ia bawa saat membungkus coklat tadi.
Ketika melihat gunting itu Ega langsung mengambilnya dan berlari ke meja guru, namun sayang Boneka itu tiba-tiba masuk dan membuat Ega menghilang.
Melihat hal itu Reina kemudian mengambil gunting itu dan menaruhnya di atas meja guru.
"Selamat Pemenang Kamu Telah Berhasil Menyelasaikan Game Pertama, Pergilah Keluar Dan Selesaikan Permainan Ini!" Kemudian Pintu Terbuka dan boneka itu lenyap.
Rey kemudian segera keluar, diluar terdapat sebuah kubus besar berwarna putih yang berada di lapangan, di kubus itu terdapat sebuah lubang dan tulisan. "Cek Kantong mu!". Reina kemudian mengambil sesuatu yang seperti kunci di kantong jaketnya, kemudian di masukkan dan diputar.
Reina kemudian masuk ke dalam kubus itu, didalam sana juga terdapat 7 anak yang juga selamat, termasuk Arlie dan Lisa.
"Selamat Datang Di Babak Kedua, Kali Ini Kalian Akan Melewati Labirin Bunga Secara Berpasangan Selamat Bermain" Kemudian mereka semua terpisah.
Reina kali ini bersama dengan Rikka, tanpa berlama-lama mereka segera berlari mencari jalan keluar.
Sekitar 1 Jam mencari tapi mereka tidak menemukan jalan atau pun yang lainnya.
"Baiklah Gas Sudah Aktif, Jika Kalian Terkena Gas Itu Kalian Akan Menghilang, Oh Ya Aku Lupa Jika Efek Dari Wangi Bunga Ini Akan Menyebabkan Efek Halusinasi Dan Efeknya Akan Terlihat Setelah 1 Jam Menghirup, Selamat Bermain Wahahaha!!" Keadaan kemudian bertambah buruk.
Gas itu berbentuk gumpalan berwarna merah muda dan bergerak dengan cepat, Rey kemudian seperti mendengar teriakan minta tolong dari Arlie yang berada di belakang.
Rey kemudian berlari kebelakang untuk membantu Arlie halusinasi itu, melihat hal itu Rikka kemudian segera menyusul Rey kemudian menariknya dan melemparkannya kedepan, tapi Rikka yang malah masuk ke gumpalan Gas itu.
"Wah Selamat Kalian Berhasil Bertahan Selanjutnya Silahkan Tidur Terlebih Dahulu, Nina... Bobo..." Kemudian Reina tertidur.
"Hey Bangun!! BANGUN LAH!!" Seketika Reina terbangun di kursi, dia melihat sekelilingnya terdapat 4 orang yaitu Arlie,Lisa,Dziki dan Bu Elvis.
Suara yang membangunkan mereka ternyata adalah Bu Elvis, dari atas hidup layar memperlihatkan boneka dari film Saw.
"Selamat Orang Terpilih Kalian Adalah Orang-Orang Yang Berhasil Sampai Di Babak Terakhir Ini, Baiklah Aku Akan Membacakan Permainan Babak Kali Ini.
Kalian Akan Memilih Seorang Penghianat Yang Akan Tetap Tinggal Disini, Yang Ada Diantara Kalian Agar Bisa Keluar Dan Menyelamatkan Mereka *Monitor Menunjukkan Anak-Anak yang lainnya terkurung dalam sebuah ruangan*.
Kalian Akan Diberikan Waktu 1 Jam, Jika Kalian Tidak Memilih Maka Kalian dan Juga Mereka Akan Menghilang Selama-Lamanya, Dan Ingat Pilihlah Orang Yang Tepat Jika Ingin Selamat, Nikmati Permainannya" Kemudian Waktu Berjalan.
Sekitar 40 menit berselang tanpa ada pembicaraan apapun. "Jika Kalian Tidak Ingin Berbicara Aku Akan Mempercepat Waktunya" Kata seseorang di Monitor itu.
"Itu adalah Dziki!" Kata-kata Arlie mengejutkan Kami.
"Apa Maksud mu?" Tanya Dziki yang Marah.
"Tentu Saja, hanya kau yang berhasil lolos dari Kelas 2 dan juga pasti kau pernah memainkan permainan ini!" Tegas Arlie.
"Bagaimana Jika itu dirimu? Kau ingin selamat dan mencari korban lagi kan?" Kata-kata Dziki membuat Arlie terdiam.
"Diamlah! Kita ini sedang dalam hidup dan mati, berhenti bermain-main!" Sahut Lisa melerai mereka berdua.
"Bagaimana jika itu bukan murid?" Kata Rey yang mengejutkan semuanya.
"Maksudmu?" Tanya Lisa.
"Apakah kalian tidak sadar bagaimana cara Bu Elvis bisa berada disini, tanpa melewati labirin?" Jawab Rey.
"Hebat sungguh hebat, kukira tidak akan ada yang menyadari kehadiranku disini" Jawab Bu Elvis sambil bertepuk tangan.
"Mengapa kau melakukakan hal ini?" Tanya Arlie tidak percaya.
"Mengapa? Mengapa katamu? Tentu saja karena aku ingin membalas dendam kepada mantan tunangan ku" Lalu monitor menunjukkan kepala sekolah yang sedang di sandera.
"Kami sempat ingin menikah sampai pada akhirnya di hari Valentine saat itu, ku lihat dia selingkuh mulai hari itu aku bertekad jika aku tidak bisa mendapatkan kasih sayang maka orang lain juga tidak, Hahahah!" Hal itu membuat mereka berempat terdiam.
"Oh ya jika kalian ingin keluar bermainlah dengan kucingku, Selamat tinggal" Kemudian Bu Elvis menghilang.
Kemudian muncul 4 buah kostum tikus, lalu mereka memakainya karena mungkin bisa membantu.
Kemudian dari atas ada sebuah benda yang dijatuhkan, itu adalah seekor kucing raksasa yang menggemaskan, tapi itu berubah ketika dia mengambil Dziki lalu menelannya, melihat hal itu mereka bertiga segera berpencar agar tak tertangkap.
Setelah lelah berlari mereka bersembunyi, lalu mereka mendengar kucing itu berbicara. "Kalian ingin keluar bukan? Kalau begitu ambillah didalam" kata kucing itu.
Ketika Rey bingung maksud dari perkataan kucing itu Arlie langsung berlari dan memanjat kucing itu, tapi kali ini ia ikut tertelan juga namun ada yang aneh, kucing itu kemudian meleleh seperti lilin lalu keluar Dziki dan Arlie dengan membawa kunci besar.
Lalu keluar sebuah lubang kunci besar, tanpa berlama-lama mereka berdua menancap kemudian memutarnya dan berhasil keluar.
*2 Tahun Kemudian.
Reina akhirnya lulus SMA dengan nilai sempurna.
Setelah kejadian 2 tahun yang lalu SMA itu kemudian ditutup dan seluruh muridnya pindah dan memulai hidup normal.
"Rey mau pulang bareng?" Tanya Arlie yang menunggu Rey di depan gerbang.
"Tentu saja, tapi kita mampir ke toko coklat dulu" Jawab Rey
Banyak hal yang berubah setelah hal itu dan tidak ada yang mau membahas hal itu lagi, tapi sampai sekarang ini Bu Elvis tidak pernah ditemukan.
(End)~
#HorrorValentine
Thanks yang Sudah baca, Like dan Komennya ya terima kasih