Namaku Vira usiaku 17 tahun. Aku duduk di bangku SMA. Semua berawal pada suatu malam Valentine. Apakah ini nyata? itu adalah kata ada dibenakku.
Pada suatu malam aku terbangun dari tidurku. Aku bangun dan beranjak turun dari tempat tidur. Malam itu adalah malam yang sunyi dan dingin, yang seakan membuat bulu kuduk merinding.
"Huh masih jam 3 pagi" kataku setelah melihat jam di dinding.
"Oh ya!...aku hampir lupa tugas sekolahku masih belum aku kerjakan."
Aku segera mengambil buku dan mulai mengerjakannya.
***
"fhyuh.. akhirnya selesai juga. Wah sudah jam 5.30, jika aku tidur lagi nanti bisa terlambat sekolah. Lebih baik aku siap siap saja." aku beranjak dari tempat duduk dan segera mengemas buku buku sekolah.
"Sekarang tanggal 14 Februari, berarti hari ini adalah hari Valentine, huh...hari yang menyebalkan. Tidak akan ada orang yang akan memberiku bunga atau coklat" keluhku sambil membaringkan tubuhku di atas kasur.
"Andai saja ada lelaki tampan yang datang kepadaku dengan sebuket bunga mawar biru. Wahh aku seakan datang kedunia dongeng, hahaha...aku berkhayal terlalu jauh, mungkin karna aku terlalu banyak baca komik."
"Aku cuma tidur 5 jam. sepertinya aku kurang tidur.Jika aku tidur 15 menit lagi mungkin tidak akan terlambat." pikirku sambil menutup mata. Karna kelelahan tak membutuhkan waktu lama aku pun tertidur.
~
Entah ini mimpi atau bukan tapi ini terasa sangat nyata. Aku menemukan diriku dipinggir danau. Aku melihat sekeliling tapi aku tidak mengenal tempat dimana aku berada sekarang.
"Dimana ini? Kenapa aku ada disini? Bukannya aku ada di kamar? apa aku sedang bermimpi?" ucapku keheranan dengan berbagai pertanyaan dibenakku, untuk memastikan hal ini aku pun mencubit tubuhku.
"Aww...ini sakit. Mungkin kah ini nyata? Atau aku sedang tertidur dan ibu membangun kan ku dengan mencubit tubuhku? Tapi kenapa aku tidak bisa terbangun, bisa bisa aku terlambat sekolah!"
Aku pun melihat danau didepan mata yang airnya sangat jernih. Aku terkagum-kagum dengan keindahan danau tersebut. Aku mendekati pinggiran danau dan mulai membasuh wajah ku dengan air danau yang jernih. Sambil melihat bayang bayang wajahku di pantulan air danau, akupun terkejut menyadari bahwa aku sedang berpakaian gaun yang indah. Mungkin karena dari tadi kebingungan sampai sampai tidak menyadari bahwa aku berpakaian rapi.
Tap...Tap...Tap...
Suara langkah kaki seakan menghampiri ku. Aku menoleh dan setelah tau siapa yang datang, sontak aku terkejut saat mengetahui bahwa pria tampan berpakaian rapi yang senada dengan gaun ku mulai menghampiri diriku.
"Wah... Apakah aku masih hidup ataukah aku ada disurga? Mengapa ada makhluk setampan itu? Mungkinkah dia malaikat?" beribu pertanyaan ada di benakku.
Pria tersebut semakin mendekati ku. Entah mengapa aku merasa ketakutan. jantungku berdegup kencang, tubuhku seakan tidak bisa digerakkan dari tempatku berdiri. Pria itu sekarang tepat ada di depanku dan berkata...
"Kaulah wanita yang kucari selama ini. Maukah kau berdansa denganku?" Tawarnya sambil mengulurkan tangan nya ke arahku. Aku masih tak bisa mencerna semua ini. Apalagi saat ia berkata bahwa selama ini dia mencari ku.
Aku pun mulai berdansa mengikuti langkah kakinya tanpa berbicara sepatah kata pun. Sampai akhirnya aku memberanikan diriku bertanya kepadanya ditengah alunan musik dansaku.
"Apakah kita pernah bertemu? Aku merasa tidak pernah melihatmu sebelumnya. Si ...siapa kau sebenarnya?" tanyaku kepadanya. tapi pria tersebut malah menjulurkan sebuket mawar biru di hadapanku. Aku tersenyum menerimanya. Dan dia berkata,
"Kau tidak perlu tau siapa aku, cukup hanya aku saja yang mengenalmu. Mungkin suatu hari kita bisa bertemu lagi jika Tuhan mengizinkan." Jawabnya sambil memberikan sebuah batu giok indah berwarna biru dengan motif bunga mawar. "
"Jika kau bisa menemukan ku, kembalikan giok ini kepadaku dan kau akan tau siapa aku sebenarnya."sambungnya sambil mendekatkan wajahnya ke arah ku seperti hendak mencium ku.
Dan..
~
"Viraaa. ..bangun sudah jam 6 kok masih tidur. Sekarang bukan hari Minggu. Cepat siap siap kesekolah" teriak ibu dari luar kamar membangun kan ku dari tidur.
"ihh...ibu merusak hari bahagia ku. padahal kapan lagi aku bisa bermimpi indah. Apa tadi aku masuk kedunia komik?" gumamku didalam hati.
"Aduh! Aku lupa menanyakan namanya... kira-kira dia siapa ya... apa dia itu nyata?" ketusku sambil memukul kening.
Tapi tidak disangka aku masih memegang erat batu giok biru ditanganku serta buket mawar biru di samping ranjang ku.
~Tamat~
Notes:
terimakasih yang udah baca...Jangan lupa like dan komen ya... Tengkyu😘
NB:
Baca juga novelku judulnya"Misteri Puteri Bercadar" ber-genre misteri dan romansa istana. Minta kritik dan sarannya ya dikolom komentar untuk novelku. Masih pemula, mohon dimaklumi.