Namaku Bagas Widianto.Saat ini aku tengah duduk di bangku SMA swasta di Bandung.Aku paling benci dengan pelajaran Matematika.Mungkin bukan aku saja, kebanyakan siswa sama sepertiku.
Namun semuanya berubah semenjak ada guru matematika baru.Kami sering memanggil beliau "Bucan" alias Bu cantik,tentu saja itu tanpa sepengetahuannya.Nama aslinya adalah Ayu lestari.Yaaa Bu Ayu memang ayu.Meski penampilannya sederhana Bu Ayu mampu memikat mata para lelaki yang menatapnya termasuk aku.
Pagi itu aku terlambat datang ke sekolah karena bangun kesiangan.
Tok Tok Tok ku ketuk pintu kelas.
"Permisi Bu..boleh saya masuk ?" tanyaku pada Bu Ayu.
"Untuk kali ini saya masih bisa memaafkan kamu Bagas,tapi kalo nanti kamu terlambat lagi,ibu akan menghukum kamu.Sekarang cepat masuk karena pelajaran harus dilanjutkan."
"Baik Bu terima kasih banyak,saya janji tidak akan terlambat lagi."
Aku pun segera masuk kelas dan duduk di bangku paling depan.Biasanya aku paling suka duduk di bangku pojok.Namun kali ini aku sengaja menukar tempat duduk dengan temanku Rasti agar dapat lebih jelas melihat Bu Ayu.
Selama pelajaran berlangsung mataku tak beralih dari bidadari ini.Aku pun dengan semangat mendengar penjelasan Bu Ayu dan berusaha mencernanya ke otakku.Aku ingin nilai matematika ku lebih bagus supaya Bu Ayu bisa bangga padaku.
Tak terasa aktivitas di sekolah hari ini telah selesai.Seperti biasa aku menunggu angkot bersama teman-teman.Satu persatu temanku telah mendapatkan angkot mereka.Tinggal aku sendirian di sana.Karena memang teman-temanku berbeda jalur.
Tak lama kemudian datanglah angkot yang kutunggu-tunggu.Namun saat hendak naik tiba-tiba ada motor yang entah mengapa sudah ada disamping kananku dan menyerempet ku.Tubuhku tumbang dan semuanya gelap,aku tak sadarkan diri.
Saat aku membuka mata ternyata aku telah ada di ruang UKS sekolah.Dan aku melihat bidadari ku telah ada di sampingku.Rasa sakit pun hilang karena melihatnya.
"Apa yang terjadi Bu?" tanyaku pada Bu Ayu.
"Kamu tadi keserempet motor dan pingsan.Untung ada beberapa warga yang membawa kamu ke sini.Gimana ? apa masih sakit kakimu? atau kepala mu sakit gak ? takutnya pas kamu pingsan tadi kena bebatuan." Bu Ayu terlihat begitu cemas.
"Sakit sedikit Bu," jawabku.
"Lain kali lebih hati-hati sekarang ini banyak pengendara motor atau mobil yang seenaknya aja pengen cepet sampe tujuan tapi gak memperhatikan orang lain.Cepet sembuh ya !"
"Terima kasih bu."
"Oh ya nanti papa kamu sebentar lagi akan menjemput"
"Ya Bu"
Seperti yang dibilang Bu Ayu,papaku datang menjemput dengan mobilnya.Aku pun dipapah menuju mobil.
"Terima kasih banyak Bu Ayu sudah menolong anak saya,"
"Sama-sama pak ini sudah kewajiban saya.Hati-hati di jalan pak." Bu Ayu tersenyum.
"Ya Bu mari, assalamualaikum".
"Waalaikumussalam".
Kami pun berlalu meninggalkan pujaan hatiku di sana.Ya ampun senyumnya itu lhooo manis banget membuatku melupakan rasa sakit ini.Rasanya aku beruntung hari ini.Gara-gara keserempet motor,aku jadi bisa lebih dekat dengan Bu Ayu.
Esok harinya aku belum bisa pergi ke sekolah kakiku rasanya masih ngilu.Tapi jika seandainya hari ini jadwal pelajaran matematika,aku pasti memaksakan diri untuk ke sekolah agar bisa bertemu Bucan.
Sekitar jam 2 siang teman-teman sekelas menjengukku.Mereka semua memang baik.Aku jadi merasa terharu.I love you all...
Setelah setengah jam berkunjung akhirnya mereka pun pamit.
"Cepet sembuh ya Gas..." ucap Rasti.
"Kelas tanpa kamu bagaikan wajah tanpa jerawat,,,terlalu indah namun terlalu biasa" Iwan menggodaku.
Yang lain hanya tertawa.
"Thank's ya udah jenguk...."
"Ya dong kan temennn" Toni menepuk pundak ku.
"Kita pamit ya assalamualaikum"
"waalaikumussalam"
Mereka pun berlalu.Suasana yang tadinya ramai kembali menjadi sunyi.
Di rumah hanya ada aku sama Bi Odah,pembantuku.Papa dan mama bekerja dan kakak kuliah.Setiap hari sepi begini kecuali akhir pekan.
"Assalamualaikum," aku mendengar suara yang tak asing di telinga.
"Waalaikumussalam Bu Ayu..." aku serasa mendapat surprise.
"Boleh saya masuk ?" Lagi-lagi senyumnya membuat hatiku meleleh.
"Boleh Bu silahkan duduk.Mau minum apa ? biar saya panggilin Bi Odah,"
"Gak usahhh ibu lagi puasa,"
Masya Allah sungguh paket lengkap dan istimewa,wanita berhijab yang cantik berpendidikan
,baik hati,tidak sombong ini ternyata juga rajin puasa.Benar-benar cocok dijadikan pendamping hidup.
"Kamu gimana ? udah baikan?"
"Ya Bu sedikit lagi sembuh,apalagi udah ada yang jenguk...maksud saya tadi temen-temen udah jenguk saya Bu"
"Sukurlahhh kalo gitu ibu pamit pulang ya karena masih banyak yang harus ibu urus.Ini ibu bawain buah buat kamu.Cepet sembuh ya biar kita bisa ketemu di sekolah."
"Siappp Bu terima kasih,"
~~~~~~*****~~~~~~~~
Buah pemberian Bucan sengaja ku taruh di kamarku agar aku dapat setiap saat memandangnya.Setiap melihat buah itu aku seperti sedang melihat senyum manis Bu Ayu.
Dua hari berlalu dan sekarang aku sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa,meskipun masih agak ngilu sedikit di bagian kaki.
Hari ini hari Minggu rasanya aku ingin jalan-jalan sebentar untuk menghilangkan rasa bosan setelah berhari-hari ada di kamar.Namun saat akan keluar,aku melihat di ruang tamu sudah ada Bu Ayu yang sedang berbincang dengan keluargaku.Terlihat begitu akrab,aku senang melihatnya.
Aku pun ikut bergabung bersama mereka.
"Bu Ayu sejak kapan datang ?" tanyaku.
"Belum lama kok.Udah sembuh rupanya sekarang ?"
"Ya Bu "
"Alhamdulilah" Bu Ayu tersenyum.
Seakan ada panah asmara yang menancap di dadaku.Aku benar-benar jatuh cinta....
"Nak Ayu,gimana Bagas selama di sekolah apa gak nakal ?" tanya mama.
"Gak kok tante, malah nilai Bagas semakin hari semakin bagus" Bu Ayu memujiku.
Tapi tunggu dulu,apa aku gak salah dengar? Bu Ayu memanggil mama Tante ? apa sudah sedekat itu ?
"Om titip Bagas ya nak Ayu,kalo dia nakal hukum aja haha"
"Baik om"
Tuh kan papa juga dipanggil om.Wah aku merasa saat ini orangtuaku sedang berbincang bersama calon menantunya hihi.Senangnya hati ini.
"Pa...kak Baran kemana ?" aku penasaran kenapa kakakku itu belum muncul hari ini.
"Baran lagi ada urusan penting katanya,"
"Ooohhh"
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.Bucan akhirnya pamit pulang.
****
Seminggu berlalu.Aku tak melihat bidadari ku selama itu.Terakhir kali melihat Bucan saat dia main ke rumah dan berbincang dengan mama papa.Dari kabar yang ku dengar katanya Bu Ayu izin untuk tidak mengajar karena ada urusan penting.
Aku tak kuat lagi menahan rasa rinduku padanya.Aku mengajak temanku,Adi untuk berkunjung ke rumah Bu Ayu.
"Apa kamu gak malu Gasss ? masa kamu cinta sama guru sendiri," ucap Adi.
"Ya mau gimana lagi aku kan gak bisa kontrol perasaanku.Cinta itu tumbuh begitu saja.Aku gak bisa pilih mau cinta sama siapa."
"Tapi dia guru kita."
"Aku tahu.Tapi gak apa-apa dong kan gak salah kalo aku cinta sama guru sendiri.Yang salah itu kalo aku kurang ajar sama Bu Ayu.Udah ayo anterin ke rumah Bu Ayu nanti pulang sekolah."
"Ya udah dehhh"
Setelah pulang sekolah aku dan Adi pun meluncur ke rumah Bucan.Namun saat tiba di sana aku terkejut karena melihat seorang laki-laki ada dirumahnya.Sepertinya aku kenal laki-laki itu.
"Ya ampunnn kak Baran ngapain di rumah Bu Ayu" yaa laki-laki itu ternyata kakakku.
"Kakak kan calon suaminya,bentar lagi Bu Ayu jadi kakak iparmu"
Apaaaa ? aku tak percaya dengan apa yang ku dengar.Bucan bidadariku akan menjadi kakak iparku.