🎱 [ tak terlihat ]#RuangAsing
nama ku alvin pratama. umur ku 19 tahun orang orang biasanya memanggilku L aku tidak tau mengapa semua suka memanggilku dengan sebutan itu ?. katanya si lebih mudah di ucapin, sebenarnya aku ingin menceritakan kisah ku saat umur ku masi 16 tahun.
dulu aku masi sekolah di SMA XXX jurusan IPS. bisa di bilang saat itu aku sangat populer di sekolah maupun di kalangan kaum hawa maupun di kaum adam. banyak yang menaksir ku tapi aku sama sekali tidak peduli dengan hal itu.
dari sekian banyaknya orang ada satu wanita yang membuat ku sangat tertarik, nama nya angelia atau biasa di panggil angel dia gadis manis, lucu, dan cantik dengan kulit putih pucat dan rambut coklat ikal sepinggang yang sering di kuncir tenga dengan pupil perpaduan abu abu dan violet.
angel dulunya sangat menyukaiku dia selalu mencari perhatian lebih dari ku walau aku sama sekali tidak mempedulikan nya. mungkin karena sifat ku yang lumayan cuek dan dingin padanya, kadang jika dia sudah membuat ku risih aku selalu membentaknya kemudian aku mulai merasa bersalah saat dia hanya membalas ku dengan senyuman nya yang manis. jujur saja aku sangat menyukai nya tapi rasa sukaku kepadanya lebih besar dari rasa gengsi ku. apalagi saat itu aku memiliki pacar bernama rina, sang primadona sekolah yang sangat aku cintai melebihi rasa sukaku ke angel.
dia sudah tau bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan tapi dia masi tetap gigih mengejar ku, walau kadang juga dia sering di bully oleh geng rina karena meresahkan hubungan kami, aku sama sekali tidak peduli.
aku selalu menjauhinya dan memarahinya jika sudah dekat dengan ku.
hingga semester akhir berakhir dan kini aku sudah naik kelas tiga. saat itu dia menelpon ku untuk melakukan kencan buta untuk pertama dan terakhirnya. awalnya aku menolak tapi dia tetap memaksaku dan akhirnya aku menyerah.
tanggal 17-02-2025 hari dimana aku berkencan dengannya seharian. tepat pada malam selasa di bangku taman dekat kompleks dia menatap ke arah danau dan berucap.
" mengapa ? padahal sudah sejauh ini ? " ujar nya dengan nada yang kurasa sedikit bergetar. aku sama sekali tidak menjawab dan hanya terdiam berharap hari ini akan berakhir secepatnya.
" mengapa kau masi saja tidak mencintai ku ? padahal aku sudah berjuang, apa...apa yang kurang dari ku ?! kumohon buka perasaan mu untuk ku walau sedikit. " ucapnya lagi dengan air mata yang sudah membanjiri pipi nya. saat itu juga aku merasa bersalah.
" tidak bisa, kau sangat sempurna. tolong cari saja pengganti ku. aku sama sekali tidak memiliki perasaan untuk mu " jawab ku dengan dingin. seketika aku mematung mendengar pernyataan ku sendiri. tunggu bukan..bukan ini yang ingin aku ucapkan. aku menatap kearahnya seketika hati ku sangat sakit melihatnya terisak seraya memegangi dadanya dengan erat.
" kenapa ? apa yang salah ? hingga mencintaiku saja kau tidak bisa " jawabnya dengan isakan di selah selah tangis nya. " alvin apa kau membenciku ? jika aku salah aku aku akan memperbaikinya. jadi tolong beri aku satu kesempatan " lanjutnya
aku menatapnya datar tapi perasaan ku sama sekali tidak bisa menolak kalau aku sangat menyayangi nya. hatiku seakan di remas saat melihatnya menangis memohon aku ingin memeluknya tapi perasaan itu kembali ku tepis. " tidak. pergilah cari yang lain untuk menggantikan ku. aku harap aku tidak melihat mu lagi " ujar ku mutlak dan meninggalkannya sendiri di taman itu.
dari jauh aku masi bisa mendengar isakan nya yang membuat hatiku kembali sakit. aku berharap dia mendapatkan jodoh yang lebih baik dari ku.
tanggal 19-02 2025. aku merasa bersalah kepada angel karena meninggalkannya sendiri di taman hari itu. ya itulah mengapa aku ada di rumah nya saat ini. aku ingin meminta maaf atas perlakuan ku kepadanya dan dia hanya menanggapinya dengan tersenyum.
aku mengajak nya keluar jalan jalan sebagai permintaan maaf dan dia hanya mengiyakannya.
***
" kini apa kau sudah mencintaiku ? "
aku hanya terdiam, saat itu juga dia tertawa dengan tulus. aku menunggu reaksinya
" begitu ya. eh ah tidak papa. tidak papa aku akan menunggu " ujarnya seraya tersenyum hangat. saat itu juga aku sudah memutuskan apa yang harus aku lakukan.
.
.
.
" ano... angel aku harap kita tidak saling bertemu dan aku harap ini terakhir kalinya kita bertemu, aku sudah mencobanya tapi aku sama sekali tidak memiliki rasa untukmu " ujar ku spontan seketika itu juga senyuman itu sirna dari wajahnya.
" hnmm... aku mengerti, apa dengan aku pergi kau akan mencintai ku ?" tanya dengan polos
" yaah... mungkin " ujar ku asal.
" baiklah. sebelum itu apa kau bisa menemaniku ? " tanyanya yang langsung ku jawab dengan gelengan
" maaf setelah ini aku ada urusan " jawab ku jujur.
" ah begitu, baiklah kalau begitu aku harap kau menjaga kesehatan mu. jangan terlalu begadang " ujarnya
" tentu saja. maaf ya "
" tidak papa. aku yang salah terlalu banyak berharap padamu. maaf sudah menjadi egois " ujarnya.
sejak itulah aku mulai tidak melihatnya di sekolah maupun di kompleks biasa tempat dia menungguku. aku berpikir apa dia mulai melupakan ku ? jika benar aku sangat bersyukur. karena dengan begitu aku dan dia sama sama tidak saling menyakiti lagi.
****
sebulan pun berlalu... pikiran ku semakin kacau akhir akhir ini aku selalu memimpikan angel yang tersenyum sedih padaku dan permintaan maaf yang bertubi tubi apa-apaan mimpi itu,
aku semakin risih akan mimpi itu. aku dengan niat yang sudah bulat mencoba mengunjungi kediamannya. belum saja aku mengeluarkan motor ku, tiba tiba entah datang dari mana angel sudah ada di depan rumahku dengan senyuman menghiasi wajah pucat Nya. dengan pakaian serba hitam menutupi kulitnya yang putih pucat itu.
" angel bagaimana kau bisa ada disini " ujar ku terkejut.
dia menggeleng lemah dan menjawab " aku merindukan mu "
" aku baru saja ingin ke rumahmu. bagaimana kabarmu ?" tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan.
" tidak ada siapa siapa di rumah " ujarnya singkat
aku semakin bingung dengan nya. sifatnya berubah menjadi 180 derajat. " apa kau sakit ?" dia hanya menggeleng dan menatap ku inteks. aku mendekat dan tampah sadar memegang pipinya yang sangat dingin. " kau sangat pucat dan dingin ? apa yang kau lakukan selama ini ? " tanyaku
" apa kau mencintaiku ?" ujarnya tampa mempedulikan pertanyaan ku. aku bertanya tanya apa dia begini karena diriku ? aku diam sejenak dan menarik nafas dalam dalam. aku harus jujur akan perasaan ku sendiri aku tidak bisa selamanya menjadi egois aku seharusnya memberitahukan dirinya bahwa aku juga mrncintai dirinya dulu dan seterusnya.
" aku mencintai mu" ujar ku dengan tegas. dia lalu menangis seraya memegangi wajahku. aku tak pernah sebahagia ini aku menariknya dan memeluknya. tampah penolakan dia juga memeluk ku tak kalah erat nya.
" terimakasih aku sangat senang" ujarnya. dia melepas pelukanku dan menatapku seraya tersenyum senyuman yang belum pernah aku lihat sebelum nya, " selamat tinggal "
dia perlahan lahan menghilang dari pandangan ku aku sangat terkejut aku mencoba meraihnya tapi nihil yang ada hanya ruang kosong. aku teriak dan saat itu juga aku terbangun dari tidur ku. mimpi itu terasa nyata. peluh membanjiri kasurku.
tok tok tok
suara ketukan terdengar. aku berjalan menuju pintu dan mendapatkan ibu angel yang membawa sebuah kotak. membuat ku merasahkan firasat buruk.
" nak alvin ini adalah peninggalan angel yang sengaja iya titipkan ke ibu untuk di berikan padamu. "
" angel, di mana dia sekaran " tanyaku
" eh nak alvin tidak tau ? anak ibu sudah meninggal satu bulan yang lalu karena kanker stadium 4 yang iya derita sejak dulu. kotak ini ingin aku berikan pada nak alvin dulu tapi ibu tidak tau rumah nak alvin. dia sering bercerita kepada ibu jika dia sangat menyayangi nak alvin " ujar ibu angel yang membuat ku syok bukan kepalang.
mendengar penjelasan dari ibu angel hanya bisa membuat ku menangis aku menyesal, aku sangat jahat. kini aku menyadari alasan dia menemuiku, alasan kenapa sikapnya sangat aneh, aku sangat sadar itu hanya arwah yang datang ke alam sadar ku saja. dia hanya ingin menemui sosok yang sangat iya cintai....
setelah ibu angel pergi aku membuka kotak itu dan menemukan surat pink dengan aroma wangi angel yang masi melekat.
23-02-2025
hai... jika surat ini sudah sampai padamu itu berarti aku sudah tiada. hey jangan menangis aku menyayangi mu okey. kau tau aku selalu mencintaimu sekaran hingga akhir kau adalah cinta pertama dan terakhir ku. terima kasih sudah bersama ku selama ini. aku sangat senang ya walau singkat, apa kau mencintaiku ? hehehe bodohnya aku bertanya aku sudah tau kau pasti berkata tidak. tapi kau sudah berjanji jika aku pergi kau akan mencintaiku. singkat ya. penyakitku memakan tubuhku dan membawanya pergi menjauh. aku hanya berharap kau mrncintai di saat terakhir. ah itu saja salam hangat untuk alvin tersayang
AKU MENCINTAIMU
~angelia~
selesai...
maaf ceritanya kurang bagus, kalau ada kesalahan penulisan maaf hehehe