My Dearest Stepbrohter
mencari kebenarannya
beberapa hari yang lalu di kediaman keluarga wilson
luna yang tidak sengaja mendengar percakapan ibu tirinya merasa sangat terkejut
sarah
sudah 13 tahun sejak wanita itu meninggal
sarah
dia masih saja menyusahkanku, bahkan aku harus membesarkan putrinya sebagai anakku
sarah
tapi aku sama sekali tidak mendapatkan apapun
sarah
baik itu cinta ataupun harta dari wilson
mendengar kata2 ibu tirinya itu membuat jadi curiga bahwa kepergian ibunya bukanlah suatu kecelakaan
luna wilson
(aku harus mencari tau kebenaran dari kematian ibu)
luna wilson
(apakah itu benar kecelakaan atau sengaja dilakukan oleh seseorang)
semua orang sudah berkumpul di ruang makan
adrian wijaya
selamat pagi luna, tumben kau bangun terlambat
adrian wijaya
tidak seperti biasanya
luna wilson
iya, semalam aku tidak bisa tidur
adrian wijaya
apa kau ada masalah?
luna wilson
(aku tidak mungkin memberitahu adrian)
luna wilson
(tentang apa yang aku dengar)
luna wilson
(itu mungkin akan menghancurkan hubungan kami)
luna wilson
(lagipula, aku juga belum punya bukti)
luna wilson
tidak, aku baik2 saja
luna wilson
jangan khawatir
setelah semuanya selesai sarapan
lunapun bergegas menghampiri ayahnya
luna wilson
pa, luna bisa ngomong bentar?
luna wilson
ada hal penting yang harus luna bicarain sama papa
tuan wilson
iya, ada apa sayang?
luna wilson
jangan disini pa, kita ngobrolnya di tempat lain aja
mereka pun berjalan menuju kolam renang
tuan wilson
ada apa luna?
kamu membuat papa khawatir
luna wilson
ja-jadi gini pa
luna wilson
be-berapa hari yang lalu luna gak sengaja dengar mama sarah ngomong sama orang di telfon
luna memberitahukan semua yang dia dengar kepada ayahnya
ayah luna pun terdiam beberapa saat
tuan wilson
kamu yakin dengan apa yang kamu katakan sayang?
luna wilson
iya pa, luna sangat yakin
luna wilson
jadi pliss selidiki lagi kejadian itu demi luna
luna wilson
luna harus tau kebenarannya pa
luna wilson
selama ini luna selalu menganggap adrian dan mama sarah sebagai keluarga luna
luna wilson
tapi kalo bener apa yg luna curigai, luna gak akan bisa maafin dia pa
tuan wilson
kamu tenang aja sayang
tuan wilson
papa pasti bakal bantu kamu untuk mengungkap kebenarannya
wilson menelfon pengacaranya dan memintanya untuk mencari tau kebenaran dari kejadian 13 tahun yang lalu
adrian wijaya
(mengetuk pintu kamar luna)
adrian wijaya
luna kamu ada di dalam?
adrian wijaya
aku akan berangkat ke kantor sekarang
adrian wijaya
apa kau ingin bareng bersamaku?
luna wilson
(luna yang masih melamun memikirkan kematian ibunya)
luna wilson
(dan bagaimana caranya membuktikan kalo sarah bertanggungjawab atas kejadian tersebut)
luna wilson
(membuatnya tidak sadar kalo dari tadi adrian sudah memanggilnya)
luna wilson
eehh i-i iiya sebentar
luna wilson
aku siap2 dulu
luna wilson
kau tunggu saja di bawah
di perjalanan menuju kantor
adrian wijaya
(adrian sesekali memperhatikan luna sembari menyetir)
adrian wijaya
(dia merasa ada yang aneh dengan luna beberapa hari ini)
adrian wijaya
(karena biasanya hubungan mereka berdua sangat dekat)
adrian wijaya
(tapi akhir2 ini adrian merasa kalau luna menjauhinya)
adrian wijaya
apa aku berbuat salah padamu?
luna wilson
kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal seperti itu padaku?
adrian wijaya
aku hanya merasa kalau akhir-akhir ini kau sedikit berbeda
adrian wijaya
dan juga (ragu-ragu)
adrian wijaya
aku merasa kau berusaha untuk menjauhiku
luna wilson
aku tidak bermaksud untuk menjauhi darimu
luna wilson
aku hanya sedang banyak pikiran saja
luna wilson
jadi aku tidak sadar dengan apa yang aku lakukan
adrian wijaya
apa yang kau pikirkan sampai membuatmu seperti itu luna?
adrian wijaya
kau tau kalau kau bisa menceritakan semuanya padaku
adrian wijaya
aku akan selalu ada untukmu
luna wilson
a-aa-aaku tau itu
luna wilson
tttta-ttttapi aku tidak bisa memberitahumu sekarang
luna menjadi gagap karena mendengar ucapan adrian itu
karena selama ini adrian memang selalu ada kapanpun luna membutuhkannya
sejak kecil mereka selalu bersama
hingga tanpa sadar mereka mulai saling menyayangi satu sama lain
luna wilson
sigh~ (bagaimana aku bisa memberitahu adrian)
luna wilson
(bahwa aku sedang berusaha membuktikan kejahatan yang dilakukan ibunya)
emily
adrian akhirnya kau sampai juga
emily
kevin anggara sudah menunggu mu di ruang meeting
adrian wijaya
aku akan segera kesana
adrian wijaya
apakan materi meeting yang aku minta sudah kau siapkan?
emily
kau tidak perlu meragukanku hehe
luna wilson
(isshh apa-apaan sih)
luna wilson
(kenapa dia harus bertingkah sok manis seperti itu di depan adrian)
luna wilson
(karena kesal melihat tingkah emily terhadap adrian, lunapun memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka tanpa berkata apapun)
luna wilson
(berjalan melewati adrian dengan cemberut)
adrian wijaya
(adrian yang heran dengan perubahan sikap luna)
adrian wijaya
(ada apa lagi dengan gadis ini?)
adrian wijaya
(bukankah sebelumnya masuk kantor sudah baik-baik saja?)
adrian wijaya
(kenapa sekarang malah cemberut seperti itu?)
adrian wijaya
aisssh ~ sigh
adrian wijaya
oohh tidak ada apa-apa
emily
(heran)
(ada apa dengannya?)
adrian wijaya
selamat siang tuan kevin
adrian wijaya
maaf membuat anda menunggu
kevin anggara
yah, selamat siang adrian
kevin anggara
bisa kita mulai meetingnya sekarang?
adrian wijaya
ya, tentu saja
di saat yang bersamaan ayah luna memintanya untuk datang ke kantornya
tuan wilson
sayang, kamu sudah datang
tuan wilson
luna, papa sudah meminta pengacara kita untuk menyelidiki kejadian itu
tuan wilson
tapi mungkin hal itu akan membutuhkan waktu yang agak lama
tuan wilson
karena kejadiannya sudah berlalu selama 13 tahun
luna wilson
aku mengerti pa
tuan wilson
sayang, papa minta kamu jangan membahas masalah ini saat kita di rumah ya
tuan wilson
papa takut kalo memang ini semua adalah ulah sarah
tuan wilson
dia juga akan menyakiti kamu
luna wilson
baik pa, luna ngerti
luna wilson
kalo gitu luna balik kerja dulu ya pa
cemburu
adrian wijaya
baiklah, saya rasa sekian dulu untuk meeting kita kali ini
adrian wijaya
saya harap kerja sama antara perusahaan kita bisa segera terjalin tuan kevin
kevin anggara
yah, tentu saja tuan adrian
kevin anggara
saya juga berharap seperti itu
kevin anggara
kalau begitu sampai jumpa lagi di meeting selanjutnya
adrian, kevin dan emily pun berjalan meninggalkan ruangan meeting
emily
adrian, ayo makan siang bersama
emily
bukankah kau berjanji akan mengajakku makan?
luna wilson
(luna yang lewat tidak sengaja mendengar ucapan emily)
luna wilson
heh dasar ganjen, udah tau di cuekin gitu. masih aja usaha buat ngerayu adrian
(suara pelan)
adrian wijaya
apa kau mengatakan sesuatu luna?
luna wilson
hah? ooohh tidak
aku tidak mengatakan apa-apa
luna wilson
apa aku mengatakannya terlalu keras, kenapa dia bisa mendengarnya
(berbisik sendiri)
kevin anggara
(kevin yang dari tadi hanya diam memperhatikan luna, tiba-tiba bicara)
kevin anggara
kamu bener luna kan?
luna wilson
iiiiyaa, kamuu *mikir
luna wilson
kamu kevin kan? temen satu kampus aku dulu?
kevin anggara
iya, aku kevin
kevin anggara
waah gak nyangka banget sih bisa ketemu kamu disini
kevin anggara
kamu kerja disini juga?
*adrian yang memperhatikan dua orang itu* merasa sedikit cemburu melihat luna dekat dengan laki-laki lain
adrian wijaya
luna kau mengenal kevin?
luna wilson
iya, dia temanku waktu masih kuliah dulu
luna wilson
ngomong-ngomong ini udah lama banget ya vin sejak kita terakhir kali ketemu
kevin anggara
iya lun, udah berapa tahun yang lalu ya itu??
luna wilson
hhmmmm *pura-pura mikir
gak tau deh, pokoknya mah udah lama haha
kevin anggara
tapi kamu masih tetep cantik aja ya lun
adrian wijaya
(LUN?? *terbakar cemburu)
adrian wijaya
(sok akrab banget si)
luna wilson
hehe~ bisa aja kamu gombalnya
luna wilson
dari dulu emang gak pernah berubah ya vin
adrian wijaya
(WHATTTT
*dia malah nyengir trus manggilnya vin)
emily
ADRIAN, kamu dengerin aku gak sih
emily
ayok kita makan siang bareng, kan kamu udah janji
adrian wijaya
(melamun, mikirin luna dan kevin)
adrian wijaya
(masih melamun)
adrian wijaya
hah~ apa?? *kaget mendengar teriakan emily
adrian wijaya
(*memikirkan cara membalas luna)
adrian wijaya
*tiba-tiba menggangdeng tangan emily di depan luna
adrian wijaya
*dengan niat membuat luna cemburu
adrian wijaya
yasudah ayo, kau ingin makan dimana emily?
emily
yeayyy ~ kalo gitu kita makan di cafe tempat biasa yaa
luna wilson
(*kaget melihat adrian tiba-tiba menggandeng tangan emily)
luna wilson
(*luna yang terbakar api cemburu melihat tingkah adrian kembali membalasnya)
luna wilson
vin, kamu belum makan siang kan?
luna wilson
gimana kalo kita makan siang bareng
kevin anggara
waah kebetulan banget lun, aku baru aja mau ngajak kamu makan bareng
kevin anggara
kalo gitu ayok, tunggu apa lagi
luna wilson
iyaa
~berjalan melalui adrian dan emily sambil menggandeng lengan kevin
luna wilson
kamu pikir kamu doang yang bisa kayak gitu, aku juga bisa tau ~bicara dalam hati
*akhirnya mereka berempatpun makan di tempat yang sama*
kevin anggara
lun, kamu mau makan apa?
adrian wijaya
dia bisa makan apa aja
adrian wijaya
katanya udah kenal lama, masa gitu doang gak tau
kevin anggara
waah anda benar-benar orang yang berbeda kalau di luar kantor ya Adrian ~sarcastic
adrian wijaya
*diam, tidak menanggapi
luna wilson
hahaha kamu tidak perlu menghiraukannya vin
luna wilson
dia memang orang yang seperti itu
kevin anggara
haha ~ oke lun
kalo gitu aku bakal anggap kalo dia gak ada disini
adrian wijaya
hey ~membentak
emily
adrian kamu kenapa sih, ngapain coba tiba-tiba teriak kayak giu?
emily
bikin orang kaget aja
luna wilson
dikira lagi di hutan apa, main teriak-teriak aja
adrian wijaya
emang orang teriak kalo lagi di hutan doang?
luna wilson
yaaa gak juga sih
adrian wijaya
terus apa masalahnya?
luna wilson
kamu serius nanya apa masalahnya??????
luna wilson
adrian kita itu lagi di restoran loh, ini tuh tempat umum
luna wilson
gak malu apa teriak-teriak gak jelas gitu?
adrian wijaya
gak tuh, biasa aja ~cuek
luna wilson
*tarik nafas panjang
luna wilson
gak papa, udah sana makan
keburu makanannya dingin kalo ribut ama kamu
adrian wijaya
lagian siapa juga yang mau ribut
luna wilson
sekarang diem deh
setelah selesai makan siang
kevin anggara
lun, makasih banget ya kamu udah mau makan siang bareng aku
kevin anggara
aku harap kita bisa ketemu lagi nanti
luna wilson
hehe~ iyaa vin
sama-sama
kevin anggara
oh iya lun, aku boleh minta nomor hp kamu gak?
luna wilson
apa-apaan sih kamu adrian?
luna wilson
kan cuma nomor hp doang
adrian wijaya
kau bilang CUMA????
adrian wijaya
sekarang nomor hp, besok-besok dia bakal minta apalagi
emily
*berusaha melerai pertikaian antara dua orang itu
emily
adrian ayo, kita masih ada meeting setelah ini
emily
jadi kita harus kembali ke kantor sekarang
adrian wijaya
luna, aku peringatkan!!
jangan memberikan nomor telfonmu padanya!
adrian wijaya
*berbisik ke telinga luna
kalau aku tau kau tetap memberikannya, kau akan tau akibatnya
luna wilson
*pipi memerah mendengar ancaman adrian
cemburu 2
luna wilson
*pipi memerah mendengar ancaman adrian
*adrian pun pergi meninggalkan luna dan kevin
kevin anggara
luna, ada apa?
kevin anggara
apa kamu sakit?
kevin anggara
kenapa pipimu sangat merah?
luna wilson
hah~ ooooh
ti-tiii-tiii-tiidak kenapa-napa
luna wilson
a-aa-aku baik-baik saja vin
kevin anggara
apa kamu yakin?
kevin anggara
tidak perlu ke dokter?
luna wilson
ii-iiya aku yakin
luna wilson
tidak perlu khawatir
luna wilson
aku akan baik-baik saja
kevin anggara
ooh baiklah kalau begitu
luna wilson
kalo gitu aku balik ke kantor dulu ya vin
luna wilson
masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan
kevin anggara
oke lun, aku harap kita bisa ketemu lagi yah
kevin anggara
tapi kamu yakin gak mau aku antar ke kantor?
luna wilson
iya, aku bisa pergi sendiri
kevin anggara
yasudah, kamu hati-hati yah
kevin anggara
~mencium pipi luna
luna wilson
*kaget karena tiba-tiba pipinya dicium
kevin anggara
ah maaf lun, aku kelewatan ya?
luna wilson
*terdiam karena masih shock
luna wilson
hah? oh iya? kenapa?
kamu barusan ngomong apa vin?
kevin anggara
hmm gak kok lun, sekali lagi maaf yah kalo aku bikin kamu gak nyaman
luna wilson
oh ii-iiya gak papa kok
luna wilson
kalo gitu aku pergi ya vin
*sesampainya luna di kantor
adrian sudah menunggu di dalam ruangan luna
adrian wijaya
ngapain aja kau dengan bocah itu?
adrian wijaya
kenapa kau lama sekali kembali ke kantor?
adrian wijaya
padahal sudah selesai makan dari tadi
luna wilson
kamu ngapain disini?
luna wilson
nungguin aku? ~bertanya dengan polosnya
adrian wijaya
kau belum menjawab pertanyaanku
luna wilson
aku sama kevin gak ngapa-ngapain
luna wilson
kita cuma ngombrol doang
luna wilson
*teringat pipinya yang tiba-tiba di cium oleh kevin
luna wilson
*wajah luna jadi merah padam karena malu
adrian wijaya
gak ngapa-ngapain? lalu kenapa wajahmu sampai merah seperti itu?
adrian wijaya
luna aku sudah memperingatkanmu
adrian wijaya
jangan menguji kesabaranku
adrian wijaya
atau kau tau sendiri akibatnya nanti
adrian wijaya
~senyum sinis ke arah luna
luna wilson
aku sudah bilang kalau tidak terjadi apa-apa antara kami
adrian wijaya
jadi kau mengharapkan terjadi sesuatu diantara kalian?
luna wilson
ti-ti-ttidak
bukan seperti itu
luna wilson
kenapa kau bisa berpikir begitu
adrian wijaya
kau masih berani bertanya kenapa aku bisa berpikir seperti ini?
adrian wijaya
apa kau sadar saat kau menggandeng tangannya melewatiku???
adrian wijaya
~meluapkan emosi dan rasa cemburunya
luna wilson
*heran kenapa adrian tiba-tiba emosi seperti itu
luna wilson
apa yang salah dengan aku menggandeng tangannya
luna wilson
bukankah kau juga melakukannya dengan emily
luna wilson
sekretarismu itu
*menyindir
adrian wijaya
kau benar-benar sudah sangat hebat sekarang
adrian wijaya
~berjalan mendekati luna
luna wilson
*mundur karena adrian mendekatinya
adrian wijaya
~terus berjalan mendekati luna, hingga luna terpojok
luna wilson
a-a-aapa yang akan kau lakukan?
adrian wijaya
~senyum menyeringai
adrian wijaya
menurutmu apa yang akan aku lakukan? hah?
luna wilson
*diam tidak bisa menjawab
adrian wijaya
kenapa kau hanya diam?
adrian wijaya
bukankah kau sudah sangat pandai menjawab pertanyaan ku
luna wilson
maaf aku tidak bermaksud seperti itu
adrian wijaya
seperti apa?
luna wilson
ma-mak-maksudku aku tidak...
luna wilson
ti-ti-ttiiidak... kumohon maafkan aku andrian
adrian wijaya
kenapa kau jadi gagap dan meminta maaf padaku?
adrian wijaya
memangnya apa yang sudah kau lakukan hingga harus meminta maaf?
luna wilson
a-aa-aku ti-ti-tidak tau apa yang sudah aku lakukan hingga membuatmu marah seperti ini
adrian wijaya
oohh ~senyum mematikan
adrian wijaya
jadi kau tidak tau kesalahanmu dan hanya meminta maaf, begitu?
adrian wijaya
apa aku perlu mengingatkanmu, apa yang sudah kau lakukan?
adrian wijaya
~mendekatkan wajahnya ke wajah luna
luna wilson
(kenapa hatiku dag dig dug seperti ini)
adrian wijaya
~deg deg deg
tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu
tuan wilson
luna, adrian apa kalian ada di dalam?
luna wilson
papah *panik tidak karuan
luna wilson
adrian gimana ni?
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!