NovelToon NovelToon

Misteri Mr Dingin VS Gadis Jutek

Bab 1

Syara baru saja pulang dari kampus. Ketika papinya meminta nya untuk menemuinya di ruang kerja. Karna ada hal yang ingin ia bicara kan pada putri bungsunya.

" Tok... tok ...tok..."

" Masuk saja !!," suara dari dalam terdengar jelas.

Clek ....

Gadis berparas cantik itu pun mendorong pintu. Dan di dalam terlihat pria tua sedang duduk di kursinya. Syara pun melangkah mendekati pria tua itu, yang tak lain adalah tuan David papinya.

" Ada apa pi, apa ada hal penting?" tanya Syara menarik kursi, duduk di depan meja papinya.

" Papi hanya ingin kau menuruti papi, pernikahan itu akan di laksanakan secara sederhana dan tertutup," kata tuan David

" Astaga....kenapa membahas itu lagi sih pi, Syara sudah bilang, ngak mau menikah muda Apalagi di jodohkan dengan pria yang tak Syara kenal," Kata Syara kekeh menolak keinginan papinya itu.

" Ini adalah permintaan opa mu Sya , papi pun tak bisa menolaknya. Karna harus ada salah satu dari kalian yang menjadi menantu tuan Arvan ," Tuan David menghela nafasnya kasar

" Kenapa tidak kak Farah saja," kata Syara terlihat tak suka.

" Tuan Arvan menjatuhkan pilihannya padamu. Karna putranya memilih mu untuk di jadikan istrinya ketimbang kakakmu," jawab tuan David

" Astaga pemilih sekali pria tua itu, kenapa tidak mencari yang seumur dengannya. Kak Farah cocok dengan putra tuan Arvan," Syara pun berharap papinya bisa membujuk calon besan nya itu.Agar memilih kakaknya untuk menikah lebih dulu.

" Sya ....dia masih muda umurnya baru 26, lebih muda dua tahun dari kakakmu "jelas tuan David

" Syara tetap tidak mau menikah, Carikan saja yang lain. Masih ada Ana dan Syifa kan pi, putri om Rendra," kata Syara memberi saran

" Tapi sya....ini adalah urusan keluarga kita bukan urusan om Rendra," kata tuan David

" Pi...pokoknya Syara tetap tidak mau..., kenapa tetap maksa sih. Bukannya itu hanya perjodohan dan perjanjian lisan," ketus Syara mulai emosi

" Please bantu papi, ini bukan masalah politik bisnis. Tapi jika kau menolak, saham opa mu yang ada di keluarga Arvan tidak bisa kita ambil kembali," jelas tuan David memohon. Berharap Syara menerima putra tunggal dari keluarga Arvan itu

" Tidak bisa pi, ini masalah hidup Syara," tegas Syara lalu beranjak dari kursi. Dan pergi begitu saja meninggalkan tuan David.

" Syara...!! " panggil tuan David

" Syara tidak mau pi, papi saja yang menikah dengannya !! " kata Syara yang melewati pintu Lalu menutupnya.

Brak ...

" Anak ini !!" geram tuan David kesal karna putri bungsunya itu memang keras kepala dan pembangkang. Namun kelebihan Syara sangat pintar dan cerdas.

Itulah sebabnya putra Arvan memilih Syara Padahal dirinya sudah menawarkan foto Farah. Namun Kenza menolak. Kenza lebih memilih foto Syara yang lebih muda 6 tahun dari pria dingin itu.

*********

Brak......

" Aish....kenapa harus aku, jika papi tetap memaksa aku akan kabur dari rumah," gerutu Syara sembari menghempaskan tubuhnya keatas pring bed king miliknya. Sambil memikirkan apa yang akan ia lakukan besok.

" Aku harus bertindak mulai besok," batin Syara.Ketika ia sudah mendapatkan ide.

" Lagi pula aku tidak mengenal pria itu," kata Syara sembari memejamkan matanya karna merasa lelah. Padahal ia belum mandi sepulang dari kampus.

*************

Sedangkan seorang pria muda duduk manis di kursi kebesarannya untuk menyelesaikan semua berkas yang harus ia tanda tangani.

" Tuan muda...tuan besar bilang, akan datang saat meeting di mulai nanti," kata asisten pria itu memberitahu.

" Ya ," kata pria itu singkat

" Oh ya apa tuan muda sudah tahu, tuan besar sudah mengatur pernikahan tuan muda dengan putri tuan David," kata sang asisten lagi

" Hmm..aku sudah tahu, kami akan menikah bulan depan secara tertutup," kata pria itu dengan wajah datar

" Lalu apa tuan sudah bertemu dengan nona muda?" tanya sang asisten

" Belum..., tapi aku sudah melihat fotonya. Dia lumayan cantik dan masih muda," kata pria itu yang tak lain tuan muda Ken putra tuan Arvan

" Apa tuan yakin, akan menikah dengannya. Gadis itu... saya dengar sangat tomboy dan jutek tuan. Bahkan sedikit norak. Apalagi dia sering bersikap kekanak kanakan," jelas sang asisten yang sempat mencari tahu tentang sifat putri tuan David

" Tak masalah, aku ingin tahu seperti apa kepribadian nona bungsu dari keluarga Narenda," kata Ken menatap sekilas asistennya.

" Baiklah, saya tidak tahu harus berkata apalagi. Jika itu memang pilihan tuan muda. Saya harap semuanya baik baik saja," kata asisten itu menghela nafas. Karna khawatir tuan mudanya akan menyesal dengan pilihannya

Ken hanya diam. Lalu termenung sebentar dan mengambil foto di laci mejanya. Lalu menatapnya dengan seksama.

" Ok ...kita lihat seperti apa dirimu nanti. Aku yakin akan ada drama menarik jika seorang gadis seperti mu berulah," batin Ken lalu kembali menyimpan fotonya di laci Dan melanjutkan pekerjaannya.

*************

Malamnya di rumah keluarga Kusuma. Nyonya Kusuma menatap putra tunggalnya itu. Sambil membawakan susu hangat kesukaannya, Karna Kenza masih terlihat sibuk membalas pesan para kliennya.

" Ken apa kau sudah memikirkan matang matang tentang pilihan mu itu nak, Syara dan fatah itu berbeda banyak nak," kata nyonya Kusuma mengingatkan lagi putranya

" Huh......" Ken pun menghela nafas, sembari mendongak menatap bundanya. " Ken lebih suka yang muda dan menantang bun, karna itu punya daya tarik tersendiri. Ketimbang yang kalem seperti Farah," kata Ken memberi alasan.

" Jika kau sudah yakin, bunda tak bisa memaksamu. Karna itu pilihan mu sendiri, tapi jangan menyesal jika ada masalah rumah dalam tangga kalian di kemudian hari," kata nyonya Kusuma mengingatkan.

" Ya bun, Ken akan mengurusnya sendiri nanti," kata Ken tersenyum. Karna sangat yakin pilihannya tak pernah salah.

" Biarkan Ken mengurus nya bun, kita tak perlu ikut campur. Lagi pula ini masalah perjodohan dari papi. Jika nanti mereka tidak bisa bersama. Tidak akan masalah, karna pernikahan di lakukan secara tertutup. Hanya keluarga David dan kita yang tahu. Yang penting wasiat papi sudah kita jalankan. Biar beliau senang," kata tuan Arvan yang ikut bergabung dan duduk di sebelah istrinya.

" Ya yah, bunda rasa juga begitu. Entah hubungan ini berhasil atau tidak kita lihat nanti. Bunda akan melihat bagaimana putramu itu nanti, memimpin rumah tangganya," sindir bunda

" Ya kita lihat saja," jawab tuan Arvan tersenyum.

Sedangkan Kenza hanya diam. Karna ia sendiri belum mengenal Syara. Gadis pilihan yang di jodohkan dengannya.

" Apa bunda dan ayah sudah pernah bertemu dengan Syara !" tanya Ken menatap kedua orang tuanya penuh selidik

" Tidak....tapi Farah pernah. Saat ia ikut hadir di ulang tahun kakek mu," jawab bunda.

" Syara itu dikenal tomboy dan periang Ken, kami memang belum pernah bertemu langsung dengannya. Tapi tuan Narendra pernah bilang. Cucunya itu cukup cerdas dan pintar. Hanya kadang .......kau tahu sendirilah anak anak jaman sekarang. Yang cukup susah di atur" kata tuan Arvan

" Tak masalah....biar Ken yang akan merubahnya nanti,"'kata Ken terlihat santai tanpa beban. Karna ia tahu setiap orang punya sifat karakter sendiri sendiri.

Bab 2

Ken pun melangkah masuk ke kamar nya. Tak lama ia kembali lagi keluar setelah berganti pakaian. Karna malam ini ia ada urusan dengan temannya

" Mau kemana Ken?" tanya bunda saat berpapasan di ruang tengah

" Mau ketemu Haris dulu Bun, kami punya bisnis baru," kata Ken sembari menyalami bundanya.

" Hati hati, ingat jangan minum ya," kata bunda

" Tidak akan Bun," kata Ken tersenyum melanjutkan langkahnya ke arah pintu, dan menghilang dalam sekejap

" Anak itu, kalo ngak cepat di nikahkan pasti keluar malam melulu," kata bunda sembari melangkah menuju kamar.

************

Disisi lain Syara yang membawa tas ranselnya saat keluar dari ATM langsung cepat cepat masuk mobil dan menuju ke melesat pergi ke sebuah area kost putri yang tak jauh dari kampusnya

" Mudah mudahan saja Mini belum tidur," kata Syara turun dari mobilnya sambil kembali membawa tas ranselnya. Dan menuju barisan pintu pintu kost yang berjejer. Dan Syara menuju pintu kost yang berada di paling ujung.

Tok...tok....tok

" Siapa !! terdengar teriakan dari dalam.

" Gue Min..." jawab Syara.

Clek......

Pintu pun terbuka lebar dengan gadis yang berdiri melongo menatap Syara yang sedang mengendong ranselnya.

" Astaga Sya...kamu mau kemana?" tanya Mini penuh selidik.

" Ngak disuruh masuk dulu nih?" kata Syara manyun

" Aish kau ini, masuklah !! " kata Mini bersamaan Syara yang masuk melewatinya Sedangkan Mini menutup pintu kamarnya.

" Kamu bilang butuh teman buat patungan bayar kost, mulai hari ini aku teman kos loe. Dan ini barang barang ku, yang aku cicil. Aku mau kabur dari rumah," kata Syara

" Hah....jangan bercanda Sya...loe kabur dari rumah?" tanya Mini tak percaya Jika Syara ingin tinggal di kostnya. Padahal Syara masih anak orang berada.

" Rencananya sih begitu....aku ngak mau di jodohkan papi Min. Beliau masih kekeh maksa aku buat nikah sama tuh orang ngak jelas," kata Syara

" Astaga Sya, tapi kan pria itu juga sepadan dengan keluarga mu sya. Orang tua mu pasti punya niat baik untuk kebahagiaan anaknya. Terima aja lagi, lagian menikah tertutup kan" kata Mini sembari duduk menatap Syara

" Gila....kamu Min, apa kamu pikir menikah itu semudah seperti membalikkan telapak tangan hah...Kita harus mengurusi suami, lalu hamil dan melayaninya setiap hari. Apa kamu tahu itu. Di tambah aturan aturan ngak jelas dari pria yang tidak aku kenal, aku belum siap untuk itu" kata. Syara panjang lebar. Membuat Mini melongo mendengar perkataan temannya itu.

" Lalu ....apa dengan kamu lari dari masalah. Semuanya akan selesai Sya?" tanya Mini menatap Syara lekat

" Aku hanya ingin menghindar sementara Min, Aku ingin menyelesaikan kuliah ku dulu. Dan mencari pria yang aku cintai," kata Syara memberi alasan.

" Huh....kau membuat masalah," kata Mini mendengus sembari berdiri berkacak pinggang.

" Mau ngak mau, karna mungkin ini jalan ku untuk belajar hidup mandiri. Agar tidak selalu bergantung sama papi dan mamiku. Dari pada di jodohkan secara paksa," kata Syara

" Terserah kau saja, tuh ranjangnya. Beres kan pakaianmu di lemari sana. Ingat disini ngak seperti rumah sendiri. Kau harus ikut peraturan. Jika tidak ingin di marahi ibu semang," kata Mini

" Tahu.....ok aku taruh ini dulu, nih uangnya ....," kata Syara mengeluarkan beberapa lembar uang dari saku jaketnya. Lalu memberikannya pada Mini

" Ini buat dua bulan kan," kata Mini menghitung uang Syara.

" Terserah ...besok aku tambah lagi untuk setahun," kata Syara sembari beranjak menuju ranjang dipan sederhana.

" Hah ....apa kau yakin bisa tinggal selama itu disini," kata Mini tak percaya.

" Entah lah, kita lihat saja nanti. Apa kamu sudah makan. Ayo temani aku keluar cari makan. Aku traktir loe deh. Aku sedari sore tadi belum makan," kata Syara yang memang diam diam pergi dari rumah setelah ia bangun tidur dan mandi.

" Ok...aku ganti baju dulu, letakkan saja tas mu disana," kata Mini

" Hmm...." dehem Syara sambil meraba tempat tidur sempit dari tempat tidur di rumahnya. Namun mau apa lagi, ia akan bertekad pergi jika pernikahan itu tetap dipaksakan bulan depan.

************

Ditempat lain Ken dan Haris masih asyik membahas tentang urusan bisnis mereka di sebuah kafe. Sambil menyesap kopi pahitnya sesekali Haris melihat ke sekeliling cafe seperti sedang mencari seseorang

" Ada apa ris, apa kau menunggu seseorang?" tanya Ken memperhatikan tingkah temannya sedari tadi

" Hmm...tidak juga, aku hanya sedang menunggu seseorang yang bisa melayani ku di tempat ini," kata Haris

" Pelayan cafe ini?" tanya Ken tersenyum tipis

" Begitulah"Kata Haris tersenyum. " Oh ya bukannya lusa, kamu ada jadwal mengajar di kampus UP?" kata Haris

" Ya besok sore, aku hanya mengisi dua jam per mata pelajaran. Supaya ilmu ku tersalurkan," kata Ken

" Yakin...atau kau sedang mencari siswi untuk kau jadikan kekasih simpananmu," goda Haris sembari tersenyum

" CK....kau ini, aku sudah dijodohkan. Untuk apa lagi mencari wanita," jawab Ken santai sembari tangannya mencomot roti bakar di depannya.

" Hahaha ....kau yakin bisa menerima gadis kecil itu. Keluarga mu cukup unik juga Ken

Di jaman semodern ini masih punya ikatan politik bisnis," kata Haris terkekeh.

" Huh.....ya begitulah, mau apalagi. Tapi jika gadis itu menarik, tidak masalah. Kita harus maklum karna anak perempuan tidak bisa diandalkan untuk mengelola perusahaan ris. Sebab itulah mereka menjadikan perjodohan ini untuk menjaga saham mereka, agar milik mereka tetap terjaga dan bisa dikelola," kata Ken terlihat santai

" Iya juga sih tapi jika kita tidak sehati. Apa itu nyaman untuk mu Ken. Mengikat urusan bisnis dengan ikatan keluarga itu kadang bisa menjadikan masalah jadi rumit," kata Haris.

" Entahlah, itu sebabnya pernikahan itu diadakan secara simbolis saja. Agar ketika kami tidak punya kecocokan di dalam rumah tangga. Kami bisa berpisah secara baik baik," jelas Ken

" Yah.. mungkin begitu lebih baik, apa seorang Anggara Kenza Kusama tidak laku. Hingga mau di jodohkan oleh keluarganya. Padahal selama ini banyak wanita yang mengejar mu. Terutama Almira," kata Haris menyingung teman semasa SMA mereka dulu.

Ken hanya tersenyum tipis. " Aku tidak punya hubungan apa pun dengannya ris. Kenapa kau mengungkitnya. Sudah....!! Aku pulang duluan ya.Ini sudah jam 9 lewat," kata Ken

"Kau ini kenapa buru buru, sekali kali nongkrong kan tidak masalah Ken.. Jangan jadi anak penurut melulu," kata Haris tertawa menyindir Ken.

" Bukan begitu, ini biar aku yang bayar ....sudah aku pergi," kata Ken cuek. Lalu beranjak dari kursinya melangkah menuju kasir untuk membayar minuman mereka. Lalu Ken melambaikan tangan pada Haris, Sambil melangkah ke keluar.

" Ken....Ken ...kau tidak berubah sama sekali. Pantas jika kau sampai dijodohkan. Karna kau terlalu dingin seperti patung Liberty," kata Haris tersenyum.

Sedangkan Ken yang ingin pulang. Tidak sengaja menabrak seseorang. Ketika keluar dari pintu cafe

Brug.......

" Aish....matanya kemana sih !!" kata gadis itu kaget Ketika seorang pria tinggi besar menabraknya

" Maaf....saya tidak sengaja," kata Ken meminta maaf kepada gadis yang ia tabrak

" Sya ...kamu ngak apa apa?" kata sang teman mendekatinya

" Sekali lagi saya minta maaf, apa ada yang sakit? tanya Ken menatap kedua gadis itu Karna tadi ia sambil menelpon seseorang. Jadi tidak fokus melihat ke depan.

" Ngak apa apa mas, lain kali lihat jalan," kata Mini menarik tangan Syara untuk masuk cafe. Sehingga Ken hanya terdiam melihat kedua gadis itu melewatinya.

" Huh....gadis gadis aneh. Orang minta maaf tidak di jawab. Main pergi saja ," kata Ken menggelengkan kepalanya. Lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju parkiran mobil.

.

Bab 3

Besoknya Syara keluar dari kelas kesehatan. Ia cepat cepat berlari ke kelas bisnis. Karna ia sudah terlambat lebih 15 menit. Akibat ada praktikum yang memakan waktu lama di lab kedokteran.

" Aish.....mudah mudahan hari ini bukan dosen killer," kata Syara berjalan cepat menuju pintu kelas manajemen dan membuka pintu pelan pelan. Karena kelas sudah di mulai

" Hmm....apa ada yang terlambat ?" kata suara dosen yang sedang menulis di depan kelas Sembari melirik sekilas ke arah pintu. Karna terdengar deritan pintu. Namun dosen itu tak memperhatikan Syara. Hanya teman temannya saja yang melihat kearah Syara

" Maaf pak, saya terlambat ....." kata Syara sedikit tergagap memberi alasan

" Duduk lah, lain kali jika terlambat lagi. Harus menunggu di luar kelas.," kata dosen itu dengan tegas

" Baik pak, terimakasih " kata Syara membungkuk. Setelah itu cepat cepat mencari tempat duduk.

" Kenapa bisa sampai telat sih?" bisik teman Syara.

" Tadi ada kelas praktek," jawab Syara pelan

" Nih....kamu ketinggalan satu lembar," kata Mela teman Syara. Memberi buku catatannya ke Syara.

" Terimakasih, nanti aku catat ya," kata Syara sembari membuka tasnya.

" Huh....syukurlah tuh dosen tidak kejam," batin Syara mengambil buku dan pulpennya. Lalu mulai mencatat di bukunya.

" Dia dosen baru," bisik Mela ke telinga Syara

" Apa iya , pantas masih muda," kata Syara mengamati dosen yang berbalik menatap para siswa dan ...

Deg.....

" Bukannya dia......" kata Syara yang tadi malam sempat di tabrakan oleh pria yang berdiri di depan kelas." Aish bisa kena batunya aku, semoga dia tidak mengenaliku," kata Syara dalam hati. Karna Syara sempat bersikap galak pada pria itu tadi malam.

" Siapa disini yang bisa menjelaskan hukum bisnis dan legilitas nya?" tanya dosen itu melihat kepada semua siswa. Membuat Mela menyenggol kaki Syara.

" Auw ....apaan sih?' kata Syara kaget. Sehingga membuat dosen melihat kearah tempat duduk Syara

" Ada apa ....siapa nama mu?" dosen itu pun menunjuk Syara

" Saya pak....." tanya Syara

" Ya kamu, siapa lagi. Jelaskan apa yang tadi bapak tanyakan," kata Ken menatap Syara

" Syara pak," jawab Syara sembari mendelik kearah Mela. Karna Mela memang sengaja melakukannya. Supaya Syara yang menjawab pertanyaan dosen baru mereka

" Jawab saja biar cepat tuntas," kata Mela berbisik

" Pret....." maki Syara kesal pada Mela " Baik pak, masalah hukum bisnis tergantung pada pelaku bisnis itu sendiri. Ada politik, aturan dan ikatan antar relasi bisnis itu sendiri. Sedangkan untuk legitasi nya berpengaruh pada aturan hukum," kata Syara dengan suara lantang.

" Bagus yang lain?" tanya dosen itu lagi

Namun tak ada jawaban dari beberapa siswa. Membuat dosen itu menunjuk ke salah satu siswa pria untuk menjelaskannya kelanjutannya.

" Dogan kan Sya," bisik Mela

" Apa dogan?" kata Syara bingung

" Dosen ganteng," jawab Mela tersenyum.

" Dih mata granit, ngak bisa lihat barang bagus loe," bisik Syara sembari mendengar penjelasan dari temannya.

" Oke....cukup sampai disini pelajaran kita. Ingat tugas kalian, selesaikan 5 soal dari yang bapak tulis. Dan kumpulkan besok lusa, saat kita bertemu lagi," kata pria itu yang tak lain adalah Kenza yang baru saja masuk untuk mengajar hari ini, di kampus Syara untuk mengantikan om nya.

" Pak tanya?" kata Syara mengacungkan tangannya

" Ya silakan," jawab si dosen

" Apa untuk soal no 5 harus di cantumkan pasalnya juga?" kata Syara.

" Ya saya ingin jawaban sempurna, siapa nama mu?" tanya dosen itu menatap Syara

" Syara pak, " kata Syara

" Nama lengkap," ulang Ken memperjelas

" Meisyara Aqila Aulia pak, kenapa pak. Saya tidak di back list kan pak dari kelas bapak," kata Syara harap harap cemas. Takut ia kena masalah, karna sudah datang terlambat.

" Tidak, selama tidak di ulang. Jawaban mu bagus untuk hari ini. Tapi ingat bapak ingin kalian semua mendapatkan hasil yang memuaskan besok. Apa kalian dengar," kata Ken menatap semua siswa.

" Siap pak," kata siswa kompak

" Ok nama saya pak Anggara dan saya yang akan mengantikan pak Rudi sementara waktu ini, selama beliau tidak hadir. Karena beliau sedang berobat ke luar negri.," kata Ken memperkenalkan diri. Karna tadi ia belum sempat memperkenalkan diri.

" Mau di panggil pak Angga atau Gara, atau bisa juga dogan keren pak," kata seorang siswi tersenyum menggoda.

" Terserah kalian, tapi tidak ada pengecualian. bagi yang tidak mengerjakan tugas. Kalian akan tetap dapat nilai D," kata Ken sembari merapikan bukunya. Lalu memasukkannya ke dalam tas

" Ok sampai bertemu di kelas berikutnya," kata Ken berlalu meninggalkan kelas.

" Baik pak, selamat sore pak," kata para siswa riuh. Ketika Ken berjalan keluar dari kelas.

" Alhamdulilah ....." kata Syara lega langsung mengambil buku Mela dan langsung menyalin catatan yang tertinggal.

" Besok jangan terlambat, jika pengen dapat bimbingan. Kita berdua di tangguhkan ke dosen lain," kata Mela

" Hah kok bisa" Syara pun kaget, Sebab proposal mereka belum di putuskan dari dosen pembimbing.

" Ya karna pak Bambang hanya mau menangani 15 orang siswa saja. Dan kita belum dapat," jelas Mela

" Tuh dosen yang tadi bagaimana ?" kata Syara melirik Mela

" Hah.....kamu yakin sama tuh dosen baru, Apa dia punya kwalitas dan kuantitas. Tapi boleh juga sih...sekalian dapat bonus dosen ganteng. Biar galak bisa sambil di pandang saat mengerjakan tugas," kata Mela sumringah

" Otak mu kotor Mel, kita butuh dosen pembimbing buat pengajuan skripsi. Kamu nya malah mikir yang enggak enggak," kata Syara sambil menggelengkan kepala.

" Hahaha ....otak kita boleh stres dan buntu sama proposal dan tugas Sya. Tapi masalah kewanitaan kita butuh pria cogan untuk relaksasi," kata Mela sembari tertawa.

" Dasar otak mesum. Payah lho Mel....jangan terlalu genit sama tuh dosen. Siapa tahu dia pawang buaya," kata Syara

" Tidak masalah," kata Mela tergelak. Mendengar perkataan Syara tentang pawang buaya. Karena begitulah cara Mela dan Syara bercanda untuk menghilang stres, jika mereka dapat tugas kuliah.

Sedangkan di kantor dosen. Kenza baru saja duduk di kursinya. Namun tiba tiba dosen lain datang menghampirinya.

" Ken, ini proposal para siswa kelas manajemen yang butuh bimbingan. Jadwal saya sudah penuh. Apa kau bisa bantu," kata pak Bambang meletakkan beberapa laporan di meja Ken.

" Lah....kan saya masih baru pak, masa saya harus ikut memberi bimbingan juga," kata Ken merasa belum siap. Bahkan ia baru mengajar hari ini

" Tuan Anggara Kenza Kusuma. Saya dengar anda ini lulusan S2 Harvard termuda di bidang Ekonomi dan Bisnis. Bahkan kau di percaya penuh untuk mengantikan pak Rudi. Kenapa masih sungkan. Membimbing siswa dan berbagi tugas itu wajib. Karna ini adalah tugas para dosen," kata pak Bambang

" Huh...baiklah pak, akan saya pikirkan," kata Ken bingung. Karna Ken mengajar sebenarnya hanya untuk mengisi kekosongan waktu. Eh sekarang malah waktunya semakin padat. Jika ia harus menjadi dosen pembimbing. Tapi Ken enggan menolak permintaan seniornya itu.

" Tugas mu tidak banyak, hanya 5 siswa," kata pak Bambang berlalu.

" Baik pak," kata Ken. " Yah.....apes gue," kata Ken yang langsung terhenyak bersandar di kursinya. Dan melihat laporan di depannya

" Meisyara !! " kata Ken kaget melihat nama itu tak asing. Lalu membuka laporan di bawahnya

 Meisyara Aqila Aulia Narendra

 TTL : Jakarta 2 April 2000

" Astaga ternyata dia !! " kata Ken meraup wajahnya kasar. Setelah membaca dan melihat biodata pemilik nama Meisyara

" Dunia ini sempit , padahal aku ingin mencarinya. Tapi kami tak sengaja bertemu. Tapi....apa dia mengenali ku?" Kata Ken menatap foto Syara yang sama persis dengan di laci meja kantornya.

" Ken ....sudah selesai ?" tanya seseorang berdiri di depan pintu.

" Hai.....Dev ...sudah," kata Ken kaget. Karna temannya itu menghampirinya. Lalu Ken cepat cepat menutup laporan yang ia baca

" Lagi baca apa?" tanya Devan masuk mendekati Ken

" Hanya melihat laporan siswa yang ikut bimbingan," kata Ken sembari menghela nafas lega. Takut Devan curiga dengan nya. Karna selama ini Ken tak pernah bercerita pada siapapun. Tentang masalah perjodohannya pada sahabatnya itu

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!