NovelToon NovelToon

Ayah Sambungku K-Pop Idol

Bab 1: Mantan Suami-Istri

Hari itu jalanan Jakarta begitu padat. Maklum, itu adalah waktunya jam pulang sekolah. Kirana beberapa kali menghela nafas sambil melihat ke jam digital yang ada di dekat stir mobil yang dikemudikannya.

"Shoot, Sienna pasti ngomel nih," gumam Kirana gelisah. Pasalnya mobilnya terjebak macet sejak lima belas menit yang lalu.

Lalu, akhirnya mobil kecil itu tiba di depan gerbang SMP Satya Bimantara. Benar saja, wajah sang putri sudah ditekuk dan bibirnya sudah mengerucut.

"Bunda lama banget sih?!" gerutunya sambil memasuki kursi penumpang depan.

"Sorry my princess. Jalanan macet banget," ujar Kirana seraya kembali melajukan mobilnya.

"Ayah udah di jalan mau ke bandara, Bun. Aku harus cepet-cepet berangkat. Gimana kalau ketinggalan pesawat?" Sienna begitu resah.

Kirana kembali melirik jam. "Aman, Sayang. Kita bakal sempet kok."

Untungnya jalan menuju bandara tidak mengalami kemacetan dan mereka bisa sampai tepat waktu.

"Koper aku udah semua 'kan, Bun?" Sienna baru ingat dengan kopernya yang sudah ia bereskan semalam.

"Udah, kok. Semuanya udah Bunda cek lagi tadi, kopernya ada di bagasi."

Sienna segera turun dari mobil dan berjalan menuju pintu belakang dan menurunkan koper miliknya.

"Bun, lightsticknya?"

"Udah, ada di dalem," sahut Kirana gemas karena sang putri yang begitu cemas dengan persiapannya untuk menonton konser pertamanya.

Sienna pun menghela nafas lega. Bertepatan dengan itu, sebuah mobil mewah berhenti tepat di belakang mobil kecil Kirana. Pintu penumpang mobil itu bergeser perlahan dan terbuka.

"Ayah!" Sienna menghampiri sang ayah yang baru turun dari mobil itu kemudian memeluknya.

"Halo my princess," sapa Oscar, ayah dari Sienna. "Sudah siap semua?"

"Udah, Yah. Kita gak akan telat 'kan?" Sienna memastikan.

"Masih banyak waktu, Baby," ucap Oscar menenangkan.

"Iya Sienna, tenang aja. Kita punya cukup waktu, malah nanti kamu bisa istirahat dulu di hotel sebelum konsernya mulai," ucap Giselle ikut menenangkan sang putri sambung.

"Beneran ya, Tante?" ucap Sienna lega. "Aku udah gak sabar pengen lihat Han secara langsung!"

Kemudian Oscar melihat ke arah Kirana yang berdiri canggung. "Kiran, bener kamu gak akan ikut?"

"Beneranlah. Masa aku ikut," tolak Kirana sambil tertawa kikuk.

"Kamu tenang aja, Sienna bakal baik-baik aja bareng kita," ujar Giselle.

"Iya. Makasih kamu udah ajakin Sienna nonton konsernya Stray Kids. Padahal mereka bakal perform di Jakarta juga, tapi kalian ajakin Sienna nonton yang di Singapura."

"Venuenya lebih nyaman dan sekalian jalan-jalan. Ini pertama kali kamu ke luar negeri 'kan, Sayang?"

"Iya, Tante! Makasih ya!" Sienna begitu antusias.

"Ya udah kita masuk yuk," ajak Giselle.

Sienna menghampiri Kirana dan memeluknya. "Aku pergi dulu ya, Bun. Jangan sedih ya karena gak ada aku," ucap Sienna tengil.

"Bunda gak akan sedih, orang Bunda mau solo traveling ke Yogya selama kamu di sana," ujar Kirana tak mau kalah.

"Ya udah deh, have fun ya Bunda. Semoga ketemu calon papa buat aku."

"Kamu ini..." Kirana menjadi salah tingkah.

Kemudian Sienna dan Giselle pun masuk ke gerbang pemberangkatan luar negeri.

"Kapan-kapan kita harus makan malam bareng berempat, Ran."

Kirana baru sadar bahwa Oscar, pria blasteran Sunda-Australia yang pernah menjadi suaminya masih ada di sana, membawa sebuah koper yang baru diturunkan oleh supir pribadinya.

"Aku rasa itu bukan ide yang bagus sih, Car," tolak Kirana.

"Mungkin makan siang, kalau makan malam takutnya terlalu lama."

Kirana menggeleng dengan sedikit senyum di bibirnya, ingin terlihat sopan di depan sang mantan suami. "Gak usah kayaknya. Kalau gitu, aku pergi ya? Titip Sienna. Kabarin kalau ada apa-apa."

"Okay, fine. Hati-hati, Kiran..."

Oscar masih menatap Kirana hingga mobil kecil yang dikemudikan mantan istrinya itu melaju meninggalkan bandara.

Bab 2: Mendadak

Kirana memasukkan koper ke bagasi sebuah taksi online yang dipesannya. Setelah itu ia masuk ke dalam taksi itu dan taksi pun melaju.

Kirana menatap ke luar jendela. Ia sudah tak sabar untuk bisa berada di Yogyakarta dan berjalan-jalan di berbagai tempat wisata di sana. Ini bukan pertama kali ia melakukan solo traveling. Menjadi pelancong seorang diri seperti ini, sudah menjadi hobinya sejak dua tahun terakhir.

Tiba-tiba ponsel Kirana bergetar, Oscar meneleponnya.

"Halo. Iya, kenapa, Car?" tanya Kirana sambil menempelkan benda pipih itu ke telinganya.

"Ran, ada masalah," ujar Oscar dengan panik.

"Kenapa? Sienna kenapa?" Kepanikan Oscar menular pada Kirana.

"Sienna baik-baik aja. Tapi aku dan Giselle harus segera pulang ke Indonesia. Ada masalah di kantor."

Kirana menghembuskan nafasnya lega. "Oh gitu, masalahnya harus segera diselesaikan? Jadi Sienna gimana?"

"Aku bisa minta supir buat datang ke sini. Kamu gak usah khawatir. Aku cuma ngabarin kamu aja. Terus dia juga bareng temen-temennya."

"Supir? Tapi Car, dia 'kan asing buat Sienna. Temen-temen Sienna juga, kita udah janji sama orang tua mereka buat jagain anak-anaknya. Kalau tiba-tiba mereka malah sama supir kamu, gak enak dong sama mereka?"

"Terus gimana? Aku benar-benar harus pergi. Bahkan Giselle udah pergi duluan pakai penerbangan pertama tadi."

Kirana mengusak rambut panjang yang ia warnai dengan warna coklat, merasa buntu dengan kondisi ini. Hingga ia terpikir untuk, "apa aku ke sana aja?"

"Kamu yakin? Emang kamu belum ada di Yogyakarta?"

"Udah di jalan sih ini mau ke stasiun. Tapi gimana lagi, ya udah aku puter balik aja. Aku ambil pasport aku dan langsung ke bandara."

"Ya udah, aku akan tunggu kamu dateng, baru aku susul Giselle pulang ke Jakarta. Makasih ya, Ran. Maaf juga kamu jadi harus repot."

"Gak apa-apa. Makasih juga kamu udah ngabarin."

Kirana memutus teleponnya. "Pak, puter balik ya. Saya gak jadi ke stasiun."

Kemudian setelah mengambil passport, mengambil penerbangan paling cepat, Kirana tiba di Singapura. Ia dijemput oleh Oscar di bandara dan mereka pun menuju ke Hotel, tempat Sienna dan teman-temannya berada.

"Syukurlah kamu nyampe tepat waktu. Bentar lagi acara meet and greetnya bakal di mulai," ujar Oscar membuka obrolan.

"Padahal nonton konser aja udah cukup loh. Kalian sampai beliin tiket meet and greet juga."

"Sienna selalu pengen ketemu langsung sama idolanya 'kan. Kemarin dia seneng banget. Giselle juga pengen banget datang, dan pengen kasih hadiah spesial buat Sienna dengan kasih tiket meet and greet ini, cuma ternyata ada masalah ini. Jadi kami serahkan pada kamu, ya."

"Okay, kamu gak usah khawatir."

"Kamu bisa nginep sampai besok bareng anak-anak. Nikmati fasilitas yang ada ya," ujar Oscar. Kirana hanya menggangguk dan percakapan pun berhenti.

Hingga Oscar membuka obrolannya lagi. "Gimana kabar kamu selama ini, Ran? Apa kamu gak kesusahan tinggal bareng Sienna berdua aja?"

"Gak sama sekali. Aku bahagia sekarang," ujar Kirana santai.

"Iya, aku bisa lihat, kamu lebih bahagia sekarang. Syukurlah. Kamu juga berhasil jadi versi terbaik kamu."

"Iya, kekuatan patah hati," canda Kirana sambil tertawa.

"Apa aku masih melukai kamu sekarang?" tanya Oscar hati-hati.

"Gak sama sekali, Car. Kita udah cerai dua tahun. Itu waktu yang cukup buat lupain semuanya. Sekarang aku cuma pengen punya hubungan yang baik sama kamu sebagai orang tua Sienna. Dan aku juga bersyukur Giselle bisa memperlakukan Sienna dengan baik."

Kata-kata Kirana tidak sepenuhnya benar, karena matanya, hidungnya terasa memanas sekarang. Namun Kirana berusaha untuk menahannya.

"Syukurlah. Aku juga bersyukur kita bisa di tahap ini, mengobrol dengan santai seperti ini setelah apa yang terjadi."

Syukurlah saat itu mobil tiba di Hotel. Kirana pun keluar dari mobil sebelum Oscar mengetahui setetes air mata Kirana sudah jatuh ke pipinya.

Bab 3: Hyunjin

Kirana dan Oscar memasuki hotel dan masuk ke kamar yang Sienna dan teman-temannya tempati.

Saat pintu terbuka...

"Surprise!" teriak ketiga sahabat karib, Sienna, Fahira, dan Kimberly.

Kirana kontan terkejut. Dilihatnya kamar itu sudah dihias dengan balon dan banner bertuliskan 'Happy 33 years old Fabulous Mom Ever'.

Sienna memeluk sang ibu yang masih terhenyak. "Bundaku, selama ulang tahun! Sehat selalu, makin cantik, happy terus, dan panjang umur ya."

Kemudian Fahira dan Kimberly ikut memeluk Kirana bergantian. "Selamat ulang tahun ya, Tante," ucap mereka bergantian.

"Ini kenapa ada kejutan kayak gini?" Kirana masih tak menyangka. "Kalian bohong? Car, kamu bohong ya ada masalah di kantor?"

"Beneran, Ran. Emang ada masalah di kantor. Giselle udah di Jakarta sekarang. Tapi bawa kamu ke sini emang udah rencananya mereka. Selamat ulang tahun ya," ucap Oscar sambil ikut memeluk sang mantan istri. "Semoga hidup kamu bahagia dan sehat selalu."

"Makasih ya." Kirana masih terkejut. Bagaimana tidak ia yang harusnya berada di Yogyakarta sekarang, malah ada di Singapura. Benar-benar tidak terduga. Juga secara mengejutkan di hari ulang tahun yang ia kira tak ada orang yang mengingatnya, ia malah mendapatkan kejutan seperti ini dari putri tercintanya. Tentu Kirana bahagia sekali.

"Kalau gitu, Ayah harus berangkat sekarang. Princess, udah ada Bunda ya. Nanti Ayah jemput di Bandara pas pulang ke Jakarta. Sekali lagi Ayah dan Tante Giselle minta maaf karena apa yang kita rencanakan harus batal," keluh Oscar menyesal.

"Aku sedih sih, tapi gak apa-apa. Yang penting aku sama temen-temen bakal tetep dateng 'kan ke meet and greet nya? Jadi everything's fine, Yah! Salam buat Tante Giselle," peluk Sienna.

Kemudian setelah itu Oscar mengantar keempatnya ke tempat meet and greet di adakan, sebelum ia ke bandara untuk kembali ke Indonesia.

Mereka tiba tepat waktu, bahkan ada beberapa menit sebelum acara dimulai. Acara meet and greet hanya dihadiri oleh para tamu VIP yang membeli tiket terpisah untuk acara ini. Tiketnya pun terbatas, sehingga tidak terlalu banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan langka ini. Tak heran harga tiketnya sangat mahal. Dan Sienna beruntung, ia mendapatkan tiket itu dari ibu sambungnya yang kaya raya.

Di lounge mereka menunggu acara di mulai. Kirana bangkit dari duduknya. "Bunda mau ke toilet dulu. Ada yang mau ikut?" tanyanya.

Ketiganya kompak mengatakan tidak. Jadilah Kirana sendiri mencari toilet di lounge itu. Saat menemukan toilet, seorang pria yang bekerja sebagai cleaning service mengatakan bahwa toilet itu sedang ada dalam perbaikan dan tidak bisa digunakan.

"Anda bisa menggunakan toilet di lantai atas, Nona," terangnya menggunakan Bahasa Inggris.

Kirana pun naik ke tangga darurat agar lebih cepat sampai. Sampai di lantai itu, Kirana tak juga menemukan toilet, karena ternyata maksud dari cleaning service itu adalah toilet di lantai tiga, sedangkan Kirana malah berada di lantai dua.

Hingga sebuah ruangan terbuka oleh seseorang dan sekilas Kirana melihat ada toilet di dalam ruangan itu. Karena sudah tidak bisa menahannya, Kirana masuk begitu saja ke ruangan itu dan memasuki toilet.

Tak lama, setelah ia merasa lega, Kirana keluar dan menutup pintu toilet. Kemudian ia baru sadar bahwa ia ada di sebuah ruangan yang dipenuhi pakaian, alat-alat make up, dan koper.

"Apa yang kamu lakukan di sini?"

Kirana sontak menatap ke arah sofa tak jauh dari tempatnya berdiri. Seseorang yang wajahnya begitu familiar dan luar biasa tampan, menatap bingung ke arahnya, sambil duduk di sofa.

Kirana terkesiap. 'Jangan bilang cowok itu...Hyunjin?' gumamnya dalam hati.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!