Terikat Rasa (NamJin)
Pertemuan Tak Sengaja
Universitas Lentera Bangsa
Terlihat seorang mahasiswa tengah duduk membaca buku di bangkunya
Seokjin
*membaca buku dengan tenang
Setelah 30 menit kemudian, kelas telah ramai oleh mahasiswa
Dosen
Selamat pagi semuanya
Dosen
Bapak ada kabar gembira nih, telah terpilih 2 orang mahasiswa dari kelas kita untuk mengikuti kegiatan pertukaran pelajar ke Korea Selatan, dengan Haneul National University
Lintang
Widih, kira-kira siapa ya yang terpilih
Dosen
Untuk nama siswa yang terpilih adalah Seokjin dan Lintang
Selamat Seokjin dan Lintang
Seokjin
Terimakasih pak, dan teman teman seangkatan saya
Dosen
Kalian berdua persiapkan diri kalian, Minggu depan kalian berangkat
Seokjin
Lintang, gua izin bentar ya mau ke toilet
Seokjin
Nanti kalau udah di suruh masuk telfon gua
Lintang
Aman dah, sana jangan lama lama
Seokjin
Iya *pergi ke toilet
Seokjin
Aduh pakek acara #### lagi, kan ribet kalau gini ceritanya
Seokjin
*ngoceh-ngoceh sendiri di dalam bilik
Seokjin
*kembali ke tempat Lintang
Secara kebetulan terdengar suara pengumuman
Perhatian kepada seluruh penumpang Korean Air dengan nomor penerbangan KE-628 tujuan Incheon, Korea Selatan. Proses boarding kini sedang berlangsung di Gate 8. Dimohon kepada seluruh penumpang untuk segera menuju gate dengan membawa boarding pass dan paspor Anda. Terima kasih
Lintang
Widih pas bener, yok Jin *Jalan duluan
Lintang
Jin tempat gua di sini, lu dah dapet belum?
Seokjin
Ah iya, ini baru ketemu, belakang lu
Lintang
Mantap *duduk di tempatnya
Selamat datang di penerbangan Korean Air KE-628 dengan tujuan Incheon, Korea Selatan. Kami mohon perhatian Anda untuk mendengarkan pengumuman keselamatan. Silakan duduk dengan sabuk pengaman terpasang, tegakkan sandaran kursi, dan lipat meja Anda. Semua perangkat elektronik harap dinonaktifkan atau diatur ke mode pesawat. Penerbangan akan segera berangkat. Terima kasih telah terbang bersama Korean Air
Nah Skip Sesampainya di Korea
Para penumpang sudah turun
Suasana bandara Incheon hari itu ramai, penuh suara pengumuman, tawa, dan langkah kaki yang terburu-buru
Kini Seokjin dan Lintang tengah mengambil Kopernya
Seokjin
Akhirnya sampai juga. Korea, please be nice to me
Lintang
Di mana koper lu Jin?
Seokjin
Ya sabar Lin, kalau lu capek duduk aja dulu di sana
Lintang
Hm iya, gua ke sana dulu ya
Tak jauh dari sana, seorang pria dengan jas hitam dan langkah tenang menatap layar ponselnya. Tatapannya tajam, kaku, dan wajahnya... dingin, nyaris tanpa ekspresi. Namanya Kim Namjoon—CEO perusahaan teknologi muda yang dikenal kejam dan perfeksionis di balik ketenangannya
Saat petugas bandara mengeluarkan koper dari bagasi pesawat, keduanya mengambil koper yang sama persis
Hitam, polos, dengan stiker band Seoul Art Museum
Seokjin
*Menyeret kopernya sambil senyum-senyum sendiri
Seokjin
Duh, berat banget sih
Seokjin
Tapi lucu juga, stiker musenya sama kayak yang aku tempel
Sementara Namjoon berjalan menuju mobil pribadinya, membuka koper, dan mendapati..
Ada setumpuk sketsa bunga, cat air, dan... satu diary berwarna pink dengan nama "Kim Seokjin" di dalamnya
Namjoon
❄️ *Menelfon seseorang
Namjoon
Jimin, cari tahu siapa Kim Seokjin, sekarang!
Namjoon
*Mematikan telfonnya tanpa menunggu jawaban
Hoseok
Siap *menjalankan mobilnya
Koper
Lintang
Jin gua ambil kamar sebelah kiri ya
Lintang
Gua masuk dulu Jin, nanti kalau makanan udah sampai kasih tau ya
Seokjin
*Masuk kamar Kanan
Seokjin
*Buka kopernya dan langsung melongo
Seokjin
Dan di mana alat ngelukis gua
Di dalam koper hanya ada pakaian formal pria, jam tangan mahal, dan berkas-berkas kontrak dalam bahasa Korea
Seokjin
Ya ampun, jangan-jangan tadi ketuker?!
Ponsel Seokjin berdering yang menandakan ada panggilan masuk
Seokjin
Iya. Maaf, ini siapa ya?
? ? ?
Kau Kim Seokjin, benar?
Namjoon
Aku Namjoon, koperku ada padamu
Namjoon
Dan kau membawa sesuatu yang seharusnya tak boleh jatuh ke tangan siapa pun
Namjoon
Kirim alamat lokasimu, aku akan datang untuk mengambil dan mengembalikan kopernya
Seokjin
Hm itu.. Saya ada di Penginapan ####
Namjoon
Oke, mau tunggu di lobby
Namjoon
*mematikan telfonnya
Namjoon
Seok, pergi ke Penginapan ####
Hoseok
Kalau boleh tau untuk apa anda ke sana?
Hoseok
Ah Nee, saya mengerti
Lobby
Seokjin
*menunggu dengan waswas
Setiap kali pintu otomatis terbuka, matanya melirik cepat
Tapi tak kunjung datang juga pria bernama Namjoon itu
Hingga mobil hitam mengkilap berhenti di depan pintu masuk
Seokjin
(Woww, keren banget mobilnya)
Seokjin
(Gua penasaran sama pemiliknya)
Dari dalam, turun seorang pria tinggi bersiluet tajam. Ia mengenakan celana hitam rapi dan jas panjang senada, dibalut dalam gaya minimalis yang bersih. Di balik jasnya, tampak kaus putih polos tanpa lengan yang memperlihatkan lekuk tubuh maskulinnya secara elegan. Rambutnya hitam tersisir rapi, wajahnya dingin dan menawan dalam sorotan lampu lobi hotel
Seokjin
A-anda, tuan Aiden?
Tanpa menjawab, pria itu berdiri di hadapannya, matanya menatap tajam ke arah koper yang ada di sampingnya
Seokjin
Maaf? Saya gak sengaja
Seokjin
Lagian kopernya sama persis
Namjoon
Kesalahan sekecil itu bisa membuat perusahaan orang bangkrut di dunia nyata
Seokjin
*memutar bola matanya
Seokjin
(untung gua bukan Ceo)
Seokjin
*Kembalikan koper Namjoon
Seokjin
Di dalamnya ada berkas-berkas yang... aku enggak sengaja lihat. Sorry
Namjoon
*Menerima kopernya dengan mata yang belum beralih dari Seokjin
Namjoon
*Kembalikan Koper Seokjin
Seokjin
*Melotot dan buru-buru menarik kopernya
Seokjin
Jangan bilang kamu bacanya?
Namjoon
Kau suka bunga magnolia?
Seokjin
Itu salah satu sketsaku
Namjoon
Simbol cinta yang setia, tapi menyakitkan jika tumbuh di tanah yang salah
Namjoon
Kau kuliah di Universitas Lentera Bangsa, bukan?
Namjoon
*melirik jam tangannya
Namjoon
Aku tahu lebih banyak dari yang kau bayangkan
Namjoon
Jangan terlalu ceroboh di Seoul, Seokjin
Namjoon
Banyak yang mungkin tertarik padamu, tapi tidak semua dengan niat baik
Namjoon sudah berbalik menuju mobilnya. Tapi sebelum pintu tertutup, ia kembali bicara
Namjoon
Dan mulai sekarang, saya akan mengawasimu
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!