NovelToon NovelToon

Terjerat Pesona Ayah Sahabatku

TPAS 1

.
The Nightcap Bar
NovelToon
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Duduk dengan merapatkan kedua kakinya]
Madam Lily
Madam Lily
Apa kau yakin dengan keputusanmu ini, Ar?
Madam Lily
Madam Lily
Kau tidak akan menyesal nantinya?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Heum...
Ara yg baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat seperti ini, dia sangat canggung di atas kursinya.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengendarkan pandangan sejenak dan menatap sekeliling]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Ternyata banyak juga cewek seusiaku yg berkumpul di tempat kayak gini)
Madam Lily
Madam Lily
Beneran kau masih segel, Ar? Kau nggak sedang membohongiku kan?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Bener madam, saya nggak mungkin berani membohongi madam.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Huufftt, jika bukan karna aku butuh uang banyak untuk pengobatan adikku, nggak sudi aku berada di tempat kayak gini.)
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Nggak ada jalan dan pilihan lain, adikku harus segera menjalani pengobatan. Ditambah aku juga kebetulan sedang butuh biaya untuk melanjutkan kuliahku yg udah masuk semester empat.)
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Ayah juga hanya seorang petani, penghasilannya jelas nggak menentu. Selama ini aku bisa bertahan hidup karna bantuan beasiswa.)
Madam Lily
Madam Lily
Okay, sepertinya kau memang berkata jujur. Madam akan membantumu, sayang.
Madam Lily
Madam Lily
Vesper, kemari!
Vesper
Vesper
[Melangkah anggun ke arah Madam Lily]
Vesper
Vesper
Iya, madam?
Madam Lily
Madam Lily
Vesper, tolong kau makeup-i dia! Kau bisakan memberikan sedikit polesan di wajahnya?
Madam Lily
Madam Lily
Dan jangan lupa berikan dia pakaian yg sesuai dengan karakternya.
Vesper
Vesper
[Mengangguk, kemudian mengulurkan tangan ke arah Ara]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menerima uluran tangan Vesper meski ragu]
Vesper pun membawa Ara ke ruangan lain yg di mana di dalam nya banyak alat makeup dan juga baju-baju yg digantung di hanger.
.
Vesper
Vesper
Ini ruang makeup dan ruang wardrobe yg digabung jadi satu, ayo masuk!
Vesper
Vesper
*Membuka handle pintu
Ceklek
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Melangkah ragu ke dalam kemudian membeku di tempat, terperangah melihat pemandangan yg ada di depannya dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Gila! Bener-bener nggak punya urat malu!)
Someone
Someone
Sorry, lagi nanggung nih.
Vesper
Vesper
Ck!🙄
Vesper
Vesper
Sialan lo emang, nggak modal banget jadi cowok. Ntar kalo ketauan Madam, bisa kena omel lo!
Vesper
Vesper
Kan ada private room di sini, bawa aja cewek lo ke sana! Lo mau begituan sampe dia pingsan juga bomad!
Someone
Someone
Iya, iya, sorry...
Setelah menuntaskan permainannya, cowok dan cewek itu langsung meninggalkan ruangan itu.
Vesper
Vesper
Kau nggak papa kan, Ra? [Menepuk pundak Ara]
Vesper
Vesper
[Menarik kusi kosong di depan meja rias, dan menyuruh Ara duduk di sana]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Hmm nggak papa, aku sendiri baru pertama kali ke tempat kayak gini.
Vesper
Vesper
Pantes, kayaknya syok banget ngeliat yg lagi begitu. Kau tuh harus ngebiasin karna hal kayak gini tuh di sini lumrah.
Vesper
Vesper
[Mulai mendandani Ara]
Vesper
Vesper
Wiiih baru dipoles dikit dah kayak berlian, kau kayaknya bakal jadi anak kesayangannya madam Lily deh, Ra.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Anak kesayangan? Maksudnya gadis malam kesayangan, gitu?)
Madam Lily
Madam Lily
[Masuk ke dalam dan tersenyum puas melihat hasil makeup Vesper]
Madam Lily
Madam Lily
Perfect!
Madam Lily
Madam Lily
[Menekan nomor di layar HP nya]
📱On
Madam Lily
Madam Lily
Halo, tuan Hans. Katakan pada tuan, aku punya barang baru yg sesuai sama kriterianya.
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Benarkah? Kau nggak sedang berbohong?
Madam Lily
Madam Lily
Tentu saja, mana aku bohong. Kali ini dia beneran masih tersegel sangat rapih, bisa ku jamin dia masih mulus dan belum tersentuh!
Madam Lily
Madam Lily
[Membelai pipi Ara]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Anak baik-baik nggak akan pergi ke tempatmu, madam!
Madam Lily
Madam Lily
[Tertawa renyah]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Baiklah, tuan ingin menemuinya lebih dulu. Aku akan menjemputnya langsung, sepuluh menit dari sekarang.
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Aku akan datang ke tempatmu, dia harus sudah siap saat aku sampai ke sana.
Madam Lily
Madam Lily
Tentu, sesuai permintaanmu, tuan Hans!
📱Off
Madam Lily
Madam Lily
[Mengangkat dagu Ara dan menatapnya sambil tersenyum lebar]
Madam Lily
Madam Lily
Ara, kau sangat beruntung sekali. Pelanggan pertamamu adalah pria yg sangat berpengaruh dalam dunia bisnis.
Madam Lily
Madam Lily
Persiapkan dirimu, pengawalnya mungkin sebentar lagi akan sampai ke sini untuk membawamu bertemu dengan pria itu.
Deg!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Jantungnya berdisko dan mulai merasa gugup]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Ya Tuhan... Apakah malam ini aku benar-benar akan melepaskan milikku yg paling berharga dan kesucianku?)
.
.
To be continued

TPAS 2

.
Balkon hotel
NovelToon
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Duduk menyilangkan sebelah kakinya di atas sebuah sofa, sambil menikmati rokok ditangannya]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Tuan muda.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Ada apa, Hans?
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Wanita yg tuan inginkan sudah ada di bawah.
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Berjalan ke samping sofa dan membungkuk menyerahkan tablet ditangannya]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Ini foto wanita itu, namanya Aaralyn. Jika tuan menginginkannya, saya akan membawanya kemari.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Apa dia masih suci, Hans? Kau tau kan, aku sudah lelah menunggu selama ini. wanita bernama Lily itu hanya bisa membual saja.
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Hanya tuan yg bisa menilainya sendiri nanti.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menyingkirkan rokoknya, menghela nafas lalu menerima tablet yg disodorkan Hans]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Terpana dan terpukau melihat wajah Aaralyn, sambil menyentuh bagian wajah Aaralyn]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
(Dia masih muda ternyata, dan sepertinya seumuran dengan putriku Sevim)
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Tuan, bagaimana? Tuan mau lanjut atau...
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Bawa dia ke mari, Hans! *Memotong ucapan Hans
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Mengangguk dan akhirnya meninggalkan Calvin]
Di lobby
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Meremas jarinya yg mulai terasa dingin karna sedang dilanda kegugupan]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Mari ikut saya, nona Aaralyn!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengikuti Hans]
Mereka naik lift menuju lantai 12
Ting!
Pintu lift terbuka
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Kaget mendengar suara lift terbuka karena asik melamun]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Nona, anda tau kan kenapa nona dibawa kemari?
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Menghentikan langkahnya di depan sebuah kamar]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengangguk pelan sambil menundukkan kepalanya]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Ingatlah baik-baik nona Aaralyn, apapun yg tuan Calvin lakukan pada anda di dalam nanti, anda tidak berhak menolaknya!
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Setengah uang muka pembayaran anda malam ini sudah kami transfer pada madam Lily, itu artinya jika anda berani melanggar kesepakatan, maka kami tidak akan segan-segan menuntut pertanggungjawaban.
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Dan saya harap nona Aaralyn bisa bekerjasama dengan kami, hal buruk itu tidak akan terjadi.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Baik, saya mengerti.
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Mengangguk lalu menempelkan card lock pada tempat yg telah tersedia, dan langsung membukakan pintu untuk Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Jantungnya berdisko saat melangkah masuk ke dalam kamar hotel]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Tuan Calvin, dia sudah ada di sini.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Memberanikan diri mengangkat wajahnya, dan memperhatikan Hans yg sedang berbicara pada sosok pria yg membelakanginya di balkon]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Tinggalkan dia di sana, kau pergilah istirahat Hans! *Mengibaskan tangannya
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menahan nafas mencoba menekan kegugupan yg semakin melambung tinggi menguasai dirinya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Baru dengerin suara pria itu aja udah bikin aku panas dingin. Ya Tuhan... Andai aku bisa kabur dari sini.)
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Berbalik, lalu berhenti di depan Aaralyn]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Jangan kecewakan tuan muda, layani dia dengan baik. Kau paham?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengangguk]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Pergi]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Berdiri lalu masuk ke dalam kamar]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Terpana dengan wajah Calvin]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Kedua kakinya tiba-tiba melemas dan hampir terjatuh]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Berlari dan langsung menangkap tubuh Aaralyn]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Kenapa tubuhmu gemetar, sweetie? Kau gugup, heum?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Langsung menggendong tubuh Aaralyn dan membaringkannya diatas ranjang]
Aaralyn hanya bisa terpaku menahan nafas, dia bagai manequin hidup yg diberi nyawa. Hanya bisa terdiam tanpa bisa menjawab kata-kata Calvin.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Berdiri dan tersenyum smirk]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Jadi benar ucapan Lily, kau baru pertama kali terjun ke dunia seperti ini?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Iya.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menyunggingkan senyum tipis, lalu berjalan ke arah lemari pendingin dan mengeluarkan sebotol minuman dari sana, kemudian membuka botol itu dan menuangkannya ke dalam gelas]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Mau minum?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menggeleng]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Kenapa?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Melipat bibirnya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Kalo aku jawab jujur, dia pasti akan menertawakanku)
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menyipitkan matanya kemudian tertawa pelan]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Sepertinya kali ini Lily benar-benar mengirimkan aku barang tersegel. Tapi nona, bagaimanapun aku tidak mau tertipu untuk yg kedua kalinya.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Meletakkan keras gelas yg ditangannya ke meja]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Tersentak]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Ekspresi wajahnya seketika berubah dingin]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Tertipu? Maksud tuan?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Tidak menjawab pertanyaan Aaralyn, malah melepaskan kancing kemejanya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Semakin panas dingin apalagi saat melihat tatapan Calvin yg begitu lapar]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Kau bisa saja berdusta kan? Bisa saja kau tidak murni seperti pengakuanmu. Maka dari itu aku akan membuktikannya sendiri, nona.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Tersenyum smirk]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Buka semua pakaianmu!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Apa?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Ck! Nona, aku tidak suka mengulangi perintahku!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Dengan tangan gemetar, akhirnya mulai membuka kemejanya dan menyampirkannya di samping ranjang]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Apa kau tuli? Aku bilang buka semuanya!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Akhirnya mulai melepaskan semua pakaiannya dan langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Menakjubkan.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Merangkak naik ke atas ranjang]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Reflek mundur]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Langsung menarik kedua kaki Aaralyn dan menguncinya dengan tubuh besarnya]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Aku sudah tidak sabar, sweetie. Mari kita mulai saja penilaiannya.
.
. .
To be continued

TPAS 3

WARNING!⚠️ Chapter ini mengandung adegan ++🔞 Untuk yg masih dibawah umur atau yg nggak suka, SKIP aja!
.
Calvin menarik tubuh Aaralyn, semakin membuka dan melebarkan kedua kaki Aaralyn. Kepalanya kemudian bergerak turun mencari sesuatu yg diinginkannya.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Lidahnya mulai b3rm@!n-m@!n dan m3nj@m@h di bagian milik Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menengadahkan kepalanya saat merasakan sapuan hangat tiba-tiba menggeletik area miliknya]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Mengganti lidahnya dengan jarinya, lalu memasukkan jarinya dimilik Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Tu...Tuan! *Melipat bibirnya
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Aakh, rasanya sakit dan nggak nyaman banget)
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menggerakkan tubuhnya mencoba melepaskan siksaan itu]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menahan pergerakan Aaralyn dengan satu tangannya menahan pinggang Aaralyn dengan kuat]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Rileks saja, Ara! *Smirk
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menegakkan tubuhnya melihat perbuatannya dengan perasaan menggebu]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
(Baru kali ini aku menemukan jalan sempit seperti milik Ara.)
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Satu jarinya menggaruk pelan menembus dinding penghalang yg dicarinya, kemudian memasukkan lagi dua jarinya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Semakin mengadahkan kepalanya, dan kakinya gemetar]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menikmati pemandangan menggugah itu]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Sedikit lagi. *Desis
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Akhirnya mendapatkan pelepasannya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Perih. *Lirih
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menarik jarinya]
Terlihat setetes darah jatuh diatas sprei
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Ternyata kau tidak berbohong, nona. Baiklah, pembuktiannya sudah cukup. Kau lolos!
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Membersihkan tangannya dengan lap yg dikeluarkannya dari saku celananya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menatap Calvin dengan napas yg masih nggak beraturan]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Berdiri dan mengambil gelas yg berisi minuman lalu meneguknya dengan tatapan yg tak lepas menatap Aaralyn]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Aku tidak akan memakai pelayananmu malam ini, Ara.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengerutkan alisnya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Ke-kenapa, tuan?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Aku tidak mau sembarangan melakukannya, meski sekarang aku tau kau masih suci.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Kau harus lulus tes kesehatan yg disediakan khusus untukmu nanti Ara. Perlu kau ketahui, aku juga harus mempersiapkan hal lain untuk hubungan kita nanti ke depan.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengerutkan keningnya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Hubungan?)
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Maksud tuan apa?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menyeringai melihat wajah polos Aaralyn]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Apa wanita itu tidak menerangkan lebih detail mengenai negosiasiku? Ck! Kurasa dia mencoba menjebakmu, Ara.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Tuan, aku benar-benar tidak mengerti. Tolong jelaskan semuanya padaku!
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Nggak langsung menjawab, malah berjalan lalu duduk di sofa kemudian mengambil dan menyalakan rokok]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Aku sudah membayar sebesar lima ratus juta uang muka pada wanita bernama Madam Lily itu, aku sudah melunasi pembayaran atas dirimu. Dan baru saja aku melunasi lima ratus juta sisa yg dia minta, jadi satu milyar sudah ku lunasi di depan muka!
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Melihatkan mutasi pembayaran pada Aaralyn dengan senyum tipis]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Melotot kaget]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Hah? Satu milyar?!
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Ya. Satu milyar, Ara.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Kembali tercengang]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
K-Kenapa jumlahnya banyak sekali? Bukankah tuan hanya memberiku sepuluh juta untuk sekali melayani?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Tertawa keras]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Sepuluh juta? Wanita itu mengatakan padamu kalau aku hanya membayar sepuluh juta, Ara? Itu sama saja dia mengolok-olok harga diriku.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Aku tidak pernah memberi harga serendah itu meski wanita yg aku ambil darinya bukanlah seorang yg masih suci.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Ya Tuhan, cobaan macam apa ini? Kenapa semuanya malah jadi begini? Teganya Madam Lily menipuku di tengah masalah yg sedang menimpaku saat ini.)
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Emmm Tuan, sepertinya kita harus meluruskan semua ini. Aku benar-benar tidak tau kalau tuan sudah membayarku sebanyak ini.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Maksudmu apa Ara? Kau mau melarikan diri dariku?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Bukan seperti itu, aku akan tetap memenuhi tugasku padamu, tuan. Tapi aku harus menyelesaikan urusanku dulu dengan Madam Lily.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Sebelum semuanya clear dan jelas, aku tidak bisa melakukan yg kau minta!
Brak!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Kaget]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menatap Aaralyn dengan tatapan tajam]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Kau mencoba mempermainkanku? *Berdiri dengan mendengus marah
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Ketakutan dan mencoba mundur pelan-pelan]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Ti-tidak, sungguh. aku hanya ingin menyelesaikan urusanku dulu dengan Madam Lily, tuan.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Uang yg tuan kirim jumlahnya sangat besar, aku bahkan tidak mendapatkan setengahnya. Bukankah ini tidak adil bagiku?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menatap Aaralyn dengan wajah tidak bersahabat]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Itu urusanmu dengan wanita itu, aku tidak peduli Ara. Kau sudah menjadi budakku sejak aku membayar lunas dirimu pada wanita itu!
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Kau tidak bisa memutuskan seenaknya dan menjeda apapun disini! Besok kau tetap datang ke mansionku untuk melakukan serangkaian tes kesehatan!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Aku sudah bilang tadi, aku tidak tau so...
Prang!
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Melempar gelas ke arah tembok]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Aku tidak suka ada yg mempermainkanku! Selesaikan urusanmu dengan wanita itu, tapi kau tidak boleh membatalkan kesepakatan yg sudah deal!
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Berjalan mendekati ranjang]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mundur]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Aku bahkan tidak tau kesepakatan apa yg tuan maksud sejak tadi, Madam Lily bahkan tidak pernah menjelaskan apapun padaku.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Dia bilang aku harus melayani tuan malam ini, hanya itu. Tidak ada yg lain!
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Tidak peduli dengan penjelasan Aaralyn]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Kau tau Ara, deal is deal! Apapun yg kau katakan tidak akan merubah fakta bahwa aku sudah membayar mahal dirimu.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Lily menandatangani kontrak yg berisi aku berhak atas dirimu selama satu tahun kedepan. Aku bebas melakukan apapun padamu selama kau masih terikat dengan kontrak itu, Ara!
JEDAR!⚡
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Membeku dengan wajah syok]
.
Di kamar kos Aaralyn
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menghapus sisa makeup di wajahnya dengan perasaan dongkol]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Untung aja tuh orang tadi ngasih tau aku lebih awal soal kesepakatan itu. Kalo nggak, aku pasti akan merasa ditipu mentah-mentah.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Sekarang aku harus nyelesain urusanku dulu dengan Madam Lily. Abis itu aku akan nyelesain urusanku dengan Calvin Calvin itu yg entah akan dibawa kemana.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Aakkhh tau ah, pusing! *Mengacak-ngacak rambutnya
Drrtt
Drrtt
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengeluarkan HP dari dalam tas]
📱On
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Halo, ayah.
Maverick Grimonia
Maverick Grimonia
Ara, kau udah ada uang belum buat kemo adikmu minggu depan?
Maverick Grimonia
Maverick Grimonia
Maaf ya, ayah bener-bener nggak tau harus minta tolong ke siapa lagi kalo bukan ke kamu, nak.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menggigit bibir dengan wajah bingung dan sedih]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Ara usahakan ya, ayah. Oh ya, gimana keadaan Rowan? Dia baik-baik aja kan, yah?
Maverick Grimonia
Maverick Grimonia
Rowan semakin ngeluh sakit dadanya, nak. Kanker hatinya sepertinya semakin menyebar. Ayah bener-bener nggak tega ngeliatnya.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Terdiam dan merasa teriris mendengar kabar buruk itu]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Ara akan langsung transfer ke ayah kalo uangnya sudah ada, besok Ara kabarin ayah lagi.
📱Off
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang dan menekan kepalanya ke atas bantal]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Aku harus menemui Madam Lily dan meminta uang bagianku besok, harus!
.
Keesokan harinya
Selepas pulang kuliah, Aaralyn datang menemui Madam Lily.
Madam Lily
Madam Lily
Halo, Ara sayang. Selamat datang, kemarilah cantik.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Cuih, licik banget nih orang. Untunglah setelah aku mendengar penjelasan dari tuan Calvin semalem, aku jadi tau watak asli Madam Lily sekarang.)
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Aku tidak ingin basa-basi, Madam!
Madam Lily
Madam Lily
[Mengerutkan alisnya kemudian mendekati Aaralyn dan mencoba merangkul bahu Aaralyn untuk duduk di sofa]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mundur dengan cepat]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Tidak, jangan berani menyentuhku!
Madam Lily
Madam Lily
Ada apa sayang? Apa tuan Calvin sudah berbuat sesuatu yg salah padamu semalam?
Madam Lily
Madam Lily
Ah, aku tau. Jangan-jangan kau marah karna Madam lupa transfer bagianmu? Maaf ya sayang, semalam Madam benar-benar lelah dan ketiduran.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Masih berusaha menahan diri]
Madam Lily
Madam Lily
Vesper, kemarikan HP Madam!
Vesper
Vesper
[Mengangguk lalu bangun dari kursi dan mengambil HP Madam Lily yg tergeletak di atas meja]
Madam Lily
Madam Lily
[Mengotak-atik HP nya, lalu memperlihatkan bukti transferan senilai sepuluh juta pada Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Tersenyum sangsi]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Itu bahkan tidak ada setengahnya dari satu milyar yg kau dapat dari tuan Calvin!
Madam Lily
Madam Lily
[Terperangah dan wajahnya langsung panik]
Madam Lily
Madam Lily
Ara, a-apa maksudmu?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mendesis]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Kau berhutang penjelasan padaku Madam! Teganya kau menipuku!
Madam Lily
Madam Lily
[Wajahnya semakin panik dan hanya mampu meremas HP yg digenggamnya]
Madam Lily
Madam Lily
Ara, Madam bisa jelaskan.
Madam Lily
Madam Lily
[Mencoba mendekati Ara]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menghindar]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Aku tidak mau lama-lama di tempat ini, cepat berikan saja uang hakku itu! Aku mau uang itu ditransfer utuh ke rekeningku sekarang, sisanya akan aku putuskan aku akan memberimu bagian berapa.
Madam Lily
Madam Lily
[Tidak setuju dengan keputusan Ara]
Madam Lily
Madam Lily
Huh! Seharusnya kau tidak seperti ini Ara. Kau sedang butuh uang untuk pengobatan adikmu kan? Harusnya kau bersyukur karena aku.
Madam Lily
Madam Lily
Kau bisa mendapatkan uang sepuluh juta itu dengan mudah, jangan mengharap lebih karena aku tidak akan memberikan yg kau minta itu!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Ternganga mendengar jawaban Madam Lily, lalu meringsek maju dan...]
Plak!
Madam Lily
Madam Lily
Kau!
Madam Lily
Madam Lily
[Mengusap pipinya lalu menatap Ara sangat marah]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Membalas tatapan marah itu tanpa takut sedikitpun]
Madam Lily
Madam Lily
Tangkap dan kurung dia di ruangan merah!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengernyit]
Beberapa orang pria berbadan besar datang dari arah pintu masuk dan langsung melangkah ke arah Aaralyn.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Lepas! Kalian mau apa, hah? Aku akan menelpon polisi dan melaporkan atas tindak kejahatan ini! *Teriak
Madam Lily
Madam Lily
[Tertawa meremehkan]
Madam Lily
Madam Lily
Polisi bahkan nggak akan sanggup menemukanmu, karena kau akan dikurung di tempat di mana tidak ada satu orang pun yg dapat menyelamatkanmu.
Madam Lily
Madam Lily
Bawa dia ke sana cepat!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Lepas!
Madam Lily
Madam Lily
[Tertawa saat mendengar Aaralyn mulai terisak]
Aaralyn membalas dengan menggigit pada salah satu lengan anak buah Madam Lily.
Karena kerepotan, salah satu diantara mereka akhirnya menghadiahkan Aaralyn dengan pukulan keras di tengkuknya.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengaduh, dan pandangannya mulai memburam, kemudian pingsan]
.
.
To be continued

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!