NovelToon NovelToon

Ether Wariors : Legenda Primodial Penguasa Elemen

kekalahan dan kristal element

Di luasnya angkasa yang gelap. Sebuah planet melayang di dalamnya. Mengorbit sebuah bintang. planet itu layak huni. Dengan iklim yang Mirip bumi. Dengan daratan hijau yang luas dengan lautan biru yang mempesona. Elert adalah nama planet itu.

Planet yang mirip dengan bumi. Planet ini hanya memiliki satu benua di atasnya hanya ada segerombolan Manusia. dan beberapa pulau kecil. Kehidupan di sana sangat makmur. Bak dunia fantasi, sihir, monster dan Dungeon ada di dunia ini. Dunia dengan bangunan bergaya abad pertengahan.

dalam satu benua ini terbagi menjadi 4 kerajaan manusia dengan 1 kerajaan di pulau kecil. Di bagian barat, kerajaan Chleodora berdiri. Kerajaan yang dipenuhi dengan banyaknya gunung berapi. Negara yang kaya akan bebatuan mineral.

Di bagian utara kerajaan Ixia berdiri. Kerajaan yang wilayahnya dipenuhi pepohonan Rindang. Dengan jejeran tembok alami berupa gunung. di bagian Timur benua ada kerajaan Entrenia, kerajaan yang dikenal dengan ilmu pengetahuan nya yang luas. Sumber daya manusia yang melimpah. Tak heran ia dijuluki sebagai Negeri seribu buku, saking banyaknya buku pengetahuan dan perpustakaan di sana.

di bagian Selatan benua kerajaan Calinaria berkuasa. Dikenal dengan perdagangan dan pelabuhannya yang canggih, juga dikenal dengan kerajaan yang damai dan tentram.

Di bagian Tenggara benua, kerajaan Eurasia menguasai beberapa pulau di bagian Tenggara tersebut. Kerajaan ini dikenal dengan penduduknya yang merupakan bangsa Eurasia, yaitu bangsa Manusia setengah Hewan. Mereka memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal penglihatan dan penciuman dibandingkan manusia biasa.

Semua nya berjalan begitu tenang. Tak ada peperangan di dunia ini. Petani bisa tenang menanam jagungnya tanpa takut dirusak bandit. Hukum dan Militer di dunia ini begitu kuat. Hukum yang ketat membuat warganya enggan melakukan kejahatan. Hutan hutan di wilayah kerajaan Ixia begitu hijau.

Mereka memanfaatkan alam dengan baik. Dengan adanya Ether dan sihir aktivitas mereka menjadi lebih mudah. Sihir di dunia ini sudah biasa, ia sudah diturunkan semenjak ribuan tahun lalu.

tapi kedamaian itu seketika sirna. Beberapa tahun kemudian. dari gua dan sela-sela pegunungan di kerajaan Chleodora tepatnya di sekitar wilayah kota Avaloria bangsa iblis perlahan muncul. Dengan ciri khas tanduk dan sifatnya yang beringas. Awalnya Mereka hanya menetap di kawah gunung. Namun populasinya kian meningkat pesat. Mereka memperbanyak diri dengan cepat.

Kerajaan Chleodora tentunya tak tinggal diam. Sudah berapa puluh kali mereka mencoba membasmi para iblis. Namun usaha tersebut sia-sia. Para iblis itu semakin menjadi.

Seratus tahun setelah kemunculan iblis yang pertama. Dari sebuah gunung yang amat panas, lahar panas mengalir dari puncak gunung. Dari puncak gunung yang tinggi. Terdengar ledakan dari puncak yang menggegerkan satu benua. Dari ledakan itu, dari puing-puing batu. Raja iblis lahir.

Kedatanganya membawa malapetaka yang amat dasyat. Ia bersama beberapa pasukan iblis yang dipimpinya menguasai daerah Avaloria. Mereka terus bertambah jumlahnya. mereka berhasil menaklukan para monster dan menjadikanya budak sekaligus prajurit.

Kerajaan Chleodora kembali mencoba menyingkirkan pasukan iblis. Perang besar pun terjadi. Tepat di perbatasan Avaloria. Namun usaha itu Nihil. Kerajaan Chleodora lambat laun jatuh ke tangan Raja iblis. Perlahan kekuasaan Raja iblis mulai merembet ke bagian benua lainya.

Lima tahun setelah kerajaan Cheodora runtuh kerajaan Calinaria pun berhasil mereka kuasai. Namun saat peperangan di Wilayah Ixia berlangsung. langit yang berawan hitam itu bercahaya. Pilar Cahaya dari langit menyentuh bumi. Dari cahaya itu Lima sang Element atau Lima Primordial muncul. Sebagai harapan manusia.

Kemunculanya membawa harapan baru. Dengan bantuan kelima Primordial, manusia perlahan berhasil mengambil kembali wilayah kekuasaannya. Sekitar 50 tahun kemunculan Kelima Primordial. Perang yang menentukan nasib umat manusia pecah. Peperangan Amat besar terjadi di wilayah Avaloria sebagai pusat dari kekuasaan iblis. Peperangan itu berlangsung berbulan bulan. Selama itu juga langit selalu hitam. Puncaknya saat para Primordial berhasil menyudutkan sang Raja iblis.

Pertempuran amat dasyat tak bisa di hindari. 5 gunung dan 100 desa hancur akibat pertempuran kelima Primordial dengan Raja iblis. 60.000.000 korban jiwa manusia berjatuhan di medan perang. Kelima kerajaan bersatu padu untuk menghilangkan jejak iblis di muka bumi.

Namun, setelah perjuangan yang panjang. Usaha yang mereka perjuangkan bertahun- tahun tak membuahkan hasil. Kelima Primordial harapan Manusia telah gugur. Mereka kalah dan Mati di tangan Raja iblis. Namun sebelum tubuh mereka hancur, dengan sisa Ether yang mereka miliki mengubahnya menjadi kristal yang bercahaya. Melesat tinggi tersebar ke seluruh alam semesta.

Dengan kekalahan para Primordial pasukan iblis kembali menguasai wilayahnya. Setelah peperangan amat dasyat itu. Pasukan manusia dipaksa untuk mundur. dengan ini kekuasaan kerajaan iblis semakin meluas. Kini mereka menamai wilayahnya sebagai bagian dari kerajaan Abbys.

Cerita ini kemudian diceritakan kepada keturunan-keturunan Manusia selama ber abad -abad. Sebagai bukti perjuangan dan semangat akan kebebasan dan kebenaran. Sebagai cerita yang diwariskan selama lebih dari 500 tahun.

...----------------...

Pagi yang cerah di bulan Juni. Perkenalkan dia adalah Ryuki Seorang Siswa SMA Sedang berlibur ke rumah neneknya di jepang bersama dengan orang tuanya

Ibu dan Keluarga Lainya berada di halaman belakang rumah mereka Sedang berkebun, Ryuki yang baru saya bangun Mendengar Ibunya Memanggilnya "Ryuki bangun.!... ayo bantu nenekmu" Ryuki yang masih Mengantuk Menjawabnya dengan lemas

"ya...baik" Ryuki bangun dari tempat tidurnya dan segera mencuci Mukanya. la segera mengambil sekop kecil dan segera ke belakang rumah neneknya Ibunya yang melihatnya segera meminta tolong "Ryuki bantu kakekmu mencabut Pohon kecil itu la keliatan kesulitan" Ryuki Menengok dan la melihat kakeknya yang sangat kesulitan "Baiklah" Jawabnya la berjalan pelan menghampiri kakeknya "kek Sini biar aku bantu" kakeknya yang mendengar itu menoleh. "ya... sepertinya kakek sudah tua" sembari memegang punggungnya "ya kan kakek Sudah tua, Sini biar aku yang menyabutnya kakek duduk saja" Ryuki Memberi Saran Kakeknya pergi dan duduk di teras. Ryuki Mencabut Pohon kecil itu dia berfikir bahwa pohon kecil itu dapat dicabut dengan mudah. Ryuki Menariknya Namun Ternyata itu lebih sulit dari yang dikira, la mulai serius dan Menariknya dengan sekuat tenaga..

Setelah bersusah payah, Ryuki berhasil menyabutnya, akar pohon itu sangat lebat. dan bersinar cahaya kebiruan dari dalam akar itu, Ryuki yang melihatnya segerah mencabutnya dari akar.

Ternyata ituu adalah Kristal berbentuk seperti persegi panjang yang salah satu sudutnya memanjang dan berwarna biru langit. Ryuki hanya terdiam dan menyimpan kristal itu di kantung celana nya. Selama liburan Ryuki menyembunyikan kristal itu dari orang tuanya. Beberapa bulan kemudian, Ryuki dan orang tuanya kembali ke Indonesia antuk melanjutkan pekerjaaan ayahnya dan Ryuki Memulai semester baru disekolahnya.

Ryuki masih keheranan tentang kristal biru yang ditemukannya, bagaimana kristal itu ada di dalam tanah, apa ada yang menguburnya?, atau secara alami?, atau mungkin itu adalah serpihan meteorit. Pertanyaan itu terus berulang di dalam kepalanya.

kristal berwarna.

Matahari mulai terbit, suara keras terdengar bising, " kriiiing..... Kriiiiiing" suara alarm berbunyi. Ryuki tersadar dari mimpinya, dengan mata yang masih tertutup, tanganya mencoba meraih jam alarmnya. Suara bising berhenti, Ryuki mulai mencoba bangun, duduk di atas kasurnya.samar ia melihat cahaya kebiruan dari meja belajarnya. Ryuki yang masih kebingungan mengusap matanya dengan tangan, seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat. ia yang masih tak percaya itu menghampiri sumber dari cahaya kebiruan itu.

" Apa itu?" Tanyanya kebingungan

Setelah ia mendekat cahaya itu terpancar dari kristal biru yang ia temukan di rumah kakeknya. Dengan hati hati Ryuki memegang kristal itu mengarahkan ke langit langit kamarnya.

" kenapa ini bisa bercahaya?,aku tak melihatnya bercahaya seperti ini kemarin" tanya nya kebingungan.

Selang beberapa lama Cahaya kebiruan itu mulai meredup Ryuki yang masih termenung, terdengar suara keras memanggilnya.

" Ryuki apa kau sudah bangun, cepatlah nanti kau akan kesiangan masuk sekolah" teriak ibunya. lamunannya hancur segera menengok melihat jam.

" wah gawat aku terlambat" katanya terkejut.

" iya buu.." teriaknya menjawab.

bergegas Ryuki segera bersiap ke sekolah, ia sengaja memasukan kristal biru itu ke dalam tas untuk ditunjukan pada teman temannya.

Ryuki sangat tergesa gesa pergi, ia hanya menggigit sehelai roti tawar di mulutnya. iaberlari dengan sekuat tenaga, berharap pintu gerbang sekolahnya belum tertutup. sembari terus berlari, sesekali ia memakan sepotong roti di mulutnya. matahari telah meninggi. dan Ryuki baru saja melihat ujung dari pagar sekolahnya.

" AAA.. Pak jangan ditutup dulu paak" teriaknya, sembari terus berlari sekuat kuatnya.

Namun penjaga gerbang seakan tak menghiraukannya pintu gerbang perlahan ditutupnya, Ryuki yang menyadarinya berlari dengan kecepatan penuh, berhasil melewati pagar tinggi itu.

Pelajaran akan segera di mulai Ryuki bergegas ke ruang kelasnya, sesampainya di depan pintu kelas Ryuki berjalan dengan lemas dan duduk di bangkunya, suasana kelas yang mulai ramai Ryuki duduk kelelahan dengan napas yang terengah engah.

Dyrs yang duduk di sebelahnya melihat Ryuki yang kelelahan.

" wah... Baru masuk udah telat aja niiiih" katanya

Ryuki yang mendengarnya menoleh pelan "hehehe, .... Iyah..... Tadi bangun kesiangan...." jawab nya ter engah engah.

Altezza yang duduk di depannya menoleh ke belakang memutar badannya." eh Ryuki selama libur kamu pergi ke mana aja" tanyanya.

" hehehe.... Aku ke rumah nenekku, tapi.... Aku menemukan sesuatu" katanya dengan nada pelan.

" kau tidak menemukan kotoran hewan kering kan?" tanyanya bercanda, dan tak percaya.

" nanti aku akan tunjukan" kata Ryuki.

lama berselang, waktunya istirahat, suasana kelas menjadi sepi semua pergi memburu jajanan di kantin itu. Altezza yang penasaran memutar badanya ke belakang " hei Ryuki apa yang kau temukan di sana?" tanyanya penasaran.

" hehehe, sini mendekat" kata Ryuki. Altezza dan Dyrs pun mendekat "apa cepat tunjukan?" tanya Dyrs penasaran.

Ryuki mengambil kristal birunya dari dalam tas dan meletakkan nya di atas meja. "ini aku menemukan kristal biru yang indah ini" katanya dengan bangga.

Altezza dan Dyrs melihatnya hanya terdiam. "Ryuki kau juga menemukannya" Altezza membuka tasnya dan mengeluarkan kristal berwarna hitam.

Dyrs yang terkejut seketika membuka tasnya mengeluarkan kristal berwarna hijau. "kalian juga menemukannya, bagaimana bisa?" tanya Dyrs terkejut.

Ryuki sangat terkejut. " haaah... Bagaimana kalian menemukan kristal itu?" tanya Ryuki penasaran.

" aku menemukannya di bebatuan sungai di desa kemarin......... Aku menemukannya di dalam laci yang sudah lama di rumah kakekku" ucap Altezza dan Dyrs memberi jawaban.

Seketika ke 3 kristal itu bercahaya. Pada saat itu Ghalbi dan Anka murid kelas sebelah melihat cahaya itu dan menghampiri mereka.

" ada apa ini?" tanya ghalbi menepuk pundak Ryuki.

"bukankah itu kristal berwarna?, kalian juga memilikinya" tanya Anka menunjuk 3 kristal itu.

"kau juga memilikinya" tanya Dyrs. "ya aku dan Anka juga punya, berwarna merah dan kuning" jawab Ghalbi

"Apa kristal kalian juga pernah bercahaya seperti ini?" tanya Altezza

" kurasa tidak, dan sayang kami tidak membawanya sekarang" jawab Anka.

"hmmm bagaimana kalau kita coba kumpul dulu?, kristal ini memliliki bentuk yang sama, dan terlihat juga seperti ada sambungan di salah satu sisinya, bagaimana kalau pulang sekolah ke rumahku saja?" tanya Ryuki memberikan pendapat dan sarannya.

Ghalbi mengambil kristal biru dan mengamatinya. "hmm kau benar sisi sisinya seperti memiliki sambungan lain, ya aku setuju" jawab ghalbi

mereka setuju untuk bertemu di rumahnya Ryuki. Setelah jam pulang berbunyi mereka bergegas berkumpul di rumah Ryuki. Selang beberapa lama mereka telah berkumpul, suasana di sana sangat menegangkan.

"kita harus bersiap, perkiraan ku kristal ini bisa jadi sebagai tempat pengumpulan energi yang tinggi, sehingga bisa saja saat kita satukan akan memicu ledakan energi. ataupun tidak, mungkin ini adalah alat untuk menuju dunia lain dan memicu kekuatan teleportasi ke dunia lain, jadi persiapkan saja" kata Ryuki memeberikan peringatan.

Semuanya menjadi serius, mereka meletakkan 5 kristal di atas meja. Sebelum di satukan mereka meneliti terlebih dahulu bagian mana yang harus dipasang. Setelah menemukan polanya Ryuki mulai menyatukan kristal itu, dan tiba di kristal terakhir, dan berhasil membentuk sebuah bintang, seketika kristal yang menyatu itu mengeluarkan cahaya putih dan menembus langit, mereka sangat panik.

"ada apa ini... Teriak Dyrs" kepanikkan.

" tetap tenang jangan panik ini hanya cahaya biasa tak bisa menyakiti kita" kata Ghalbi berusaha menenangkan.

" cahaya ini kurasa bukan ledakan, mungkin, kemungkinan kedua yang akan terjadi" kata Ryuki.

"apa maksudmu?, apa kita akan terteleport ke dunia lain?" tanya Anka kepanikan.

" ya, ..... Mungkin" jawab Ryuki.

" dunia lain... Mungkin akan menyenangkan di sana" jawan Altezza.

Muncul sebuah lambang bintang dan lingkaran di lantai yang mereka pijak, kemudian cahaya itu menghilang seketika bersama dengan mereka beserta kristalnya.

Pria Tua Di Tengah Hutan

di dunia lain, terlihat cahaya terang di tengah hutan, menjulang tinggi. berselang lama cahaya itu meredup. Terlihat mereka muncul dari redupnya cahaya.

Di dalam hutan yang gelap dam menyeramkan.

" di mana ini? kenapa kita ada di tengah hutan?" tanya Ryuki kebingungan.

" entahlah.... tapi kurasa kita sudah tak berada di bumi" jawab Ghalbi.

Mereka yang masih terlihat bingung dengan apa yang terjadi, melihat 5 orang gadis yang tak sadarkan diri.

"Siapa gadis itu?" tanya anka kebingungan.

"sekarang kita di dalam hutan, akan sangat bahaya jika kita terus di sini, pasti banyak binatang buas di hutan ini" Ryuki memberi tahu.

"kau benar, sebaiknya kita mencari perlindungan terlebih dahulu.... Ayo kita bawa gadis - gadis itu juga, akan bahaya jika ditinggal sendiri di hutan" jawab ghalbi.

Mereka kemudian menggendong gadis itu, mencari tempat sementara yang aman, setelah berkeliling hutan. Mereka menemukan sebuah gubuk kecil di pinggiran hutan.

"lihat di sana ada sebuah gubuk sebaiknya kita berlindung di sana untuk sementara" kata, Altezza, menunjuk sebuah gubuk kecil.

Mereka masuk ke dalam gubuk, membaringkan gadis - gadis itu di atas matras yang terbuat dari kulit hewan buas.

"sepertinya gubuk ini milik seorang pemburu, dan dilihat dari keadaanya yang sangat usang dan berdebu, sepertinya tempat ini sudah lama ditinggalkan" kata Ghalbi memerhatikan sekeliling ruangan.

" ya sepertinya kita hanya bisa tinggal di sini sementara, gubuk ini sudah keropos dan sudah mulai rubuh" jawab Ryuki menyentuh tiang yang menyangga gubuk kecil itu.

Karena sudah larut malam mereka memutuskan untuk beristirahat, tidur di atas lantai yang terbuat dari kayu yang kasar, mereka terlelap tidur.

...----------------...

ke esokan harinya matahari sudah mulai muncul. Cahayanya mulai menembus jedela gubuk yang reot itu. Menyilaukan mata Ryuki, membuka mata dan duduk, mengusap matanya yang masih mengantuk. Melihat sekitar dan masih terlihat semua tertidur lelap. Ryuki keluar dan menghampiri sungai di dekatnya membasuh muka .

Terdengar suara hentakan kaki dari belakang. Membungkuk dan mencuci muka yang sangat kotor.

"ternyata kamu di sini Ryuki" kata Dyrs menghampiri Ryuki dan membasuh mukanya.

"ku kira siapa, kau sudah bangun ya, bagaimana dengan yang lain.

"yaaah.... Mereka masih tertidur saat aku pergi ke sini" jawab Dyrs, mulai berdiri.

mereka memutuskan untuk kembali, dan setibanya di depan gubuk, melihat Ghalbi di depan gubuk meregangkan tubuhnya.

" hey Ghalbi apa yang lain sudah bangun?" tanya Ghalbi.

" ya, mereka sudah bangun, mereka sedang di dalam" jawab Ghalbi meregangkan tubunya.

" lalu bagaimana dengan gadis yang kita temukan kemarin?" tanya Ryuki, menghampiri Ghalbi.

" mereka belum sadarkan diri, dan pagi ini tubuh mereka sangat berkeringat" jawab ghalbi khawatir.

" hmm begitu ya" jawab Ryuki.

kruuuukk....kruuuk... Terdengar suara aneh.

"yah..... Sepertinya perutku mulai lapar" kata Dyrs sangat malu.

" hahaha, sepertinya semua sudah lapar. Kita harus segera mencari bahan makanan di hutan" jawab Ryuki tertawa.

"sepertinya begitu" jawab Ghalbi tersenyum.

"Anka..., Altezza..., jaga rumah kami mau mencari makanan". Teriak Ryuki ke dalam gubuk.

" yaaa..." jawab Altezza.

"ayo, di sana kulihat ada sebuah bakul, kita gunakan untuk menampung makanan" kata Ghalbi.

Mereka mengambil bakul, dan segera bergegas masuk ke dalam hutan. Terlihat banyak jamur - jamur yang besar, di bawah pohon-pohon yang besar.

"wahh.. Di sini banyak sekali jamur" kata Dyrs men cabut satu persatu jamur itu.

...----------------...

Setelah berselang lama. Makanan yang mereka kumpulkan sudah cukup untuk mengganjal perut. Saat perjalanan menuju gubuk. Tepat di hadapan mereka, ular raksasa menatapnya. Rasa takut menyelimuti mereka, diam tak berdaya, ular itu menghampiri mereka dengan cepat.

Secara tiba tiba terlihat kilatan cahaya putih, hadir di hadapan mereka, seketika ular besar terbagi menjadi berbagai potongan kecil, nampak seorang pria tua. Menghampiri mereka.

"apa kalian tidak apa apa?" Tanya pria tua menepuk pundak Ryuki.

"ya kami tidak apa apa, terima kasih" jawab Ryuki yang masih keheranan.

"kenapa kalian berada di tengah hutan yang gelap seperti ini" tanya pria tua.

"kami sedang mengumpulkan beberapa bahan makanan" jawab Ghalbi menunjukan bahan yang mereka dapatkan.

"wah... Ini sangat banyak, ... Dimana rumah kalian?" tanya pria tua.

"kami tinggal di sebuah gubuk kecil, di sebelah barat hutan" jawab Dyrs.

"hmmm... Kalau begitu aku akan menemani kalian, hutan ini sangat berbahaya, seharusnya kalian tak berada di sini" kata pak tua, khawatir.

"oh ya, maaf, aku belum memperkenalkan diri.

namaku, Airlangga, karena sudah tua panggil saja aku kakek Airlangga" kata sang kakek sembari terus berjalan.

...----------------...

Mereka telah sampai di gubuk yang mereka tinggali.

"benar benar gubuk yang kecil, apa kalian tinggal bertiga saja di sini?" tanya kakek melirih ke arah Ryuki.

"tidak kek, kami tinggal di sini bersama beberapa teman lainnya" jawab Ryuki dengan sopan.

"gubuk ini terlalu kecil sebaiknya kalian segerah pindah ke kota, untuk mencari pekerjaan" jawab kakek menyentuh dagunya. Sembari berjalan ke arah pintu gubuk.

"apa di sekitar sini ada sebuah kota" Tanya Ryuki mengikuti.

"ya, meski lumayan jauh dari sini, ada kota di sebelah timur hutan" ucap kakek membuka pintu.

Saat membuka pintu kakek melihat 5 gadis yang sedang berbaring, hanya tersenyum lembut, dan lanjut masuk.

"kenapa dengan gadis ini" tanya kakek melihat wajah salah seorang gadis.

Ryuki yang tampak ragu menjawab " ee... Kami menemukannya di hutan, takut kenapa napa kamu bawa mereka ke hutan". Kakek itu hanya tersenyum kembali dan menganggukan kepala.

"omong omong kek, saat di hutan gerakan kakek sangat cepat, bagaimana kakek bisa bergerak di usia tua ini" tanya Dyrs dengan polosnya, Ryuki dan Ghalbi hanya melirik ke arah Dyrs dan berbisik, "Dyrs itu tidak sopan."

" hahaha.....," kakek itu hanya tertawa.

"itu adalah Tekhnik pedang Naga yang kakek pelajari, serta ditambah dengan penguatan fisik menggunakan sihir" jawab kakek.

Di tengah percakapan, ada yang membuka pintu.

"Ryuki kalian sudah datang?" Tanya anka.

"ya... Menurutmu?" Ryuki balik bertanya.

"iya iya" Anka berjalan menghampiri.

"oh iya, perkenalkan ini adalah kakek Airlangga ia yang menyelamatkanku saat di dalam hutan. Dan ini Anka dan Altezza mereka salah satu temanku" ucap Ryuki melirih kakek.

"salam kenal" jawab kakek.

"jadi benar di dunia ini ada sihir?" tanya Dyrs penasaran, dengan penuh semangat.

"ya di dunia ini ada sihir, dan sihir itu bisa digunakan oleh siapa pun, kalian pun bisa melakukanya" jawab kakek dengan semangat.

"benarkah... Kita bisa menggunakan sihir?" tanya Altezza penuh semangat.

"ya... Bahkan dari yang kulihat kalian memiliki potensi yang luar biasa" jawab kakek.

"kek, kami belum pernah menggunakan sihir ataupun memegang pedang, bisakah kakek mengajari kami, agar kami bisa melindungi diri dan bisa bekerja" tanya Ryuki.

" iya kek.... Ajari kami" kata Dyrs memohon.

Semua sangat bersemangat, mereka meminta kakek mengajarinya. Dan setelah lama berfikir kakek memutuskan untuk menerima mereka sebagai murid, dan membawa mereka pergi menuju kota di timur, tempat tinggal kakek Airlangga.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!