NovelToon NovelToon

Who Are You?

Prolog

Aku juga tidak mengerti bagaimana aku bisa ada disini.
" gue tanya sama lo. lo siapa? lo penguntit? "
bersama dengan orang yang tidak ku kenal
"gue percaya, lo itu baik"
Tuhan, apa yang sebenarnya kau rencanakan?
"gue ga tau harus bilang gimana... "
sampai kau membuatku seperti ini
"lo semakin tembus pandang"
membuatku menjadi...
Hantu
"apa aku akan menghilang?"
"atau aku akan terus seperti ini?"
entah ini kebebasan untuk ku
atau malah hukuman
"apakah Tuhan membenciku?"
"Tuhan, tidak pernah membenci mu. aku yakin itu"
"lalu kenapa? kenapa aku harus seperti ini"
"karna Tuhan sayang"
"dan Tuhan tidak ingin kamu bersedih"
***
segini dulu ya prolognya. jujur aku masih aga bingung gimana alurnya nanti. tapi mohon doa nya. supaya aku bisa terus bikin cerita ini
Terimakasih untuk para pembaca😊 jangan lupa istirahat yang cukup dan jangan telat makan ya😁 jaga kesehatan selalu😘
InsyaAllah aku bakalan sering up ceritanya. tunggu kelanjutan nya ya. see you 😗

kesalahan

Plakk!
sebuah tamparan mulus mengenai pipi putih itu
putih kulit itu berubah menjadi merah
'dia' diam
walaupun rasa berdenyut itu terus saja muncul di pipi nya
matanya terus menunduk. menatap lantai putih tempatnya terduduk.
tangan nya tidak berhenti meremas rok yang di kenakan olehnya.
Ny.Choi
Ny.Choi
SUDAH BERAPA KALI KUBILANG PADAMU!!!
Ny.Choi
Ny.Choi
JANGAN PERNAH MENGGANGGU ANAK KU!!!
Rena
Rena
Ibu, sudah lah. kaka tidak bersalah...
Ny.Choi
Ny.Choi
Tidak bersalah?! apa yang kau maksud tidak bersalah?! lihatlah kaki dan lututmu! penuh dengan luka!!
Rena
Rena
Mungkin kaka tidak sengaja mendorong ku tadi...
'dia' terdiam, tangannya semakin kuat meremas rok nya. dia tau, gadis yang sedang berdiri di samping ibu nya itu hanya berpura pura
tanpa ibu nya ke tahui, anak di sampingnya itu secara diam diam tersenyum licik. menatap 'dia' yang terduduk di lantai dengan pipi yang memerah akibat tamparan ibu nya.
'dia' mendongakkan kepalanya karna ibu nya itu menjambak rambutnya. dengan tatapan satu 'dia' berusaha menatap wajah ibu nya itu.
wajah ibu nya mendekat. dengan perlahan berbisik di telinga nya.
Ny.Choi
Ny.Choi
Dengar kan aku! jika, kamu berbuat ulah lagi. aku tidak akan segan segan mengurungmu di kamar! ingat itu, Nadia!
ibu nya menakan kata terakhir sambil mengencangkan genggaman pada rambutnya. setelah berbisik, ibu nya menghempaskan kepalanya. berjalan pergi
meninggalkan nya yang masih terduduk
Begitupun adiknya. dia pergi begitu saja dengan perasaan puas melihat kaka nya itu
dengan sedikit berbisik dia memegang pipi nya yang memerah
Nadia
Nadia
t-tak apa, Nadia. semuanya a-akan baik baik saja.
perlahan, Nadia berdiri. beranjak menuju kamarnya yang ada di lantai 2.
saat sampai di kamar, Nadia berjalan ke arah meja rias nya.
dia melihat pantulan dirinya dari cermin yang ada disana
benar benar berantakan! itu yang dia liat dari pantulan dirinya.
rambut yang berantakan dan pipi yang merah
Nadia menghela nafasnya
lagi lagi dia mendapatkan tamparan dari ibu tirinya itu
ya, Ny.Choi memang ibu tiri nya. ibu kandung Nadia sudah lama meninggal saat umurnya masih berusia 5 tahun
Ayahnya memutuskan untuk menikah lagi. Nadia tidak melarang, yang penting ayah nya itu bahagia dan istri nya itu akan merawat ayahnya dengan baik
hanya itu yang ada di pikiran nya saat itu.
setelah menikah, istrinya itu hamil, dan lahirlah Rena. yang berstatus sebagai adik Nadia.
Nadia sama sekali tidak membenci Rena. justru dia teramat senang saat Rena lahir
Nadia menjaga Rena dengan amat baik. dia selalu memberikan kasih sayangnya itu kepada Rena
Nadia tidak pernah berfikir bahwa Rena adalah adik tiri nya. dia sangat sayang dengan adik nya itu
hanya saja seiring berjalan nya waktu. sifat Rena semakin berubah terhadap Nadia
Nadia bahkan tidak tau apa kesalahan yang di lakukan olehnya sampai Rena membenci dirinya
seperti sekarang, Rena mengadu kepada ibu nya kalau Nadia mendorongnya di taman belakang rumahnya.
padahal, Rena sendiri lah yang terjatuh dan di bantu oleh Nadia
dan bodohnya Nadia hanya diam saja saat dirinya di caci maki dan di rendah rendahkan oleh ibu nya.
ya, sifat Nadia ini memang turunan dari sang Bunda. kalau kata ayah, Nadia adalah fotokopi dari ibu nya. selain sifatnya yang mirip. wajah dan bentuk tubuhnya memang sangat mirip sekali dengan sang Bunda
tangan Nadia terulur memegang sebuah bingkai foto yang ada di meja rias nya.
foto itu memperlihatkan seorang wanita yang sangat cantik dan mirip dengan Nadia
Ya, itu adalah Bunda Karina. Bunda nya Nadia
jika di perhatikan, mereka memang sangat mirip. mungkin Nadia adalah Reinkarnasi dari ibu nya itu
Nadia mengusap foto itu dengan lembut. Bunda nya sangat cantik dengan senyuman terukir di wajahnya
Nadia
Nadia
Bunda, Nadia kangen Bunda.
Nadia
Nadia
Apa bunda tidak ingin menjenguk Nadia?
Nadia
Nadia
Maafin Nadia yang jarang jenguk bunda
Nadia
Nadia
Nadia janji. Nadia akan menjenguk bunda lagi bersama ayah
Nadia
Nadia
Nadia sayang bunda
sekuat apapun Nadia menahannya. air mata itu tetap saja lolos dari matanya
dengan cepat dia menghapus air matanya itu
lalu pergi beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya

sahabat

Rain
Rain
Dia?! pipi kamu kenapa?!
Nadia terkekeh saat melihat ekspresi kaget sahabat nya yang menurutnya sangat lucu
Rain
Rain
Hey, aku serius!!!
Nadia
Nadia
hehe... aku tidak papa
Rain
Rain
tidak papa bagaimana!! pipimu mulai membiru!
Nadia
Nadia
benarkah?
Nadia
Nadia
tapi, ini tidak sakit ko. jangan khawatir Rain, aku baik baik saja
Rain
Rain
hah, kau ini! ayo ikut aku!
Nadia
Nadia
hey, kita mau kemana?!
Rain
Rain
tentu saja ke kafe dan mengobati pipimu itu!
Rain menyeret Nadia pergi, Nadia sama sekali tidak berontak. justru dia sangat senang. Rain itu memang sangat baik. dan Nadia sangat beruntung mempunyai sahabat sepertinya
setelah membuka pintu kafe dan membalik papan menjadi open. Rain kembali menyeret Nadia untuk duduk diam di kursi salah satu meja di sana
Rain
Rain
diam disini! aku akan mengambil es batu untuk mengompres lebam itu
Nadia
Nadia
es batu? apa kau serius?
Rain
Rain
Tentu saja! lukamu itu sudah bengkak dan mulai membiru tau!
Nadia terkekeh, lagi lagi ekspresi Rain itu selalu saja lucu di mata Nadia
Nadia
Nadia
hehe... baiklah baiklah
Rain beranjak menuju lemari es setelah mengambil kain bersih untuk membalut es itu.
setelah itu Rain kembali ke Nadia. duduk di depan sahabatnya itu.
Rain
Rain
Dekatkan wajahmu. aku akan mengompres nya
Nadia memejamkan matanya saat merasakan perih, sakit dan dingin secara bersamaan
Nadia
Nadia
shh... pelan pelan. ini sakit!
ringisnya yang mendapat tatapan tajam dari Rain
Rain
Rain
salah sendiri, udah tau bengkak bukanya buru buru di obati! malah di diamkan!
Nadia
Nadia
percuma, sebentar lagi akan ada lebam baru saat aku pulang nanti
Rain
Rain
apa dia berbuat ulah lagi?
Nadia
Nadia
hmm... ya, menurutmu?
Rain
Rain
haish, kau ini! katakan saja yang sejujurnya kepada ibu mu!
Nadia
Nadia
menurut mu jika aku jujur dia akan mempercayaiku dari pada anak kandungnya itu?
Rain
Rain
tapi, setidaknya kamu sudah berkata jujur pada ibumu!
Nadia
Nadia
iya iya, akan kulakukan
Rain
Rain
kapan kau akan melakukannya? kau pasti akan diam saja seperti orang pasrah saat di tampar habis habisan oleh ibumu
Nadia
Nadia
sudahlah, yang penting memang bukan aku yang salah
Rain
Rain
apa ayahmu tau tentang ini?
Nadia bungkam, dia hanya menatap Rain yang telaten mengompres lebam nya itu
Rain
Rain
jawab aku!
Rain
Rain
apa ayah mu tau tentang ini?
Rain
Rain
tentang ibu tiri mu dan tingkah adik tiri mu?
Rain
Rain
jangan diam saja! jawab aku!
Nadia menghembuskan nafasnya. matanya menatap dalam mata Rain
Nadia
Nadia
tidak, ayah ku tidak tau. dan tidak akan pernah tau. karna aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi
Rain
Rain
apa maksudmu?! kau akan terus membiarkan ibu tiri itu menyiksamu sedangkan ayah mu tidak tau?!
Rain
Rain
Dia! cobalah mengerti dirimu sendiri! lihatlah dirimu sekarang! dengan lebam di pipi mu! kau pikir aku akan diam saja melihat ini semua!
Rain
Rain
jangan mementingkan ayahmu! penting kan dirimu sendiri! jangan karna ayahmu bahagia itu saja sudah cukup!
Rain
Rain
Nadia! kamu juga harus bahagia! aku tidak bisa terus terusan melihatmu terluka karna ibu dan adik tiri mu itu!
Rain
Rain
jika kamu tidak akan bilang. biar aku saja yang bilang pada ayahmu!
Nadia tertegun saat mendengar ucapan Rain. sahabatnya itu memang sudah kesal melihatnya yang selalu di penuhi oleh luka dan lebam
Nadia
Nadia
iya, aku akan bilang
Nadia
Nadia
tapi tidak sekarang
Nadia
Nadia
akan ada waktu nya dimana aku jujur dengan ayah ku
Rain menghela nafas saat mendengar jawaban yang seolah tidak seperti yang di pikiran nya
Nadia tersenyum
memang akan ada waktu dimana dia harus jujur tentang sikap buruk adik dan ibu tiri nya itu

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!