Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berangkat bersama
"Sudah pulang tuan" sapa bik Ida pada Arlan
"Hmmmm" sahut Arlan sembari melirik kiri kanan tak melihat keberadaan Aulia
"Mana Aulia bik?"
"Sudah masuk kedalam kamar tuan" jawab Bik Ida lembut,Bik Ida orang yang sudah di percaya kan Arlan mengurus segala sesuatu nya bahkan dia menganggap bik Ida sebagai keluarga nya sendiri karena Bik Ida sudah lama ikut dengan Arlan.
"Bagaimana hari nya?"
"Nona Aulia banyak diam tuan, mungkin dia merasa bosan tak melakukan apapun di sini"
"Nanti lama-lama dia juga aka terbiasa bik, tolong buat kan saya teh hijau dan bawa ke ruang kerja" pinta Arlan dan diangguki bik Ida patuh.
Arlan segera masuk berjalan ke arah kamar nya tapi saat melewati kamar Aulia tiba-tiba Arlan ingin melihat sejenak perempuan ini,dia berjalan perlahan dan membuka pintu kamar Aulia terlihat perempuan cantik ini sudah tertidur.
"Ceroboh sekali dia" gumam Arlan saat melihat Aulia tertidur dengan baju tidur tipis tanpa mengunci pintu kamar nya.
"Dia kira hanya dia sendiri di rumah ini" lanjut Arlan menarik selimut untuk Aulia.
Arlan memandangi wajah perempuan ini, begitu cantik tapi kenapa sampai di tinggal kan oleh kekasih nya.
"Bodoh sekali lelaki itu" ucap nya tanpa sadar.
Arlan memegang pipi Aulia membuat tidur perempuan ini sedikit terusik tapi tak membuat Aulia terbangun.
"Maaf aku mengganggu mu" ujar nya pelan lalu mengecup bibir Aulia perlahan.
Arlan tersenyum kecil mengingat pertama kali dia berciuman dengan Aulia di kamar hotel.
"Bisa-bisa nya kau merasuki pikiran ku" batin nya sambil menghela nafas panjang.
Arlan segera berdiri meninggalkan kamar Aulia agar tidur perempuan ini tidak terganggu.
*****
"Kamu sudah urus masalah Aulia mas?" tanya Erika
"Belum pak Arlan sekarang sedang sibuk tapi aku berencana datang ke hotel tempat Aulia bekerja hari ini,aku akan tarik Aulia pulang"
"Nggak usah mas nanti setelah mengantar Marsha sekolah biar aku saja yang temui Aulia, mungkin Aulia mau pulang jika aku yang minta mas" ucap Erika
"Kamu yakin?"
"Ya mas,aku coba dulu,aku tau Aulia itu manja mas, mungkin sekarang dia hanya terpengaruh saja mas"
"Ya sudah aku serahkan sama kamu sayang yang terpenting kamu dan Aulia akur" ujar Arya sambil tersenyum kecil dan diangguki Erika.
*****
Pagi ini Aulia sudah bersiap untuk kerja kemarin dia minta Vina mengambil pakaian kerja nya di mes dan dia meminta ojol untuk menjemput nya.
"Dari mana kamu dapat pakaian itu?" tanya Arlan sedikit ketus,dia tidak ingin Aulia bekerja dulu.
"Kemarin aku minta ojol buat jemput ke hotel" jawab Aulia tersenyum kecil lalu ikut duduk di sebelah Arlan.
Arlan mendorong piring yang sudah berisi roti panggang ke arah Aulia serta gelas susu hangat membuat Aulia mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Sarapan dulu, bekerja butuh tenaga" ucap Arlan lalu mengambil roti yang baru untuk nya.
"Kenapa jadi dia yang melayani ku" batin Aulia merasa ada yang aneh dengan atasan nya ini.
Wajah Arlan tetap datar, tak ada senyum sedikit pun, bahkan matanya enggan menatap langsung ke arah Aulia.
Aulia segera memakan sarapannya sedangkan Arlan pura-pura sibuk mengamati hal lain, tapi matanya selalu melirik diam-diam ke arah Aulia dari sudut pandang.
Setelah selesai sarapan Arlan segera berdiri.
"Kebetulan pagi ini aku ada inspeksi mendadak ke hotel aku tunggu di mobil" ucap Arlan segera pergi.
"He........!"Aulia ingin menolak tapi Arlan sudah berjalan duluan.
"Bagaimana mungkin aku bisa pergi bersama nya"gumam Aulia.
Aulia segera mengambil tas nya dan berjalan keluar mengejar Arlan.
"Tidak mungkin kita pergi bersama pak"
"Kenapa tidak mungkin kita satu arah"
"Bagaimana jika ada yang melihat dan membuat gosip yang merugikan bapak" jelas Aulia
"Yang rugi saya bukan kamu,cepat naik" jawab Arlan membuat Aulia tidak bisa berkata apa-apa lagi, dengan wajah cemberut dia naik ke dalam mobil Arlan dan duduk di belakang.
"Saya bukan sopir,pindah ke depan!" tegas Arlan membuat Aulia menghela nafas berat lalu turun pindah ke sebelah kemudi.
Arlan menarik sudut bibir nya kecil melihat wajah cemberut perempuan di sebelah nya ini.