Lin Fan, seorang pekerja kantoran yang tewas karena kelelahan bekerja (tipes dan lembur), bereinkarnasi ke Benua Langit Azure sebagai murid rendahan di Sekte Awan Mengalir. Saat dia bersumpah untuk tidak pernah bekerja keras lagi di kehidupan keduanya, "Sistem Kemunculan Pemalas" aktif. Semakin malas dan santai dia, semakin kuat kultivasinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Satu jam kemudian... (karena proses menjahit material dewa ternyata butuh waktu lebih lama dari perkiraan pembunuh yang tidak tahu menahu soal konveksi).
Master Liu jatuh terduduk di lantai, napasnya terengah-engah, sepuluh jarinya berdarah karena menjahit material yang sangat alot menggunakan Qi. Namun, di depannya, di atas meja kerja, tergeletak sebuah mahakarya.
Sebuah bantal guling berwarna putih pualam, memancarkan pendaran cahaya mutiara yang sangat lembut. Bantal itu memancarkan hawa hangat yang menenangkan, dan bentuknya begitu sempurna tanpa seutas benang pun yang terlihat menjuntai.
Bai Ling melangkah keluar dari bayangan. Ia menyarungkan belatinya dan menyentuh permukaan guling tersebut.
Matanya sedikit melebar. Saat jarinya menekan permukaan bantal itu, sensasi kenyal dan empuk meresap masuk, persis seperti menyentuh pipi atau paha bayi yang sangat sehat, namun dengan kepadatan yang mampu menopang tulang belakang.
*Sempurna. Energi Yin dan Yang di dalamnya seimbang dengan harmonis. Ini benar-benar artefak penunjang Dao yang luar biasa,* puji Bai Ling dalam hati. Ia membungkus guling itu dengan kain sutra gelap, melemparkan sekeping emas fana ke arah Master Liu (sebagai bentuk penghinaan agar penjahit itu tahu posisinya), lalu menghilang dari ruangan secepat ia datang.
***
Menjelang siang hari, Dapur Luar masih berada dalam cengkeraman kedamaian yang melumpuhkan. Murid-murid antrean pagi baru saja digantikan oleh kelompok siang yang masuk dengan mata berbinar-binar dan langkah pelan.
Bai Ling kembali. Penampilannya kembali menjadi pelayan miskin yang menunduk lesu. Ia melangkah melewati kerumunan 'Pencari Kekosongan' yang sedang bermeditasi, membawa bungkusan sutra gelap yang panjangnya hampir setinggi dada gadis itu sendiri.
Ia mengambil napas panjang, mempersiapkan mentalnya, lalu melangkah kembali menembus zona lima meter.
*BRUK.*
Beban kemalasan yang gila itu kembali menghantam pundaknya. Tubuh Bai Ling langsung terasa seperti terbuat dari jeli. Matanya memberat seketika. Ia berjalan dengan langkah gontai, nyaris menyeret kakinya sendiri, hingga tiba di depan tirai sutra biru.
"M-Master..." panggil Bai Ling dengan suara yang nyaris seperti orang mengigau. Tangannya gemetar menyibakkan tirai, dan ia meletakkan bungkusan itu di pinggir Ranjang Awan. Ia membuka kain pembungkusnya, memperlihatkan guling pualam surgawi tersebut. "Penyangga poros kultivasi Anda... telah siap. Sesuai dengan spesifikasi kemurnian... hoaaam... paha bayi fana..."
Di atas lautan kasur awan, Lin Fan yang sebenarnya baru saja selesai bermimpi tentang makan sate ayam, mengerjap pelan.
Matanya yang sayu melirik ke bawah, menatap objek silinder putih bersih yang memancarkan cahaya lembut itu.
Melalui indra perabanya yang sensitif, Lin Fan bisa merasakan aura kelembutan yang memancar dari bantal tersebut. Insting pemalas di dalam DNA-nya langsung meronta, mendesaknya untuk segera mengklaim benda itu.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, dan tanpa bangun dari posisinya yang sedang meringkuk menyamping, Lin Fan menjulurkan satu lengannya yang tertutup jubah kumal abu-abu. Ia mengaitkan lengannya ke guling tersebut, lalu menariknya masuk ke dalam pelukan.
Ia mengangkat kaki kirinya, menindih guling itu, memeluknya erat di dada, dan menyandarkan dagunya di atas kelembutan ujung guling.
Sensasi membal yang hangat dan kenyal dari Sutra Perut Ulat Surga menyambut tubuh Lin Fan. Sudut-sudut tulangnya yang tersisa tidak lagi terasa canggung. Posisi tulang punggungnya kini selaras sempurna, beban di pinggulnya lenyap, dan kehangatan guling itu mendistribusikan aliran Qi di dalam Dantian-nya dengan kecepatan yang sangat stabil.
Di dalam hati Lin Fan, ada paduan suara malaikat yang sedang bernyanyi.
*Astaga naga surgawi... ini... ini adalah guling terbaik di alam semesta,* jerit Lin Fan dalam hati, air mata haru yang nyata menetes satu tetes dari sudut matanya, membasahi bantal kepalanya. *Gadis pelayan ini... Xiao Ling... dia benar-benar mengerti arti dari sebuah guling. Dia bukan pelayan biasa. Dia adalah utusan dari dewa kemalasan.*
Lin Fan memejamkan matanya rapat-rapat, menggesekkan pipinya sedikit ke guling itu, dan membuang napas kepuasan yang teramat panjang dan dalam.
"Xiao Ling..." gumam Lin Fan, suaranya teredam oleh empuknya guling, namun dipenuhi oleh apresiasi yang sangat jarang ia berikan. "Kau... bekerja dengan sangat baik. Kau boleh... mengambil sepotong daging babi panggang di dapur depan sebagai hadiah... zzzzz..."
Dalam hitungan tiga detik, Lin Fan kembali masuk ke tahap tidur terdalam, ditemani oleh guling barunya.
Namun, di luar Ranjang Awan, Bai Ling sedang berlutut. Matanya terbelalak menatap posisi tidur Lin Fan yang baru saja tercipta.
Di matanya, Lin Fan tidak sedang memeluk guling.
Mata Bai Ling melihat aliran energi yang sangat gila terjadi. Saat Lin Fan memeluk guling pualam itu, kaki kirinya yang menindih guling membentuk sudut siku-siku, menyalurkan energi Yin dan Yang dari Batu Giok di bawah tumit kanannya menuju ke pusat Dantian. Guling itu bertindak sebagai konduktor energi kosmik, sementara tangan Lin Fan yang memeluk erat melambangkan "Naga yang Mengunci Mutiara Surgawi".
*Itu... itu adalah Formasi Tidur Naga Melingkar!* batin Bai Ling meledak dalam histeria pencerahan. *Beliau baru saja menyempurnakan siklus reinkarnasi energinya! Guling itu bukan bantal! Itu adalah artefak pengunci sumbu langit!*
Melihat keindahan aliran Dao yang begitu sempurna dan tidak memiliki cela sedikit pun, keyakinan Bai Ling pada misi pembunuhannya hancur berkeping-keping layaknya kaca yang dilempar batu bata.
*Bagaimana Master Sekte Gui Jue berharap aku bisa membunuh makhluk yang setiap tarikan napasnya memutar roda takdir alam semesta?!* Bai Ling meratap dalam hati, keputusasaan yang absolut menelan sisa-sisa kesetiaannya pada Sekte Gagak Hitam. *Aku bahkan tidak pantas memegang kemoceng di ruangan ini!*
Ditambah dengan hantaman Aura Kelesuan yang tidak henti-hentinya membombardir otaknya, pertahanan mental Bai Ling runtuh total.
Gadis pembunuh bayaran berdarah dingin itu tiba-tiba jatuh menelungkup ke depan. Wajahnya membentur lantai batu yang dingin, namun ia sama sekali tidak merasakan sakit. Sebaliknya, ia merasa sangat bersyukur bisa berbaring.
"Master..." gumam Bai Ling dengan mata setengah tertutup, air mata haru mengalir di pipinya. "Biarkan... biarkan Xiao Ling yang hina ini... menjaga mimpi Anda... zzz..."
Bai Ling resmi pingsan tertidur di samping ranjang, dikalahkan oleh kelembutan guling dan kemalasan absolut sang Master.
*[Ding! Optimalisasi Anatomi Tidur Host mencapai 400% dengan penambahan Artefak 'Guling Kapas Inti Bumi'.]*
*[Sistem mendeteksi bahwa tingkat kepuasan Host telah melampaui batas wajar. Resiko Host tidak akan pernah meninggalkan Ranjang Awan seumur hidup meningkat menjadi 99.9%.]*
*[Peringatan: Kesetiaan agen musuh Bai Ling telah bermutasi menjadi Pemujaan Fanatik. Ancaman asasinasi menurun hingga 0%.]*
Di tengah kesunyian yang dipenuhi dengkuran itu, sebuah pencerahan turun di Dapur Luar: tidak ada musuh yang terlalu tangguh yang tidak bisa dikalahkan oleh kenyamanan kasur dan guling yang tepat.