Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Deg!, Arden langsung menoleh cepat ke arah Bimo, tatapannya tajam bukan lagi main main.
"Mikirin ulang apaan maksud elo,.Bim?." Suaranya rendah tapi nadanya sedikit mengancam.
Bimo yang tadinya santai langsung angkat tangan "ya siapa tau kan bro,..abis bangun tidur, terus dia sholat subuh atau abis tahajud langsung dapet hidayah, astaghfirullah aku dilamar playboy semalam, enggak enggak bisa" ucap Bimo dengan raut wajah dramatis.
"BIMO!!" satu bantal melayang tepat sasaran kali ini.
"WOI SAKIT ANJIR!" Bimo langsung elus kepalanya, sedangkan Darto malah ngakak sampai hampir keselek gorengan.
"Ya ampun Mase,..Mase,..ini, baru juga pesta lamaran sudah ada drama aja pagi pagi gini toh mas mas" celoteh Darto sambil mencebik geli.
Ucapan Bimo seketika membuat Arden tidak tenang, ia langsung berdiri mendadak. "gue naik" langkahnya cepat menaiki anak tangga menuju kamar Lola, enggak ada basa basi lagi. Entah kenapa ada yang ganjil bukan karena telpon dan chatnya ditolak dan juga tidak dibalas, melainkan ia masih bingung akan perasaan Lola terhadapnya yang begitu sulit ditebak.
Dikamar Lola, masih tengkurap santai, kalo sengaja diayun ayunkan, wajahnya nyengir nyengir sendiri baca komentar.
"ikh lucu banget sih, netizen" gumamnya sambil balas komentar pakai emoji.
Ketukan pintu beberapa kali dan memanggil namanya namun tetap saja ia abaikan seolah tak mendengar sama sekali.
Arden yang kesal pun langsung membuka pintu tanpa menunggu jawaban lagi. Kebetulan pintu tidak dikunci. Dan pemandangan didepannya membuat Arden tepok jidat dibuatnya seraya menarik napas panjang.
Lola yang santai banget seolah dunia baik baik saja, "Seru La?" suara Arden tiba tiba muncul.
"Hah?!" Lola langsung hampir menjatuhkan ponselnya saking terkejutnya.
"Mas?!" Arden bersandar di pintu, kedua tangannya dilipat di dadanya.
"Gue nelpon, gue chat kenapa elo tolak dan engga elo balas?!"
"Oh"
"Cuma oh"
Lola nyengir dengan wajah tanpa dosanya.
"Mas Lola tuh lagi sibuk pagi ini"
"Sibuk?, sibuk apaan, dari tadi cengir cengir doang mainin ponsel, gue dicuekin"
Arden pun langsung ngambek dan pergi keluar kamar menuruni anak tangga, mengabaikan Lola yang terdiam membeku.
"Gimana mas dah baikan?" tanya Darto..
Arden duduk lagi dan langsung ngambil gorengan lalu menggigitnya dengan wajah kesal. "Lagi sibuk dia"
"Sibuk apaan mas, bukannya sekarang lagi libur ya tanggal merah"
"Sibuk balesin komentar netizen" seketika orang orang diruangan itu ngakak berjamaah sambil mereka makan gorengan dan nasi uduk yang mereka beli diwarung sebrang rumah catur.
"Anjir parah banget cewek elo Den haha"
Darto saja sampai tepok jidat "Ya Alloh mbak Lola, ini bukan follower biasa loh, calon suami cwo tampannya malah dikacangin cewek SMA haha" ucap Darto ngakak puas.
Arden mode kalem ia hanya tersenyum penuh arti "Enggak apa apa,.. gue tunggu aja". Ucap Arden santai. Kedua tangannya bertaut ia taruh di dagunya yang sikunya menempel di meja sebagai alas.
"Wah ini mah bahaya nih, kalo cowok udah bilang tunggu." ucap Bimo.
"Cinta mulai mengigit Mase,.."
"DARTO mulut elo gue sumpel cabe terus gue jait baru tau rasa elo To, kalo ngemeng, haish"
"Iya iya Mase, canda aja kok Mase, gorengannya habiskan saja Mase, nanti Darto belikan lontong sayur diseberang, tadi nasi uduk habis soalnya"
"Haish nyogok Lo To!"