NovelToon NovelToon
Benci Tapi Menikah?

Benci Tapi Menikah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Konflik etika
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fareed Feeza

Gian pergi ke desa untuk menghilangkan penat di kota. Tapi saat menikmati keindahan desa, dia bertemu dengan Anisa, wanita galak dengan paras alami yang cantik.
Pertemuannya dengan Anisa membuat Gian ingin cepat-cepat kembali ke kota, tapi suatu kejadian mengharuskan Gian untuk tetap bertahan di desa dan sering bertemu dengan Anisa.
Sampai suatu ketika, Anisa dan Gian terpergok oleh beberapa warga sedang berdua di sebuah gubuk di tengah sawah dengan minim pakaian, warga pun marah dan memaksa Gian dan juga Anisa untuk menikah.
Mereka menjalani pernikahan masih dengan perasaan saling membenci, bagaimana kelanjutan pernikahan mereka? Berpisah atau bertahan? Stay tuned!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fareed Feeza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

"Aku tidak bisa membayangkan, sesakit apa mertuaku dulu saat tidur di atas kasur ini." Gerutu Gian yang terdengar jelas oleh Nisa yang juga belum masuk ke dalam alam mimpi, itu semua karena Gian yang terus bergerak.

"Aku bilang juga apa?! Jangan tidur disini ... Sana di kamarku saja, kasurnya lebih empuk, biar aku yg tidur di kursi, kasur orang tuaku sudah lama tidak di gunakan, jadinya seperti ini."

Gian seketika diam, dia tidak bermaksud menghina atau komplain dengan apa yang di miliki Nisa, tapi itu termasuk suara hatinya yang bocor dan sialnya Nisa mendengar.

"Pindah sana!" Titah Nisa.

"T-tidak sayang, aku disini saja."

"Aku jamin tubuhmu besok pagi sakit semua."

"Lebih sakit jika aku tidak bersama kamu."

"CK ..." Nisa langsung membalikan tubuhnya, posisinya kali ini memunggungi Gian yang berharap mendapat pelukan hangatnya.

Pagi harinya.

Nisa membuka pintu rumahnya, dengan menenteng 2 bungkusan lontong sayur, Nisa terpaksa memberanikan diri ke warung sekalipun rintangannya adalah mulut orang-orang yang sangat gatal ingin terus menghinanya.

Telinga Nisa sudah tebal, dia bisa mengabaikan semuanya dan terfokus pada menu sarapan yang akan dia beli.

Wanita itu menyingkap tirai penutup kamar, terlihat Gian sedang tertidur pulas dengan dengkuran halusnya. "Entah jam berapa dia bisa tidur, dasar keras kepala."

2 mangkuk sarapan sudah tersedia, perut Nisa sudah keroncongan ... Tapi yang di tunggu belum juga terbangun.

"Terpaksa harus aku bangunkan!" Nisa menggerutu, kakinya berjalan dengan cepat masuk ke dalam kamar dimana Gian tidur.

"Gian ... Bangun! Sarapan!" Ucapnya dengan ketus, telunjuknya memijit-mijit paha Gian agar suaminya itu cepat terbangun.

Gian membuka matanya beberapa inci, terlihat istrinya dengan wajah di tekuk dan itu sangat menggemaskan baginya. Dengan cepat Gian menarik sebelah tangan Nisa ... Hingga wanita itu kini berada tepat di atas dada suaminya.

"Ih ... Apaan sih?!"

"Kangen tau." Ucap Gian dengan suara khas bangun tidur, tangannya melingkar memeluk tubuh Nisa erat.

"Ayo sarapan, aku sudah lapar." Rengek Nisa.

"Mie instan lagi?"

"Bukan! Makanya ayo cepat bangun."

"Baiklah baiklah ... " Gian pasrah, padahal tadinya dia ingin memaksa Nisa untuk bermesraan dengannya, sekalipun ruangannya seperti ini, tapi mendengar suara perut Nisa yang lapar Gian tidak tega membiarkannya.

Nisa keluar kamar terlebih dahulu, sedangkan Gian berjalan di belakangnya dengan langkah kaki yang lambat.

"Ini makanlah, tadi aku beli lontong sayur." Nisa menggeser mangkuk tepat di hadapan Gian.

"Wah enak sepertinya, terimakasih istriku."

"Hm."

"Kita mampir ke rumah om Guntur sebelum pulang nanti, oke?" Gian terus mengoceh padahal mulutnya penuh dengan menu sarapannya.

"Ini tempatku pulang." Sahut Nisa.

"Sayang, ayolah ... Kamu istriku, rumah utamamu itu adalah rumahku."

Nisa mengedikan bahunya, dia tetap pada pendiriannya yaitu tinggal di desa.

"Kamu pulanglah ke kota, biarkan aku disini ... " Tanpa aba-aba Gian men ci um bibir Nisa, padahal masih terasa menyengat aroma makanan di mulut keduanya.

"Mmmmhhh .... " Nisa menepuk bahu Gian, tapi pria itu tetap melahapnya seperti hewan yang kelaparan.

"Oke, oke ... Oke, aku ikut pulang." Ucap Nisa terburu-buru saat berhasil terlepas dari apa yang Gian lakukan.

Oh, jadi itu jurusnya agar istriku ini menurut. Batin Gian.

Gian tersenyum penuh kemenangan, "Nah, kalau seperti itu kan cantik."

Nisa menaikan sebelah alisnya, "Jadi aku cantik jika menurut apa yang kamu katakan?"

"T-tidak ... M-maksudnya kamu lebih lebih lebih dari cantik jika patuh padaku sayang." Goda Gian.

"Huh dasar laki-laki!"

.

.

Di kediaman Pak Guntur.

"Mana cucu om? Sudah jadi belum? Hahaha." Ucap Guntur saat menyambut kedatangan Gian dan juga Nisa.

Wajah Nisa memerah, tapi tidak dengan Gian ... Pria itu semakin tertantang untuk membahas hal itu. "Tenang om ... Setiap hari Gian berusaha terus kok sama Nisa." Ucapnya sambil terkekeh.

Guntur pun tergelak, sedangkan Nisa sekuat tenaga mencubit pinggang suaminya yang sudah membahas hal seperti itu.

"Awhh sayang, sakit." Rintih Gian.

"Udahan gak! Jangan bahas itu lagi!" Bisik Nisa dengan penuh penekanan.

Gian pun langsung membuka pembahasan baru, tentang usaha dan juga kerjasamanya dengan Guntur.

Sedangkan Nisa pamit untuk ke dapur, menyapa beberapa teman lamanya yang dulu yang masih bekerja dengan guntur.

Hampir satu jam Nisa bercengkrama, Gian datang dari dalam ke arah halaman di belakang rumah. "Sayang, pulang yuk ... Nanti kemaleman."

Nisa pun menurut, dia berpamitan pada temannya untuk pulang ke kota ... Begitu juga pada Guntur.

"Ingat yaaa ... kunjungan selanjutnya, berikan om kabar baik."

Kenapa sih para orang tua sibuk membicarakan hal itu?

.

.

Di perjalanan pulang.

"Gak sabar liat respon Ibu, pasti dia bangga banget sama aku." Ucap Gian, sebelah tangannya terus menggenggam dan mencium punggung tangan Nisa sesekali.

Pasti Ibu menyangka aku gampang sekali luluh, padahal kan bukan seperti itu alasannya.Batin Nisa.

"Sayang?" Panggil Gian, Nisa terlihat membuang pandangannya ke arah jendela.

"Iya?"

"Tunjukan wajah senangmu, jangan sampai Ibu dan ayah melihat wajahmu di tekuk seperti itu sayang."

"Kamu suka sesuatu yang di paksakan kah? Aku sarankan belajar untuk tidak mensetting apapun itu dalam hidup, biarkan saja mengalir ... Yang terpenting kita selalu baik dalam melakukan sesuatu." Sahut Nisa sedikit kesal.

Gian menghela nafasnya, satu jam perjalanan Nisa tidak bersuara sama sekali, tapi saat ini kata-kata mampu membungkam mulut Gian.

"Baiklah ... Tunjukan raut wajah aslimu saja." Ucap Gian pasrah.

Sesampainya di rumah.

Lulu tersenyum lebar saat melihat Gian berhasil membawa koper Nisa kembali berserta pemiliknya.

"Welcome home menantuku sayang." Sambut Lulu.

Nisa memeluk Lulu erat, padahal kurang dari 3 hari saja mereka tidak bertemu, tapi rasanya seperti kehilangan beberapa Minggu.

"Udah dong peluk ibunya ... Giliran aku sekarang, ayo!" Ajak Gian, memisahkan Ibu dan juga istrinya.

"Kemarin dorong kursi roda siapa tuhh?" Goda Lulu saat Gian berhasil menarik dan menjauhkan Nisa darinya.

Gian tak menghiraukan, padahal Nisa kembali memasang wajah kesal saat Lulu mengingatkan hal itu.

Di dalam kamar, Gian langsung memberikan ponsel Nisa yang sudah di aktifkan kembali. "Sayang, di larang keras menonaktifkan ponsel lagi, kecuali kamu lagi sama aku. Oke?"

Nisa tidak menjawab, tapi tangannya terulur hendak mengambil benda pipih itu.

"Eits, jawab dulu bisa kan?" Ponselnya di jauhkan kembali oleh Gian.

"Iya." Ucap Nisa dingin.

Tak ingin memeperkeruh keadaan Gian pun segera memberikan ponsel Nisa kembali.

"Sebenarnya aku ingin menghabiskan waktu terus sama kamu, tapi pekerjaanku sudah menumpuk, dan kalau aku tidak bekerja ... Keuangan kita akan bermasalah. Gak apa-apa kan?"

"Gak ada yang nahan buat kamu gak kerja kok disini." Sahut Nisa.

"Juteknya ... " Gian mencubit gemas hidung Nisa.

***

"Sebenarnya kamu mau yang mana sih Gian, kembali pada Arabela atau berumah tangga dengan Nisa?" Gumam Hari saat melihat video Gian mendorong kursi roda Arabela.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!