NovelToon NovelToon
Suamiku Dokter Dewa

Suamiku Dokter Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Epik Petualangan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sayap perak

Alvian Wira. Di panggung internasional, dunia mengenalnya sebagai Hades, Dokter Dewa, karena kemampuan medisnya luar biasa. Tapi setelah kembali ke Indonesia, dia hanya seorang dokter umum biasa yang mendirikan sebuah klinik kecil di pinggir kota.

Konflik kepemilikan tanah membawanya ke sebuah pernikahan dengan anak direktur rumah sakit terkenal, Clarissa Amartya. Dokter SpJP yang hanya ingin fokus dengan karirnya, tapi dipaksa menikah dengan ancaman mencabut izin prakteknya.

Clarissa yang dingin seperti kulkas, Alvian yang pecicilan dan suka menggoda. Dua kepribadian tinggal bersama, perlahan menumbuhkan perasaan.

Namun, ketika perasaan itu mulai tumbuh, masalah datang silih berganti, hingga mengungkap kebenaran tentang masa lalu Alvian. Tentang siapa dia sebenarnya, dan alasan kenapa dia menyembunyikan semuanya.

Apakah Clarissa bersedia menerima Alvian? Terlebih setelah mengetahui jika Alvian yang ia kenal selama ini, hanyalah topeng untuk menutupi identitas dan masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayap perak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Ikut Ronda Malam

Pos Ronda RT 04, Tebet. Pukul 23.15 WIB.

Gerimis turun tipis-tipis, membasahi spanduk "Siskamling RT 04" yang warnanya separuh pudar. Alvian duduk di bangku kayu pos ronda, menyeruput kopi hitam kental yang diantar Bu RT. Uapnya tipis, tapi cukup untuk menghangatkan tangan yang kapalan.

"Dok, yakin nih mau ikut keliling? Takutnya nanti ada yang kangen di rumah. Benar, tidak, Pak RT?” kata Kang Ujang sambil saling senyum dengan Pak RT. Mereka ikut menuang kopi ke gelas kaleng, menyeruputnya sambil tertawa.

"Hahaha... Bisa aja Kang Ujang. Kebetulan tadi sudah izin saat mau berangkat. Tidak enak juga dengan warga lainnya, saya bolos hampir lima bulan."

Kang Ujang menaruh gelas kopi di sampingnya. "Maklum, Dok. Namanya orang baru nikah pasti butuh waktu berdua. Apalagi rumah Dokter yang sekarang jauh dari wilayah ini. Dokter ingat jadwal saja sudah luar biasa."

Pak RT mengangguk-angguk. Begitupula dengan beberapa warga lain yang sedari tadi sibuk bermain catur.

"Ayo! Ayo! Kita ronda sekarang. Kopinya juga sudah mau habis." Pak RT menyoraki. Total delapan orang itu segera mengambil jaket dan sarung sebelum berangkat.

"..."

Mereka keliling di sekitar kawasan. Tidak terlalu luas memang, tapi cukup banyak gang.

Pukul 00.40 WIB. Rombongan ronda sampai di sekitar pasar.

Mereka menyusuri gang buntu di belakang pasar. Lampu jalan kuning redup, memantul di genangan air. Saat melewati deretan ruko yang sudah tutup, Alvian tiba-tiba berhenti. Hidungnya kembang kempis mencium bau yang menyelusup di antara aroma sampah basah dan air comberan. Bau kimia. Tajam, manis, sedikit metalik.

"Ada apa, Dok?" tanya Kang Ujang.

Alvian pun meminta beberapa orang untuk merasakan aroma di sekitar tempat tersebut. Namun karena tidak terlalu peka, mereka tidak bisa merasakan aroma obat yang memang tersamar bau sampah dan air comberan.

"Pak RT, lima bulan lalu ruko yang diujung itu bukannya masih kosong? Sekarang sudah ada yang sewa?"

Pak RT diam sesaat. Menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Oh, itu... Benar, Dok. Memang ada yang sewa. Katanya buat rumah produksi batik."

Alvian mengerutkan kening. Masuk akal jika itu rumah produksi batik karena Alvian mencium aroma pewarna tekstil. Namun, di antara aroma itu juga bercampur dengan dextromethorphan dan paracetamol. Kedua bahan itu seharusnya tidak ada di rumah produksi batik, bukan?

"..."

"Dok, mau ke mana?" tanya Kang Ujang saat melihat Alvian berjalan ke ruko yang ada di ujung.

“Pak RT, Kang Ujang, Udin, tunggu di sini,” ujar Alvian sambil melepas jas hujannya. “Saya cek sebentar. Kalau ada maling, saya teriak. Kalau cuma tikus got, akan saya tendang.” Dia menyunggingkan senyum yang tidak sampai ke matanya, lalu melangkah mendekat dengan gerakan ringan yang nyaris tanpa suara.

Senter kecil di tangan kiri sudah menyala, dan tangan kanannya diam-diam menyelipkan kotak P3K ke saku dalam jaket.

Dari celah triplek yang renggang, pemandangan di dalam ruko itu membuat rahang Alvian mengeras. Tiga orang pria dengan masker kain seadanya sedang sibuk. Di atas meja kayu panjang, bertumpuk dus obat dengan merek terkenal. Paracetamol 500 mg, Amoxicillin. Tapi segelnya terlihat kasar, dan bagian cetakannya sedikit buram. Di sampingnya, satu orang sedang menggerus tablet dengan blender, lalu mencampurnya dengan tepung terigu dan pewarna kue merah menyala. Di dekatnya, mesin printer kecil sedang mencetak dus baru bertuliskan “Extra Joss Paracetamol 600 mg”.

Alvian kehilangan kata-kata. Tanpa sengaja dirinya malah menemukan tempat produksi obat palsu. Di tempat yang bisa dibilang sangat dekat dengan lokasi kliniknya, tetapi belum ada yang tahu.

Alvian mengeluarkan HP, berniat mengambil foto. Namun saat dia berusaha mendekat untuk mencari sudut yang "pas" kakinya malah tanpa sengaja menginjak sebuah ranting basah.

_Krek._

Suara injakan Alvian langsung memecah kesunyian.

“Siapa itu?!” Satu pria bertato dengan golok di tangan menyembul dari pintu triplek. Badannya besar, matanya merah. Di belakangnya, temannya muncul membawa pipa besi.

Alvian mundur selangkah, mengangkat kedua tangan dengan gestur damai. “Malam, Bang. Ronda RT. Tadi ada kucing yang lari ke sini. Sepertinya masuk ke dalam."

Pria bertato memelototkan mata, membentak, “Kau pikir kami bodoh?!”

"Nggak, Bang. Nggak ada yang bilang." Alvian menatapnya datar. Namun tanpa aba-aba pria di samping mengayunkan pipa besi ke arah kepala Alvian.

Wush!!

Gerakannya lurus, penuh tenaga, tapi mudah terbaca sehingga Alvian mudah menghindarinya.

Alvian menggeser tubuhnya empat puluh sentimeter ke kanan. Pada waktu yang sama, senter di tangan kirinya menyala, sorotan cahayanya tepat mengarah ke mata si Pipa Besi.

“Arghh!” Pria itu memekik, silau. Di detik yang sama, tangan kanan Alvian sudah bergerak. Sebuah pulpen stainless yang dia ambil dari kotak P3K menghujam satu titik di atas alis si Pipa Besi.

Itu adalah cabang saraf sensorik.

Pria itu menjerit lebih kencang. Pipa besinya terlepas, "Klang!" jatuh ke plesteran. Kedua tangannya langsung menutup mata, tubuhnya kejang-kejang.

Dia tidak buta, tapi sarafnya mengirimkan sinyal nyeri luar biasa yang melumpuhkan penglihatannya untuk tiga puluh menit ke depan.

“ANJING LU!” Si Golok yang melihat kejadian itu langsung meraung. Dia membacokkan senjatanya ke arah perut Alvian, tetapi serangan itu juga dapat dihindari dengan sempurna oleh Alvian.

Alvian sedikit berjongkok, lalu dengan pulpennya menghujam dari bawah, menembus titik di bawah dagu.

Mental nerve!

Efeknya seketika membuat rahang si Golok langsung drop, tidak bertenaga. Dia tidak bisa mengatupkan mulut, tidak bisa menggigit, tidak bisa bicara. Hanya air liur yang meleleh tak terkontrol.

Golok di genggamannya juga telah terlepas. Dia jatuh berlutut, sementara matanya mendelik panik.

Sepuluh detik. Dua orang lumpuh total. Tidak ada darah, tidak ada tulang patah. Hanya dua sistem saraf yang dipaksa "shutdown" sementara.

Alvian berdiri mengibaskan air hujan dari jaketnya. Dengan tenang dia memungut dua KTP yang jatuh dari saku kedua pria itu, memfotonya, lalu mengambil satu strip obat palsu “Paracetamol 600 mg” dan memasukkannya ke dalam plastik klip sampel.

Dari dalam ruko, terdengar suara langkah kaki berlari dan motor digeber kencang. Itu orang ketiga. Dia memanfatkan kesempatan untuk melarikan diri.

Alvian menatap dua pria yang masih meringkuk di tanah. Suaranya datar, dingin. "Jalan ke kantor polisi. Masih punya kaki, kan? Pergi sendiri. Kalian tahu akibatnya jika berpikir untuk lari."

"..."

1
Agos Widodo
mulai dapat musuh ini🤣🤣🤣🤣
Joni Walinton Butarbutar
mantap
Joni Walinton Butarbutar
keren
irawan muhdi
lanjut 🙏
Aang Reza
leng shui kapan di novelkan tor?
Teh Gelas: Dre*ame.. tanpa bintang. Judulnya "Kembalinya Sang Legenda" - Berbayar, sudah tamat.
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!