"Ayah, katakan sekali lagi bahwa ini hanya lelucon April Mop yang terlambat," suara Aletta rendah, namun penuh penekanan.
Di belakangnya, Surya Maheswari, pria yang telah membangun dinasti ini dari nol, tampak hancur. Pria itu duduk di sofa kulit dengan bahu yang merosot dalam. Laporan audit yang tersebar di atas meja menunjukkan angka-angka merah yang mengerikan. Defisit yang diciptakan oleh pengkhianatan direktur keuangan mereka telah membawa Maheswari Group ke jurang kebangkrutan dalam waktu satu malam.
"Dia satu-satunya yang memiliki likuiditas sebesar itu, Al," bisik Surya parau. "Bank sudah menutup pintu. Investor lain melarikan diri seperti tikus dari kapal yang tenggelam. Hanya Dirgantara Corp yang menawarkan bantuan."
Aletta berbalik dengan gerakan anggun namun tajam. "Dirgantara? Arkananta Dirgantara? Pria yang menghancurkan tender kita di Singapura? Pria yang selama lima tahun terakhir ini menjadi mimpi buruk bagi setiap ekspansi bisnis kita? Ayah, dia bukan penyelamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rmauli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SKANDAL BEBEK DIRGANTARA
Kepulangan Arkan dan Aletta dari pulau pribadi disambut oleh pemandangan yang tidak biasa di halaman belakang kediaman Dirgantara. Alih-alih berlari menyongsong Aletta dengan bunyi "KWEK!" yang manja, Sir Lancelot justru tampak sedang "galau" di tepi kolam renang. Bebek kuning itu hanya berdiam diri, sementara Lady Guinevere sedang asyik bermain air dengan seekor bebek putih bersih yang mengenakan kalung pita berlian imitasi berkilau.
"Mas Arkan! Lihat! Siapa bebek asing yang berani menggoda Lady Guinevere di rumah kita sendiri?" seru Aletta, matanya membelalak tak percaya. Ia langsung turun dari mobil bahkan sebelum Arkan sempat membukakan pintu.
Arkan turun dengan gaya maskulinnya yang tetap tenang, meskipun dahinya berkerut melihat pemandangan "perselingkuhan unggas" tersebut. "Itu sepertinya bebek milik tetangga baru kita, Al. Rumah nomor 07 yang baru saja dibeli oleh pengusaha berlian dari Belgia."
"Bebek Belgia?! Wah, ini tidak bisa dibiarkan! Sir Lancelot adalah ksatria setia, dia tidak boleh kalah saing hanya karena bebek itu pakai pita berlian!" Aletta segera berlari menuju kolam, mencoba menghibur Sir Lancelot yang tampak lesu.
Sepuluh menit kemudian, ruang tengah Arkan berubah menjadi ruang sidang darurat. Arkan duduk di sofa kulitnya, mencoba tetap terlihat berwibawa meski di depannya ada Aletta yang sedang presentasi menggunakan tablet yang terhubung ke layar besar.
"Mas, ini masalah serius. Sir Lancelot mengalami penurunan nafsu makan sebesar 40% sejak bebek putih itu—namanya 'Duke of Diamond'—datang berkunjung lewat lubang pagar bawah," jelas Aletta dengan grafik batang yang sangat mendetail. "Kita harus melakukan *rebranding* untuk Sir Lancelot agar Lady Guinevere kembali berpaling padanya."
Arkan mengusap wajahnya, mencoba menahan tawa yang hampir meledak. "Al, kau baru saja membantu suamimu menghancurkan sindikat peretas internasional, dan sekarang kau memintaku untuk melakukan strategi pemasaran bagi seekor bebek?"
"Ini soal harga diri keluarga Dirgantara, Mas! Kita tidak boleh kalah dari tetangga Belgia itu!" Aletta menatap Arkan dengan mata kaktus yang penuh permohonan.
Arkan akhirnya menyerah. Ia tidak pernah bisa menolak keinginan istrinya. "Baiklah. Apa rencanamu?"
"Aku sudah memesan tuksedo khusus ukuran bebek di penjahit langgananmu, Mas! Dan aku butuh kau untuk 'mengawal' Sir Lancelot saat mereka 'berkencan' sore ini di taman. Biar Duke itu tahu siapa bos di kompleks ini."
Sore harinya, pemandangan paling ajaib di kompleks perumahan elit itu terjadi. Arkananta Dirgantara, sang CEO raksasa teknologi, berjalan perlahan di taman belakangnya sendiri. Ia mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung, tampak sangat jantan dan berwibawa. Namun, di ujung tali penuntun sutra yang ia pegang, berjalanlah Sir Lancelot yang kini gagah mengenakan tuksedo mini hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu merah.
Di belakang mereka, Aletta mengikuti sambil membawa kamera profesional, siap mengabadikan momen "kembalinya sang ksatria".
"Berjalanlah dengan tegak, Lancelot. Kau adalah unggas Dirgantara. Jangan biarkan bebek pita itu mengintimidasimu," gumam Arkan dengan suara baritonyang sangat serius, seolah-olah sedang memberikan motivasi pada manajer divisinya.
Di dekat air mancur, Lady Guinevere sedang bersama Duke of Diamond. Begitu melihat Sir Lancelot yang tampil sangat "paripurna" dan didampingi oleh pria paling berpengaruh di Jakarta, Lady Guinevere langsung berhenti bermain. Ia menatap Sir Lancelot dengan kagum, lalu perlahan meninggalkan Duke dan berjalan menuju Lancelot.
"KWEK! KWEK!" Sir Lancelot berbunyi dengan lantang, seolah-olah menyatakan kemenangannya.
Duke of Diamond yang merasa kalah wibawa—mungkin karena pemiliknya tidak sekeren Arkan—akhirnya memilih untuk berenang menjauh menuju lubang pagar asalnya.
"Berhasil! Mas Arkan, kau benar-benar pawang bebek terbaik di dunia!" seru Aletta sambil berlari memeluk suaminya.
Arkan menangkap pinggang Aletta, mengangkatnya sedikit dan mencium bibirnya dengan lembut di tengah taman yang asri itu. "Sudah puas sekarang, Nyonya? Masalah asmara bebekmu sudah tuntas."
"Sangat puas! Ternyata serigala kalau sudah turun tangan urus bebek, hasilnya luar biasa ya?" Aletta tertawa renyah, melingkarkan tangannya di leher Arkan.
Arkan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat maskulin dan penuh kelegaan. "Selama itu membuatmu bahagia, Al. Aku tidak keberatan jadi pengawal bebek sekalipun. Tapi malam ini... tidak ada bebek lagi. Hanya ada kita berdua."
Arkan membimbing Aletta masuk kembali ke rumah, meninggalkan Sir Lancelot dan Lady Guinevere yang kini kembali harmonis di tepi kolam. Malam itu, kediaman Dirgantara dipenuhi oleh tawa dan kedamaian yang sejati. Arkan menyadari bahwa kebahagiaan paling mewah bukanlah memenangkan tender triliunan rupiah, melainkan melihat istrinya yang ajaib tersenyum puas setelah berhasil menyelesaikan "skandal" kecil di halaman belakang mereka.
"Mas Arkan," panggil Aletta saat mereka sedang bersantai di balkon kamar.
"Ya, Sayang?"
"Besok... kita buatkan pesta pernikahan resmi untuk mereka yuk? Pakai tenda kecil dan katering sayuran organik?"
Arkan memejamkan mata sejenak, lalu menarik Aletta ke dalam dekapannya yang hangat. "Tidur, Aletta. Sebelum aku benar-benar meretas aplikasi pemesanan tendamu itu."
Aletta tertawa kecil, menyandarkan kepalanya di dada Arkan yang bidang. Di bawah sinar bintang, Sang Serigala dan Sang Gadis Kaktus telah menemukan ritme hidup yang sempurna—penuh cinta, sedikit kegilaan, dan tentu saja, banyak sekali bebek.
**Drama asmara bebek berakhir dengan kemenangan telak keluarga Dirgantara. Namun, apa yang akan terjadi saat Aletta mendapati dirinya terlambat datang bulan dan Arkan mendadak menjadi sepuluh kali lebih protektif hingga melarang Aletta menyentuh laptop?**
kyakny bkal ad sir Lancelot versi kaktus mini atau mungkin serigala mini🤭🤭🤭🤭🤭
nnti tu kapal tanker klakson ny jd gntii klaksoon motor ,,
badan gede tp klakson ny ' tiiin ,, tiin ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
pengganggu bisa gx marahan dluu ,,
jgn deket2 sama pasangan ini truus ,,
sana cari serigala dn gadis kaktus yg lain ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
makiin seruu niih ,,
gx kebayang siih seorang arkan tidur sambil meluk boneka bebek🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
lanjuuut kak ,,
makiin seruu nih tiap bab ny ,,
kasus baruu udh muncuul ,,
Selamat menikmatiii,,,👏👏👏👏
lanjuuut kak
semua masalah pasti bisa di selesaikan dg taktik ajaib Aletta,,
lanjuuut kak
gx mungkin kn Aletta punya sekte kaktus ajaib 🤭🤭🤭🤭 ,,
lanjuuut kak ,,
😁😁😁
lanjut kak ,,
tumbuhan ny emnk di setting bgtu Pak arkan ,,
😁😁😁
bsok2 bikin Tempe Amazon yx Al ,,
sxan pake sup palung Mariana biar makin joosssss ,,
🤭🤭🤣🤣🤣🤣
makiin seruuu ,,
pengkhianatan paling menyakitkan yg dtg dr org paling dekat dg qta ,,