NovelToon NovelToon
Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai / Fantasi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wedanta

Arka adalah pria biasa yang hidupnya selalu penuh kegagalan. Dipecat dari pekerjaan, ditinggalkan pacar, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun setelah kecelakaan misterius, hidupnya berubah total ketika sebuah Sistem Harem Legendaris muncul di dalam pikirannya.
Sistem itu memberinya misi aneh: bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan mengubah takdirnya.
Dari CEO cantik yang dingin, idol terkenal, hacker jenius, hingga pembunuh bayaran misterius—setiap wanita yang mendekatinya membuka kekuatan baru bagi Arka.
Namun semakin banyak wanita yang masuk dalam hidupnya, semakin berbahaya dunia yang harus ia hadapi.
Akankah Arka mampu mengendalikan kekuatan sistem itu… atau justru tenggelam dalam permainan takdir yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wedanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Sesungguhnya

Tanah bergetar semakin kuat saat makhluk raksasa itu melangkah keluar dari kabut, memperlihatkan tubuhnya yang penuh retakan gelap seperti batu hidup yang diselimuti energi Umbra. Matanya menyala merah pekat, dan setiap langkahnya meninggalkan jejak kehancuran di tanah simulasi. Udara di sekitarnya terasa jauh lebih berat dibanding sebelumnya, membuat napas semua orang sedikit tertahan. Ren menatap lurus ke arah makhluk itu tanpa bergerak, sementara yang lain secara refleks mengambil posisi bertahan di belakangnya.

“Ini… jelas bukan level yang sama,” gumam Aria dengan suara tegang, tangannya sudah bersinar dengan sihir pelindung. Mira mengepalkan tinjunya, api mulai menyala lebih besar dari biasanya meskipun terlihat jelas ia belum sepenuhnya pulih. “Bagus,” katanya dengan senyum tipis, “akhirnya sesuatu yang layak dilawan.” Nyra tertawa kecil, matanya berbinar penuh antusias, sementara Lilia tetap tenang dengan lingkaran es yang perlahan berputar di sekelilingnya. Selene tidak berkata apa-apa, tetapi posisinya sedikit maju, siap bergerak kapan saja.

Makhluk itu tidak memberi mereka waktu lebih lama. Dalam sekejap, ia mengangkat lengannya yang besar dan menghantamkannya ke tanah.

BOOM.

Gelombang kejut menyapu area di depan mereka, memecah tanah dan memaksa semua orang melompat menghindar. Ren bergerak cepat ke samping, lalu langsung menganalisis pola gerakan makhluk tersebut. “Serangannya lambat, tapi area luas,” katanya singkat. “Jangan kena langsung.”

Mira langsung maju tanpa menunggu lagi. “Flame Drive!” Api besar meluncur dari tangannya dan menghantam tubuh makhluk itu. Ledakan terjadi, tetapi hanya meninggalkan bekas hitam tipis di permukaannya. “Keras banget…” desis Mira. Nyra muncul dari bayangan di belakang makhluk itu dan menyerang dengan cepat, tetapi saat cakar bayangannya mengenai tubuh musuh, ia langsung mundur. “Lapisan luar seperti armor,” katanya sambil menyeringai. “Menarik.”

Lilia mengangkat tangannya dan menciptakan tombak es besar, lalu melemparkannya tepat ke sendi kaki makhluk itu. Serangan itu berhasil membuat makhluk tersebut sedikit goyah. “Target titik lemah,” katanya tenang. Selene langsung bergerak mengikuti celah itu, melesat cepat dan menyerang area yang sama dengan presisi tinggi. Retakan kecil mulai muncul.

Ren memperhatikan semuanya dengan fokus penuh. Ia tidak langsung menyerang, melainkan membaca ritme pertempuran. Setiap gerakan, setiap reaksi musuh, semuanya ia simpan dalam pikirannya. “Kita tidak bisa mengalahkannya dengan serangan acak,” katanya akhirnya. “Harus koordinasi.”

Makhluk itu kembali menyerang, kali ini dengan ayunan horizontal yang memaksa semua orang mundur. Tanah terbelah di sepanjang jalur serangan, memperlihatkan betapa besar kekuatan fisiknya. Aria hampir kehilangan keseimbangan, tetapi berhasil bertahan dengan perisai. “Kita tidak punya banyak waktu!” serunya.

Ren mengangkat tangannya, energi gelap mulai muncul lagi, tetapi jauh lebih stabil dibanding sebelumnya. “Dengar,” katanya tegas. “Kita hancurkan pertahanannya dulu, baru serang inti.” Semua langsung memperhatikan. Bahkan Nyra berhenti bercanda. “Mira, tekanan depan. Lilia, fokus di kaki. Selene, ikut aku. Nyra, ganggu pergerakannya. Aria, jaga semua tetap hidup.”

Mira menyeringai. “Akhirnya kamu mulai seperti pemimpin.” Tanpa menunggu, ia langsung melesat maju, api di sekitarnya membesar. Lilia mengikuti dengan serangan es bertubi-tubi ke bagian kaki. Nyra menghilang dan muncul di berbagai sisi, memancing perhatian makhluk itu agar tidak fokus pada satu arah. Aria memperkuat semua dengan lapisan sihir tambahan.

Ren dan Selene bergerak bersamaan. Mereka melompat ke arah tubuh makhluk itu saat perhatiannya terpecah. “Sekarang,” kata Selene pelan. Ren mengangguk, energi di tangannya berubah menjadi bentuk lebih padat. “Void Edge.” Serangan itu tidak meledak, melainkan memotong, menembus retakan kecil yang sudah dibuat sebelumnya.

CRACK.

Retakan itu melebar.

Makhluk itu mengaum keras, energinya bergetar tidak stabil. “Lagi!” teriak Ren. Mira langsung menambah tekanan dengan ledakan api besar. Lilia menghantam dengan es dari bawah. Selene menyerang titik yang sama dengan kecepatan tinggi. Nyra muncul tepat di belakang dan menghantam inti retakan dengan serangan bayangan penuh.

BOOM.

Bagian luar makhluk itu akhirnya pecah, memperlihatkan inti gelap yang berdenyut di dalam tubuhnya. “Itu dia!” teriak Aria. Namun makhluk itu tidak langsung jatuh. Sebaliknya, ia mengamuk. Energi gelap meledak dari tubuhnya, memaksa semua orang terpental menjauh.

Ren mendarat dengan keras, napasnya sedikit terengah. “Ini belum selesai…” gumamnya. Makhluk itu mengangkat kedua tangannya, energi terkumpul di pusat tubuhnya. Jelas ia akan melepaskan serangan besar.

Selene langsung berdiri di samping Ren. “Kalau itu dilepas, kita tidak bisa menahannya,” katanya singkat. Ren menatap inti yang terbuka itu, lalu mengepalkan tangannya. Ia tahu ini momen penentuan. Ia menarik napas dalam, merasakan energi di dalam dirinya kembali bangkit, tetapi kali ini ia tidak membiarkannya liar.

“Semua mundur,” katanya lagi, lebih tenang namun tegas.

Mira sempat protes, “Jangan bilang kamu mau—”

“Percaya saja,” potong Ren.

Untuk sesaat, semua ragu. Namun akhirnya mereka mundur.

Ren melangkah maju sendirian.

Energi hitam muncul di sekelilingnya, tetapi tidak meledak. Ia menekannya, memadatkannya, mengarahkannya tepat ke satu titik. Matanya fokus penuh pada inti makhluk itu. “Sekali ini saja…” gumamnya.

Makhluk itu melepaskan serangannya.

Ren bergerak lebih dulu.

“Void Pierce.”

Energi hitam terkonsentrasi menjadi satu garis lurus yang melesat cepat, menembus langsung ke inti makhluk sebelum serangannya sempat terbentuk sempurna.

Hening sepersekian detik.

Lalu—

BOOOOOOM.

Ledakan terjadi dari dalam tubuh makhluk itu. Cahaya gelap pecah keluar, menghancurkan seluruh tubuhnya dari pusat. Energi menyebar ke segala arah sebelum akhirnya menghilang.

Ketika debu menghilang, tidak ada yang tersisa.

Makhluk itu… hancur.

Ren berdiri diam beberapa detik, lalu lututnya sedikit goyah. Namun kali ini ia tidak jatuh. Mira langsung mendekat, menepuk bahunya keras. “Gila… tapi keren,” katanya sambil tersenyum lebar. Nyra tertawa puas, Lilia mengangguk kecil, Aria terlihat lega, dan Selene hanya menatap Ren dengan ekspresi tenang namun dalam.

Di luar simulasi, Gareth menyilangkan tangan. “Kerja tim yang baik,” katanya. Eldric tersenyum tipis. “Dan dia mulai memahami kekuatannya.”

Di dalam simulasi, kabut mulai menghilang, menandakan akhir sesi latihan.

Namun bagi Ren, ini bukan akhir.

Ini baru awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.

1
ラマSkuy
keknya ini salah draf novel ya kok beda 🤔
3RSEL
💪💪💪💪💪
Wedanta 05
bagus
3RSEL
Sebenarnya saya masih bingung dengan jalan dan alur ceritanya......dari arka menjadi cerita Ren.Yang terkesan dipaksakan.Tidak ada penjelasan perjalanan nya.


Tapi,penyajian pembahasan mu keren Thor.Tidak bertele-tele,semua nya sudah bagus.Tinggal itu yang tadi terkait penjelasan dari cerita Arka menjadi Ren.💪💪💪💪
ラマSkuy: saya juga bingung kak dari bab awal latarnya aja dunia modern tapi tiba tiba di bab 6 berubah jadi latar dunia fantasy sihir dan MCnya pun berbeda.

plot cerita dan alur pun sangat berbeda mungkin ini novel berbeda cuma malah salah up atau gimana kali dari authornya .
total 1 replies
3RSEL
💪💪💪
Bonn Bonnies
langsung skip je, baca sampai L4 je, terus masuk chanel lain, bosan
Apin Zen
Gk pakai paragraf, sulit dibaca percakapannya
Wedanta 05: makasi Saranya yaaa☺️
total 1 replies
3RSEL
apa ini..... bingung
ラマSkuy: sumpah dah dari bab 6 berubah anjirr jadi fantasi
total 1 replies
3RSEL
gasss
3RSEL
masih nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!