NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Lalu Dan Sebuah Janji

Delapan Tahun Lalu Dan Sebuah Janji

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:478
Nilai: 5
Nama Author: S. Sage

Arga Baskara hidup dalam bayang-bayang janji masa kecil yang ia genggam selama delapan tahun. Ketika Nala Anindita kembali ke kehidupannya sebagai teman sekelas, ia berharap waktu akan menyatukan kembali keduanya. Namun, Nala telah berubah—ia tak lagi mengingat masa lalu yang begitu berarti bagi Arga.


Di tengah realitas baru, Arga harus menghadapi cinta yang tak berbalas, diperparah oleh kehadiran Satria yang semakin dekat dengan Nala. Terjebak antara kenangan dan kenyataan, Arga dihadapkan pada pilihan: terus bertahan pada perasaan lama, atau belajar melepaskan.


Kisah ini menggambarkan tentang cinta yang tertinggal oleh waktu, dan perjuangan seseorang untuk menerima bahwa tidak semua janji akan kembali utuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Arga meletakkan tumpukan kursi terakhir di sudut panggung dengan dentuman pelan yang menggema di area aula terbuka SMA Nusa Bangsa. Otot lengan bawahnya berkedut karena kelelahan, namun rasa perih di sana tidak sebanding dengan kekacauan yang berkecamuk di dalam kepalanya. Langit di atas sekolah mulai meredup, menyisakan semburat jingga yang membakar cakrawala dan menciptakan bayangan panjang di antara stan-stan festival yang hampir rampung.

Ia menyeka peluh yang mengucur deras ke mata dengan punggung tangan. Setiap tetes keringat seolah membawa pergi sedikit beban pikirannya, namun tetap saja bayangan Nala yang tertawa bersama Satria di dekat gerbang sekolah tadi siang tidak mau hilang dari ingatan. Arga menghela napas panjang, mencoba menetralkan detak jantungnya yang tidak beraturan akibat kerja fisik yang dipaksakan.

Sebuah botol minuman dingin yang berembun tiba-tiba menyentuh pipi Arga, mengejutkan saraf-sarafnya yang sedang tegang. Dinginnya air di balik plastik itu menjalar seketika, membuat Arga berjengit sedikit dan menoleh dengan cepat ke samping.

Nala berdiri di sana. Rambutnya dikuncir kuda, menyisakan beberapa helai yang menempel di dahi karena peluh. Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang selama delapan tahun ini menjadi alasan Arga untuk terus bertahan pada janji yang mungkin sudah dianggap angin lalu oleh gadis itu.

"Ini, minum dulu. Kamu kelihatan mau pingsan kalau angkat satu kursi lagi," ujar Nala seraya menyodorkan botol air mineral itu.

Arga tertegun sejenak. Ia melihat jemari Nala yang melingkar di botol itu, lalu beralih menatap wajah Nala yang tampak tulus. Ada kehangatan yang tiba-tiba merayapi dadanya, meluluhkan dinding es yang baru saja ia bangun susah payah setelah mendengar teguran Rara tadi. Rasa haus yang tadinya ia abaikan kini terasa mencekik kerongkongannya.

"Terima kasih, Nala," gumam Arga pelan.

Saat mengambil botol itu, ujung jari mereka bersentuhan selama sepersekian detik. Arga merasakan sengatan yang familier, sebuah sensasi yang selalu membuatnya merasa bahwa Nala adalah pusat semestanya. Namun, begitu ia melihat sorot mata Nala yang jernih dan santai, Arga tersadar sepenuhnya. Bagi Nala, ini hanyalah tindakan seorang teman kepada teman sekelas yang sedang bekerja keras. Tidak ada makna tersembunyi dan tidak ada perasaan yang meluap seperti yang ia rasakan.

Arga segera meneguk air itu dengan cepat, mencoba mengalihkan perhatian dari kedekatan mereka yang berbahaya bagi kewarasan batinnya. Rasa dingin mengalir di tenggorokan, memberi sedikit kesegaran pada tubuhnya yang terasa rongsok.

Nala masih berdiri di sana, mengamati area panggung yang mulai rapi.

"Bagus juga hasilnya. Kamu rajin banget dari tadi, Arga. Jangan terlalu diforsir, nanti malah sakit saat hari pelaksanaan festival," ucap Nala dengan nada perhatian yang terdengar begitu wajar.

Arga menutup botolnya kembali. Ia memaksakan sebuah senyuman tipis, jenis senyuman yang ia gunakan untuk menyembunyikan segala sesuatu yang bergejolak di dalam sana. Kehangatan yang tadi sempat menyapa, kini ia tekan dalam-dalam ke dasar hati. Ia tidak boleh terjatuh lagi. Ia tidak boleh membiarkan perhatian kecil ini menjadi bahan bakar untuk harapannya yang sudah hampir padam.

"Aku cuma mau ini cepat selesai," sahut Arga pendek.

Ia meletakkan botol itu di lantai panggung dan segera berbalik untuk mengambil gulungan kabel di sudut lain. Arga sengaja menciptakan jarak fisik di antara mereka. Ia tahu benar bahwa jika ia berdiri di sana lebih lama dan menatap mata Nala, ia akan kembali menjadi bocah sepuluh tahun yang terjebak dalam janji masa lalu yang fana.

"Kamu tidak mau istirahat sebentar di kantin? Rara dan Dimas sudah di sana," tanya Nala lagi, masih berusaha bersikap ramah.

"Tidak perlu. Sedikit lagi selesai. Kamu duluan saja ke sana," jawab Arga tanpa menoleh.

Suaranya terdengar lebih dingin dari yang ia rencanakan, namun itu perlu dilakukan. Arga bisa merasakan tatapan Nala yang bertahan selama beberapa detik di punggungnya. Mungkin gadis itu merasa heran dengan sikapnya yang tiba-tiba tertutup dan kaku. Namun, bagi Arga, menarik diri adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan sisa-sisa harga diri dan hatinya yang sudah terlalu sering patah.

Nala akhirnya menghela napas pelan, seolah menyerah pada sikap keras kepala laki-laki di depannya.

"Ya sudah kalau begitu. Jangan lupa makan ya, Arga. Sampai ketemu besok," kata Nala sebelum akhirnya melangkah pergi.

Langkah kaki Nala menjauh, tenggelam di antara suara palu yang beradu dan tawa siswa-siswi lain di kejauhan. Arga berhenti menarik kabel. Ia berdiri mematung di tengah panggung yang temaram, memejamkan mata rapat-rapat. Kehangatan dari botol air itu masih tersisa di telapak tangannya, namun kenyataan bahwa Nala telah jauh melampaui masa lalu mereka terasa jauh lebih nyata. Ia harus belajar bahwa tidak semua perhatian adalah bentuk cinta, dan tidak semua kenangan harus dibawa selamanya hingga mati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!