Naima, seorang gadis cantik yang hidup sederhana di desa terpencil, harus menghadapi kenyataan pahit saat ayahnya yang buta. meninggal dunia dan ibunya mengalami depresi berat hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Di tengah keterpurukannya, takdir justru mempertemukannya dengan Sean, seorang pria kaya raya yang memiliki kepribadian dingin.
Akankah pertemuan ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Naima, atau justru membawanya ke dalam lika-liku kehidupan yang lebih rumit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon i'm gresya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
di perlakukan layaknya binatang!
Senja berjalan keluar dari hotel itu, tapi pandangannya langsung tertuju pada mobil Sean yang berhenti di depan hotel itu.
"itukan mobil.. " batin senja sambil menatap, seseorang keluar dari dalam mobil itu.
sean keluar dari dalam mobil sambil, berjalan sempoyongan. tidak ada asisten dan orang yang menemani sean.
senja mengikuti kemana arah perginya sean. dan sesampainya di salah satu kamar. sean langsung masuk ke dalam, tanpa mengunci pintu kamarnya.
sesampainya di kamar, sean langsung membuka pakaiannya dan bertelanjang dada. senja yang sedang mengintip dari luar, segera menelan ludahnya. itu pandangan pertama yang senja lihat dari tubuh pria.
sean mendudukan dirinya di tepi kasur sambil berkeringatan.
"ahkkk... panasnya" lirih sean sambil menahan sesuatu di dalam dirinya.
senja yang melihat sean seperti kesakitan, memberanikan diri untuk masuk kedalam.
sebenarnya senja ingin membantu sean, tapi senja tidak tau kalau sean terkena obat perangsang.
" kak.. ada apa? " ucap senja dihadapan sean yang seperti orang kesakitan.
sean menatap senja, dan berdiri.
"kau, kenapa kau bisa masuk. apa kau wanita suruhan si brengsek itu" ucap sean menahan dirinya untuk berdiri.
senja menggelengkan kepalanya, tidak mengerti maksud sean mengatakan itu.
"tidak aku, aku tidak disuruh siapa siapa. aku hanya ingin membantu kakak yang kesakitan tadi" jawab senja jujur.
sean menyeringai,
"oh iya, kau ingin membantu." ucap sean yang mulai mendekati senja.
senja memang menyukai sean, tapi melihat sean yang seperti ingin melakukan sesuatu pada senja. membuat senja memundurkan langkahnya kebelakang.
"kak.. kakak mau apa? tadi senja, hanya ingin bantu kak sean aja" ucap senja yang mulai takut dengan sean.
sean tidak menjawab, dia trus mendekat ke arah senja. dan membuat senja terpojok di dinding.
"tadi kau bilang ingin membantu, jadi aku mohon bantu aku menghilangkan rasa sakit ini. aku sudah tidak tahan, aku tidak peduli jika kau bukan suruhan orang itu. yang pasti sekarang aku membutuhkan pertolongan mu" ucap sean di hadapan senja.
senja yang melihat wajah sean yang menderita, seketika menolak. dia masih sekolah. dan jika tau senja hamil, apa kata orang menilai keluarga senja. apalagi kakaknya Jack yang sangat menyayanginya.
"gak kak.. aku gak mau, kakak mabuk. kakak gak sadar. aku akan panggilkan orang saja, supaya kakak di rawat" tolak senja yang ingin pergi dari sana.
sean tidak tinggal diam, apalagi mendengar penolakan dari senja. sean langsung memegang tangan senja dan menariknya dan mendorongnya ke tempat tidur.
senja memberontak, dia memukul badan ssan yang sudah berada di atas tubuh senja.
"kak.. aku mohon jangan lakukan itu padaku, aku masih kuliah kak.. hiks.. hiks.. " tangis senja di bawah sean.
sean tidak peduli, obat perangsang itu sudah menjalar di otak sean.
senja terus menangis meminta di lepaskan, dan berteriak.
PLAK..
satu tamparan mendarat di pipi senja. sean emosi dan langsung mendaratkan tangannya di wajah senja.
senja langsung terdiam dan memegangi pipinya. melihat senja yang diam, membuat sean langsung membuka baju senja.
senja tidak berteriak dan memberontak lagi, saat melihat sean yang sudah membuka seluruh pakaian, membuat senja pasrah akan tubuhnya.
sean melakukan itu, senja hanya bisa pasrah menangis di bawah kukungan sean.
...
mark yang sudah siap dengan aktivitasnya segera pergi ke kamar mandi meninggalkan clarissa yang pingsan di tempat tidur karna ulahnya.
beberapa menit setelah membersihkan dirinya. mark keluar dari kamar mandi menggunakan handuk setengah pinggang.
mark yang melihat clarissa masih tidur di kasurnya, membuat mark menyiram wajah clarissa dengan air.
clarissa terbangun sambil batuk setelah di siram air oleh mark.
mark berjalan ke arah sofa dan duduk disana, sambil menatap dingin ke arah clarissa yang masih terbatuk, akibat siraman air itu.
clarissa yang sudah sadar, segera menutupi tubuhnya dengan selimut. lalu pandangannya tertuju pada mark yang duduk di depan sana, sambil menatapnya tajam.
melihat tatapan itu, membuat clarissa segera membuang pandangannya ke arah lain.
"sudah bangunkan, segeralah pergi. atau kau terlalu nyaman tidur di atas kasur ku yang empuk." sarkas mark, kepada clarissa.
clarissa hanya diam, tidak ingin menjawab ucapan mark. clarissa segera mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai dengan tubuh yang clarissa lilitkan dengan selimut.
saat kaki clarissa melangkah, rasa sakit di area selangkangannya sangat sakit. tapi clarissa berusaha menahanya.
clarissa memunguti pakaiannya dan segera membawanya ke kamar mandi, tapi saat akan melangkah ke kamar mandi. mark tiba tiba menghentikannya.
"siapa yang menyuruhmu masuk ke kamar mandi ku" ucap sean dingin.
clarissa menatap mark.
"kenapa kau menatapku. apa kau pikir kamar mandiku, kamar mandi umum." ucap mark meninggikan suaranya saat clarissa menatapnya.
clarissa menundukkan kepalanya.
"tapi pak.., aku ingin memakai pakaianku. " jawab clarissa seperti berbisik.
"disini! " ucap mark.
clarissa kembali menatap wajah mark. dan detik kemudian air mata clarissa sudah jatuh membasahi pipinya.
~