NovelToon NovelToon
Jatuh Cintanya Seorang Pendosa

Jatuh Cintanya Seorang Pendosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Terlarang
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di balik dinding suci sebuah pondok pesantren, tersembunyi seorang buronan. Reyshaka El Zhafran atau Shaka—tak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir di tempat yang paling ia hindari. Demi lolos dari kejaran polisi, pengedar narkoba itu nekat bersembunyi di pesantren milik Ustadz Haidar, seorang ulama yang dikenal bijak dan disegani.

Awalnya, Shaka hanya ingin selamat. Namun hari demi hari, ketenangan, nasihat, dan ketulusan Ustadz Haidar perlahan meruntuhkan tembok keras di hatinya. Untuk pertama kalinya, Shaka mulai mengenal arti penyesalan dan harapan untuk berubah. Semua menjadi semakin rumit saat ia bertemu Hanindya Daisha Ayu—putri sang ustadz yang berhati lembut dan shalihah. Tanpa disadari, perasaan itu tumbuh diam-diam, menyiksa shaka dalam keheningan.

Tapi bagaimana mungkin seorang mantan pengedar narkoba seperti dirinya pantas mencintai perempuan sebersih Hanindya?
Terlebih, Hanindya telah dijodohkan dengan Ustadz Ilyas—lelaki yang jauh lebih layak dibanding dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"Kalau begitu, Abi akan memutuskan untuk melangsungkan pernikahan kalian dalam waktu satu Minggu lagi." Ujar ustadz Haidar yang langsung membuat Ustadz Ilyas terkejut tak percaya.

“Satu minggu lagi?”

“Iya.” Ustadz Haidar mengangguk kecil. “Pernikahan kalian nantinya akan digelar di pondok pesantren ini.”

Dan kali ini Ustadz Ilyas benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya lagi.

Senyumnya sampai terlihat jelas. Lelaki itu bahkan sempat mengusap wajahnya sendiri perlahan seperti masih tidak percaya sementara Ustadz Haidar ikut tersenyum melihatnya.

“Abi ingin pernikahan ilyas dan putri Abi dihadiri oleh keluarga dan semua santri dan santriwati saja. Meskipun tidak banyak orang, tapi penuh keberkahan.”

“Iya abi,” jawab Ustadz Ilyas cepat cepat. “Saya ikut abi saja. Ilyas yakin bahwa apapun yang Abi putuskan untuk kami adalah yang terbaik.”

Malam harinya, suasana di rumah Ustadz Haidar terasa hangat. Di meja makan, Ummi Hafizah sedang menuangkan teh sementara Hanindya membantu menyiapkan beberapa makanan kecil. Tak lama kemudian Ustadz Haidar masuk dan duduk di kursinya dan membuat Hanindya langsung menoleh.

“Abi baru selesai?”

“Iya.”

Namun kali ini ekspresi Ustadz Haidar terlihat sedikit berbeda. Seperti menyimpan sesuatu.

Ummi Hafizah yang menyadarinya langsung bertanya,

“Ada apa abi?” tanya ummi Hafizah yang membuat Ustadz Haidar tersenyum kecil.

“Abi tadi baru bicara sama Ilyas.”

Hanindya yang sedang menuang teh langsung berhenti sebentar. Entah kenapa jantungnya mendadak berdetak lebih cepat saat nama calon suaminya itu disebut.

“Ngobrol apa abi?” tanya Ummi Hafizah.

Ustadz Haidar menatap putrinya sekilas lalu berkata pelan,

“Abi sudah menentukan tanggal pernikahan kalian.”

Dan detik berikutnya Hanindya langsung terdiam. Pipinya perlahan memerah sementara Ummi Hafizah tersenyum bahagia.

“MasyaAllah…”

Hanindya menunduk cepat sambil menggenggam ujung gamisnya sendiri. Jelas sekali ia malu namun senyum kecil di bibirnya sama sekali tidak bisa disembunyikan. Ustadz Haidar lalu melanjutkan,

“InsyaAllah pernikahan Hanin dan juga Ilyas akan dilangsungkan minggu depan.”

Hanindya langsung mengangkat wajahnya sedikit begitu mengetahui tanggal pernikahannya.

“Minggu depan abi?”

“Iya.” Ustadz Haidar mengangguk pelan. “Abi ingin pernikahannya dilangsungkan di pesantren ini.”

Hanindya terdiam beberapa detik. Dadanya terasa hangat. Semua terjadi begitu cepat namun juga terasa sangat tepat. Sejak awal ia memang sudah menerima pinangan Ustadz Ilyas. Lelaki itu baik, sabar dan sangat menghormati keluarganya. Pelan-pelan Hanindya akhirnya mengangguk kecil.

“Iya abi, Hanin ikut keputusan abi.”

Keesokan harinya, Udara subuh di pondok pesantren terasa begitu dingin pagi itu. Langit masih gelap kebiruan sementara cahaya lampu-lampu kecil di sekitar halaman pondok menyala temaram menerangi jalan setapak yang mulai dilewati para santri. Tetes tetes embun masih menempel di dedaunan dan suara jangkrik perlahan mulai menghilang berganti lantunan dzikir pelan dari beberapa santri yang baru keluar dari asrama.

Di kejauhan, suara air dari tempat wudhu terdengar samar bercampur langkah sandal dari beberapa santri yang berjalan pelan menuju musholla. Sementara itu, Shaka baru saja keluar dari kamar asramanya setelah mengambil wudhu. Lelaki itu mengenakan baju koko putih sederhana dengan sarung gelap dan peci hitam di kepalanya. Penampilannya kini benar-benar jauh berbeda dibanding dua bulan lalu saat pertama kali datang ke pesantren dalam keadaan berantakan.

Kini wajahnya terlihat lebih bersih dan tenang.

Meski tubuh tinggi besarnya masih membuatnya terlihat mencolok di antara para santri lain, namun tatapan mata Shaka tidak lagi sekeras dulu. Ada ketenangan samar di sana. Bahkan beberapa santri yang berpapasan dengannya pagi itu mulai berani menyapanya lebih dulu.

“Assalamualaikum kak Shaka.”

Shaka yang awalnya sedikit melamun langsung menoleh lalu membalas dengan senyum kecil.

“Waalaikumsalam.”

Dulu jangankan tersenyum, menjawab sapaan saja ia sering malas. Namun sekarang semuanya perlahan berubah. Shaka lalu melanjutkan langkahnya menuju musholla. Udara dingin subuh menyentuh wajahnya pelan sementara pikirannya masih sedikit kosong. Namun baru saja ia menaiki anak tangga musholla, matanya langsung menangkap sosok yang sangat dikenalnya.

Ustadz Ilyas.

Lelaki itu sedang berdiri di dalam musholla sambil menggelar beberapa sajadah untuk para santri dan santriwati yang akan melaksanakan shalat subuh berjamaah. Namun yang membuat Shaka sedikit heran bukanlah apa yang sedang dilakukan ustadz muda itu. Melainkan ekspresinya. Ustadz Ilyas terlihat sangat bahagia pagi ini. Senyumnya tidak pernah hilang sejak tadi. Bahkan sambil merapikan sajadah, lelaki itu pelan-pelan melantunkan sholawat dengan suara rendah yang terdengar begitu merdu dan tenang.

“مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا, عَلىٰ حـَبِيْبِكَ خـَيْرِ الْخَلْقِ كًلِّهِم, عَلىٰ حـَبِيْبِكَ خـَيْرِ الْخَلْقِ كًلِّهِمِِ”

Shaka berdiri beberapa detik di depan pintu musholla sambil memperhatikan. Keningnya perlahan berkerut karena bingung.

“Aneh banget…” gumam Shaka dengan pelan.

Biasanya Ustadz Ilyas memang ramah dan mudah akrab dengan orang lain, tapi pagi ini suasananya terlihat berbeda. Lelaki itu terlihat jauh lebih cerah dan bahagia daripada biasanya. Shaka akhirnya masuk ke dalam musholla lalu berjalan mendekat.

“Assalamualaikum ustadz.”

Ustadz Ilyas langsung menoleh cepat. Dan benar saja, ustadz muda itu lalu tersenyum lagi.

“Waalaikumsalam, Shaka.”

Shaka langsung membantu mengambil beberapa sajadah yang masih terlipat di pojok musholla lalu ikut menggelarnya di saf belakang. Beberapa detik suasana terasa tenang. Hanya suara kain sajadah yang dibentangkan dan lantunan sholawat pelan dari Ustadz Ilyas yang terus terdengar. Dan semakin lama Shaka semakin dibuat bingung sendiri karena ustadz muda itu benar-benar terlihat terlalu bahagia pagi ini. Sampai akhirnya Shaka tidak tahan lagi untuk bertanya.

“Ustadz…”

“Hm?”

Shaka melirik ke arah lelaki itu.

“Sepertinya hari ini ustadz lagi senang ya?”

Pertanyaan itu langsung membuat Ustadz Ilyas tersenyum lagi. Bahkan kali ini senyumnya lebih lebar dari sebelumnya.

“Kelihatan banget ya?”

“Banget,” jawab Shaka spontan sambil terkekeh kecil. “Habisnya, dari tadi ustadz senyum terus.”

Ustadz Ilyas tertawa pelan.

“MasyaAllah…”

Shaka kembali memperhatikan lelaki itu beberapa detik sebelum akhirnya berkata lagi,

“Memangnya ada apa ustadz?”

Ustadz Ilyas diam sebentar. Namun ekspresi bahagia di wajahnya benar-benar tidak bisa disembunyikan. Lelaki itu lalu merapikan sajadah terakhir sebelum akhirnya menoleh ke arah Shaka.

“Kemarin malam Abi sudah menentukan tanggal pernikahan saya sama Hanin.”

Dan detik berikutnya tangan Shaka langsung berhenti bergerak. Tangannya yang sedang membentangkan sajadah mendadak diam sementara tatapan matanya perlahan berubah kosong.

“…hah?”

Ustadz Ilyas tersenyum kecil sambil menunduk malu-malu.

“InsyaAllah minggu depan, ustadz Haidar akan melangsungkan pernikahan saya dan Hanin.”

Namun Shaka masih diam. Seolah otaknya terlambat mencerna kalimat tadi.

Pernikahan Hanindya dan Ustadz Ilyas? Entah kenapa Shaka merasakan dadanya mendadak terasa seperti dipukul sesuatu cukup keras. Shaka perlahan menoleh ke arah Ustadz Ilyas lagi.

1
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Alhamdulillah 🤲
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
aing aja deg degan begini 😩
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
berdoa aja Shaka 🤲
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Aku punya pirasat deh.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
plis tad ulah metong atuh kmha rek kawin teh 😩😨
Anyue: serahkan pada author pasti semua beres 🤭
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
mantap tuh Deni Jang maneh 🤭
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
hah ustadz Ilyas teh mau nikah teh jadi begitu 😩
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
iya jga sih.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
atuh tad kenbae padahal mah ih sok gereget ten aing mah ih 😤
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

"innalillahi wa inna ilaihi raji'un"
Haduuhhhh...gawat kalau sampai ustadz Ilyas meninggal dunia.
🚑🏥👨‍⚕️👩‍⚕️
Ini mah akal²-an Shaka, merubah alur supaya bisa bersanding dengan Hanindya di pelaminan sebagai pengganti calon pengantin laki...😨😰😱
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
mampir jga yah.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Hidup shaka 💪⛳
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Ah teuing hmmm
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
heeh mnh Deni nu kudu siap nanggung dosa si Shaka.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
si Deni di tanya punya hati, nyaho jelema Kitu mah teu gableg hate😤😤 geus kacampur gurig.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Rek naon Ari maneh rek niyeun kerusuhan di pondok pesantren Astagfirullah 🤦
Khumaira Nur Rahma
Shaka kau udah ketahuan sama deni
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bener² terfitnah 😩
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Aduh gimana dong ini 😨
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Baca Al-khafi Shaka insyallah gera.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!