NovelToon NovelToon
Ternyata CEO

Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: My finger

Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

 Dahlia hanya menunduk, merasa seperti sedang di sidang.

 "Nama nya gak sengaja," kata Dahlia hampir tak terdengar

 "kalian sudah kenal dekat?" tanya daren penasaran

 "Nanti Kakak kasih tahu, kamu memang harus tahu karena ini menyangkut kehidupan kakak juga"

 Daren semakin penasaran tapi ia akan meluangkan waktu untuk menunggu. Daren mengambil gelang yang di tangan Kakak nya

 "Ini milik mu, lain kali perhatikan barang mu" ucap daren sambil menyerah kan benda itu pada Dahlia

"Terimakasih ya" Dahlia menerima nya dengan gugup

 Daren mengangguk, pemuda itu terlihat ragu tapi ia sudah mengambil keputusan

"Ini sebagai ganti tas mu yang jelek kemarin. Basah kuyup begitu, mana musim hujan sekarang" kata daren sambil menyerah kan goodie bag orange

Lagi lagi Dahlia menerima nya dengan tangan gemetar. Ia pernah melihat tamu mantan majikan nya membawa goodie bag yang sama. Dan barang itu menjadi bahan sanjungan

 Sedangkan Radit yang melihat adegan itu hanya membuang wajah. Di dalam hati

 Norak,, ckk,,!

 Di waktu bersamaan, Marni keluar menyapu pandangan, mencari keponakan nya. Nampak bayi itu sedang terlelap di gendong Bu siti, istri nya Husen. ada Bu dino tetangga di samping rumah Bu Marni juga menemani.

 "Mbak mar, ini Tania nya" siti mendekati Marni dan menyerah kan Tania

 "Terima kasih ya, maaf kejadian tadi membuat gaduh" ucap Marni menahan malu nya

 "Gak apa apa mbak, justru kami merasa kasihan sama mbak Marni sama Dahlia. kami para ibu ibu di sini menyarankan agar mbak Marni minta cerai saja. yang nama nya kdrt itu sudah termasuk tindakan kriminal, mbak nyawa kita taruhan nya. Bucin nya di singkirkan demi keselamatan jiwa raga"

"Betul sekali mbak mar, hidup cuma sekali. Lagian Dahlia sudah besar. Kasihan anak perempuan satu satu nya sampai babak belur begitu" ucap Bu dino menambah kan

Marni hanya mengangguk angguk. memang sudah semakin tipis keinginan nya untuk mempertahan kan rumah tangga nya. Pesan ibu dan ayah nya dulu saat dia masih gadis seperti nya sudah tak bisa ia genggam lagi.

"Sekali lagi, terimakasih ya Bu, saya permisi" ucap Marni pamit

"Tunggu mbak Marni,! Itu dua cowok ganteng ganteng banget, itu siapa ya? Dept collector bank rontok kah,? atau bank emok,? Tapi kok penampilan nya bagus bagus ya?"

Sekuat tenaga Marni menahan diri nya untuk mengatakan kebenaran nya. Bahwa, pria berjas itu adalah calon menantu nya, sedang kan pria yang lebih muda itu adalah calon adik ipar anak gadis nya. Mereka anak pemilik perusahaan besar

Marni menggigit geraham nya mencegah nya bicara. tak mau koar koar pada hal yang belum pasti. Takut tidak sesuai harapan, malah jadi Boomerang yang bisa membawa malu sampai tujuh turunan. Marni hanya berusaha tersenyum

"Pegawai bank yang mau sita rumah nya mbak mar kali" ucap Bu dino dengan ringan nya

"Hush,,!" tegur Bu siti

Mereka berdua saling cubit karena tiba tiba merasa sungkan. Lagi pula mereka yakin, dugaan mereka benar. pastilah dua laki laki itu penagih.

Di mata mereka Marni adalah keluarga paling miskin di lingkungan mereka. Bahkan sering Marni mencuci pakaian mereka hanya untuk mendapat kan upah.

Itu kenapa sapaan mereka kepada Marni mbak, itu karena mereka sering di suruh suruh.

Tarno hanya duduk melihat istri dan anak nya naik mobil mewah. sedang kan diri nya sendirian dengan barang barang belanjaan Dahlia yang berceceran.

Laki laki itu memungut barang itu satu persatu. Dengan rakus nya ia memakan aneka Snack yang di beli Dahlia. Otak nya berkelit dan berfikir

"Aku harus menyiapkan jaring yang besar" desis nya sembari mengunyah

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!