Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Ana mencari alasan kepada rekan kerjanya untuk kembali izin, Ana membuat alasan jia ia harus bertemu dengan dosennya untuk masalah skripsi.
Begitu sampai dikamar Nathan, Nathan kembali menciumi bibir Ana.
Mereka kembali berciuman dengan mesra, seakan mereka lupa masalah yang hampir membuat mereka bertengkar.
Nathan melepaskan kemeja biru miliknya, melemparkan asal ke lantai.
Ana sudah terbaring pasrah diatas ranjang, ia melihat tubuh Nathan yang kekar membuat dirinya semakin tak bisa mengontrol dirinya.
" Kamu beneran yakin ? "
" Iyah Nat, tapi ga sampai... "
" Iya aku tau soal itu Ana "
Ana mengangguk dan Nathan kembali mencium bibir Ana.
Ana tau ini salah, tapi Ana juga mau membuktikan jika dirinya memang mencintai Nathan.
" Nat mmhh.. "
Nathan mulai menciumi leher Ana, Ana mencengkram pundak Nathan.
Satu persatu kancing kemeja Ana mulai terbuka, Nathan menatap wajah Ana sekejap.
" Mmhh Nathan "
Kedua benda bulat itu mulai menjadi mainan Nathan, sesekali Nathan meremasnya pelan ia dan ia juga memasukkan kedalam mulutnya.
" Ahh Nat " Ana menjambak rambut Nathan
Nathan kembali menciumi bibir Ana, dengan celana keduanya yang masih menempel Nathan menggesekkan dari luar.
Ana mendorong tubuh Nathan hingga terlentang disamping dirinya, kini Ana lah yang berada diatas Nathan.
Nathan melepaskan kemeja Ana yang masih menempel, hingga kini Nathan bisa melihat dua benda itu dengan bebas.
" Na... " ucap Nathan saat tangan Ana mulai menuruni resleting celana Nathan
" Emang ga sakit Nat ? " ucap Ana sambil memainkan dengan tangan
" Sedikit Na "
Sambil berciuman tangan Ana mengusap benda keras itu, Nathan dengan penuh nafsu melumat bibir Ana.
" Ahh " desah Nathan tak tertahankan
" Kamu mau Na ? " tanya Nathan sambil menatap Ana yang berada disebelahnya
" Mau apa Nat ? "
Nathan mengusap paha Ana yang masih terbungkus dengan jeans, Ana meneguk Salivanya kasar.
" Kita sepakat untuk engga kan Nat " jawab Ana gugup
" Dengan jari " bisik Nathan
Ana menatap Nathan sejenak sebelum ia menjawab.
" Hmm " Ana mengangguk
Tangan Nathan mulai sigap melepas jeans Ana, ia membuka apapun kain yang masih menempel.
Nathan kembali berada diatas, kembali menciumi bibir Ana.
" Nat.. Aaahh " tangan Nathan mengusap lembut daging kecil itu
" Ya Nat mhh ahh "
Diusia Nathan saat ini dirinya memang membutuhkan belain dari seorang wanita, tapi Nathan juga tak ingin mengambilnya sebelum ia menikahi Ana.
Ana bukan perempuan yang polos, ia sendiri pun tau. Bahkan disaat akan datang masa bulannya, Ana memuaskan dirinya sendiri.
" Nat ahh " satu jari Nathan masuk
Ana meraih beda keras itu, sambil memainkan dengan tangannya ia juga menikmati permainan Nathan.
Ana mendorong Nathan hingga kembali terlentang, Ana pun menindih tubuh Nathan
" Anaaa ahh Na " desah Nathan begitu Ana menggesek miliknya pada milik Nathan
" Nat ahh mhh Nat "
" Kamu nakal ya " ucap Nathan sambil menikmati permainan Ana
" Kamu juga Nathan "
" Cantik, kamu cantik sekali Ana. Aku bisa gila kalau ga sama kamu "
" Aku juga ahh aku juga mau sama kamu Nathan, jangan tinggalin aku Nat "
" Ahh Ana ahh "
" Nathan ahh mau ahh "
Ana lebih dulu sampai, ia menumpahkan diatas Nathan.
Nathan mendorong Ana pelaan, tak lama Nathan juga sampai kepuasannya.
Ini hal gila pertama bagi Ana maupun Nathan, Ana benar benar tak bisa menahan dirinya lagi.
....
Malam hari di kursi diarea balkon. Ana maupun Nathan, keduanya sama sama canggung.
Ana merasa malu, ia takut jika Nathan berpikir yang aneh tentang dirinya.
" Maaf soal tadi pagi ya Na sama sore tadi " ucap Nathan memulai percakapan
" Ya tapi gara gara kamu absenku kosong Nat, dan gaji aku juga di potong "
" Yaudah maaf maaf ya sayang "
Ana yang sejak tadi menunduk, ia langsung menatap Nathan.
" Nat.. " panggil Ana
" Ya kenapa sayang ? "
" Jangan tinggalin aku ya Nat, kita jalanin semuanya bareng bareng ya "
" Engga Na aku ga akan ninggalin kamu, kecuali kamu yang minta aku buat ninggalin kamu Na. Aku udah sayang banget sama kamu, bahkan aku gatau gimana nanti kalau ga sama kamu"
" Tapi Nat, gimana sama keluarga kamu ? gimana kalau mereka ga setuju, gimana kalau mereka ga suka sama aku "
" Itu biar jadi urusan aku Ana, aku akan ada didepan bela kamu Na "
" Aku beruntung Nat punya kamu, makasih banya
k untuk semuanya. Aku gatau harus lakuin apa buat balas kebaikan kamu "
" Yang harus kamu lakuin, kamu tunggu aku, kamu jangan tinggalin aku, dan nikah sama aku Na. Aku mau nikah sama kamu, kita bangun keluarga, kita punya anak nanti"
" Kamu mau punya anak berapa Nat ? "
" Hmm ya gausah banyak lah, 5 cukup "
" Nathan, itu banyak banget. Engga mau, aku mau 2 aja. 1 perempuan 1 laki laki "
" Yaudah 2 deh , jadi kalau kita pacaran atau lagi mesra Mesran ga ada yang ganggu "
" Nathan nih ya jahat ihh "
Malam itu keduanya pun menikmati bersama, Nathan benar benar yakin untuk menikahi Ana ia siap jika harus menentang keluarganya