NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Gila Di Alam Kiamat

Transmigrasi Gadis Gila Di Alam Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Hari Kiamat / Fantasi Timur
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[kiamat + ruang dimensi + wanita tangguh]
oh yeah, untuk jodoh Lin yan mungkin akan penuh plot twist dan tidak seperti novel pada umumnya yang pria mana yang bersama Lin yan bisa jadi itu jodohnya, nah bukan ya jadi jodohnya mungkin akan terlambat atau apakah selama ini berada di sekitarnya? tidak ada yang tau bagaimana jodoh si gadis gila akan muncul.

Sinopsis :
Bagaimana jika seorang gadis dari rumah sakit jiwa bertansmigrasi ke novel kiamat? apakah dia akan mengacaukan alur cerita novel atau mengikuti alur novel itu?

kehidupan Lin Yan si gadis gila dari rumah sakit jiwa dengan sifat psikopat gila akan memenuhi hari dengan kegilaan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

melihat protagonis wanita

Pagi itu, langit cerah. Tidak ada misi, tidak ada teriakan sistem, tidak ada zombie yang perlu dibantai. Lin Yan duduk di atas atap gedung pertokoan di pusat kota, kakinya menjuntai santai, permen lolipop rasa stroberi di mulut.

rokoknya udah di sita sama sistem dan bahkan yang dia simpan diam-diam juga disita. walaupun awalnya dia cukup kesal tapi sistem yang gak mau melihat tuannya yang mengamuk lalu memotong-motong sesuatu jadinya dia memberikan lolipop saja.

Rambut pendeknya berantakan tertiup angin. Kaos oblong hitam longgar, celana olahraga biru tua, sepatu bot hitam anti kotor dengan penampilan standar seorang gadis malas yang sedang tidak ingin diganggu.

【Kau yakin tidak mau bantu mereka?】 suara Sistem Xiyue muncul pelan, tidak seperti biasanya.

Lin Yan mengisap permennya, membuat suara klik kecil. "Bantu siapa?"

【Di bawah sana. Kelompok Gu Beichuan. Mereka sedang membersihkan zombie dan menyelamatkan penyintas.】

Lin Yan menunduk, mengamati jalan di bawah. Dari ketinggian 8 lantai, ia bisa melihat semuanya dengan jelas.

Di jalan utama, sekelompok zombie level 2 dan 3 sedang dikepung oleh pasukan militer pangkalan Sudan. Gu Beichuan memimpin dari depan, petir biru menyambar-nyambar, membakar zombie satu per satu. Wang Lei menghantam dengan kekuatan fisik, Hu Feng menciptakan angin puyuh kecil untuk mengacaukan barisan zombie, Chen Jie di belakang memberikan informasi posisi musuh lewat telepati. Zhao Ming mengamankan area dengan peralatan komunikasi.

Tim mereka kompak, efisien, dan... membosankan.

Lin Yan menguap.

【Kau tidak tertarik?】

"Tidak. Mereka bisa handle sendiri, kalau gak bisa ya nasib mereka sendiri."

Tapi matanya tetap mengamati. Bukan karena tugas, bukan karena misi, tapi karena di antara pasukan militer itu, ada sekelompok penyintas yang baru saja diselamatkan. Mereka berlari ke arah truk evakuasi, wajah penuh ketakutan dan kelegaan.

Dan di antara mereka, seorang wanita menarik perhatiannya.

Rambut hitam panjang sebahu, wajah cantik dengan mata bulat yang indah nya penuh ketakutan tapi tetap berusaha tenang. Pakaiannya sederhana dari jaket biru, jeans, sepatu kets. Ia menggandeng seorang anak kecil, melindunginya dari kerumunan. cukup cantik dengan pinggang rampingnya bagaikan seorang model, mungkin karena dia sedikit kotor tapi jika dia bersih mungkin akan memikat banyak pria.

【Lin Yuxi. Protagonis wanita.】

Lin Yan mengangkat alis. "Oh? Itu dia?"

【Iya. Punya kemampuan ruang. Belum aktif sepenuhnya mungkin akan aktif setelah dia sudah bergabung ke pangkalan. Ngomong-ngomong sebentar lagi dia akan bertemu Gu Beichuan secara langsung.】

"Dan jatuh cinta pada pandangan pertama?"

【Sepertinya begitu. Sesuai alur novel.】

Lin Yan mengisap permennya, menatap pemandangan di bawah dengan ekspresi datar.

Di bawah, kekacauan perlahan mereda. Zombie terakhir tumbang di tangan Gu Beichuan. Pasukan mulai membersihkan medan, mengumpulkan kristal, memeriksa penyintas yang terluka.

Lin Yuxi berdiri di dekat truk, masih menggenggam tangan anak kecil itu. Matanya tertuju pada satu sosok yaitu Gu Beichuan, yang sedang berdiri di tengah jalan, petir biru masih menyala samar di tangannya. Cahaya matahari pagi menyinari tubuhnya, membuat siluetnya tampak seperti pahlawan dari cerita dongeng.

Lin Yan melihat ekspresi Lin Yuxi dari atas. Mata wanita itu berbinar, pipinya sedikit merah, bibirnya terbuka sedikit. Ekspresi yang sangat familiar seperti ekspresi orang yang baru saja jatuh cinta.

"Ah, itu ekspresinya," gumam Lin Yan, setengah bergumam. "Cinta pada pandangan pertama. Sama seperti di novel."

【Kau tidak iri?】

Lin Yan tertawa kecil. "Iri? Buat apa? Aku punya adik tampan ku sendiri di rumah."

【...Bukan maksudku begitu.】

"Iya, aku tahu." Lin Yan mengisap permennya. "Tapi serius, lihat dia. Wajahnya kayak baru lihat pangeran berkuda putih. Padahal yang dilihat cuma pria dengan rambut klimis dan petir di tangan."

Dari atas, ia melihat Gu Beichuan berjalan mendekati kelompok penyintas. Matanya yang dingin meneliti satu per satu, memastikan tidak ada yang terluka parah. Saat matanya bertemu dengan Lin Yuxi, ia berhenti sejenak.

"Kau terluka?" tanyanya singkat.

Lin Yuxi menggeleng cepat dengan wajah sedikit memerah. "T-Tidak. Aku baik-baik saja. Anak ini yang butuh pertolongan."

Gu Beichuan mengangguk, lalu memanggil tim medis. Ia tidak menatap Lin Yuxi lebih lama, langsung beralih ke penyintas lain.

Tapi Lin Yuxi tetap menatap punggungnya, matanya masih berbinar.

"Drama romansa klasik," komentar Lin Yan dari atas. "Pria dingin yang cuek, wanita yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Nanti akan ada adegan di mana dia nyaris mati, lalu diselamatkan, lalu mereka berdua berpelukan di tengah hujan atau gak ceo dan y/n oh bukan tapi komandan militer dan y/n"

【Kau sinis sekali.】

"Bukan sinis. Tapi realistis." Lin Yan mengganti permen di mulutnya dengan yang baru mungkin rasa anggur. "Tapi ya sudahlah, bukan urusanku."

Ia bersandar di pembatas atap, menikmati pemandangan. Dari ketinggian, ia melihat tim medis merawat para penyintas, Hu Feng menggoda beberapa gadis dengan senyum playboynya, Wang Lei mengangkut kristal zombie ke dalam truk, dan Gu Beichuan berbicara dengan Chen Jie tentang rute evakuasi.

Semua berjalan teratur. Semua berjalan sesuai rencana.

"Membosankan," gumam Lin Yan.

【Kau tidak turun? Kenalan gitu dengan protagonis wanita?】

"Buat apa? Aku bukan karakter dalam novel mereka. Aku cuma penonton."

【Tapi kau juga bagian dari dunia ini.】

"Bagian yang malas." Lin Yan menguap. "Lagipula, kalau aku turun, aku akan merusak adegan romantis mereka. Lihat, sebentar lagi dia akan mendekat lagi."

Benar saja. Di bawah, Lin Yuxi memberanikan diri mendekati Gu Beichuan. Ia membawa botol air mineral, menawarkannya dengan tangan sedikit gemetar.

"K-Komandan, minum dulu. Kau pasti lelah."

Gu Beichuan menatap botol itu, lalu ke wajah Lin Yuxi. Ia menerima botol itu dengan anggukan singkat. "Terima kasih."

Lin Yuxi tersenyum cerah, wajahnya berseri. Gu Beichuan tidak menanggapi senyum itu, langsung minum dan kembali ke tugasnya. Tapi Lin Yuxi tidak kecewa dan ia malah tersenyum lebih lebar, seperti mendapatkan hadiah besar.

"Lihat itu," kata Lin Yan. "Dia senang cuma karena dilihat sebentar. Tragis banget."

【Kau pernah jatuh cinta?】

Lin Yan berpikir. "Pernah. Sama perawat di RSJ. Cantik banget, rambut panjang, suka kasih aku permen." Ia mengisap permennya. "Tapi dia pindah setelah tiga bulan. Aku lupa wajahnya."

【...Itu bukan jatuh cinta kocak. Itu lapar perhatian namanya.】

"Mungkin." Lin Yan mengangkat bahu. "Tapi setidaknya aku pernah merasakan."

Satu jam berlalu. Operasi penyelamatan selesai. Para penyintas sudah naik ke truk, pasukan mulai bersiap pulang. Gu Beichuan berdiri di depan rombongan, memberi arahan terakhir.

Lin Yuxi duduk di dekat truk, menggandeng anak kecil itu. Matanya masih tertuju pada Gu Beichuan, tidak pernah berpindah.

Hu Feng yang melihatnya terkekeh. "Komandan, ada yang ngeliatin terus tuh."

Gu Beichuan menoleh sekilas, lalu kembali ke peta. "Fokus tugas."

"Iya, iya." Hu Feng tersenyum usil, lalu melirik ke arah Lin Yuxi dan melambai kecil. Lin Yuxi tersipu, menunduk.

Dari atas atap, Lin Yan mengamati semua itu dengan permen stroberi baru di mulut.

【Mereka akan segera pergi. Kau masih tidak mau turun?】

"Tidak mau, malas."

【Setidaknya kenalan. Siapa tahu berguna nanti.】

"Berguna?" Lin Yan tertawa kecil. "Aku sudah punya ilmuwan pertanian, ilmuwan biologi. Sekarang butuh apa? Ilmuwan cinta?"

【...Kau benar-benar tidak tertarik.】

"Bukan tidak tertarik." Lin Yan berdiri, meregangkan tubuh. "Tapi aku bukan karakter pendukung dalam novel mereka. Aku punya ceritaku sendiri."

Ia melihat ke bawah sekali lagi. Gu Beichuan sudah naik ke kendaraan utama, Lin Yuxi naik ke truk bersama penyintas lain, dan rombongan mulai bergerak.

Tapi sebelum mobil bergerak, Gu Beichuan menoleh ke belakang. Matanya mengarah ke atap gedung, tempat Lin Yan berdiri.

Lin Yan tidak bergerak. Ia hanya berdiri di sana, kaos hitam berkibar tertiup angin, rambut pendek berantakan, permen lolipop di mulut.

Mata merah delima bertemu mata hitam pekat.

Gu Beichuan menatapnya beberapa detik. Lalu ia mengangguk kecil seperti sapaan singkat, tanpa kata.

Lin Yan tidak membalas. Ia hanya mengisap permennya, lalu berbalik.

【Dia melihatmu.】

"Iya."

【Dia tahu kau di sana dari awal.】

"aku tau itu."

【Kenapa tidak turun juga?】

"malas"

Lin Yan berjalan ke tengah atap, membuang bungkus permen ke saku bukan ke lantai, karena sistem akan marah soal sampah. Ia tersenyum kecil.

"Karena aku bukan protagonis wanita. Aku bukan Lin Yuxi. Aku tidak butuh pangeran berkuda putih seperti itu."

Ia melompat turun dari atap, bukan teleportasi, tapi lompatan biasa. Tubuhnya melayang di udara, lalu mendarat ringan di atap bangunan sebelah. Langkahnya cepat, berlari dari satu atap ke atap lain, meninggalkan pusat kota yang mulai sepi.

Dari kejauhan, Gu Beichuan melihat sosok hitam itu menghilang di antara gedung-gedung. Ia menghela napas, lalu fokus kembali ke jalan.

Hu Feng yang duduk di sampingnya bertanya, "Komandan, lihat apa?"

"Tidak ada."

"Tadi kayak ada orang di atap—"

"Tidak ada." Gu Beichuan memotong tegas. "Fokus jalan."

Hu Feng cemberut, tapi tidak berani protes.

Di dalam truk penyintas, Lin Yuxi duduk di dekat jendela, masih memegang tangan anak kecil itu. Matanya menatap ke luar, sesekali melirik ke kendaraan utama di depan.

Ia tersenyum kecil, mengingat bagaimana Gu Beichuan menerima botol air darinya. Tatapan dinginnya, suara dalamnya, caranya berdiri tegap di tengah kekacauan.

"Seperti pangeran," bisiknya pelan.

Anak kecil di sampingnya mendongak. "Kakak bilang apa?"

"Tidak apa-apa." Lin Yuxi mengusap rambut anak itu. "Kita akan aman sekarang."

Di atap gedung terakhir sebelum hutan, Lin Yan berhenti berlari. Ia duduk di ujung pembatas, mengeluarkan permen lolipop baru mungkin rasa jeruk dari saku.

【Kau tidak ingin terlibat dalam alur cerita mereka?】

"Tidak." Lin Yan membuka bungkus permen, memasukkan ke mulut. "Biarkan mereka menjalani kisah cinta klasik mereka. Aku cukup jadi penonton."

【yah tapi kamu setidaknya sudah terlibat sedikit alurnya, Kadang aku tidak mengerti pikiranmu.】

"Kadang aku sendiri juga tidak mengerti." Lin Yan tersenyum kecil. "Tapi yang aku tahu, aku punya adik di rumah yang masaknya enak, bioskop yang menunggu, dan makhluk hidup yang ku pungut itu setidaknya mereka berguna. Itu sudah lebih dari cukup."

Ia berdiri, meregangkan tubuh. Di depan, hutan Gunung Qingcheng terbentang hijau. Di balik hutan itu, kastilnya menunggu.

"waktunya pulang."

Lin Yan melompat, bukan teleportasi, tapi lompatan dari atap ke dahan pohon tertinggi, lalu berlari di atas kanopi hutan. Kakinya ringan, tubuhnya lincah, dan di mulutnya, permen rasa jeruk terasa manis.

Sistem Xiyue diam, hanya mengamati. Kadang ia berpikir, mungkin Lin Yan benar. Tidak semua orang harus menjadi protagonis. Tidak semua orang harus menjadi pahlawan.

Kadang, menjadi penonton yang bahagia sudah cukup.

Di kastil, Lin Feng sedang memasak makan malam. Ia mendengar suara jendela dibuka, lalu kakaknya masuk dengan permen di mulut dan senyum puas.

"Jie, dari mana?"

"Jalan-jalan." Lin Yan menjatuhkan diri di sofa. "Besok kita tanam sayuran dan buah-buahan"

Lin Feng terkejut. "Jie mau nanam? Selama ini tanah subur dibiarin aja!"

"Biar yang ku pungut kemarin yang nanam. Aku cuma nonton aja."

"...Itu bukan nanam namanya."

Lin Yan tertawa kecil. "Tapi seru, kan? Ada yang kerja, kita lihat hasilnya."

Lin Feng menghela napas, tapi tersenyum. "Iya, Jie. Terserah Jie."

Di luar, matahari mulai terbenam. Di dalam kastil, Lin Yan berguling di sofa, permen di mulut, menunggu makan malam.

Di pangkalan militer, Gu Beichuan duduk di ruang komando, matanya tertuju pada peta. Tapi pikirannya melayang ke sosok di atap gedung dengan kaos hitam, rambut pendek, permen di mulut, mata merah yang tidak pernah pudar.

Ia menggeleng kecil, lalu kembali fokus.

Di area penyintas, Lin Yuxi duduk di tenda darurat, menggenggam botol air mineral yang sama sejak tadi. Ia tersenyum, memikirkan pria dengan petir di tangannya.

Tiga orang, tiga cerita berbeda.

Dan semuanya berjalan sesuai jalannya masing-masing.

1
XIA LING
bagus sih, cocok untuk orang yang suka protagonisnya pria nya telat jadi gak ketebak gittuu cerita nya
azka Heebat
double up thorr masih kurang /Sob/
nana
rekomendasi banget untuk peminat cerita kiamat, seru banget pokonya. soalnya si Lin yan ini kayak gila tapi sadar gimana ya dan ceritanya juga gak mudah di tebak, bagus pokoknya 🫶😍
nana
ceritanya bagus banget kak😍😍, maaf ya aku masih akun baru jadi gak bisa kasih gift 😭😭
Ellasama
up lagi dong, yg banyak y kak💪/Determined/
Weeks
thor jangan lupa update yaa 🤭
Weeks
Aku bakal rajin nunggu eps baru nya thor 🤭 semangat thor 💪
Weeks
seru banget cerita ny, wajib baca novel ini masa enggk baca padahal bagus loh 🤭
Ellasama
alurnya still good n selalu semangat buat karya dengan tema seperti ini👍🏻/Determined/
Ellasama
bagus👍🏻
Ellasama
makasih Thor udah up tetap semangat 💪/Determined/
Ellasama
kak kapan update lagi? dah gak sabar ni
Ellasama
semangat up ny jgn patah semangat pembaca setiamu ini akan selalu menanti dan terus mendukung dengan like Koment dan Gift 💪/Determined/
Ellasama
padahal novel ny sebagus ini tp kok gak ada yg baca y?/NosePick/
azka Heebat: iya bagus
total 1 replies
Ellasama
makin penasaran siapa yg jadi pasangan nya si Lin yan/NosePick/
Ellasama
yang s mangat💪
Ellasama
logika lurus yg patut dipertahankan di banyak novel bertema kan akhir dunia/Determined/
Ellasama
lanjut 💪 makin dibaca makin seru gila💪😊
Ellasama
seruu banget, yg belum baca diwajibkan baca seru banget alurnya beda dari kebanyakan novel bertema Apocalypse 💪😘
Ellasama
lanjut thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!