NovelToon NovelToon
Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Dikhianati... Kemudian dibunuh...

Siapa sangka, kematian menjadi awal bagi Lea La Bertha- seorang ahli racun- mengetahui kebenaran yang selama ini ditutupi sang kekasih.

Kehidupan kedua yang ia dapatkan membuat dirinya memilih jalan berbeda dengan bergabung dalam lingkaran dunia mafia.

"Jika aku memintamu membunuh seseorang, apa kau akan melakukannya?" Angkasa.

"Jadikan aku sebagai tangan kananmu. Maka, aku akan lakukan semua perintahmu tanpa terkecuali," Lea.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang ia bawa, Lea bertekad mengubah takdirnya. Tetapi ia tidak pernah menyangka, perubahan itu justru membuka rahasia besar dari kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Lalu, bagaimana jika cinta hadir diantara mereka? Akankah Lea percaya pada 'Cinta'?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Hitung-hitungan.

"Terima ..."

"Terima ..."

"Terima ..."

Suara teriakan para mahasiswi menggema memenuhi udara. Tatapan mereka berbinar menyaksikan adegan romantis yang tidak pernah mereka bayangkan akan mengalaminya, semua berangan-angan berada di posisi Lea saat ini.

Pria berwajah tampan dengan penampilan menawan, buket bunga, dan berlutut dengan satu kaki sambil mengangkat kotak beludru berisi cincin. Itu impian semua wanita, setidaknya itulah yang mereka pikirkan.

"Terima, Lea. Bukankah kamu sudah menyukai Sam sejak lama?" ucap Sania.

"Sepertinya urat malu kalian berdua sudah putus ya?" celetuk Thalia sebelum Lea sempat membuka suara. Suaranya datar, juga tidak terlalu keras, tetapi cukup untuk di dengar mereka yang berada di sekitar. "Atau kalian memang tidak memilikinya sejak awal?" imbuhnya melipat kedua tangan, menatap Sania dan Samuel bergantian.

Sorakan mereka perlahan meredup, lalu berhenti sepenuhnya, meninggalkan keheningan yang terasa begitu panjang bagi semua orang.

"Kau ..."

Sania mendesis kesal, satu tangannya terangkat bersiap untuk menjangkau Thalia yang berdiri di samping Lea di sisi berbeda dengan dirinya. Namun, sebelum tangannya berhasil menyentuh Thalia, tangan Lea bergerak lebih cepat mencengkram pergelangan tangannya, kemudian menurunkannya perlahan.

"Kau ingin menindas sahabatku di depan mataku, Sania?" Lea menoleh, memberikan tatapan dingin pada Sania yang membuat wanita itu melangkah mundur. "Cobalah untuk menindasku lebih dulu sebelum kamu melakukan itu pada sahabatku. Itupun jika kau mampu melakukannya."

"A-aku ..." Sania melangkah mundur sekali lagi, hingga posisinya kini berada di samping Samuel yang masih berlutut.

"Kenapa?" batin Sania. "Kenapa sekarang Lea terus melawan? Dan tatapan matanya ...membuatku merinding."

Pandangan Lea beralih pada Samuel, turun ke cincin dalam kotak beludru di tangan pria itu, kemudian kembali ke wajah Samuel tanpa memiliki niat untuk mengeluarkan tangannya dari saku jaket.

"Kenapa sekarang?" ucap Lea dalam hati, bingung dengan alur cerita yang kembali berubah. "Pernyataan perasaan Sam harusnya terjadi saat upacara kelulusan, setelah acara lelang batu dan setelah ia mengungkapkan identitas bahwa ia adalah ahli racun. Tapi kenapa di kehidupan sekarang justru terjadi sebelum perlelangan?"

"Perubahan alur apa lagi yang akan terjadi nanti?" benaknya berpikir.

Lea mengenyahkan sementara apa yang kini mengganggu pikirannya. Mempertahankan wajah tenangnya saat netranya bertemu dengan Samuel.

"Terima kasih, Sam," kata Lea. Suaranya terdengar jelas, tenang dan jernih di telinga semua orang yang masih berkumpul. "Untuk perasaanmu, juga niatmu yang sangat ...kreatif."

Samuel tersenyum, begitu pula dengan Sania. Mereka berpikir jika Lea akan kembali menjadi mainan yang bisa mereka mainkan kapan saja.

"Lea tetaplah Lea," batin Sania dengan senyum kemenangan.

"Tapi maaf," Lea kembali berbicara, meleburkan senyum di bibir Sania. "Bukan aku yang seharusnya menerima lamaranmu, tapi Sania. Bukankah begitu?"

"Apa maksudmu berkata begitu, Lea?" tanya Samuel, tangannya yang menggenggam bunga mengerat. "Kamu yang aku cinta, bukan Sania."

"Tentang apa maksudku, kamu yang lebih tahu. Tapi untuk menerima lamaranmu ..." Lea menggeleng. "Maaf, aku tidak tertarik."

Hening.

Semua orang yang masih berkerumun diam tanpa suara. Mereka bahkan tidak berani untuk sekedar berbisik satu sama lain untuk bertanya apa yang terjadi sebenarnya. Mereka semua tahu, Lea menyukai Samuel. Tapi mereka tidak tahu apa yang Samuel sembunyikan.

"Kamu berubah sejak bergaul dengan si kacamata di sampingmu, Lea," Sania angkat bicara. "Harusnya kamu ingat, Sam sudah menyelamatkanmu saat kamu tenggelam, dan ini balasanmu? Kamu tidak tahu terima kasih."

"Oh ... Sam menyelamatkanku? Benarkah?" alis Lea terangkat. Pandangannya beralih dari Samuel ke Sania, lalu kembali ke Samuel dengan senyum tipis tersungging di bibir. "Kenapa itu terdengar berbeda dari pengakuan yang pernah Sam berikan padaku?"

Wajah Samuel mulai memucat, ia segera berdiri. Bayangan tentang Lea mengatakan yang sebenarnya di depan semua orang membuat hatinya dilanda rasa panik. Ia tidak ingin menanggung malu.

"Apa maksudmu?" tanya Sania tak mengerti. "Pengakuan apa?"

"Jika bukan dia yang-..."

"Lea," Samuel menyela cepat, memotong kalimat yang akan Lea ucapkan.

"Aku minta maaf jika aku melakukan kesalahan. Tapi, yang aku katakan benar. Aku mencintaimu, aku ingin kamu menikah denganku."

"Kamu ingin, tapi aku tidak," jawab Lea tegas.

Semua orang terperangah. Kali ini mereka gagal menutupi keterkejutan di wajah mereka, tak satupun dari mereka menyangka Samuel akan di tolak mentah-mentah dua kali.

"Apakah itu karena pria tua yang kini memeliharamu lebih kaya dariku?" sambut Samuel pedas.

"Setidaknya, pria yang kau sebut tua lebih tampan dan kaya darimu. Jadi, kenapa tidak?" jawab Lea mengeluarkan kedua tangannya dari saku jaket dan melipatnya di depan dada.

"Jaga bicaramu, Lea!" sentak Samuel meninggikan suaranya. "Semua yang kamu miliki, semua yang kamu pakai, dan semua yang kamu gunakan sejak orang tuamu tiada, itu berasal dariku."

"Oh ...jadi, sekarang kau mau hitung-hitungan? Boleh saja." Lea melangkah maju, menyisakan jarak satu langkah di depan Samuel.

"Semua proyek milikmu, aku yang selesaikan hingga kau bisa naik jabatan dalam waktu singkat di Kalva Company. Dan untukmu," pandangan Lea beralih pada Sania. "Nilai A dari tugas kuliahmu, aku yang kerjakan."

"Kau membual!" bantah Sania dan Samuel bersamaan dengan nada panik.

"Bukti? Aku memilikinya. Akun bahkan bisa menyebarkannya di forum kampus jika kamu merasa ketebalan di wajahmu masih kurang."

Wajah keduanya memucat serempak. Merasa telah salah bicara. Dalam benak mereka, Lea masi sama seperti Lea yang dulu jika

"Satu dipecat, satu ditegur dosen, dan sekarang kalian menggonggong di depan otak yang membuat kalian naik pangkat. Hebat ..." celetuk Thalia sambil bertepuk tangan.

"Jika ditotal ..." Lea melanjutkan, satu tangannya terangkat dengan jemari yang bergerak, menghitung. "Mulai dari pengerjaan proyek ...konsultasi ...dan bonus yang kau dapat hasil dari kerja kerasku, ditambah dengan tugas kampus Sania, harusnya kalian memberiku uang lebih. Bukan hanya memberiku barang mati."

Hening.

Wajah keduanya semakin pucat, bisik-bisik mulai terdengar. Sebagian mempertanyakan kebenaran dari apa yang Lea ucapkan, sebagian lagi mencibir, membenarkan sikap Lea yang memilih untuk menjauh dari Sania serta Samuel.

"Kau meratukanku untuk memanfaatkanku, Sam. Tapi dia meratukanku tanpa aku minta. Jika aku lebih memilih bersama dia, harusnya kamu berkaca." ucap Lea kembali memasukkan kedua tangan ke saku jaket.

"Lia, kita pergi sekarang. Jemputan kita sudah datang."

Lea melenggang pergi begitu saja meinggalkan Samuel dan Sania.

Di bawah tatapan Samuel serta Sania dan para mahasiswa yang masih berkumpul, Thalia masuk ke dalam mobil mewah yang segera dibukakan pintu bagian penumpang oleh sosok pria berperawakan besar yang sudah beberapa kali mereka lihat. Sementara Lea masuk ke mobil berbeda dengan perlakuan sama oleh sosok pria yang belum pernah mereka lihat.

"Lea ...." Samuel mengepalkan kedua tangan di sisi tubuhnya, masih tidak percaya dengan perubahan sikap Lea.

"Dia pasti hanya akting." ucap Sania seraya mendaratkan satu tangannya di lengan Samuel. "Lea mencintaimu sejak lama, tidak mungkin dia berubah begitu saja. Dia hanya ingin main tarik ulur untuk menarik perhatianmu."

Kepalan tangan Samuel melonggar, lalu tersenyum. "Kamu benar. Cepat atau lambat, Lea akan kembali padaku dan mengemis padaku."

. . .

. . . .

To be continued...

1
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
eehhh, yg pertama lagi🤭
Zhu Yun💫
Ceritanya maksa nih ye... 🤭🤧🤧🐍🐍🐍
Zhu Yun💫
nggak.... sibuk mikirin kamu soalnya 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Dekati lebih dalam, resapi, dan tanyakan... nanti kamu akan tahu jawabannya 🤭🤣🤣✌️
kymlove...
langsung nikah aja nih angkasa🤣🤣
Patrick Khan
sat set ya angkasa rea keburu di ambil orang😂😂😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
angkasa : kamu nanyeeaakkkk?? kamu bertanya-tanya??
Zenun
akankah Lea mau nikah dengan si bos? 🤭
j4v4n3s w0m3n
angkasa gercep amat🤭
Dewi Payang
Wew...😂
Dewi Payang
Ternyaya babang perduli......🤭
Dewi Payang
Ternuata itu demi Angkasa.....🤭
Dewi Payang
wajahny/wajahnya....
Zhu Yun💫
Cerita ini menawarkan alur yang menarik dan penuh kejutan, menggabungkan tema kelahiran kembali, balas dendam, dan dunia gelap mafia. Lea mendapatkan kesempatan kedua hidup setelah dikhianati, dan bertekad mengubah nasibnya—namun justru menemukan rahasia besar masa lalu orang tuanya. Interaksi antara Lea dan Angkasa menimbulkan ketegangan dan pertanyaan besar : apakah kepercayaan dan cinta masih mungkin ada di tengah dunia yang penuh bahaya dan kepalsuan? Cerita ini seru, penuh misteri, dan cocok bagi pembaca yang menyukai kisah dengan karakter kuat dan alur yang tak terduga.
Zhu Yun💫
Kan.. Kan... dirimu gampang tegang 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Dirimu saja yang terlalu tegang... setengang anunya 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Ngarep banget dicemburuin 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Mending kamu jangan banyak berharap, Sam... yang pasti kamu bakal kecewa iya 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Jiwa kepo angkasa kian meronta-ronta 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Lea : Dalam mimpimu 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!