Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan ku
"kak, aru ngga jadi ikut ya, nih mama minta temenin ke rumah makan 4 serangkai" ujar aruna saat mereka akan bersiap pulang
"ow, ya udah. Hati-hati ya... " pesan ethan pada adik kesayangannya
"beres... Aru duluan ya" pamit aruna dan langsung berlari meninggalkan ethan
"loh, kak aru ngga jadi ikut..?" tanya ghaly yang baru datang dan melihat aruna pergi dengan berlari
"engga, mama rora minta temenin ke rumah makan katanya"
"ya ampun, tadinya ghaly yang diminta temenin mama kak, cuma karena kita ada janji mau nongkrong ghaly nolak. Ternyata mama malah minta kak aru nemenin" jelas ghaly
"biarin aja lah, lagian kita semua cowo. Ngga enak juga kalo aruna ikut kita"
"iya juga sih..."
.
"Siang tante anya..." sapa aruna saat ia sudah sampai dan berdiri di meja kasir
"siang juga cantik, tumben nih mampir sendirian..?" tanya nya tak kalah ramah pada salah satu anak pemilik rumah makan 4 serangkai
"mama rora minta ditemenin tante, makanya aru sendiri sekarang, mama udah dateng belum?" jelas aruna sambil bertanya keberadaan adik papinya itu
"sudah sekarang ada di ruangan utama, tadi ibu pesen kalau queen datang bisa langsung ke ruangan" jawab tante anya ramah
"tar dulu deh tan, refres otak dulu sebelum bantuin mama buat berpusing-pusing hehe..." ujar aruna asal
Aruna melihat sekeliling, namun pandangan nya berhenti pads satu titik dan berjalan ke arah sana tanpa aruna sadar dan mendengarkan obrolan mereka
"saya caroline wakil dari perusahaan Sejahtera" wanita itu memperkenalkan dirinya
"paul...." yudis menatap sekretaris sekaligus asistennya untuk memastikan sesuatu
"saya tidak tau pak, tidak ada konfirmasi sebelum nya, maaf nona caroline, karena sesuai jadwal kami akan meeting dengan perusahaan sejahtera dan di wakilkan oleh pak bagus juga sekretarisnya" walau kesal juga, paul berusaha ramah untuk perusahaan nya
"benar pak, tapi tiba-tiba pak bagus ada keperluan dan saya menggantikan beliau"
Penjelasan si wanita membuat yudis hilang respect. Ia menyudahi makan nya dan pergi dari sana, namun tanpa di duga caroline menarik tangan yudis dengan lancang
"lepas atau saya akan berbuat kasar pada anda nona" yudis masih mencoba untuk tidak berbuat kasar pada seorang wanita
"tolong jangan pergi dulu pak, bagaimana pun juga kita sudah di sini, lebih baik kita mulai meeting kita" tangan caroline masih memegang tangan yudis sementara tangan yang lain mencoba menyentuh dada yudis
Belum sempat yudis menyingkirkan tangan caroline tangan kecil aruna menarik paksa caroline membuatnya terpaksa melepaskan tangan yudis
"heh gadis kecil siapa kamu berani ganggu urusan orang dewasa" kesal caroline, ia yakin bisa mendapatkan yudis sebentar lagi
"gw siapa loe ngga perlu tau, yang perlu loe tau itu adalah perbaiki dandanan loe yang bahkan ondel-ondel lebih sopan dari pada loe" sontak siapa pun yang mendengar jadi tertawa. yudis pun menahan tawa mendengarnya
"sinting" kesal caroline "pak yudis bisa kita lanjutkan obrolan kita..?" tanyanya dengan nada di buat secentil mungkin
"maaf nona, untuk saat ini kita batalkan saja meeting kita, lain kali tolong katakan pada pak bagus untuk lebih profesional" bukan yudis namun paul yang mewakili atasan nya menjawab
Yudis menarik tangan aruna ke tempat yang agak sepi
"koq kamu disini..?" tanya yudis dengan lembut
"emang aru ngga boleh disini..? Takut ganggu kakak lagi pacaran ya..?" entak kenapa aruna kesal saat melihat ada seorang wanita yang mendekati yudis bahkan memegang tangan nya
"kakak di sini mau meeting, cuma tanpa konfirmasi mereka malah mengganti orang, ya udah kakak mau pergi aja tadi" jelas yudis sedikit senang melihat kecemburuan di mata aruna namun tak ingin melihat gadis kecil ini salah faham padanya
" tapi ngga jadi kan karena dia pegang kakak"
"kalo kamu ngga narik tangan dia, kakak udah mau dorong dia loh. Biarin deh di bilang ngga laki karena Kasar sama cewe. Cuma dia aja ngga hargai dirinya masa kita harus hargai dia.."
"Ya udah balik kerja sana..." kesal aruna akhirnya
Entah dorongan darimana yudis menarik tubuh mungil aruna kedalam pelukannnya, yudis pun senang karena tak ada penolakan dari aruna
tanpa kata mereka berpelukan beberapa saat, aruna bahkan sempat meneteskan air matanya di jas mahal yudis, yudis tak masalah dengan apa yang dilakukan aruna. Ia malah senang dan mengusap rambut aruna dengan lembut dan membiarkan wanita itu menangis tanpa suara di dalam pelukan nya
"sudah..?" tanya yudis saat aruna melepaskan pelukan mereka
"maaf jas nya jadi kotor" cicit aruna lucu menunjuk ke area jas yudis yang sedikit basah
"no problem..." santai yudis "kakak boleh kembali ke kantor..?" tanya yudis lembut layaknya suami minta izin pada istrinya.
Aruna mengangguk lucu dengan wajah menunduk malu.
"nanti malam kakak telpon ya..." ucap yudis dan lagi-lagi aruna kembali mengangguk
Yudis pun pergi setelah mengusap rambut aruna
"ehm... Ehm... Hayo... Mama bilangin papi lo...." ujar rora yang muncul setelah yudis pergi
"ih mama cepu..."kesal aruna yang bercampur kaget dan malu juga
"kalian udah jadian..?" tanya rora serius ikut menatap kepergian yudistira
"engga ma, kak yudis baik sama rora jadi rora ngerasa ngga rela kalau dia deket sama cewe lain" tutur rora mengatakan perasaan nya
"wah PR buat nak yudis ini mah... Hehehe... Lumayan kalo mereka jadian bisa besanan sama keluarga bagaskara" Batin rora tersenyum menatap aruna