Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.
Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEBERANGKATAN MENJADI AWAL PETUALANGAN
Matahari baru mulai menunjukkan wajahnya di ufuk timur Kota Valdris ketika Patti sudah siap berangkat. Semua barang bawaan telah terikat rapi di punggungnya dengan teknik pengikatan yang sudah dia kuasai, emblem guild berkilau di dada bajunya, dan senjata serta alat bantu sudah ditempatkan di tempat yang mudah dijangkau. Di halaman Penglapan Kristal Morthwainn, beberapa orang yang sudah menjadi keluarga baginya telah menunggu dengan wajah penuh dukungan dan harapan.
Tharvonnian Grymmstone Valerius berdiri di depan barisan dengan tangan terlipat di depan dadanya. “Waktu telah tiba, Pattiwisiana,” ucapnya dengan suara yang penuh makna. “Perjalanan yang akan kamu tempuh tidak akan mudah di Hutan Gelap Morghast dikenal sebagai salah satu tempat paling berbahaya di seluruh benua, dengan berbagai macam makhluk gelap dan misteri yang belum terpecahkan. Tapi saya yakin bahwa dengan persiapan yang kamu lakukan dan tekad yang kamu miliki, kamu akan bisa menghadapi segala tantangan yang ada di sana.”
Caelthasarian Lorthwainn Thalassar mendekat dengan membawa sebuah kotak kayu kecil yang sudah disegel rapi. “Ini adalah makanan tambahan yang saya siapkan khusus untukmu, Pak Pattiwisiana,” katanya dengan senyum hangat. “Di dalamnya ada berbagai jenis makanan ringan yang bisa kamu konsumsi saat dalam perjalanan dan tidak punya waktu untuk memasak semua dibuat dengan bahan-bahan yang bisa memberikan energi maksimal dan tetap segar selama berbulan-bulan jika tidak dibuka. Jangan lupa untuk makan secara teratur ya, karena energi yang stabil adalah kunci untuk menghadapi segala sesuatu.”
Elenarianna Faelthasyr Moonveil kemudian memberikan sebuah tas kulit kecil tambahan yang berisi ramuan-ramuan penting. “Saya telah menambahkan beberapa ramuan baru yang bisa membantu kamu menghadapi kondisi ekstrem di dalam hutan,” jelasnya sambil menjelaskan setiap isi tas dengan detail. “Ada ramuan untuk melindungi tubuh dari cuaca terlalu dingin atau terlalu panas, ramuan untuk membersihkan air yang tidak jelas keamanannya, dan ramuan khusus untuk mengatasi rasa kantuk yang berlebihan atau kelelahan akibat energi negatif di dalam hutan. Gunakan dengan bijak dan sesuai dengan petunjuk yang saya berikan ya.”
Tak lama kemudian, suara langkah kaki yang kuat terdengar dari arah gerbang penginapan Gorthworgiann Thrain Ironfist datang dengan membawa sebuah peta baru yang lebih rinci dan sebuah kalung kecil dengan liontin kristal. “Peta ini adalah versi terbaru yang dibuat oleh divisi kartografi guild,” katanya sambil membukanya di atas meja kayu yang ada di halaman. “Kita telah menambahkan beberapa catatan baru tentang lokasi makhluk gelap yang telah dilaporkan oleh petualang lain, serta lokasi sumber air dan tempat berlindung yang aman jika kamu membutuhkannya. Kalung ini adalah kristal pelindung yang diberikan oleh Seraphiniana Xanthe Argentumvale ia akan menyala dengan warna merah jika ada bahaya yang mendekat dan biru jika kamu berada di dekat sumber energi alam yang positif.”
“Bagaimana dengan regu Scarlet Blades?” tanya Patti dengan tenang. “Apakah mereka sudah berangkat atau akan berangkat hari ini juga?”
Gorthworgiann mengangguk perlahan. “Mereka berangkat kemarin sore dengan percaya diri yang berlebihan mengambil jalur utama seperti yang kita duga. Menurut laporan dari Aetherlynn Morvayn Kaelthasar, mereka bahkan tidak membawa persediaan yang cukup dan mengandalkan kemampuan bertarung mereka untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan di dalam hutan. Jangan kamu mengikuti langkah mereka, Pattiwisiana. Kesabaran dan persiapan jauh lebih penting daripada kecepatan yang tidak terkendali.”
Setelah memberikan semua nasihat dan doa yang diperlukan, Patti akhirnya mulai berjalan menjauh dari Penginapan Kristal Morthwainn. Dia berbalik sekali lagi untuk memberikan senyum dan sapaan terakhir kepada semua orang yang telah membantunya, lalu melanjutkan perjalanannya menuju arah Hutan Gelap Morghast. Di jalan keluar kota, dia melewati kedai milik Myrthannianna Thalasariel Vendris wanita itu berdiri di depan kedai dengan tangan yang mengangkat sebagai tanda penghormatan dan dukungan. Patti memberikan senyum balasan dan melanjutkan langkahnya dengan semakin mantap.
Perjalanan menuju perbatasan hutan memakan waktu sekitar tiga jam dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan, Patti menjaga kecepatan langkahnya agar tidak terlalu cepat dan menghabiskan energi dengan sia-sia. Dia sering berhenti sebentar untuk minum air dan makan makanan ringan yang diberikan oleh Caelthasarian, sambil memeriksa kondisi tubuhnya dan memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan barang bawaan yang dia bawa.
Ketika akhirnya sampai di perbatasan Hutan Gelap Morghast, Patti merasa getaran kecil di tubuhnya bukan karena rasa takut, tapi karena kesadaran bahwa dia telah tiba di awal dari perjalanan yang sebenarnya. Pohon-pohon besar dengan batang yang tebal dan daun yang lebat membentuk tembok hijau yang gelap, menyembunyikan apa yang ada di dalamnya. Udara di sekitar perbatasan hutan terasa lebih dingin dan lebih lembab, dengan aroma tanah basah dan daun yang membusuk yang sedikit menyengat di hidung.
Sebelum memasuki hutan, Patti mengambil kalung kristal yang diberikan oleh Seraphiniana dan memeriksanya kristal masih dalam kondisi netral dengan warna bening yang jernih. Dia kemudian membuka peta yang diberikan oleh Gorthworgiann dan menentukan posisinya dengan menggunakan kompas ajaib yang sudah dia siapkan. Sesuai dengan rencana, dia akan mengambil jalur alternatif melalui Bukit Batu Hantu jalur yang lebih sulit tapi jauh lebih aman dari ancaman makhluk gelap yang ada di jalur utama.
Patti memasuki hutan dengan hati-hati, menjaga langkahnya agar tidak membuat suara yang terlalu keras. Pohon-pohon di dalam hutan jauh lebih besar dan lebih rimbun daripada yang ada di perbatasan, membuat sinar matahari sulit untuk masuk dan membuat lingkungan di dalamnya terasa lebih gelap. Udara menjadi semakin lembab dan penuh dengan aroma berbagai jenis tumbuhan dan makhluk yang hidup di sana.
Setelah berjalan sekitar satu jam di dalam hutan, Patti mendengar suara langkah kaki yang tidak biasa dari arah belakangnya. Dia cepat berbalik dan siap mengambil senjata, tapi kemudian melihat bahwa yang datang adalah seekor rusa dengan tanduk yang besar dan bulu berwarna perak yang bersinar samar di bawah sinar matahari yang sedikit masuk melalui dedaunan. Rusa itu berdiri diam dan menatap Patti dengan mata yang tenang, seolah sedang mengamatinya.
Ingat dengan nasihat dari Lyranthiann Faelenathyr Windwhisper, Patti mengambil salah satu senar khusus yang diberikan padanya dan memainkannya dengan nada yang lembut dan menenangkan. Segera setelah suara senar terdengar, rusa itu mulai mendekat dengan langkah yang lambat dan tenang. Patti tetap tenang dan tidak bergerak, membiarkan rusa itu datang dan mengendus barang bawaan yang dia bawa. Setelah beberapa saat, rusa itu mengangkat kepalanya dan memberikan suara seperti mendengus lembut, lalu berbalik dan mulai berjalan ke arah dalam hutan sesekali berbalik untuk melihat apakah Patti mengikutinya.
Melihat hal itu, Patti menyadari bahwa rusa itu mungkin ingin membantunya menemukan jalan yang benar. Dia mengikuti rusa itu dengan hati-hati, menjaga jarak yang cukup agar tidak membuatnya takut. Sepanjang jalan yang ditempuh bersama rusa itu, Patti menemukan bahwa jalur yang dilalui jauh lebih mudah dan aman daripada yang dia harapkan rusa itu membawa dia melewati daerah dengan tanah yang rata dan menghindari daerah yang berbahaya seperti rawa atau lereng yang licin.
Setelah sekitar dua jam berjalan bersama rusa itu, mereka tiba di sebuah sumber air kecil yang jernih dengan aliran air yang tenang. Di sekitar sumber air tumbuh berbagai jenis tumbuhan obat yang dikenal oleh Patti berkat nasihat dari Elenarianna. Rusa itu minum air dari sumber tersebut, kemudian melihat ke arah Patti dengan tatapan yang sepertinya mengatakan terima kasih, sebelum akhirnya berlari menjauh dan menghilang di antara pepohonan yang lebat.
Patti berterima kasih dengan hati kepada rusa yang telah membantunya, kemudian mulai mengisi wadah airnya dari sumber air yang jernih. Dia juga memetik beberapa tumbuhan obat yang masih segar dan menambahkannya ke dalam tas ramuan yang dia bawa mengetahui bahwa setiap bahan tambahan bisa sangat berharga jika dia menghadapi masalah kesehatan di tengah hutan.
Saat matahari mulai bergeser ke arah tengah hari, Patti memutuskan untuk berhenti sejenak untuk istirahat dan makan siang. Dia menemukan sebuah tempat yang aman di bawah pohon besar dengan akar yang tinggi dan luas, membuatnya menjadi tempat berlindung yang baik dari sinar matahari dan hujan jika terjadi. Dia meletakkan barang bawaan dengan hati-hati dan mulai menyiapkan makanan yang dibawa dari kota makanan kalengan khusus dari Myrthannianna yang tetap hangat dan lezat meskipun tidak dipanaskan.
Saat sedang makan, Patti merasakan getaran lembut dari kalung kristal yang dikenakannya kristal mulai bersinar dengan warna biru muda yang lembut. Dia melihat ke arah sumber cahaya dan menemukan bahwa tidak jauh dari tempat dia berlindung ada sebuah taman kecil yang tumbuh dengan berbagai jenis bunga ajaib yang bersinar dengan cahaya samar. Dia mendekat dengan hati-hati ke taman tersebut dan melihat bahwa di tengahnya tumbuh beberapa jenis bunga yang bisa digunakan sebagai bahan ramuan penyembuh jenis yang sangat langka dan sulit ditemukan di luar hutan.
Patti memetik beberapa bunga dengan hati-hati, menjaga agar tidak merusak akar atau bagian lain dari tanaman tersebut. Dia kemudian menyimpannya dengan hati-hati di dalam tas khusus yang diberikan oleh Elenarianna, mengetahui bahwa bunga-bunga ini bisa digunakan untuk membuat ramuan penyembuh yang jauh lebih kuat dari yang dia bawa dari kota.
Setelah selesai makan dan istirahat, Patti melanjutkan perjalanannya ke dalam hutan. Jalur yang dia tempuh semakin sulit dengan lereng yang semakin curam dan batu yang banyak tersebar di jalan. Tapi berkat persiapan yang matang dan bantuannya dari rusa yang dia temui tadi, dia bisa melewati berbagai rintangan dengan relatif mudah.
Ketika malam mulai menjelma dan cahaya matahari semakin redup, Patti mulai mencari tempat untuk bermalam. Berkat peta yang diberikan oleh Gorthworgiann, dia menemukan sebuah gua kecil yang terletak di bawah tebing batu yang cukup aman dan terlindungi dari cuaca serta makhluk berbahaya. Dia membersihkan bagian dalam gua dengan hati-hati dan membuat tempat tidur yang nyaman menggunakan gulungan kain yang dia bawa dan beberapa dedaunan kering yang ditemukannya di sekitar gua.
Sebelum tidur, Patti memeriksa semua barang bawaan dan memastikan bahwa tidak ada yang hilang atau rusak. Dia juga membuat api kecil di depan gua menggunakan batu dan kayu bakar yang dia kumpulkan tidak hanya untuk memberikan panas dan cahaya, tapi juga untuk mengusir makhluk berbahaya yang mungkin datang di malam hari. Dia kemudian mengambil buku tentang teknik kontrol energi yang diberikan oleh Seraphiniana dan membacanya sebentar untuk mengingatkan dirinya tentang berbagai teknik yang bisa digunakan jika menghadapi situasi sulit.
Saat malam semakin larut dan suara hutan mulai terdengar dengan lebih jelas suara binatang yang berkicau, angin yang bertiup melalui pepohonan, dan suara lain yang tidak bisa dikenali Patti merasa hati yang tenang dan penuh tekad. Dia menyentuh emblem guild di dadanya dan merenungkan semua orang yang telah membantunya sampai saat ini dari Tharvonnian dan keluarga Penglapan Kristal Morthwainn, hingga Gorthworgiann dan semua anggota Guild SSAWF yang telah memberikan dukungan dan bantuannya.
Meskipun dia adalah seorang solo player yang memilih untuk menjalani perjalanan ini sendirian, Patti merasa bahwa dia tidak pernah sendirian dia membawa dukungan dan harapan dari semua orang yang telah mempercayainya dan melihat potensi sejati yang ada di dalam dirinya. Dengan tekad yang semakin kuat dan keyakinan yang semakin besar, dia menutup mata dan tidur dengan harapan bahwa esok hari akan membawa dia lebih dekat ke tujuan utamanya menemukan Bunga Pembebas Jiwa dan membuktikan bahwa Pattiwisiana Klobahrgeevinik adalah seorang petualang sejati yang layak dihormati.