Perang antara manusia dan iblis telah mencapai titik terburuk.
Kerajaan Beltrum berada di ambang kehancuran setelah kalah dari sihir suci Zetobia.
Dalam keputusasaan, mereka melakukan sesuatu yang tabu
memanggil manusia dari dunia lain.
Zeta, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terseret ke dunia asing yang dipenuhi sihir dan darah.
Bukan sebagai pahlawan manusia…
melainkan harapan terakhir bagi bangsa iblis.
Namun satu pertanyaan besar muncul akankah ia menjadi penyelamat… atau justru kehancuran bagi kedua dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agung Noviar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 PERTEMPURAN LEMBAH NOX
Pagi yang cerah itu berubah menjadi kelabu oleh debu yang berhamburan. Suara deru langkah kaki ribuan tentara mulai terdengar. Pasukan Zetobia datang menuju garis peperangan dengan jumlahnya lebih banyak dari pasukan beltrum. Di barisan belakang pasukan merah-biru itu, Jenderal Tharos berdiri dengan tenang di samping Putri Elina, putri dari Raja Zetobia. Elina menatap medan perang dengan kacamata taktis sihirnya.
"Putri, empat Ksatria Suci akan tetap di belakang sampai aku memberi aba-aba," ujar Tharos dingin.
Di kamp Beltrum, Zeta dan yang lainnya tersentak kaget. "Mereka sudah datang! Semuanya, siapkan posisi kalian masing-masing!" seru Putri Stella dengan tegas.
Stella tetap di kamp untuk mengatur strategi besar, sedangkan Jenderal Lytia mulai memimpin pasukan di lapangan.
"Laksamana Airon, kau pimpin baris satu dan serang dari sisi kiri! Aku akan memimpin di tengah, dan Erika, kau bersama dua ksatria kita akan menjaga sisi kanan!" perintah Lytia. Lalu Lytia menoleh ke arah Zeta. "Zeta, kau ikut aku!"
Zeta mengangguk, namun dalam hati ia membatin sambil melihat jumlah pasukan kawan yang lebih sedikit, 'Kalau dilihat-lihat, mereka sebenarnya sudah bisa menang sendiri sih. Apa bantuanku bakal berguna nanti?'
"Woi, Zeta! Jangan melamun! Cepat ikut aku!" teriak Lytia membuyarkan lamunan Zeta.
"A-ah, iya! Baik, Lytia!" jawab Zeta cepat.
Saat mereka tiba di garis peperangan, semua orang terkejut melihat pemandangan di depan mata. Putri Stella keluar sebentar dari tendanya dan membelalakkan mata. "Hah?! Kenapa bisa begitu? Mereka menggunakan monster-monster dari hutan Lembah Nox?! Cih, licik sekali Zetobia padahal jumlah prajurit mereka lebih banyak dari kita mereka!"
Lytia blg “Putri mereka kira kira ada 400 jumlahnya sementara kita hanya 200”
Serentak semua pasukan pun sadar jumlah mereka jauh lebih sedikit tapi mereka tetap yakin kekuatan mereka jauh lebih kuat
“Tenang saja Jendral Lytia Kita kalah jumlah tapi kita memiliki kualitas yang lebih hebat dari pada mereka” ucap Erika dengan tersenyum
Di barisan musuh, ternyata ada Minotaur, Serigala Orc, dan monster tanaman yang tampak mengerikan.
Lytia menggeram marah. "Mereka menambahkan pasukan dengan menggunakan para monster... ini sudah kelewatan! Semuanya, jangan takut! Kita habisin mereka semua! Peperangan ini adalah penentu kita! MAJUUUUU!"
"WOOOOOOOOO!!!" teriak seluruh pasukan Beltrum memecah langit.
Zeta menarik napas dalam-dalam. Jantungnya berdegup kencang. 'Gawat, depan mataku sekarang peperangan asli. Di duniaku saja aku belum pernah lihat perang langsung, sekarang aku malah di tengah-tengahnya. Cih, jangan takut Zeta!' Zeta memejamkan mata, menguatkan tekadnya. 'Huh, anggap saja aku sedang main game VR!'
Saat Zeta baru mau berlari maju, ia mendengar suara Stella. "Zeta... hati-hati, ya!"
Zeta menoleh, tersenyum kecil, lalu melesat dengan kecepatan tinggi.
SRAK! SLASH!
Medan perang menjadi panas. Adu pedang dan sihir terjadi di mana-mana. Banyak prajurit yang tumbang, terutama karena serangan Minotaur yang sangat merepotkan. Zeta tiba di depan, ia mulai menebas semua musuh dengan sangat cepat. Dalam hatinya, ia mencoba tetap tenang: 'Anggap ini game VR... anggap ini game VR.'
Zeta menebas dengan brutal. Saking asyiknya menebas ke sana kemari, tanpa sadar Zeta sudah sampai di pertengahan garis pertahanan musuh.
"Loh? Aku di mana?" Zeta berhenti sejenak dan melihat sekeliling. "Aku asyik menebas sana-sini, tapi kenapa seragam orang-orang di sini beda dengan Beltrum? Gawat, aku malah keterusan ke wilayah musuh"
Melihat ada penyusup, prajurit Zetobia berteriak, "ITU DIA! ADA PASUKAN BELTRUM! BUNUH CEPAT!"
Zeta dikepung dari segala arah. Namun, ia justru menyeringai. "Ternyata asyik juga, hahahaha!"
Zeta langsung mengeluarkan Beliung Besar. Angin puyuh raksasa tercipta, menghempas semua musuh di sekitarnya hingga terbang berhamburan. Ledakan angin itu sangat dahsyat sampai mengagetkan Lytia, Airon, Erika, bahkan Tharos dan Putri Elina dari kejauhan.
"Elemen angin yang dahsyat... bahkan mengalahkan para Elf," ucap Putri Elina terpaku.
Lytia pun bergumam kagum, "Zeta... kau benar-benar luar biasa."
Zeta mundur sedikit sambil terus membunuh musuh dengan sihirnya. Ia diam sebentar, lalu membatin, 'bikin deg degan tapi seru juga kalo begini Lytia dan yang lain tidak perlu susah payah keknya, aku bisa sendiri nih, hehehe.' Zeta mulai tertawa sombong dengan gayanya.
Di sisi lain,Laksamana Airon juga sedang menggila. Pasukannya menghadapi banyak monster, tapi Airon dengan mudah menghajarnya menggunakan kombinasi sihir api dan air.
"Laksamana Airon memang benar-benar luar biasa!" puji para prajurit yang melihat ketangguhannya.
cerita awal lumayan good, pantas untuk like dan hadiah 👍