NovelToon NovelToon
Susahnya Jadi Mantan Pacar

Susahnya Jadi Mantan Pacar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Robby Ido Wardanny

Menceritakan tentang Novita gadis berumur 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan besar PT Kencana samudra jaya. perusahaan yang sangat bagus untuk memperbaiki kehidupannya. Namun semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya saat mantannya dulu muncul sebagai direktur di perusahaan. Andra yang dulu dia kenal sebagai Arya muncul kembali. Dia berusaha keras menghindar dari masa lalunya namun masa lalunya justru datang kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Robby Ido Wardanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

Bu Rika masih teringat jelas kata-kata Andra pagi tadi. Kalimat itu terus terngiang di kepalanya, seolah memaksanya memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin ia pikirkan.

Tentang Novita. Tentang Pak Danu.

Entah mengapa ucapan Andra membuat hatinya tidak tenang. Bukan karena ia percaya begitu saja, tetapi karena sebagai orang HRD ia merasa harus mengetahui keadaan para karyawan dengan jelas. Apalagi jika menyangkut reputasi seseorang.

Saat waktu makan siang tiba, Bu Rika akhirnya memutuskan untuk mencari jawaban sendiri.

Ia tahu kebiasaan Pak Danu.

Manager delivery itu hampir tidak pernah makan di luar kantor. Setiap hari istrinya selalu menyiapkan bekal makan siang untuknya, dan Pak Danu akan memakannya di ruang kerja sambil menyelesaikan pekerjaan.

Bu Rika pun berjalan menuju kantor Pak Danu.

Ia mengetuk pintu dengan pelan.

"Masuk," terdengar suara Pak Danu dari dalam.

Bu Rika membuka pintu sambil tersenyum kecil.

"Pak Danu, saya boleh masuk?"

Pak Danu yang sedang merapikan beberapa dokumen di mejanya segera mengangkat kepala. Wajahnya terlihat sedikit terkejut, tetapi tetap ramah.

"Oh, Bu Rika. Silakan masuk. Ada perlu apa?"

Bu Rika mengangkat bungkusan makan siangnya.

"Kalau tidak keberatan, saya ingin makan siang di sini. Sekalian ngobrol sedikit," katanya santai.

Pak Danu tersenyum.

"Tentu saja tidak keberatan. Silakan duduk."

Ia segera merapikan beberapa berkas di atas meja, lalu menumpuknya dengan rapi sebelum diselipkan ke laci bawah meja.

Bu Rika duduk di kursi depan meja kerja Pak Danu.

Ia membuka bungkusan nasi miliknya, aroma masakan rumahan langsung tercium di ruangan itu.

"Wah, Bu Rika bawa lauk banyak juga," kata Pak Danu sambil mengambil kotak bekalnya sendiri.

Bu Rika tersenyum.

"Kalau Pak Danu mau, silakan dicoba." Ia mendorong salah satu kotak kecil ke arah Pak Danu.

Namun Pak Danu menggeleng sambil tertawa kecil.

"Tidak usah, Bu. Istri saya juga sudah menyiapkan banyak sekali lauk. Kalau saya tambah lagi dari Bu Rika, nanti malah tidak habis."

Ia membuka kotak makan miliknya.

Di dalamnya ada nasi hangat, ayam goreng, sayur tumis, serta sambal yang terlihat menggugah selera.

"Wah, kelihatannya enak sekali," kata Bu Rika tulus.

Pak Danu terlihat sedikit malu dipuji.

"Ah, biasa saja, Bu. Masakan rumahan. Yang penting cukup bikin kenyang."

"Istrinya hebat sekali kalau begitu," ujar Bu Rika sambil mengambil nasi di piring yang diberikan Pak Danu.

Pak Danu mengambil satu piring dan sendok dari rak kecil di sudut ruangan lalu menyerahkannya.

"Silakan dipakai, Bu."

"Terima kasih," jawab Bu Rika.

Mereka mulai makan dengan santai.

Beberapa saat suasana hening, hanya terdengar suara sendok yang sesekali beradu dengan piring.

Bu Rika sebenarnya sedang menunggu momen yang tepat.

Ia tidak ingin terdengar seperti sedang menuduh.

Akhirnya ia membuka percakapan dengan nada ringan.

"Pak Danu, saya sebenarnya ingin menanyakan sesuatu."

Pak Danu mengangkat pandangan.

"Apa itu, Bu?"

Bu Rika menatapnya dengan ekspresi santai.

"Tentang Novita."

Pak Danu tidak langsung menjawab.

Ia hanya berhenti mengunyah sebentar.

"Novita?"

"Iya," kata Bu Rika pelan. "Sepertinya Pak Danu cukup dekat dengan dia. Saya juga sempat melihat Pak Danu memberinya sejumlah uang beberapa waktu lalu."

Pak Danu tidak terlihat terkejut.

Ia justru mengangguk pelan.

"Benar."

Bu Rika memperhatikannya dengan seksama.

"Kalau boleh tahu… ada hubungan keluarga?"

Pak Danu tersenyum kecil lalu menggeleng.

"Bukan. Kami bukan keluarga."

Bu Rika pura-pura terlihat heran.

"Oh begitu?"

Pak Danu menarik napas perlahan sebelum melanjutkan.

"Tapi bagi saya… Novita sudah seperti anak sendiri."

Jawaban itu membuat Bu Rika sedikit terdiam.

"Seperti anak?"

Pak Danu mengangguk.

"Kehidupan anak itu tidak mudah, Bu."

Bu Rika menatapnya, berpura-pura belum mengetahui cerita apa pun.

"Maksudnya?"

Pak Danu meletakkan sendoknya sebentar.

Seolah sedang mengingat sesuatu dari masa lalu.

"Dulu… saat Novita masih kecil. Umurnya sekitar sebelas tahun," katanya pelan. "Dia tinggal hanya dengan neneknya."

Bu Rika berpura-pura terkejut.

"Sendirian?"

"Iya."

Pak Danu mengangguk lagi.

"Ibunya meninggalkan dia setelah bercerai dengan suaminya."

Ruangan itu kembali hening sesaat.

Bu Rika menghela napas pelan seolah benar-benar baru mendengar cerita itu.

"Kasihan sekali…"

Pak Danu menatap makanannya sebentar sebelum melanjutkan.

"Neneknya sudah tua, tapi tetap berusaha merawat Novita. Waktu itu kondisi mereka sangat sederhana."

"Lalu Pak Danu mengenal mereka bagaimana?" tanya Bu Rika hati-hati.

Pak Danu tersenyum tipis.

"Kami dulu tetangga."

"Tetangga?"

"Iya. Rumah kami hanya dipisahkan oleh satu gang kecil."

Ia kembali mengambil nasi, lalu berkata dengan nada lebih lembut.

"Sejak kecil saya sering melihat Novita membantu neneknya. Kadang dia menyapu halaman, kadang membeli kebutuhan di warung. Anak itu tidak pernah terlihat manja."

Bu Rika mendengarkan dengan serius.

"Padahal umurnya masih kecil," lanjut Pak Danu.

"Anak-anak lain seusianya biasanya bermain. Tapi Novita berbeda. Dia terlihat lebih dewasa dari umurnya."

Bu Rika perlahan mengangguk.

"Jadi karena itu Pak Danu membantu dia?"

Pak Danu menghela napas pelan.

"Awalnya hanya sesekali. Misalnya memberi uang jajan atau membantu biaya sekolahnya."

Ia tersenyum kecil.

"Tapi lama-lama saya merasa seperti melihat anak sendiri berjuang."

Pak Danu kembali melanjutkan makan siangnya.

"Itulah sebabnya saya tidak bisa diam saja melihat dia kesulitan."

Bu Rika menatapnya beberapa detik.

Kini ia mulai memahami alasan sebenarnya.

Namun ia masih ingin memastikan.

"Jadi uang yang Pak Danu berikan itu…"

Pak Danu tersenyum ringan.

"Hanya bantuan kecil. Tidak lebih."

Ia kemudian berkata dengan nada tulus.

"Novita anak yang baik, Bu Rika. Dia tidak pernah meminta apa pun. Justru sering menolak kalau saya ingin membantu terlalu banyak."

Bu Rika perlahan mengangguk.

"Saya mengerti sekarang."

Pak Danu menatapnya.

"Memangnya kenapa Bu Rika tiba-tiba menanyakan tentang itu?"

Bu Rika sempat terdiam sejenak.

Lalu ia tersenyum tipis.

"Tidak ada apa-apa. Saya hanya penasaran saja."

Pak Danu mengangguk tanpa curiga.

"Kalau begitu bagus."

Beberapa detik mereka kembali makan dalam diam.

Namun tiba-tiba Pak Danu tersenyum kecil, seolah mengingat sesuatu.

"Sebenarnya… kalau dipikir-pikir, hidup saya juga tidak akan seperti sekarang kalau bukan karena keluarga Novita."

Bu Rika mengangkat kepala.

"Maksud Pak Danu?"

Pak Danu menghela napas pelan.

"Kakek Novita."

"Kakeknya?"

Pak Danu mengangguk.

"Dulu saya bukan siapa-siapa, Bu. Bahkan bisa dibilang hidup saya jauh lebih sulit daripada Novita sekarang."

Bu Rika menatapnya dengan rasa ingin tahu.

"Seperti apa?"

Pak Danu tersenyum pahit.

"Saya anak yatim piatu. Sejak kecil sudah tidak punya orang tua."

Bu Rika terdiam.

Pak Danu melanjutkan dengan suara tenang.

"Untuk makan saja saya harus mengamen. Dari satu bus ke bus lain. Kadang juga di lampu merah."

"Setiap hari?" tanya Bu Rika pelan.

"Hampir setiap hari," jawab Pak Danu. "Kalau tidak begitu, saya tidak makan."

Ia menatap meja sejenak sebelum melanjutkan.

"Suatu hari… kakek Novita melihat saya mengamen di dekat pasar. Waktu itu saya masih kecil sekali. Mungkin sekitar sepuluh tahun."

Bu Rika mendengarkan dengan serius.

"Beliau memanggil saya," lanjut Pak Danu. "Awalnya saya kira akan dimarahi atau diusir."

"Lalu?"

"Ternyata tidak."

Pak Danu tersenyum hangat.

"Beliau justru mengajak saya makan."

Bu Rika perlahan mengangguk.

"Setelah itu beliau bertanya banyak hal. Tentang keluarga saya, tentang bagaimana saya hidup."

Pak Danu menarik napas panjang.

"Dan sejak hari itu… hidup saya berubah."

"Berubah bagaimana?" tanya Bu Rika.

"Beliau membawa saya pulang," jawab Pak Danu. "Memberi saya tempat tinggal. Menyekolahkan saya."

Bu Rika terlihat benar-benar terkejut.

"Sampai sekolah?"

Pak Danu tersenyum.

"Bukan hanya sekolah. Bahkan sampai kuliah."

Bu Rika menatapnya dengan kagum.

"Luar biasa…"

Pak Danu mengangguk pelan.

"Karena itu saya tidak pernah melupakan kebaikan keluarga itu."

Ia menatap Bu Rika dengan tenang.

"Jadi kalau sekarang saya membantu Novita sedikit saja… sebenarnya itu tidak sebanding dengan apa yang sudah dilakukan kakeknya untuk saya."

Ruangan itu kembali hening.

Bu Rika akhirnya benar-benar memahami semuanya.

Bukan hubungan aneh seperti yang dibayangkan Andra.

Melainkan hubungan balas budi yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Bu Rika perlahan tersenyum.

"Sekarang saya benar-benar mengerti, Pak Danu."

Pak Danu hanya mengangguk sambil kembali melanjutkan makan siangnya dengan tenang.

1
gaby
Nyentuh apaan tuh Novita yg bukan kunci mobil?? Mungkin kunci utk mencegah populasi bumi musnah🤣🤣
Black Rascall: laki-laki adalah kunci👍👍👍
total 1 replies
Rahayu Tina
up mu ugal²an thorrr kasih⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Black Rascall: siap besok kalau veiw 15k update lagi 10
total 1 replies
Lempongsari Samsung
makasih crazy up nya..... ❤❤❤❤❤
Black Rascall: sama-sama
total 1 replies
Ais Islamiyah
waaa jangan² sengaja dikempesin Andra nih🤭🤭🤭
Black Rascall: tolong jangan curiga pak Heru beliau cuma satpam 🤫🤫🤫
total 1 replies
gaby
Puas bgt tiba2 dpt jackpot crazy up👍👍
Black Rascall: hanya ingin ngerayain pencapaian baru 👍👍👍
total 1 replies
gaby
Tumben thor upnya Gila2an. Biasanya sehari cm 1×, smangat thor👍👍👍💪
Black Rascall: soalnya dapat view banyak jadi pengen ngerayain aja dengan ngasih bonus ke para pembaca🤫🤫🤫
total 1 replies
gaby
Kasih upah atau bonus dong Pak Andra buat Yanti & Risa, biar smangat jd mak comblangnya🤣🤣
Black Rascall: nanti di belikan cilok
total 1 replies
Black Rascall
update tor nanti aku gift
Black Rascall
terlalu datar
Salfarina Hasimu
lanjut Thor,,,
Black Rascall: siap kak besok update kok nanti kalau udah 5000 view di kasih bonus 10 bab
total 1 replies
Sri Hafizah
lnjut
Black Rascall: tunggu besok kak
total 1 replies
Black Rascall
baik kak terimakasih dukungannya👍👍👍
Sri Hafizah
lanjut ka
Black Rascall: sudah saya siapkan bab terjadwal sampai 70 bab di tunggu ya kak
total 1 replies
viellia
duhhh,,,, 😭 bgt bacanya. ank sekecil itu udh bisa brfikir dan bicara sprti itu. 😭😭
Black Rascall: anak sekecil itu berkelahi dengan jajan 😭😭😭
total 1 replies
viellia
next yuuuk kaaak
Black Rascall: udah aku buatin update terjadwal sampai 48 bab jadi di tunggu ya kak tiap jam 9
total 1 replies
UniQue❤️
seneng aja bacanya, kosakatanya rapi, alur ceritanya menarik buat dibaca, dan selalu bikin penasaran lanjutan ceritanya
Black Rascall: kebetulan sekarang ada AI yang bisa bantu karena dulu harus ngerapiin sendiri sekarang tinggal tulis nanti di tata Ama AI
total 1 replies
gaby
Resign dong. Bukannya wkt itu Novita bikin beberapa surat lamaran. Masa iya satu pun ga ada yg manggil. Atau jgn2 othornya lupa sm jalan critanya. Gimana nasib surat lamaran itu smua
Black Rascall: mengingatkan saat itu belum ada 19 JT lapangan pekerjaan jadi susah nyari dan Novita bisa kerja berkat om Danu yang merekomendasikan Novita ke HRD jadi tunggu ya kak 19 JT lapangan pekerjaannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
bos kurang ajar mundur aja resain
Black Rascall: tunggu 19 JT lapangan pekerjaan dulu kak baru resain
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending
Black Rascall: gak yakin karena baru pertama kali nulis genre seperti ini jadi mohon maklum
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!