NovelToon NovelToon
Disayangi Anak Mantan

Disayangi Anak Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Duda
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Bagaimana jadinya, jika seorang gadis terjebak dengan masalalu yang sudah lama ia kubur. Ya kisah ini dialami oleh Andini seorang gadis dewasa yang sehari-harinya sebagai penjaga kantin sekolah.
Andini memutuskan untuk tidak menikah karena dulu sempat gagal menjalin hubungan dengan seorang pria.
pada suatu ketika Andini dipertemukan dengan bocah kecil yang cukup aktif dan bisa dibilang nakal, semua guru yang ada sudah kawalahan, anehnya si bocah itu justru nurut dengan Andini?

Penasaran dengan kisah berikutnya. jangan lupa tetap pantengin terus hanya di Novel Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Siang mulai merambat. Bel pulang terdengar nyaring memecah suasana sekolah. Anak-anak segera berhamburan keluar dari kelas masing-masing, sebagian berlari kecil menuju gerbang, sebagian lagi masih bercanda dengan teman-temannya.

Sementara itu Andin sudah selesai membereskan semua peralatan dagangannya. Ia memasukkan satu per satu ke dalam tas besar yang selalu ia bawa pulang setiap hari.

Hari ini entah kenapa langkahnya terasa lebih ringan. Ada sesuatu yang membuat hatinya sedikit hangat.

Darrel.

Memikirkan anak itu membuat sudut bibir Andin tanpa sadar terangkat.

“Darrel, besok Mbak Andin siapkan makanan kesukaanmu, ya,” gumamnya pelan seolah berbicara pada dirinya sendiri.

Andin kemudian melangkah keluar dari area sekolah sambil menenteng tas jumbonya. Namun sepanjang perjalanan menuju kontrakan kecilnya, pikirannya terus kembali pada wajah kecil itu.

Cara Darrel memandangnya. Cara bocah itu memanggilnya, dan cara ia menggenggam tangannya seolah takut kehilangan.

Semua itu membuat hati Andin perlahan luluh. Bahkan… perasaan hangat itu mampu mengalahkan luka yang selama ini ia simpan terhadap keluarga anak itu.

Andin tahu dengan jelas siapa nenek Darrel. Ia juga tahu siapa ibu kandung bocah itu. Namun di dalam hatinya, tidak pernah sedikit pun terlintas keinginan untuk membenci anak kecil tersebut.

“Darrel tidak tahu apa-apa,” bisiknya pelan.

“Dan sepertinya… dia anak yang baik dan penyayang.”

Seolah ingin meyakinkan dirinya sendiri, Andin menghembuskan napas pelan. Ia memang tidak ingin mencampuradukkan kesalahan orang tua dengan hati polos seorang anak.

Tak lama kemudian Andin sampai di kontrakan kecilnya. Ia langsung masuk dan menaruh tas besar itu di tempat biasa. Tubuhnya terasa sedikit lelah setelah seharian berdiri dan melayani anak-anak di sekolah.

Andin kemudian duduk santai di kursi kecil dekat jendela.

Tangannya meraih gelas berisi teh hangat yang tadi sempat ia buat sebelum berangkat pagi tadi. Meski sudah tidak terlalu panas, minuman itu tetap terasa menenangkan di tenggorokannya.

Andin menyesapnya perlahan. Suasana kontrakan kecil itu begitu tenang.Hanya suara angin yang sesekali masuk melalui celah jendela.

Namun di tengah ketenangan itu, pikiran Andin kembali melayang. Bayangan Darrel muncul lagi. Wajah kecil yang ceria itu. Tiba-tiba Andin teringat sesuatu.

Ucapan polos anak itu pagi tadi. "Mbak jangan pergi."

Andin terdiam. Tangannya yang memegang gelas sedikit berhenti di udara. Dadanya terasa aneh setiap kali mengingat kata itu keluar dari bibir Darrel.

“Anak itu…” gumamnya lirih.

Andin menunduk pelan.

Entah kenapa, kata sederhana itu justru membuat hatinya terasa hangat sekaligus perih dalam waktu yang bersamaan.

Ia meneguk teh itu sekali lagi.Lalu bersandar pada kursi kecilnya.

“Aku gak sabar ingin bertemu."

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Andin menunggu hari esok datang lebih cepat.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Sementara di tempat lain, Nathan sedang duduk sendirian di ruang kerjanya.

Ruangan itu luas dan tertata rapi seperti biasa, namun suasananya terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Berkas-berkas pekerjaan tergeletak di atas meja, laptopnya masih menyala, tetapi sejak tadi tidak satu pun yang benar-benar ia kerjakan.

Pikirannya tidak ada di sana.

Sejak mengantar Darrel pulang dari rumah sakit tadi pagi, hati Nathan justru semakin kacau. Bukan hanya karena kondisi anaknya. Tetapi karena satu nama yang terus berputar di kepalanya.

Andin.

Nathan bersandar di kursinya, menatap kosong ke arah jendela besar di samping meja kerja. Dari lantai atas gedung itu, kota terlihat sibuk seperti biasa. Mobil-mobil lalu lalang, orang-orang berjalan tergesa.

Namun bagi Nathan, dunia seolah berjalan tanpa dirinya. Pria itu mengusap wajahnya pelan.Bayangan Andin kembali muncul di pikirannya.

Tatapan dingin perempuan itu. Sikapnya yang begitu menjaga jarak. Dan cara Andin menolak bantuannya tanpa ragu sedikit pun.

Semua itu membuat dada Nathan terasa semakin berat. “Aku benar-benar tidak tahu harus mulai dari mana…” gumamnya pelan.

Nathan pun mulai berpikir, dengan pikiran dingin, apa dia ikuti saja alur yang ada atau mungkin ia bisa menemui gadis itu setiap harinya melalui sang anak.

Dan dengan ide yang barusan ia temukan sepertinya ada perkembangan usaha yang ada di dalam pikiran pria itu.

"Yes," katanya sedikit lega setelah berpikir cukup panjang. "Aku akan berusaha Ndin meskipun tahu kau pasti akan menolak."

☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Pagi itu halaman sekolah sudah mulai ramai oleh anak-anak yang datang bersama orang tua mereka.

Andin sedang membantu beberapa murid yang kesulitan membuka kotak bekal ketika tiba-tiba Darrel berlari kecil menghampirinya.

“Mbak Andin!”

Andin menoleh dan tersenyum. “Darrel sudah datang? Wah, hari ini rapi sekali.”

Darrel terlihat bangga. Ia langsung memperlihatkan tas barunya.

“Ini Daddy yang beli.”

“Bagus sekali,” puji Andin sambil menepuk pelan kepala anak itu.

Bel masuk belum berbunyi. Beberapa anak masih bermain di halaman. Darrel tiba-tiba menarik ujung baju Andin.

“Mbak Andin…”

“Iya?”

Anak itu terlihat sedikit ragu. Ia menatap wajah Andin cukup lama seolah sedang memikirkan sesuatu. Lalu dengan suara kecil yang polos ia berkata.

"Ma... Mama. ..." ucapnya pelan.

Andin langsung terdiam. Seolah waktu berhenti sejenak.

"Bolehkah Darrel memanggil Mbak Andin dengan sebutan Mama," ulang anak itu.

Andin semakin tertegun, ia tidak pernah menyangka jika anak kecil dihadapannya itu akan memberikan kejutan yang benar-benar membuat dadanya bergetar lebih cepat.

"Maksud kamu apa Dek?" tangan Andin dengan nada sedikit bergetar.

"Aku ingin panggil Mbak Mama?" jelasnya kembali.

Bukan jawaban melainkan pelukan tangan dewasa itu langsung mendekap ke tubuh kecilnya, layaknya dekapan hangat seorang ibu.

Darrel bisa merasakan hembusan napas Andin, anak itu benar-benar merasakan ketenangan yang tidak ia dapatkan dari tempat manapun.

"Boleh ya?" pintanya lagi.

Andin hanya terdiam. Beberapa anak di sekitar mereka masih bermain, namun bagi Andin suara itu terasa sangat jelas.

Darrel sendiri tampak tidak sadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan. Anak itu hanya memandang Andin dengan mata polosnya.

“Mama…?” ulangnya lagi pelan karena Andin tidak segera menjawab.

Dada Andin terasa sesak.

Tangannya perlahan terangkat mengusap rambut Darrel.

“Darrel…” suaranya terdengar sedikit bergetar.

Namun sebelum ia sempat berkata apa-apa, sebuah suara berat terdengar dari belakang.

“Darrel.”

Nathan berdiri beberapa langkah dari mereka. Pria itu rupanya baru saja datang untuk mengantar.

Nathan jelas mendengar semuanya. Tatapannya sempat berpindah dari Darrel… lalu ke Andin. Ada sesuatu yang bergetar di dalam dada pria itu.

Sementara Darrel menoleh dengan wajah polos. “Dad! Aku tadi bilang sama Mama—”

Darrel langsung menutup mulutnya sendiri seolah baru sadar.

“Maksudnya… Mbak Andin…”

Namun semuanya sudah terlambat. Kata itu sudah terucap. Dan meninggalkan keheningan yang aneh di antara mereka bertiga.

Bersambung

1
Lisa
Ayo Andin buka hatimu utk Nathan & Darrel
Sugiharti Rusli
dan entah apa nanti reaksi Darrel kalo tahu mbak kantin kesayangannya pergi atau terluka,,,
Sugiharti Rusli
entah apa yang sedang dia rencanakan sekarang di saat kamu sedang menemui teman kamu di kafe sekarang
Sugiharti Rusli
dan sekarang di saat putra kamu sangat membutuhkan kehadiran Andin, ibu kamu sedang merencanakan sesuatu lagi sepertinya terhadap Andin
Sugiharti Rusli
dulu dia berhasil memisahkan kamu dan Andin, bahkan kamu menyimpan kemarahan sampai saat ini
Sugiharti Rusli
kalo saja kamu tahu Nath, betapa kejamnya ibu kamu itu,,,
Sugiharti Rusli
bahkan dia lebih percaya saat sekarang Andin sedang bekerja dengan berjualan di sekolahannya, dia percaya mba kantin akan kembali nanti setelah selesai jualan
Sugiharti Rusli
padahal Darrel belum lama kenal Andin, kalo bukan karena sikap Andin yang baik dan tulus, ga mungkin juga Darrel bisa berubah
Sugiharti Rusli
bahkan dia bisa melihat perubahan besar Darrel ketika mengenal Andin yang tadinya sangat keras kepala, sekarang bisa lebih lembut,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya Nathan mulai meragukan kepercayaan tentang Andin yang melakukan kesalahan fatal dulu terhadap dirinya yah
Sugiharti Rusli
memang sih segala sesuatu kalo ada uang, segala urusan akan lebih mudah ditelusuri nya yah,,,
Sugiharti Rusli
wah si Mark bergerak cepat juga yah dia menyelidiki kasus Andin dulu
Sugiharti Rusli
justru sekarang si Vivian yang merasa khawatir kalo permainan kotornya akan segera terbongkar di hadapan sang putra
Sugiharti Rusli
tapi sekarang karena kamu sudah dewasa dan kamu juga tidak merasa memiliki kesalahan, buat apa takut,,,
Sugiharti Rusli
kamu saat itu sendirian dan tidak memiliki daya apa" mengahdapi mereka, jadi wajar sih sikap kamu dulu cupu
Sugiharti Rusli
dan memang karena mereka orsng yang berkuasa dan memiliki banyak uang dan koneksi,,,
Sugiharti Rusli
dulu mungkin usia kamu masih sangat muda, jadi masih banyak ketakutan yang kamu rasakan dulu,,,
Sugiharti Rusli
suatu kebenaran kalo memang saatnya harus terungkap, pasti akan terungkap cepat atau lambat sih,,,
Sugiharti Rusli
bagus Ndin, karena dulu kamu hanya memikirkan kesehatan mental kamu di hadapan urtunya Darrel
Sugiharti Rusli
apalagi putranya Darrel sangat menyayangi Andin yang memang begitu tulus menemaninya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!