NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:606
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Puluhan orang dengan suara riuh memenuhi halaman warung, wajah pemilik warung sudah sangat pucat, dia sudah memastikan jika warung nya akan hancur.

Jaka Srenggi keluar dan melihat puluhan orang sudah bersiap untuk mengulitinya.

"Apa hanya kalian? Kenapa tidak topeng hitam saja yang kemari??" kata Jaka Srenggi dengan suara yang keras.

"Hahahah, ketua kami tak akan menurunkan tangannya untuk menghadapi cecunguk seperti diri mu, cukup aku saja gagak hitam yang akan membunuh mu" kata orang yang mengaku bernama gagak hitam itu.

"Jangan menyesali keputusan mu" kata Jaka Srenggi dan maju ke depan, bersiap untuk melawan puluhan orang dengan senjata yang lengkap di tangan nya.

Lagi-lagi lelaki tua dalam warung itu menunggu, dia menunggu apa Jaka Srenggi akan mengeluarkan jurus lain dari jurus tangan api.

"Pukulan api!'

Jaka Srenggi mengeluarkan pukulan api dengan jarak dekat.

"Blarrr!!

Bammmm!

Tanah bergetar karena serangan kuat dari Jaka Srenggi, belasan orang anak buah topeng hitam tewas bagaikan terpanggang.

Wajah gagak hitam kaget, dia tak menyangka jika lawan nya akan sekuat itu. Dan itu sungguh hal yang tak dia sangka sama sekali.

"Serang dia!' teriak Gagak Hitam berikan perintah.

Sementara gagak hitam menyusun rencana licik untuk mengalahkan Jaka Srenggi.

Puluhan orang berpakaian hitam itu mengeroyok Jaka Srenggi, tanpa ragu Jaka Srenggi mengeluarkan jurus tinju api.Ttangan nya memerah bagaikan bara api.

Jaka Srenggi di serang dari semua arah, tak ada sedikit pun celah untuk anak muda itu, tapi aneh nya sedikit pun tak ada yang mampu menyentuh kulit nya. Jaka Srenggi licin bagaikan belut.

Dan tak hanya itu, setiap Jaka Srenggi menyerang selalu saja jeritan kesakitan yang terdengar, dan di lanjutkan dengan tubuh yang tergeletak di tanah.

"Tapak kematian!'

Plakkk!!

Plakkk!

Jaka Srenggi memainkan jurus tapak api jurus pertama, dan itu kembali memakan korban.

Setelah hampir separuh dari mereka tergeletak tak bernyawa sadar lah mereka jika Jaka Srenggi bukan lawan mereka, mereka tak lagi menyerang tapi tak juga mundur, mereka mengurung Jaka Srenggi dan tak membiarkan nya untuk lolos.

"Apa kalian tak memiliki kemampuan Menangkap bocah pun kalian tak mampu," terdengar suara dari kejauhan.

Dua sosok berdiri tepat di depan Jaka Srenggi. Di dunia persilatan mereka di juluki sepasang gila. Mereka memang gila, gila bertarung dan tak memandang siapa pun.

Wajah gagak hitam jadi cerah saat melihat kehadiran sepasang gila.

"Sungguh sayang, di usia mu yang masih muda kau harus tewas bocah," kata salah satu sepasang gila.

"Apa kalian yakin aku akan tewas? Aku masih berdiri bukan??"

Jaka Srenggi masih percaya dengan kemampuan yang dia miliki.

"Hahaha, kau sungguh percaya diri bocah!

Gagak hitam serang dia!" perintah salah satu sepasang gila.

Gagak hitam yang sudah kembali kepercayaan dirinya karena kehadiran sepasang gila berjalan santai menuju ke arah Jaka Srenggi.

"Kau akan tewas hari ini," ucap gagak hitam menunjuk dengan pedang nya ke arah Jaka Srenggi.

Hiatttt!!

Gagak hitam menyerang dengan pedang di tangan nya, dia mengayunkan ke titik vital Jaka Srenggi, leher serangan utama nya. Tapi Jaka Srenggi yang tak ingin kehilangan kepalan nya mundur ke belakang dua langkah, setelah serangan itu lewat Jaka Srenggi berbalik menyerang.

Dengan jari petir dia menyerang dengan membabi buta, tak memikirkan pertahanan nya. Sungguh gaya bertarung yang ceroboh.

"Hihihi, dia seperti nya baru turun gunung kakang," ucap salah satu sepasang gila setelah melihat gaya bertarung Jaka Srenggi.

"Iya adik, aku lihat dia memiliki kemampuan tinggi, tapi aku yakin pengalaman nya belum ada. Kita pasti bisa membunuhnya," ucap salah satu sepasang gila.

Wutttt!!

Gagak Hitam mengayunkan pedang nya ke arah perut Jaka Srenggi. Untuk menghindar Jaka Srenggi berputar dan bersalto ke belakang. Begitu kaki nya menjejak di tanah, dia mengerahkan tenaga ke kaki nya, dan menyerang dengan tapak kematian.

Tangan nya berputar-putar dan terlihat seperti tapak yang banyak. Gagak hitam kaget dengan serangan itu. Serangan Jaka Srenggi mengarah ke arah depan, lehernya gagak hitam.

Gagak hitam yang tak ada waktu lagi untuk menghindar menyilangkan pedang nya dan itu menahan tapak kematian Jaka Srenggi.

Trakkk! Trakkk!!

Suara dari sesuatu yang hampir patah terdengar.

Takkk!!

Jaka Srenggi menambah kekuatan dan pedang milik gagak hitam patah jadi dua, tak hanya sampai di situ, Jaka Srenggi meneruskan serangan nya dan menghantam ubun-ubun gagak hitam.

Aaaaaaa!!

Suara jeritan Gagak hitam yang telah terlepas nyawanya dari raga nya.

Gagak hitam menggelepar sebentar sebelum diam tak bergerak. Jaka Srenggi tersenyum puas karena berhasil membunuh gagak hitam. Dia tak menyangka pertarungan itu sangat mudah.

"Tak terlalu sulit," ucap Jaka Srenggi sombong.

Jaka Srenggi merasa semakin di atas angin setelah berhasil membunuh gagak hitam.

Lelaki tua yang memperhatikan pertarungan Jaka Srenggi tersenyum mendengar perkataan Jaka Srenggi.

"Dia memang baru turun gunung, masih mentah, jika di tempa lagi aku yakin dia akan memiliki nama di dunia persilatan. Jika dia murid Petapa muka dua, sungguh beruntungnya dia," gumam lelaki tua itu yang masih terus memperhatikan Jaka Srenggi dari dalam kedai.

Lelaki itu merasa sangat tertarik pada Jaka Srenggi, selain memiliki kemampuan yang cukup tinggi, di tambah Jaka memiliki kemampuan yang di turunkan oleh bargola.

"Apa dia akan mampu melawan sepasang gila? Kemampuan sepasang gila tak bisa di pandang remeh, selain itu pengalaman mereka juga sudah sangat banyak, malang melintang di dunia persilatan sudah cukup lama dan sudah merasakan pahit manis garamnya dunia persilatan," gumam lelaki itu yang masih menunggu pertarungan Jaka Srenggi dengan sepasang gila.

"Sejauh mana kemampuan mu bocah? Keluarkan semua, aku mau lihat," desis lelaki itu.

Jaka Srenggi yang merasa di atas angin berjalan ke arah sepasang gila. Dia berdiri tak terlalu jauh dan hanya berjarak tiga meter saja.

"Bukan kah seharusnya sudah giliran kalian melawan ku??" tanya Jaka Srenggi dan menunjuk ke arah sepasang gila.

"Hahahah, Adi Birawa dia menantang kita"

"Iaa kak, dia menantang, apa dia tak tahu siapa kita??" kata Bariwa,

"Jangan terlalu percaya diri anak muda, jika tidak kepercayaan mu itu akan menghancurkan mu," kata Birawa.

"Aku pastikan kalian akan kembali pada pencipta kalian," tantang Jaka Srenggi kepada sepasang gila.

"Hahahah, baik kami akan menerima tantangan mu bocah! Tapi kami tak akan mau bertarung sekarang, pulihkan dulu kondisi mu, aku tak mau bertarung dengan orang yang sudah kelelahan," ucap Bariwa.

"Kalian tak perlu sungkan begitu, aku tak merasa lelah melawan suruhan kalian, aku malah bersemangat untuk kembali bertarung," jawab Jaka Srenggi.

"Baik jika memang itu keinginan mu!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!