Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.
Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...
Apakah harus????.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Dua hari kemudian.
Syela menatap dirinya dalam pantulan cermin didepannya, polesan make up yang menghiasi wajahnya nampak membuatnya jadi lebih dewasa. Lipstik berwarna merah terang itu membuatnya seperti para wanita dewasa yang sering dilihatnya dalam sinetron.
Perlahan dia berdiri memandangi diri, berputar sebentar saat tubuh yang dibalut dengan gaun pengantin berwarna putih gading itu nampak asing dimatanya.
"Cantik" gumamnya tanpa ekpresi.
"Tapi kamu bukan aku, kamu adalah putri dari Handoko dan Susi..... Bukan Syela Ibu dari Ansel Giovani" ucapnya berbicara pada sosok dirinya dipantulan cermin.
"Syela cepat acaranya sudah mau dimulai!!" teriak Susi dari luar kamar yang dihuni Syela membuatnya terhenyak.
"Bentar" jawabnya.
Syela lebih dulu mendekati sang Putra yang dia titipkan pada seorang perawat yang dibayar Bagas untuk menjaga Bayi itu saat pernikahan mereka berlangsung. "Ansel baik baik disini ya Nak, Ibu sebentar aja kok" ucapnya kemudian mencium Pipi gembul bayinya.
Ibu muda itu lalu keluar dari kamar, dibalik pintu sudah menunggu Susi untuk mengantarnya ke aula pernikahan. Bagas menyewa sebuah gedung untuk acara pernikahannya, beberapa kerabat juga tamu dari kedua keluarga diundang untuk merayakan pernikahan tersebut.
Mata Bagas sudah berubah warnanya melihat kecantikan Syela yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu perlahan mendekat. Sangking tak sabarnya tanpa malu dia langsung memeluk Syela, yang terang saja mendapat penolakan dari Ibu muda itu.
"Haduh mempelai prianya sudah nggak sabar ini, ijab kabul dulu masnya" seru salah satu tamu membuat yang lainnya tertawa.
Lucukah pikir Syela, baginya menjijikan. Dia sampai bergidik karena ulah pria itu.
Jantung Syela mulai berdegub kencang saat dia didudukkan berdampingan dengan Bagas, didepannya sudah ada penghulu yang siap menikahkan keduanya. Sedang Handoko sudah siap juga disampingnya, sebagai wali. Dan beberapa pria lagi sebagai saksi.
Beberapa menit kemudian sang penghulu mengawali langkah sah menuju pernikahan mereka. Dan kini saatnya Bagas mengucap janji sakral mereka.
"Saya Terima Nikah dan kawinnya Syela Widiatama binti Handoko Widiatama dengan Mas kawin emas 500gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucapnya tanpa hambatan. Catherine sudah mengembangkan senyuman. Sedang Syela sudah hampir meloloskan air mata.
Tapi......
"Tidak SAH!!!!!!!!" teriak seseorang lantang yang berdiri ditengah kerumunan tamu dibelakang calon pengantin tersebut.
Semua orang terkejut tak terkecuali Catherine, orang tuanya dan juga Syela yang langsung berbalik badan. Apalagi Bagas, matanya sudah membulat lebar.
"Pernikahan ini tidak SAH" ucap orang itu mendekat dengan marahnya bersama seseorang yang Syela kenal disampingnya.
"Din....... Dinda ka....kamu kok bisa ada disini" ucap Bagas terbatas bata mengalihkan semua mata tertuju padanya.
"Kamu yang kenapa mas, kok bisa bisanya ada disini!!!" jawab wanita bernama Dinda itu. "Kamu mau menikah lagi, iya??!!!" tanyanya marah.
Bagas cepat berdiri memegang kedua lengan wanita yang sepertinya berumur hampir sama dengannya itu. "Mas bisa jelasin".
"Jelasin apa, semua sudah jelas!!!" ucap Dinda menepis kedua tangan Bagas. "Gadis lemah mana lagi yang jadi korbanmu Mas, memangnya Aku dan kedua istri mudamu yang lain masih belum cukup untukmu hah!!!".
Skak.
Syela menutup mulutnya tak percaya, kedatangan satu wanita ini saja sudah membuatnya kaget tak terkira dan ternyata Bagas masih punya dua wanita lainnya. Lalu dia akan segera jadi yang keempat begitu, wah gila.
Catherine pun melakukan hal yang sama tak menyangka jika Bagas punya istri lainnya. Dia tak mengetahui hal itu sebelumnya, apalagi wanita itu datang bersama Miko batal calon suaminya.
Bagas gelagapan, semua tamu mulai membicarakan. "Ssstttt diam dulu Ma.... ".
"Tuan, dia ini......... " Handoko pun mendekat bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
"Saya istrinya Bagas" jawab wanita bernama Dinda itu.
"Jadi anda sudah punya istri Tuan?" tanya Handoko lagi.
"Iya saya yang pertama, dirumah masih ada 2" jawab Dinda lagi. Handoko terperangah soal ini dia memang tak tau apa apa, alhasil dia hanya bisa terdiam.
Dan wajah Bagas sudah merah padam dibuatnya, dia sungguh malu karenanya. "Masih berani kamu mau nambah lagi" gertak Dinda yang membuat Bagas menciut seketika.
Syela tertawa keras, lalu melepas tudung pengantinnya kasar. "Tua tua keladi, makin tua makin jadi" gumamnya.
"Ta.... Tapi aku harus menikahinya Ma.... Dia mau kok jadi yang keempat iyakan Syela" ucap Bagas tanpa rasa bersalah menatap Syela lembut.
Plak!!!.
"Woy sadar, dasar laki laki hidung belang" ucap Dinda emosi menampar sang suami bi*dapnya ini.
"Iya mereka harus menikah, lagi pula Syela sudah melahirkan Bayinya" ucap Catherine yang membuat semua orang semakin bergunjing.
Kini wajah Handoko dan sang istri yang memerah malu, karena sebelum nya tak ada yang tau alasan Syela menikah. Mereka hanya tau jika keduanya memang saling cinta. Dan kini putri angkatnya membeberkan semuanya mau ditaruh dimana muka mereka.
Mendengar ucapan Catherine, Dinda semakin meradang dibuatnya. "Apa Bayi?...... Kapan kamu menghamilinya Mas!!!!" tanyanya.
Bagas terdiam lama belum bisa menjawab pertanyaan tersebut. "Kalau benar kamu punya anak darinya dan kalian menikah, lihat saja, nama pemilik saham terbesar diperusahaan kita bukan namamu lagi ngerti!!!!" ancam sang istri.
Mendengar hal itu Bagas cepat berlutut dikaki sang istri. "Nggak aku nggak punya bayi sayang, bayi itu bukan milikku, dan aku tak akan menikah lagi, maafkan aku ya" ucapnya memohon mengatupkan kedua tangan.
"Kenapa jadi begini Tuan Bagas, bukankah kamu mau bertanggung jawab dengan Putriku dan anaknya kenapa sekarang berubah??!!!" tanya Handoko marah takut jika pernikahan ini batal kerjasama mereka pun gagal.
"Diam kau, bertanggung jawab apanya, aku saja tak pernah menyentuh dia bagaimana aku bisa punya bayi dengannya".
Deg..
Syela terdiam mencoba mencerna kalimat yang dinyatakan Bagas barusan, apa katanya tak menyentuh?. Lalu isi Diary Catherine yang bilang memang Bagas adalah pria malam itu bagaimana, maksudnya gimana ini.
"Dia memang bersamaku saat diklub dan dimobil, tapi saat dihotel dia sudah tak bersamaku lagi" tambah Bagas.
"Apa maksudmu, jelas jelas malam itu kamu masih bersamanya sejak aku keluar dari mobil, kalian menuju hotel bersama kan???" Catherine tak kuasa menahannya lagi semua rahasia mulai lolos satu persatu dari mulut manisnya.
Setelah mengatakan itu Catherine terdiam merutuk dirinya sendiri saat sadar semua mata tertuju padanya. Karena masalah semakin memanas, Handoko menyuruh asisten pribadinya untuk membubarkan tamu hingga meninggalkan orang inti saja.
Bagas berdecih "Maaf Nona, tapi aku tak bisa bekerja sama denganmu lagi, dari pada nasib buruk menimpaku setelah ini lebih baik kubongkar semuanya" ucapnya untuk Catherine tapi sambil menatap sang istri berharap dia bisa percaya.
"Malam itu setelah kau turun dari mobil, kami memang kesebuah hotel.... Tapi saat dilobi Syela kutinggal dikursi tunggu, sedangkan aku memesan satu kamar namun saat aku kembali dia sudah tak ada dikursi itu.... Aku mencarinya kemana mana tapi tak ketemu juga, aku menghubungi mu tapi nomermu tidak aktif akhirnya aku pulang karena emosi" ungkap Bagas panjang lebar, Syela terdiam.
"Lalu kenapa kau bisa mengaku kalau sudah menghamili Syela dan mau bertanggung jawab" tanya Miko yang mulai bersuara.
"I...itu karena Nona Catherine beberapa minggu lalu kembali mencariku, karena memang sudah jatuh hati dengan Syela sejak awal aku pun menyetujui untuk melancarkan rencananya tanpa bilang kalau malam itu Syela menghilang".
Setelah mengatakan kejujuran dari pihak Bagas semua orang terdiam mencoba memahami apa yang terjadi, tak terkecuali Syela yang jelas semakin bingung saja.
"Lalu siapa lagi pria malam itu, anakku siapakah Ayahmu yang sebenarnya???".
Pasti bakal muncul kok, cuman belum waktunya
sesuai sama judul sih aku buat ceritanya, kalau cepet ketemunya bakal pendek ceritanya