NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:78.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Sepuluh menit berlalu, tidak ada apa-apa. Lucas hanya berbicara tentang Ariana dan rencana liburan keluarga. Sesekali ia membuat Astrid tertawa kecil.

Astrid sendiri memainkan perannya dengan sempurna. Tidak terlalu hangat, tidak terlalu dingin, cukup untuk membuat Lucas tetap nyaman.

Dua puluh menit berlalu, masih tidak ada apa-apa. Tidak ada telepon mencurigakan. Tidak ada pembicaraan tentang aset. Tidak ada pembahasan mengenai rumah warisan. Hanya makan malam biasa.

Mateo mulai kehilangan kesabaran. "Aku mulai merasa seperti orang bodoh."

Julio menyesap kopinya. "Kamu suka sekali bicara begitu."

Mateo mendelik ke arah meja sebelah. "Terima kasih atas perhatiannya."

Julio terkekeh kecil. Namun, beberapa saat kemudian ekspresinya kembali serius.

"Justru ini yang membuatku tidak tenang."

Mateo mengangkat alis. "Maksudmu?"

Julio menatap Lucas yang sedang tersenyum kepada Astrid. "Orang seperti Lucas tidak mungkin berubah dalam semalam."

Mateo mengikuti arah pandangannya. Lucas terlihat santai. "Jadi?"

"Kalau malam ini dia tidak melakukan apa-apa ...." Julio berhenti sejenak. "Itu berarti dia sedang membangun kepercayaan Astrid."

Mateo langsung mengerti. Pemahaman itu membuat wajahnya ikut berubah serius.

Karena memang begitulah cara seorang manipulator bekerja. Mereka tidak menyerang saat korban sedang waspada. Mereka membuat korban merasa aman terlebih dahulu.

Sementara itu, di meja lain, Lucas sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang diamati. Ia masih berbicara santai dengan Astrid. Bahkan beberapa kali tersenyum puas melihat respons istrinya. Di dalam pikirannya, semuanya berjalan sesuai rencana.

Astrid mulai percaya lagi dan kembali berada dalam genggamannya. Setidaknya itulah yang Lucas yakini.

Padahal di balik senyum tenang yang ditampilkan Astrid malam itu, wanita tersebut sedang memperhatikan setiap gerak-geriknya dengan lebih waspada daripada sebelumnya.

Hingga makan malam berakhir, tidak ada kejadian besar yang terjadi. Tidak ada rahasia yang terbongkar. Tidak ada kesalahan yang dilakukan Lucas. Tidak ada bukti baru yang ditemukan.

Namun saat Lucas pergi membayar tagihan, Mateo sempat mengirim satu pesan singkat kepada Astrid.

[Dia tidak bergerak malam ini. Tapi aku yakin dia sedang menyiapkan sesuatu yang besar. Tetap hati-hati.]

Astrid membaca pesan itu diam-diam. Lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Tatapannya beralih kepada Lucas yang sedang berdiri di kasir restoran.

Entah mengapa, firasat buruk kembali muncul di hatinya. Karena malam yang terlalu tenang sering kali menjadi pertanda bahwa badai yang lebih besar sedang menunggu di depan.

Hujan turun sejak pagi. Rintik-rintiknya membasahi kaca jendela ruang kerja Astrid yang berada di lantai dua. Langit tampak kelabu, membuat suasana di dalam ruangan terasa lebih sunyi dari biasanya. Ariana yang suka berceloteh pun tertidur lelap diselimuti kain hangat.

Di atas meja kerja yang rapi, beberapa dokumen terbentang dalam susunan yang teratur. Sebagian sudah diberi tanda menggunakan stabilo, sementara beberapa lembar lainnya dipenuhi catatan kecil di bagian pinggir.

Sudah hampir satu jam Astrid duduk di sana. Hingga akhirnya pandangan wanita itu jatuh kembali pada satu dokumen yang terletak paling atas.

Permohonan Gugatan Perceraian.

Tulisan itu tampak begitu jelas di hadapannya. Astrid mengembuskan napas perlahan. Jari-jarinya bergerak menyentuh sudut kertas tersebut dengan hati-hati, seolah lembaran itu memiliki bobot yang jauh lebih berat daripada sekadar selembar dokumen hukum.

Dadanya terasa sesak, namun bukan karena cinta. Perasaan itu sudah lama hilang. Sudah terkubur sejak hari ketika ia mengetahui perselingkuhan Lucas. Sudah hancur saat satu demi satu kebohongan suaminya terbongkar di depan mata.

Yang membuat Astrid merasa berat adalah kenyataan bahwa rumah tangga yang dulu ia perjuangkan dengan sepenuh hati ternyata berakhir seperti ini. Bukan karena mereka saling kehabisan cinta atau karena takdir memisahkan mereka, melainkan karena kebohongan, pengkhianatan, dan keserakahan.

Astrid memejamkan mata sejenak. Bayangan dirinya beberapa tahun lalu muncul di benaknya. Seorang wanita yang begitu percaya kepada suaminya. Wanita yang bangga memperkenalkan Lucas kepada semua orang. Wanita yang merasa dirinya beruntung memiliki pasangan seperti Lucas.

Saat itu ia benar-benar percaya bahwa mereka akan menua bersama. Bahwa Lucas akan menjadi tempat pulang yang aman untuk dirinya dan Ariana. Namun, sekarang, kenangan itu terasa seperti cerita milik orang lain.

Suara ketukan pelan di pintu membuat Astrid membuka matanya. Ia segera merapikan ekspresinya.

"Masuk," ujarnya.

Pintu terbuka perlahan. Mateo masuk sambil membawa sebuah map cokelat tebal di tangannya.

Begitu melangkah masuk, pandangannya langsung tertuju pada dokumen perceraian yang tergeletak di atas meja. Ia tidak langsung berbicara. Hanya berdiri beberapa detik sambil memperhatikan Astrid.

Kemudian Mateo berjalan mendekat dan duduk di kursi seberang. "Jadi kamu benar-benar sudah memutuskan?" tanyanya pelan.

Astrid tersenyum tipis. Namun, senyum itu tidak pernah sampai ke matanya.

"Aku rasa aku justru terlambat mengambil keputusan ini."

Mateo mengembuskan napas panjang. Ia tahu betul berapa banyak hal yang sudah ditelan Astrid selama bertahun-tahun. Karena itu ia tidak mencoba membujuk. Tidak juga mempertanyakan keputusannya. Sebaliknya, ia justru merasa lega karena akhirnya Astrid memilih dirinya sendiri.

"Lucas belum tahu?" tanyanya.

Astrid menggeleng pelan. "Belum."

"Ibu mertuamu?"

"Belum juga."

Mateo mengangguk. "Itu lebih aman."

Pria itu meletakkan map yang dibawanya di atas meja. "Semakin sedikit yang tahu, semakin kecil kemungkinan kabar ini sampai ke telinga Lucas."

Astrid mengangguk setuju. Memang itulah alasan ia merahasiakan semuanya. Bukan karena takut, tetapi karena tidak ingin Lucas memiliki kesempatan untuk menyusun strategi baru.

"Aku cuma memberi tahu beberapa orang," kata Astrid.

Mateo menatapnya.

Astrid lalu melanjutkan. "Kamu ... Julio ... dan William."

Mateo tersenyum tipis mendengar nama itu. William adalah pengacara yang ia rekomendasikan secara pribadi kepada Astrid beberapa minggu lalu.

Pria itu terkenal teliti, sulit ditekan, dan memiliki reputasi yang sangat baik dalam menangani kasus perceraian serta sengketa aset.

"William orang yang tepat," ujar Mateo sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Kalau dia sudah menerima kasusmu, berarti semua langkah hukum akan dipersiapkan dengan matang."

Astrid mengangguk. Ia juga mulai menyadari hal itu setelah beberapa kali bertemu dengan William. Pria itu tidak banyak bicara. Namun, setiap pertanyaannya selalu tepat sasaran. Setiap langkahnya selalu terukur.

Tatapan Astrid kembali jatuh pada dokumen gugatan yang berada di atas meja. Perlahan sorot matanya berubah semakin tegas.

"Aku nggak mau terseret lebih jauh." Suara Astrid terdengar pelan, namun penuh keyakinan.

Astrid menarik napas panjang sebelum melanjutkan. Tatapannya beralih ke jendela yang dipenuhi tetesan hujan.

"Aku nggak tahu seberapa banyak kejahatan yang sudah Lucas lakukan. Tapi aku tahu satu hal."

Mateo memperhatikan Astrid dalam diam.

Astrid kembali menoleh. Kali ini sorot matanya begitu mantap. "Aku nggak akan ikut tenggelam bersamanya."

1
Nurlaela
terus saja salah paham dasar dokter penipu😂😂😂😂
Mardiana
ehh... ternyata dokter gemblung yg serakah dan gak mau usaha sendiri buat selingkuh.... ngandelin harta istrinya....ealahh gemblung 🤦🤦😎😎😎
Erni Kusumawati
baca bab ini sampai tahan nafas ikutan tegang🤭🤭
Darti abdullah
luar biasa
Yeyet Rohaeti
lanjut
Mardiana
Lucas... lupa sama istrinya karena lihat yg lebih kinclong 😈
Mardiana
cakep ...👍👍👍👍
Aidil Kenzie Zie
ha ha ha selamat datang di hotel prodeo Lucas 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Good
sunaryati jarum
Saatnya Lucas runtuh,harta yang dikumpulkan dari hasil mencuri akhirnya akan kembali ke pemiliknya
sunaryati jarum
Semoga uang yang dicuri dan diberikan pada selingkuhannya kembali ke Astrid.Dan semua asetnya dibekukan dan jadi hak Astrid
Sugiharti Rusli
apa itu data" transaksi pengalihan yang dimiliki oleh istrinya yang selama ini juga disalah gunakan olehnya,,,
Sugiharti Rusli
dan kira" apa isi amplop yang pada akhirnya membuat pertahanan si Lucas runtuh yah itu,,,
Sugiharti Rusli
dalam hal ini sepertinya si Lucas sudah mempersiapkan kala dirinya sudah tertangkap dan bukti kejahatan mulai di paparkan,,,
Sugiharti Rusli
tapi kalo penyidik sudah berpengalaman tahu kapan mulai menyerang si tersangka yah,,,
Sugiharti Rusli
memang yah ada karakter penjahat yang bisa memainkan emosi penyidik sih dalam dunia kriminal,,,
Sugiharti Rusli
sekalinya penjahat tetap penjahat yah si Lucas itu
Sugiharti Rusli
dan kamu berkilah sama ibu kamu kalo ini hanya salah paham agar bisa menutupi semua kecurangan yang sudah kamu lakukan,,,
Sugiharti Rusli
dan sekarang kamu menghadapi dua gugatan sekaligus, dari Astrid dengan gugatan cerai, dan kasus penyelewengan
Sugiharti Rusli
kamu pikir kamu sudah bermain cantik dan tidak akan ketahuan dengan semua trik licik yang telah kamu perbuat, bahkan sama istri kamu sendiri,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!