NovelToon NovelToon
Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Romantis / Selingkuh / Tamat
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Kamu adalah luka paling berdarah dalam hidupku."

Satu hari aku tidak ada untukmu, dan kamu menghukumku dengan keheningan selamanya. Aku mencoba lari, aku mencoba mencintai orang lain, bahkan aku menjadi wanita yang buruk dengan mendua demi melupakan bayangmu. Tapi semua sia-sia. Kamu tetap pergi, dan yang paling menyakitkan... kamu memilih sahabatku untuk menggantikan posisiku.

Dapatkan luka ini sembuh saat penyebabnya kini bahagia dengan orang terdekatku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Bel istirahat berbunyi, membelah keheningan kelas yang sejak tadi terasa mencekam. Aku menutup buku, lalu berjalan menuju kantin dengan langkah pasti. Aku tidak berniat bersembunyi. Justru hari ini, aku ingin menunjukkan pada mereka bahwa kehadiranku tidak lagi bergantung pada eksistensi mereka.

Di sudut kantin yang ramai, pemandangan itu tersaji lagi. Ada Ayu, Kaila, Alif, Fita, dan Guntur. Mereka duduk di meja panjang yang biasa kami tempati dulu. Tampaknya mereka sedang berusaha bersikap "normal", tertawa canggung seolah-olah pengkhianatan kemarin hanyalah debu yang bisa dikibas begitu saja. Fita terlihat bicara antusias sambil sesekali melirik ke arah pintu masuk, dan Guntur hanya mengaduk minumannya dengan wajah keruh.

Aku melewati meja mereka tanpa menoleh sedikit pun, seolah mereka hanyalah dekorasi ruangan yang tidak penting. Aku memesan mi ayam dan memilih duduk di meja paling pojok, benar-benar sendirian, menghadap ke arah lapangan.

Baru saja aku menyuap sesendok makanan, sebuah bayangan menutupi mejaku. Aku mendongak, mengira itu salah satu dari "mantan" teman-temanku yang datang untuk memohon. Namun, yang berdiri di sana adalah Alan, teman sekelas Guntur dari XI IPS 2. Dia dikenal sebagai cowok yang cuek tapi cukup vokal.

"Boleh duduk di sini, Fis?" tanya Alan santai, tanpa menunggu jawaban dia sudah menarik kursi di hadapanku.

Aku mengernyitkan dahi. "Meja lain masih banyak yang kosong, Lan."

Alan terkekeh, lalu menoleh sekilas ke arah meja Guntur dan kawan-kawan sebelum kembali menatapku. "Meja lain nggak punya pemandangan menarik. Gue cuma mau bilang, akting teman-teman lo di sana payah banget. Kelihatan banget mereka lagi panik karena 'badut' utamanya mendadak jadi 'ratu' yang nggak tersentuh."

Aku meletakkan sendokku. "Gue nggak tertarik bahas mereka."

"Bagus," sahut Alan cepat. Dia menyodorkan sebuah brosur kecil ke atas meja. "Gue ke sini bukan mau jadi kurir permintaan maaf Guntur. Gue cuma mau nawarin lo join tim debat sekolah buat kompetisi bulan depan. Kita kurang satu orang, dan gue butuh orang yang punya tatapan sedingin lo buat bikin lawan mentalnya ciut."

Di kejauhan, aku bisa merasakan tatapan tajam Guntur dan wajah tidak suka Fita yang melihat Alan duduk bersamaku.

Aku menatap brosur itu, lalu melirik sekilas ke arah meja di tengah kantin. Di sana, Fita tampak membisikkan sesuatu ke telinga Guntur sambil terus melirik sinis ke arahku. Guntur sendiri hanya terdiam, rahangnya mengeras melihat Alan tertawa kecil di depanku.

Tiba-tiba, rasa ingin membuktikan diri melonjak di dadaku. Selama ini aku hanya dikenal sebagai "ekor" Guntur atau "sepupunya kaila . Sudah saatnya aku memiliki panggungku sendiri, tempat di mana namaku berdiri tanpa bayang-bayang mereka.

"Oke, Lan. Gue ikut," jawabku tegas sambil menarik brosur itu dari meja.

Alan menyeringai puas. "Pilihan cerdas, Fis. Latihan pertama mulai besok pulang sekolah di ruang OSIS. Jangan telat."

Begitu Alan pergi, aku kembali menikmati mi ayamku dengan perasaan yang jauh lebih tenang. Dari sudut mata, aku bisa melihat mereka semua—Ayu, Kaila, bahkan Fita—tampak gelisah. Mereka tidak menyangka aku bisa secepat ini mendapatkan lingkaran baru, apalagi dengan orang seperti Alan yang selama ini mereka anggap saingan berat.

Aku beranjak dari kursi, merapikan brosur debat di tangan dan berjalan menuju kasir kantin. Aku merogoh saku, namun sebelum jemariku menyentuh lembaran uang, sebuah tangan kekar sudah lebih dulu menyodorkan uang pas ke arah ibu kantin.

"Gabung sama punya gue, Bu. Sama mi ayam cewek ini juga," ucap suara bariton yang asing di telingaku.

Aku menoleh dengan kening berkerut. Di sampingku berdiri Radit, kapten tim sepak bola sekolah sekaligus teman satu tim Guntur dari kelas XI IPA 1. Dia mengenakan jersey latihan yang sedikit lembap oleh keringat, memberikan kesan maskulin yang sangat kontras dengan Guntur yang biasanya rapi dan kaku.

"Gue bisa bayar sendiri, Dit," kataku datar, mencoba mengembalikan uangnya.

Radit hanya terkekeh, memasukkan kembali dompetnya ke saku celana tanpa niat menerima penolakanku. "Anggap aja ini salam kenal, Fis. Gue denger lo baru gabung tim debatnya Alan? Pilihan bagus. Lo terlalu 'mahal' buat terus-terusan duduk di meja yang isinya orang-orang palsu kayak di sana."

Ia mengedikkan dagunya ke arah meja Guntur. Ternyata, bukan cuma Alan yang menyadari situasi ini. Satu per satu orang-orang yang dulu tidak pernah bicara padaku mulai muncul, seolah-olah selama ini mereka hanya menunggu aku lepas dari jeratan Guntur dan Fita.

"Kenapa lo lakuin ini?" tanyaku menyelidik.

Radit mendekatkan wajahnya sedikit, berbicara cukup keras agar suaranya bisa sampai ke meja tengah yang sedang mengawasi kami dengan tegang. "Karena gue nggak suka liat pemain tim gue ngerasa paling hebat setelah nyakitin cewek kayak lo. See you around, Fis."

Radit menepuk pundakku sekilas sebelum berjalan keluar kantin dengan santai. Aku bisa merasakan atmosfir di meja Guntur mendidih. Guntur tampak hampir meledak, sementara Fita terlihat sangat tidak nyaman karena perhatian seluruh kantin kini tertuju padaku dan interaksiku dengan cowok-cowok populer seperti Alan dan Radit.

Aku tidak peduli apa motif Radit sebenarnya. Yang aku tahu, rasa puas yang menjalar di hatiku saat melihat wajah pucat Fita dan kepalan tangan Guntur jauh lebih nikmat daripada mi ayam yang baru saja kuhabiskan.

1
Rea
melankolis
byyyycaaaa: lanjut baca di ekuilibrium yuk kisah bintang dan afisa
total 1 replies
Shirin Al Athrus
yaahhh, pdhl gue harap mreka akhirnya balikkan. guntur dan afisa. bnyk kok perjuangan yg harus dilakukan guntur agar dia sukses dan dptkan afisa lagiii huaaa sedihh gue KLO kek gini ceritanya
byyyycaaaa: yaaa gimana sama bintang di cintai bahagianya di usahakan tiap hari di pepet 🤭 gimana nggak luluh si Afisanya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
ais kk gtu seru itu liat Afisa sukses mereka pasti nangis pojokan. atau pas bintang nikah aja sama Afisa trus D undang😂😂😂😂😂😂😂
byyyycaaaa: mampir yuk di cerita bintang dan juga afisa ekuilibrium:Antara janji dan jarak🙏
total 1 replies
byyyycaaaa
nanti ada cerita khusus untuk Bintang dan juga afisa ya kak,untuk teman-teman afisa mereka tidak ada yang menyesal ,afisa sudah lama meng cut off teman-temannya,🙏
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
coba lah bikin mereka nyesel dulu tor. mau liat Afisa nikah sama bintang
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
gk lanjut tor
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
Afisa dan bintang bahagia gk ada rintangan
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
buat teman Afisa yang dulu nyesal.
Aidil Kenzie Zie
yah balik lagi kasihan Bintang sama temen kamu Fis
byyyycaaaa
mau balikan sama bintang ,tapi takut kecintaan si Afisa 😭
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
jadian ya bintang smaa disayang jangan ada orang ketiga
Aidil Kenzie Zie
bukannya pas liburan di belakang rumah udah di hapus kik masih ada Fis
byyyycaaaa: fotonya guntur lumayan banyak di ponsel afisa 🌚
total 1 replies
byyyycaaaa
nanti ada PoV nya Guntur kak biar lebih jelas yaaaa
Aidil Kenzie Zie
emangnya nggak ada cewek lain buat pelarian harus Fita lagi.
kalau Guntur jujur sama keadaannya Afis pasti ngerti tapi dia malah jadi pecundang
Aidil Kenzie Zie
apa si Radit ya mata-mata itu
Aidil Kenzie Zie
mungkin karena belum benar benar selesai 🤔
Aidil Kenzie Zie
tor jangan bikin mutar-mutar lagi ceritanya
Aidil Kenzie Zie
mantapkan hatimu Fis
byyyycaaaa
labil banget kan...,dia semuanya di pikiran bukannya nyoba buka hati ,di deketin semua cowok dia welcome banget 😭🙏
Aidil Kenzie Zie
Afisa Afisa🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!