NovelToon NovelToon
Bawang Merah Yang Terluka

Bawang Merah Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Antagonis / Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Celina Andreas dijuluki sebagai bawang merah begitu tergila-gila dengan seorang pria sehingga berbagai cara ia lakukan buat menaklukkan hati sang pria incarannya. Meskipun pria itu mencintai adik tirinya.

Berhasilkah Celina menjadi istrinya atau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 23

Dua bulan berlalu...

Hubungan antara Azka dan Celina tetap berjalan seperti biasanya. Masing-masing sibuk dengan pekerjaan sehingga keduanya juga jarang buat mengobrol.

"Kau mau ke mana?" Azka menghentikan langkah istrinya yang sudah berpakaian rapi.

"Aku mau keluar sebentar menghilangkan rasa jenuh," kata Celina.

"Ini hari libur, kenapa kau tidak istirahat saja di rumah?" tanya Azka karena akhir-akhir ini Celina sering pulang larut malam.

"Nanti akan ada waktunya. Kau tak perlu khawatir dan perhatian padaku. Aku bisa menjaga diri dengan baik," jawab Celina.

Azka memperhatikan pakaian yang digunakan istrinya, beberapa minggu ini lebih sering memakai baju yang kebesaran. "Kau sekarang terlihat lebih gemuk?"

Celina pun memperhatikan bentuk tubuhnya dan berkata, "Aku memang lagi suka makan makanya tubuhku menggendut."

"Oh," ucap Azka singkat.

Tanpa kata-kata, Celina kemudian berlalu. Ia mengendarai mobil pribadinya seorang diri menuju ke sebuah tempat.

Azka juga merasa bosan di rumah memilih untuk keluar, dia lalu pergi ke sebuah kafe. Memesan secangkir kopi sembari melihat orang-orang yang melintas.

Jenuh..

Selang 30 menit, Azka beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari kafe.

Sementara itu, Celina memasuki sebuah toko yang menjual aneka barang wanita. Matanya tertuju ke arah sebuah tas tangan. Celina mendekat lalu mengambilnya dengan wajah sumringah. Namun, kebahagiaannya di rusak seseorang yang dikenalnya. Elma merampas tas yang dipegangnya secara kasar.

"Aku duluan!" Celina kembali mengambil tas yang sudah diincarnya.

"Kak Celin, berikan itu kepadaku!" pinta Elma dengan wajah mengiba.

"Tidak bisa!!" tolak Celina tegas. "Pilih yang lain, ini sudah milikku!!"

"Kak Celin, aku sedang hamil. Aku cuma mau tas itu. Aku tak mau yang lain!!" kata Elma memohon.

"Aku tak peduli kau mau hamil atau tidak!!" ucap Celina.

Elma yang sangat egois, merampas tas itu namun tenaganya tak sanggup mengambilnya hingga terjatuh. "Auww!!" pekiknya kesakitan.

Celina terdiam melihat Elma terduduk di lantai, ia merasa kasihan dengan adik tirinya itu karena sedang mengandung. Ia pun berniat membantunya tetapi tangannya ditepis kasar oleh Elma.

"Kak Celin, jahat!!!" mata Elma berkaca-kaca.

"Aku tidak mendorongmu!" bantah Celina.

Azka yang kebetulan berada di lokasi, melihat perdebatan antara keduanya. Ia pun lantas mendekat dan membantu Elma yang masih terduduk.

"Kak Azka, istrimu mendorong aku!" fitnah Elma, matanya melirik Celina.

"Celin, kenapa kau melakukan ini kepadanya? Dia 'kan lagi hamil!!" kata Azka menatap istrinya.

"Aku tidak mendorongnya. Dia berusaha mengambil tas yang aku pegang," jelas Celina.

"Kak, aku ingin sekali tas itu!" kata Elma.

"Kenapa harus tas yang aku sudah pegang? Mengapa tidak pilih yang lain?" cecar Celina kesal.

"Aku cuma mau yang itu. Aku tidak mau warna yang lain. Kak Azka tahu 'kan kalau wanita yang sedang mengidam keinginannya harus dituruti!" ucap Elma.

"Celina, berikan tas itu. Kau pilih yang lain saja, biar aku yang bayar!" pinta Azka kepada istrinya.

"Aku sanggup membayar sendiri dan tas ini lebih dulu aku yang pegang!" Celina menolak permintaan suaminya.

"Begini saja, coba tanya karyawan toko apa masih ada tas dengan warna yang sama lagi seperti ini," Azka memberikan saran lalu memanggil salah satu pegawai toko dan menanyakan warna tas yang sama.

Pegawai toko menyatakan bahwa tas yang dipegang Celina hanya tinggal satu.

"Bagaimana ini, Kak? Aku mau tas itu, berapapun akan ku bayar!!" kata Elma mengelus perutnya yang belum terlalu besar.

"Celin, berikan itu tas kepada Elma. Dia 'kan sedang mengandung, apa salahnya kau memenuhi keinginan calon bayinya?" ucap Azka membujuk istrinya.

"Aku tidak mau memberikannya!!" Celina tetap bersikeras.

"Kak Celina belum pernah merasakan hamil makanya dia tak mengerti bagaimana rasanya mengidam!" sindir Elma.

"Jikapun aku hamil, aku tidak akan bersikap sepertimu!!" Celina balas menyindir.

"Aduh...!!" Elma memegang perutnya.

"Kenapa?" Azka tampak khawatir.

"Sepertinya calon bayiku tetap mau tas itu, Kak!" Elma menunjuk tas yang dipegang Celina.

"Celina, tolong berikan. Apa kau tidak kasihan dengannya?" Azka mulai kesal dengan sikap istrinya.

Celina melempar tas itu kepada Azka. "Ambillah!!" ia kemudian berlalu dengan wajah marah.

Azka memberikan tas itu kepada Elma lalu mengejar langkah istrinya keluar dari toko.

Elma tersenyum seringai, ia merasa puas karena sudah mempermalukan Celina dan membuat kakak sambungnya tak berkutik.

"Celina, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud membelanya!" Azka mencoba menjelaskan biar istrinya tak salah paham.

Celina memilih bungkam, ia membuka pintu mobilnya.

"Celina, aku hanya kasihan saja kepadanya!" kata Azka berusaha menghalangi langkah istrinya dengan berdiri di depan pintu mobil.

Celina tetap tak bicara, ia menyingkirkan tubuh suaminya dengan tangannya. "Jangan ganggu aku!!"

"Aku bisa membelikan tas yang kau mau, berapapun harganya aku tidak masalah!" Azka terus membujuk.

"Aku juga mampu membelinya!" kata Celina kemudian masuk dan menutup pintu mobilnya.

Perlahan mobil yang dikendarai Celina meninggalkan toko dan Azka lalu mengejarnya.

Celina kembali ke rumah, begitu sampai Yura dan suaminya sedang datang berkunjung. Celina tersenyum senang, suasana hatinya perlahan berubah dengan kedatangan sahabatnya.

"Kenapa kalian tidak memberitahu aku kalau mau datang ke sini?" tanya Celina sedikit protes karena tak ada kabar.

"Kami ingin memberikan kejutan," jawab Yura tersenyum.

"Dia suamimu?" pandangan Delon tertuju ke arah Azka.

Celina menoleh ke belakang, lalu berkata dengan nada ketus, "Ya!"

Azka mendekat lalu mengulurkan tangannya dan berucap, "Aku Azka, suaminya Celina!"

Delon menyambut uluran tangan Azka. "Delon dan ini istriku namanya Yura!" pandangan sekilas menoleh ke arah istrinya yang disampingnya. "Kami sahabatnya Celina!"

"Senang berkenalan dengan kalian!" kata Azka tersenyum.

"Aku mau ke kamar dulu!" pamit Celina kemudian melangkah ke kamarnya.

"Silahkan duduk!" Azka lalu menemani tamunya berbincang.

Hening beberapa detik...

"Sudah berapa lama kalian berteman dengan Celina?" tanya Azka berbasa-basi.

"Mungkin lebih dari dua belas tahun," jawab Yura dengan raut wajah ketus.

"Lumayan lama juga, ya!" kata Azka manggut-manggut.

"Ya begitulah!" ucap Yura sinis.

"Aku belum pernah bertemu dengan kalian. Apa kalian tidak tinggal di kota ini?" tanya Azka.

"Kami memang tak tinggal di kota ini, kami tinggal di luar negeri," jawab Delon.

"Oh, begitu!" ucap Azka.

"Beberapa bulan lalu Celina pernah mengunjungi kami, tapi dia tak bersama denganmu," ucap Delon.

"Ya, karena waktu itu pekerjaan sangat banyak!" Azka beralasan.

"Jika kau tidak ikut, mungkin Celina tak bisa bertemu dengan kekasihnya!" sahut Yura ketus.

Delon menegur istrinya dengan menyenggol lengan Yura menggunakan siku tangan kirinya.

"Celina punya kekasih?" Azka mengernyitkan dahinya.

"Ya, dia memang punya kekasih!" kata Yura jujur.

"Tidak masalah, lagian itu memang hak dia!" Azka pura-pura tak cemburu.

"Tapi, mereka sudah putus sebelum kalian menikah. Kau tidak perlu khawatir, Celina termasuk wanita yang setia!" Delon dengan cepat memotong pembicaraan istrinya dan Azka agar suaminya Celina itu tak salah sangka dan membuat hubungan suami istri sahabatnya menjadi berantakan.

1
Aysah Meta
Pergimu kurang jauh cell..Jauhlah sedikit,biarkan suami mu rasain🤭🤭
army julianto
aku binci ceritanya MC perempuannya idih najis bnget
army julianto
Thor jangan biarkan azka dg Celina bersatu plisss ceraikan mereka, aku paling tidak suka cerita kek gini TPI unjuknya tidak bisa cerai dan akan saling cinta, idih najis mkan cerita kaya bgini 🙏🙏🙏
falea sezi
kapan cerai nya
falea sezi
kn licik bngt si Elma buruan cerai aja biar. aja mlih Elma yg sok. polos cocok. aska sampah ma. Elma. sampah
falea sezi
bodoh kau celina
falea sezi
jangan ngemis celina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!