NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Kapal Perang Menutupi Langit

​Benua Tengah, Tanah Para Dewa.

​Tempat di mana Qi Spiritual begitu pekat hingga berubah wujud menjadi embun di ujung dedaunan. Di tanah ini, naga dan phoenix bukanlah sekadar legenda usang, melainkan tunggangan para Raja Kuno. Jenius bermunculan layaknya jamur di musim semi, dan ahli tahap Pembangunan Yayasan (Foundation Establishment) tak lebih dari semut fana yang menyapu jalanan.

​Pelabuhan Gerbang Langit Timur. Tembok perunggunya yang setinggi seratus tombak berdiri angkuh, memisahkan peradaban gemerlap dari keganasan Lautan Kematian. Ratusan pusaka terbang—mulai dari kereta ditarik burung bangau hingga pedang terbang sepanjang sepuluh kaki—berlalu-lalang, membawa para ahli dari berbagai penjuru.

​Namun, di hari itu, tepat ketika matahari mencapai titik puncaknya, bayangan kegelapan tiba-tiba menelan seluruh area pelabuhan.

​WUUUSSSHHHH!

​Angin badai menderu, merobek awan putih di langit pelabuhan. Dari balik kabut Lautan Kematian, sebuah raksasa besi hitam keperakan sepanjang dua ratus meter merobek angkasa. Perisai biru tiga lapis yang menyelimutinya memancarkan fluktuasi hukum ruang yang membuat udara bergetar hingga mengeluarkan suara dengungan kuno.

​Kapal Perang Pembelah Bintang!

​Puluhan ribu kultivator di pelabuhan menghentikan langkah mereka. Mata mereka terbelalak menatap pusaka terbang yang ukurannya menutupi matahari tersebut.

​"Surga... Artefak tingkat apa itu?! Besi Giok Bintang digunakan untuk membuat seluruh lambung kapal?!" seru seorang kultivator tua berjubah abu-abu, janggutnya bergetar hebat. "Bahkan Sekte Bintang Empat di wilayah ini tidak memiliki kemewahan sebodoh itu!"

​"Lihat ukiran Rune di lambungnya! Itu adalah formasi penahan serangan Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul)! Leluhur dari Tanah Suci mana yang sedang turun gunung?!"

​Di atas geladak anjungan yang megah, Lin Chen bersandar malas di atas singgasananya. Jubah seputih saljunya berkibar tertiup angin laut. Matanya yang sedalam sumur kuno memandang rendah ke arah kota raksasa di bawahnya, memancarkan kedinginan sosok abadi yang tak tersentuh debu duniawi.

​Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian berdiri tegap di tepi kapal, memancarkan niat bertarung yang tajam. Meskipun kultivasi mereka hanya berada di tahap Pembangunan Yayasan, ketiganya memiliki fondasi Dao tingkat Mitos yang membuat aura mereka setajam pedang dewa yang baru dicabut dari sarungnya.

​Tepat saat Kapal Perang hendak melintasi tembok kota, selusin berkas cahaya melesat dari pos penjagaan Gerbang Timur.

​Mereka adalah dua belas pria berbaju zirah emas, masing-masing menginjak tombak terbang. Di dada mereka terukir lambang pedang bersilang—tanda dari Garda Langit, anjing penjaga milik faksi penguasa kota ini. Pemimpin mereka, seorang pria paruh baya dengan bekas luka di pipi, memancarkan fluktuasi Qi tingkat Pembentukan Inti Lapis Awal (Early Core Formation)!

​"Berhenti!" raung sang Kapten Garda, suaranya dicampur dengan Qi Sejati (Zhenqi), bergema seperti guntur di langit pelabuhan. "Tidak peduli dari Tanah Suci mana Yang Mulia berasal, aturan Gerbang Langit Timur mutlak adanya! Singkirkan pusaka terbang Anda dan bayar tol sepuluh ribu Batu Roh tingkat menengah, atau kami berhak menyita kapal ini!"

​Meski mulutnya mengucapkan kata hormat, matanya memancarkan keserakahan yang tak bisa disembunyikan saat menatap lambung kapal yang terbuat dari Besi Giok Bintang. Di Benua Tengah, pembunuhan demi harta adalah hukum alam yang paling murni.

​Di atas singgasana, Lin Chen bahkan tidak mengangkat kelopak matanya. Ia mengambil secangkir Anggur Roh, menyesapnya perlahan, dan mendesah kecewa.

​"Kursi Ini (Ben zuo) mengira Benua Tengah akan menyajikan pemandangan yang lebih anggun," gumam Lin Chen malas. "Ternyata, semut fana di mana-mana sama saja. Menggonggong tanpa mengenali Gunung Tai di hadapan mereka."

​Mendengar hinaan yang begitu santai, wajah sang Kapten Garda berubah merah padam. Ia adalah seorang ahli Inti Emas! Di pelabuhan ini, ia dihormati layaknya dewa kecil, beraninya seseorang memanggilnya semut fana?!

​"Sombong! Beraninya kau menghina Garda Langit! Buka perisaimu dan terima hukuman!"

​Kapten itu memadatkan Qi Sejatinya, mengubah tangannya menjadi ilusi cakar elang emas raksasa yang langsung mencengkeram ke arah haluan kapal, berniat merobek perisai biru tersebut.

​"Lancang!"

​Sebuah raungan sedingin es abadi membelah langit.

​Dari atas haluan kapal, sebuah bayangan hitam melesat turun dengan kecepatan kilat. Itu adalah Lin Tian! Pemuda berjubah hitam itu tidak menggunakan senjata tajam, melainkan memegang sebuah beliung tambang usang yang diselimuti pusaran kabut hitam pekat.

​"Seekor anjing penjaga berani menggonggong di hadapan Yang Mulia Guru?! Biarkan Kursi Ini yang mengirimmu ke siklus reinkarnasi!" teriak Lin Tian, matanya yang sehitam jurang memancarkan niat membunuh yang pekat.

​Kapten Garda itu tertegun sejenak, lalu tawanya meledak.

​"Hahaha! Hanya seorang bocah Pembangunan Yayasan Lapis ke-5 berani melawanku?! Apakah kau bosan hidup?!"

​Cakar elang emas raksasa itu langsung mengubah arah, menerkam Lin Tian dengan kekuatan yang cukup untuk meremukkan sebuah bukit kecil menjadi debu. Perbedaan antara Pembangunan Yayasan dan Pembentukan Inti bagaikan perbedaan antara kunang-kunang dan bulan purnama! Ratusan kultivator di bawah menggelengkan kepala, bersiap melihat tubuh pemuda itu meledak menjadi kabut darah.

​Namun, Lin Tian tidak menghindar. Sudut bibirnya justru melengkung membentuk senyuman iblis.

​"Hukum Dao di matamu terlalu sempit, Anjing Tua!"

​Sutra Iblis Penelan Surga berputar hingga ke batas maksimal di Dantian-nya. Pusaran hitam di sekitar beliungnya meledak, membentuk sebuah miniatur lubang hitam yang rakus.

​Teknik Penelan Surga: Mulut Iblis Kekosongan!

​Saat cakar elang emas yang membawa kekuatan Inti Emas itu menghantam pusaran hitam Lin Tian, tidak ada ledakan dahsyat yang terjadi. Sebaliknya, terdengar suara robekan yang mengerikan. Energi cakar emas itu langsung tercabik-cabik dan disedot ke dalam tubuh Lin Tian layaknya air terjun yang jatuh ke dalam jurang maut tanpa dasar!

​"A-apa?! Seni iblis macam apa ini?! Dia menelan Qi Sejatiku?!" Wajah Kapten Garda pucat pasi. Ia merasakan koneksinya dengan energi tersebut terputus secara paksa, menyebabkan darah di tubuhnya bergejolak.

​Ugh! Kapten itu memuntahkan seteguk darah segar.

​"Rasa energimu penuh dengan kotoran duniawi. Menjijikkan," ejek Lin Tian dingin. Memanfaatkan momen saat lawannya terluka oleh pantulan energi, Lin Tian mengayunkan beliung hitamnya.

​CRAT!

​Satu tebasan hitam legam merobek kehampaan, melesat dan menembus langsung dada Kapten Garda. Zirah emas yang ia banggakan terbelah layaknya kertas tipis, membelah jantungnya dalam satu tarikan napas!

​Tubuh sang ahli Inti Emas jatuh dari langit, menghantam tanah pelabuhan dengan suara berdebum keras. Kesunyian mutlak menyelimuti puluhan ribu saksi mata.

​Seorang ahli Pembentukan Inti... dibunuh dalam satu gerakan oleh bocah Pembangunan Yayasan?!

​Garis batas realitas seolah baru saja dipatahkan di depan mata mereka! Kesebelas anggota Garda Langit lainnya membeku di udara, kaki mereka gemetar hebat tak berani maju satu inci pun.

​Di atas kapal, Lin Chen kembali menyesap anggurnya dengan santai.

​"Masih belum membuang mayatnya dan membuka jalan untuk Kursi Ini? Ataukah kalian ingin menemani kapten kalian di neraka?" suara Lin Chen mengalun ringan, namun dipenuhi oleh penindasan absolut Dao Surgawi.

​Pada saat itu, sebuah desahan panjang dan kuno terdengar dari kedalaman kota pelabuhan.

​"Teman dari jauh, murid-murid di bawah memang tidak memiliki mata, namun membunuh kapten Garda Langit kami di depan umum... apakah Yang Mulia tidak merasa tindakan ini sedikit berlebihan?"

​Bersamaan dengan suara itu, sebuah tekanan spiritual yang maha dahsyat bangkit dari pusat kota. Tekanan ini puluhan kali lipat lebih mengerikan dari sekadar Pembentukan Inti. Ruang di sekitar pelabuhan mulai terdistorsi. Ini adalah kemarahan dari seorang Leluhur tahap Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul)!

​Awan di langit berkumpul membentuk wajah seorang pria tua yang menatap tajam ke arah Kapal Perang Pembelah Bintang.

​Di Benua Tengah, ahli Jiwa Baru Lahir adalah penguasa sejati sebuah wilayah. Satu pikiran mereka dapat meratakan kota, satu hembusan napas mereka dapat mengeringkan sungai!

​Merasakan tekanan raksasa itu, Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian mengerang pelan. Tulang-tulang mereka berderak. Meskipun fondasi mereka adalah Mitos, perbedaan dua ranah besar (Pembangunan Yayasan ke Jiwa Baru Lahir) adalah tembok besi yang mustahil ditembus oleh mereka saat ini.

​Namun, di atas singgasana, Lin Chen perlahan meletakkan cangkir anggurnya.

​Wajahnya yang tampan perlahan berubah sedingin es abadi. Ia tidak marah, melainkan merasa sangat, sangat terhina.

​"Berlebihan?"

​Lin Chen berdiri. Jubah putihnya seketika berhenti berkibar, karena pada detik itu juga, angin di seluruh pelabuhan Gerbang Langit Timur berhenti berhembus. Hukum alam tunduk pada kehendaknya.

​"Di mata Kursi Ini, seluruh benua ini tidak lebih dari halaman belakangku. Seekor serangga berani menghalangi jalanku, dan memijaknya hingga mati kau sebut berlebihan?"

​Lin Chen mengambil satu langkah menembus perisai kapal.

​BOOOOOOOOOOOOOOM!

​Bukan kultivasi tahap Jiwa Baru Lahir yang ia keluarkan, melainkan kemurnian absolut dari Inti Emas Surgawi miliknya yang telah dipadatkan oleh sistem. Ini adalah Inti Emas yang melampaui aturan Benua Tengah, memancarkan Hukum Dao Kuno yang tak tersentuh!

​Pilar cahaya keemasan meledak dari tubuh Lin Chen, menembus cakrawala dan merobek awan wajah raksasa milik sang Leluhur itu dalam sekejap!

​"Pfft!"

​Di kejauhan, di dalam menara kota, sosok Leluhur Jiwa Baru Lahir itu memuntahkan tiga liter darah esensi. Wajahnya dipenuhi teror yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Fluktuasi Inti Emas yang luar biasa murni ini... ini menekan Jiwa Baru Lahirnya hingga ke akar-akarnya!

​Apakah ini... Leluhur Transformasi Roh (Spirit Transformation) yang menyamarkan kultivasinya?! batin sang Leluhur menjerit panik.

​"Leluhur ini buta! Mohon Yang Mulia memaafkan kelancangan faksi kami! Gerbang Langit Timur terbuka lebar untuk Yang Mulia! Tidak perlu ada tol, tidak perlu ada pemeriksaan!" Suara sang Leluhur yang kini bergetar ketakutan terdengar ke seluruh penjuru kota, memohon pengampunan.

​Mendengar Leluhur agung mereka memohon ampun, jutaan penduduk kota dan kultivator langsung bersujud menyembah ke tanah, tak berani mendongak menatap kapal raksasa tersebut.

​Lin Chen mendengus dingin, menarik kembali auranya ke dalam tubuhnya dengan sempurna layaknya pedang masuk ke sarung.

​"Jalan sempit selalu dipenuhi oleh kerikil bodoh," ucap Lin Chen sambil kembali duduk di singgasananya. Ia menjentikkan jarinya ke arah kemudi. "Terus melaju. Mari kita lihat apa yang bisa ditawarkan oleh pusat dari dunia yang membosankan ini."

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!