"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"
Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.
Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!
Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: Badai di Balik Senyum
📖 BAB 22: Badai di Balik Senyum
Kehidupan keluarga Gu kini bagaikan lukisan indah yang penuh warna. Setiap hari dipenuhi dengan tawa, canda, dan kasih sayang yang tak terhingga. Gu Beichen dan Lin Qingyan merasa seolah-olah mereka sedang hidup di dalam mimpi indah yang tidak ingin mereka bangunkan selamanya.
Namun, pepatah lama berkata...
"Setelah langit cerah, tak selamanya matahari akan bersinar. Kadang, awan gelap datang tanpa diduga."
👨👩👧👦 Kebahagiaan yang Sempurna
Seminggu telah berlalu sejak kelahiran si kembar. Rumah besar itu kini benar-benar menjadi istana kebahagiaan.
Setiap pagi, Gu Beichen tidak pernah bosan mengagumi putri kecilnya, Gu Qingyu. Pria yang dulu dikenal dingin, kejam, dan menakutkan itu kini berubah menjadi sosok Ayah yang sangat lembut.
"Hu... hu... Putri Ayah jangan nangis ya... Lihat nih, Ayah bawa mainan baru..." bisik Gu Beichen sambil menggoyangkan mainan berwarna-warni di depan wajah Qingyu.
Qingyu yang tadinya mau menangis, kini justru terkikik geli melihat wajah Ayahnya yang dibuat-buat lucu. Tangan mungilnya bergerak-gerak mencoba meraih mainan itu.
"Hahaha! Lihat Sayang! Qingyu tersenyum! Dia tersenyum sama Ayah!" seru Gu Beichen girang seperti anak kecil, langsung berlari menunjukkan pada Lin Qingyan.
Lin Qingyan tertawa lebar melihat tingkah suaminya. "Iya iya, tahu dong Ayah paling hebat. Tapi jangan kebanyakan dimanja nanti dia manja lho."
"Emangnya boleh manja? Justru harus manja!" jawab Gu Beichen bangga. "Anak perempuan Ayah, haknya buat dimanja seumur hidup!"
Di sudut lain ruangan, Gu Chenyu dan Gu Chenfeng sedang asyik bermain. Chenyu yang jadi kakak besar sangat protektif, dia selalu memastikan adik laki-lakinya tidak menangis. Mereka berdua laki-laki, sudah terlihat kompak sejak dini.
Semua terlihat begitu sempurna... terlalu sempurna.
🕵️♂️ Tamu Tak Diundang
Sore itu, langit tampak mendung gelap. Angin berhembus agak kencang, membawa hawa dingin yang aneh.
Tiba-tiba, seorang asisten pribadi Gu Beichen berlari kecil masuk ke ruang tengah dengan wajah panik dan pucat.
"Tuan! Tuan Gu! Ada masalah besar!"
Gu Beichen yang sedang menggendong Qingyu langsung mengerutkan kening. Wajahnya yang tadi ceria berubah seketika menjadi dingin dan serius.
"Ada apa? Berbicara pelan-pelan, jangan sampai menakuti anak-anak!" tegasnya rendah.
Asisten itu menarik napas, lalu berbisik cepat di telinga Gu Beichen.
"Tuan... Orang-orang dari Klan Tua datang. Mereka... mereka menuntut agar Tuan menyerahkan anak kembar itu, terutama anak perempuannya, untuk dibawa ke markas pusat!"
Deg!
Jantung Gu Beichen serasa berhenti berdetak sesaat. Mata tajamnya menyipit, memancarkan aura membunuh yang sangat pekat.
"Apa katamu? Serahkan Qingyu dan Chenfeng? Untuk apa?"
"Mereka bilang... Ada ramuran kuno yang mengatakan bahwa anak yang lahir dengan mata sejernih kristal dan aura yang kuat adalah 'Anak Takdir'. Mereka ingin mengambilnya untuk dijadikan... alat ritual dan penerus kekuatan gelap!" lapor asisten itu gemetar.
😡 Kemarahan Sang Raja!
BRUKK!!!
Meja kayu mahal di samping Gu Beichen hancur berkeping-keping hanya dengan satu pukulan telapak tangannya!
"HAHHAHAHA! JANCUK! BERANI SEKALI MEREKA!"
Suara Gu Beichen menggema keras, penuh amarah yang meledak-ledak!
"Mereka pikir Gu Beichen ini masih budak mereka yang bisa diperintah seenaknya?! Mereka pikir aku akan membiarkan tangan-tangan kotor mereka menyentuh putriku?!"
Dia memeluk Qingyu semakin erat, seolah takut ada yang merebutnya. Wajahnya memerah menahan amarah.
"Katakan pada mereka! JANGAN HARAPAN! Selama aku masih bernapas, tidak ada satu orang pun yang berani menyentuh keluarga saya! Kalau mereka nekat datang... jangan salahkan aku kalau darah mereka membanjiri halaman rumah ini!"
Lin Qingyan yang mendengar pembicaraan itu langsung pucat dan berdiri cepat. Dia memeluk Chenyu dan Chenfeng dengan ketakutan.
"Beichen... Apa yang terjadi? Siapa mereka? Kenapa mereka mau mengambil anak-anak kita?" tanyanya cemas.
Gu Beichen berbalik, menatap istrinya dengan tatapan yang campur aduk antara marah dan khawatir.
"Sayang... Dengarkan aku. Itu adalah masa lalu yang selama ini aku coba sembunyikan demi keamanan kita. Mereka adalah orang-orang tua yang fanatik dan kejam."
"Tapi tenang saja... Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti kalian. Aku sudah memutuskan. Mulai detik ini..."
Mata Gu Beichen bersinar tajam dan penuh tekad baja.
"...Aku akan menyatakan perang melawan seluruh Klan itu demi melindungi keluargaku!"
⚠️ Ancaman yang Mengerikan
Belum sempat mereka berbicara lebih panjang, tiba-tiba sebuah benda kecil melayang dari luar jendela dan jatuh tepat di lantai.
Wusss!
Itu adalah sebuah anak panah yang mengikatkan secarik kertas!
Gu Beichen dengan sigap menangkapnya. Dia membuka kertas itu dan membaca isinya.
Tulisan di sana berdarah-darah:
"Serahkan Putri Kecil dalam waktu 3x24 jam. Atau... Kami akan datang dan mengambilnya dengan paksa. Jangan harap ada satu pun yang hidup di rumah ini kalau kami sudah masuk."
Suasana seketika mencekam! Langit di luar semakin gelap, seolah ikut merasakan ketegangan yang luar biasa.
Badai besar benar-benar telah datang!
Musuh yang sesungguhnya bukanlah orang-orang biasa, melainkan organisasi gelap yang sangat kuat yang ingin merebut putri kesayangan mereka!
Akankah Gu Beichen mampu melindungi keluarganya sendirian? Atau ini adalah awal dari pertempuran terbesar dan paling berbahaya dalam hidupnya?
SELESAI BAB 22 ⚔️🔥😱👨👩👧👦