NovelToon NovelToon
Rahasia Pangeran Pecundang

Rahasia Pangeran Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Epik Petualangan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mapanji Wijaya seorang pangeran muda dari Istana Wuwatan terkenal dengan sifatnya yang manja, pengecut, suka foya-foya dan gemar berbuat seenaknya. Sebagai putra raja yang seharusnya memiliki sifat mengayomi dan melindungi masyarakat Kerajaan Medang, Mapanji malah menampilkan sifat yang sebaliknya.



Bahkan sampai Nararya Candrawulan, perempuan yang dijodohkan dengan nya, memohon agar perjodohan dengan Mapanji Wijaya dibatalkan saking bejatnya sang pangeran.


Tetapi di balik semua itu, ada sebuah rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat hingga tak seorangpun yang tahu. Apakah itu? Temukan jawabannya dalam kisah Rahasia Pangeran Pecundang, hanya di Noveltoon kesayangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Syarat Dewi Kembang Sore

Rara Kuning dan Rara Lembayung berjalan mendekat ke arah tempat Pangeran Mapanji Wijaya ditolong. Mereka mendengar apa yang dikatakan oleh sosok bayangan misterius itu.

"Bagaimana kalau Kisanak membawa orang ini ke Padepokan Gunung Kemukus?

Di tempat kami banyak pelbagai jenis obat obatan langka dan berkhasiat. Aku yakin, biyung mau membantu untuk menyelamatkan pendekar ini karena dia lah yang sudah menolong kami dari gangguan Dua Iblis Berwajah Dewa itu", ucap Rara Lembayung yang membuat semua orang langsung menoleh ke arah Tumenggung Rengga yang merupakan pimpinan pasukan pengawal.

Uhuukkk uhhukkkk...

"Aku rasa itu usulan yang bagus. Aku juga membutuhkan pengobatan untuk luka dalam ku", ucap Tumenggung Rengga sambil mengurut dadanya yang sesak.

" Kalau begitu tunggu apalagi?!

Pimpin jalannya, kita tidak boleh menunda terlalu lama ", ujar sosok lelaki sepuh berpakaian serba putih itu segera.

Dengan bantuan Rara Lembayung dan Rara Kuning, rombongan Pangeran Mapanji Wijaya bertolak menuju Padepokan Gunung Kemukus. Tak butuh waktu lama, mereka sampai dan di sambut dengan keterkejutan Dewi Kembang Sore.

"Lembayung, siapa mereka? ", tanya Dewi Kembang Sore begitu mereka sampai.

Rara Lembayung dengan gamblang menceritakan apa yang mereka alami. Dewi Kembang Sore pun segera memaklumi kenapa putrinya itu membawa pulang rombongan ini.

" Karena itu biyung, Lembayung mohon selamatkan dia. Jika dia tidak mengorbankan dirinya, mungkin Lembayung dan Kuning sudah tidak akan pernah bertemu biyung lagi ", Rara Lembayung dan Rara Kuning berlutut di hadapan ibunya.

" Aduh aduh kalian ini apa apaan??!

Aku pasti akan mengerahkan seluruh kemampuan pengobatan ku untuk membantu pendekar muda ini. Bangunlah... ", Dewi Kembang Sore membantu kedua putrinya untuk berdiri.

" Tetapi kondisi pemuda ini sangat parah, Nyai..

Sebagian jalan darah nya hancur. Beberapa organ dalamnya terluka. Dia juga memiliki tubuh Raga Bintang Api yang membuatnya sulit menerima obat biasa saja. Satu-satunya obat yang bisa mengembalikan tubuh nya ke kondisi semula hanyalah Kembang Dewandaru yang berasal dari kawah puncak Gunung Lawu. Sayangnya itu adalah obat paling langka dan sulit untuk didapatkan ", ucap kakek tua yang menyelamatkan Pangeran Mapanji Wijaya sambil geleng-geleng kepala.

Sadar bahwa kemungkinan Pangeran Mapanji Wijaya selamat sangat kecil, Warak segera berlutut. Diikuti oleh Ludaka, Subadra, Nararya Candrawulan dan Ratri.

" Aku mohon selamatkan majikan ku, Resi..

Apapun syarat nya, aku bersedia untuk melakukan nya. Bahkan jika harus mengorbankan nyawa ku pun aku tidak keberatan", Warak bersujud di hadapan lelaki sepuh berpakaian serba putih itu.

"Kami mohon selamatkan Gusti Pangeran Mapanji Wijaya.. ", serempak Ludaka, Subadra, Nararya Candrawulan dan Ratri memohon sambil bersujud.

" Aduhh kalian ini..

Aku memang bisa menyelamatkan nya tapi sekalipun bisa, aku tidak punya bahan obat yang bisa menolong nyawa majikan kalian. Aku Resi Sapu Jagat, bersumpah untuk menolong nyawa siapapun orang baik yang bisa aku tolong tetapi aku juga tidak berdaya saat ini", ujar lelaki sepuh yang mengaku sebagai Resi Sapu Jagat itu dengan penuh rasa bersalah.

Mendengar apa yang dikatakan oleh lelaki sepuh itu, Dewi Kembang Sore segera menatapnya lekat.

"Kau Resi Sapu Jagat, Sang Dewa Pengobatan Gunung Wilis? "

"Alah itu hanya julukan kosong belaka, Nyai...

Tidak perlu dibesar-besarkan. Yang paling penting adalah menolong nyawa", balas Resi Sapu Jagat yang membuat Dewi Kembang Sore tersenyum.

" Memang sesuai dengan nama besarnya, tokoh hebat yang rendah hati.

Begini Resi Sapu Jagat, aku memiliki bahan obat yang kau butuhkan. Tetapi aku punya 2 permintaan jika kalian semua ingin menggunakannya untuk menolong nyawa pangeran ini... "

Wajah Resi Sapu Jagat dan semua pengikut setia Pangeran Mapanji Wijaya langsung sumringah mendengar apa yang dikatakan oleh Dewi Kembang Sore.

"Jangankan 2, seratus syarat pun akan kami penuhi", sahut Subadra yang jarang bersuara.

" Baik, dengarkan baik-baik apa yang aku minta...

Pertama, aku minta Resi Sapu Jagat bersedia menurunkan ilmu pengobatan nya pada salah satu putri ku. Terserah dia mau mendidik siapa, Rara Kuning atau Rara Lembayung bagiku sama saja. Bagaimana Resi? ", Dewi Kembang Sore menatap wajah tua Resi Sapu Jagat.

" Menurunkan ilmu pengobatan sama dengan menyelamatkan umat manusia, itu jelas tugas mulia. Aku tidak akan keberatan.

Lantas apa syarat yang kedua, Nini Dewi? ", tanya Resi Sapu Jagat segera.

"Yang kedua, aku ingin salah satu dari dua putri ku menjadi selir pangeran ini. Aku tidak meminta untuk menjadikan anak ku sebagai garwa padmi cukup selir saja aku tidak keberatan. Bagaimana? Apakah kalian sanggup dengan syarat yang ku ajukan? "

Nararya Candrawulan tersentak mendengar apa yang diminta oleh Dewi Kembang Sore. Belum juga menikah dengan Pangeran Mapanji Wijaya, dia sudah di hadapkan pada calon madu yang disiapkan sebagai persyaratan. Ini benar-benar berat.

"Aku.... ", belum selesai Nararya Candrawulan berbicara, Subadra langsung memotong pembicaraan.

" Tidak setuju. Gusti Pangeran sudah memiliki calon permaisuri dan satu orang calon selir. Kalau tambah lagi, akan semakin ruwet... ", Subadra melirik ke arah Nararya Candrawulan yang segera menatapnya dengan curiga.

" Itu terserah kalian mau atau tidak. Silahkan pilih, aku tidak memaksa.. ", ucap Dewi Kembang Sore dengan santainya.

" Kau... "

"Badra, sebaiknya kau jangan keras kepala. Percuma juga kalau hanya mementingkan ego sendiri tanpa memikirkan kepentingan yang lebih besar.

Ingat, jika Gusti Pangeran tidak sembuh, jangankan menjadi permaisuri, jadi gundik nya pun juga tidak ada gunanya", nasehat Nararya Candrawulan yang membuat Subadra melengos tanpa berkata apa-apa.

"Nini Dewi, mewakili Gusti Pangeran Mapanji Wijaya kami setuju. Perkara kapan pernikahan itu terjadi kita bahas setelah Gusti Pangeran sembuh.

Bagaimana? Tidak masalah bukan? ", ucap Nararya Candrawulan yang membuat Dewi Kembang Sore menganggukkan kepalanya.

" Baiklah aku sepakat..

Dewa Pengobatan Gunung Wilis, kapan bisa kita mulai mengobati calon mantu ku ini? ", tanya Dewi Kembang Sore kemudian.

" Selain Kembang Dewandaru, aku masih butuh akar pakis raja, rumput teki yang tumbuh di batu, benalu pohon bambu dan beberapa bahan obat langka lainnya.

Selain itu, siapkan juga kuali besar yang diisi dengan air suci petirtaan, kembang setaman dan kapulaga hitam. Setelah itu beres, kita bisa mulai mengobati pangeran muda ini", tutur Resi Sapu Jagat yang langsung membuat wajah cantik Dewi Kembang Sore memburuk.

Dalam hati Dewi Kembang Sore merutuki apa yang sudah ia ucapkan. Bahan baku obat yang disebutkan oleh Dewa Pengobatan Gunung Wilis itu adalah harta berharga yang ia miliki selama hampir 20 tahun. Tetapi sebagai seorang wanita ksatria, ia pantang menjilat ludah sendiri. Maka dengan berat hati ia menyiapkan sendiri bahan obat yang diminta oleh Resi Sapu Jagat.

Di dalam ruang pengobatan Padepokan Gunung Kemukus, tinggal menyisakan Rara Kuning, Rara Lembayung, Dewi Kembang Sore dan Resi Sapu Jagat mengelilingi kuali besar berisi air yang penuh dengan bahan obat langka. Di dalam kuali yang airnya terus di bakar dengan api kecil ini, Pangeran Mapanji Wijaya duduk bersila sambil memejamkan matanya rapat-rapat.

Rara Kuning ditugaskan untuk membantu memasukkan bahan obat sedikit demi sedikit, Rara Lembayung bertugas sebagai penjaga nyala api agar tetap kecil, Dewi Kembang Sore diminta menyalurkan tenaga dalam nya untuk menjaga keadaan Pangeran Mapanji Wijaya sementara Resi Sapu Jagat mulai menotok beberapa jalan darah nya.

Hooooooooeeeeeeggggg!!!

Pangeran Mapanji Wijaya muntah darah kehitam-hitaman. Melihat itu Resi Sapu Jagat kembali bergerak. Jari jemari nya lincah menotok dan memijat titik-titik tertentu di tubuh Pangeran Mapanji Wijaya. Uap panas obat terus membumbung di sekitar tubuh Pangeran Mapanji Wijaya, sementara Dewi Kembang Sore terus mengalirkan tenaga dalam untuk membantu menjaga keadaan tubuh sang pangeran Medang yang mulai berkeringat.

Hooooooooeeeeeeggggg..

Hooooooooeeeeeeggggg..

Hooooooooeeeeeeggggg!!

Darah kehitam-hitaman berulang kali keluar dari mulut Pangeran Mapanji Wijaya, tetapi semakin lama semakin sedikit. Sambil terus menerus memijat dan menotok titik-titik kehidupan di tubuh Pangeran Mapanji Wijaya, Resi Sapu Jagat tersenyum tipis.

Saat darah terakhir yang keluar dari mulut Pangeran Mapanji Wijaya sepenuhnya berwarna merah segar, Resi Sapu Jagat pun tersenyum bahagia dan menghela nafas lega sambil berkata,

"Pengobatan ku sudah rampung... "

1
🗣Aku 😆🇲🇨🦅
biasa aja dong kagetnya nanti @🐼𝒫𝒶𝓃𝒹𝒶𝓃𝒲𝒶𝓃𝑔𝒾 🏡s⃝ᴿ lagi bobok keberisikan 😅
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Idrus Salam
Ajian yang dahsyat tentu perlu penyelarasan dengan kesiapan tubuh pengguna dan naluri dalam penggunaannya perlu dilatih.
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!