Danu merasa hidupnya benar-benar di kutuk oleh Lila gadis kecil yang dulu dia rawat, empat kali sudah dia gagal memiliki pasangan hidup hingga dia di juluki Perjaka Tua di kampus di mana dia mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Akankah Lila berhasil mendapatkan cinta sang Dosen? yuk kepoin cerita serunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Meski terus bilang tidak mau, nyatanya Danu sampai juga di lobi hotel.
Malam sudah larut, mereka memang butuh istirahat, tapi tidak di hotel juga. Kan Danu bisa minta tolong Yuda, dia juga bisa pesan taxi online untuk menolak permintaan Lila. Tapi anehnya meski bilang tidak. Dia tetap sampai di tempat ini. Danu jadi bingung, Lila hanya pesan satu kamar, Danu ingin memesan satu kamar lagi yang bersebelahan tapi semua sudah full.
"Bapak dan putrinya bisa satu kamar, Ranjang kami king size jadi pasti nyaman, ini kuncinya " Ucap resepsionis di lobi.
Danu jadi garuk-garuk kepala sendiri karena mbak-mbak resepsionis di depannya bilang kalau Lila putrinya, usia mereka memang selisih dua belas tahun lebih.Tapi apa dia setia itu?
"Kami ini calon su......."
Danu langsung membekap mulut Lila dengan tangannya. Danu lelah, dia tidak ingin membuat masalah.
"Kami permisi dulu kak, Terima kasih"
Danu menarik tangan Lila agar mengikuti dirinya, Lila menoleh kesal ke arah resepsionis itu. Bisa-bisanya bilang kalau Mas Danu papanya.
"Mas Danu kog mau sih ledek jadi bapaknya Lila"
"Itu bukan ledekan Lila, tapi mas memang sudah tua"
"Siapa bilang mas Danu tua, Mas Danu masih gagah gini, enak saja mereka bilang tua"
"Bukan mereka, mas sendiri tadi yang bilang, Sekarang kamu ngerti kan? Dunia kita berbeda Lila, jangan goda mas lagi nanti. Mengerti?"
Lah, dia ke sini memang bertujuan untuk itu, Lila ingin menggoda mas Danu nya, karena di rumah rektor tadi dia sama sekali tidak bisa menggangu Mas Danu, Danu juga menolak di cium, ini sebagai balas dendam karena dia d tolak tadi, jadi Lila sengaja chek in kamar hotel dari ponsel Danu. Kita lihat saja, apa mas Danu bisa menolak lagi? hehehehe
Danu masih memegangi tangan Lila saat dia membawa Lila menuju salah satu kamar di hotel ini.
Baru juga mereka ke luar dari Lift, Lila dan Danu di kejutkan dengan pemandangan yang begitu panas. Sepasang kekasih tengah berciuman di depan sebuah kamar hotel. Mereka adalah sepasang bule.
Ciuman mereka begitu hot, begitu menuntut dan sangat agresif. Lila sampai tak berkedip melihatnya.
"Jangan di lihat!" Danu mencoba menutupi mata Lila dengan tangannya.
"Mas itu indah sekali"
Lila mencoba menurunkan tangan itu, namun Danu justru menghalangi pandangannya. Danu berdiri tegap tepat di depan Lila.
Saat Lila ke kiri, Danu ikut ke kiri. Saat ke kanan Danu juga. Danu selalu mengikuti arah Lila bergerak.
"Kog di tutup sih mas? Lila sudah dua puluh tahun kog, sudah boleh lihat adegan itu"
"Dua puluh tahun? Kamu masih sembilan belas Lila!"
"Ya kan dua bulan lagi, sama aja kan? Mas minggir ih, Lila mau lihat"
Lila kekeh ingin melihat adegan live tadi, Danu berdecak kesal, dia akhirnya mengambilkan sapu tangan dan menutupi mata Lila dengan paksa.
Danu mengangkat tubuh Lila bak karung beras, Lila meronta-ronta ingin di turunkan. Tapi dia ingat kalau matanya yang di tutup, tangannya tidak di ikat, jadi Lila menurunkan sapu tangan itu di bawah matanya dan kembali melihat bule tadi.
"Benar-benar mantaaaappppp, Lila jadi ingin mas Danu khilaf" Batinnya sambil senyum-senyum sendiri.
Begitu masuk ke kamar, Danu menurunkan Lila, Lila sudah kembali menutup matanya.
Danu mendekat ingin membuka tutup mata Lila. Namun saat sapu tangan itu terlepas, Lila langsung mencium bibir Danu.
Tubuh Danu seakan membeku, dia masih ingat betapa panasnya ciuman bule tadi.
Rasanya dia juga ingin melakukan itu, tapi dia tidak mau khilaf lagi.
"Jangan lagi Lila!"
Danu langsung menjauh dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Danu mengguyur tubuhnya dengan air dingin, di kepalanya terus terbayang wajah Lila. Lila yang akhir-akhir ini sering membuat dia khilaf.
Danu akui, Lila begitu cantik, dia ceria dan periang. Dulu meski punya banyak masalah, Lila sama sekali tidak pernah memperlihatkannya pada orang lain. Dia tidak mau orang lain sedih,gadis itu pekerjaan keras juga. Tapi setelah tinggal lama di jakarta, sosok Lila jadi anak yang manja, dia memang makin menggemaskan. Danu benar-benar tidak bisa menahan diri saat Lila merayunya. Tapi akal sehatnya selalu memintanya agar berhenti. Lila masih begitu muda untuknya.
Mas Angga pasti marah, jika tahu dia dan putrinya ada hubungan spesial. Kakaknya Tari juga bisa meledak. Dia di beri tanggung jawab untuk menjaga Lila bukan merusak nya. Tapi jika Lila terus menggodanya, Danu tidak yakin bisa terus bertahan.
"Mas" Teriak Lila.
"Hemmmmm"
Baru saja Danu membatin, anak itu sudah mulai aktif lagi.
"Lila masuk ya? Lila juga mau mandi bareng" Kekeh Lila sengaja menggoda Danu.
Kan kan, benar apa yang di tebak Danu, Lila pasti menggodanya, namun kali ini dia ingin abai.
Toh Lila tidak akan bisa benar-benar masuk ke kamar mandi ini.
"Mas!"
"Hemmm"
"Lila punya kunci cadangan lho?"
Danu langsung syok, dia mengguyur tubuhnya yang penuh sabun dan segera memakai handuknya. Dia takut Lila benar-benar membuka kamar mandinya. Bisa hilang keperjakaan nya.
Danu segera membuka pintu, dia belum selesai, Namun Lila sudah membuatnya tidak tenang.
"Mana kuncinya?" Tanya Danu ingin mengambil kunci itu dan kembali melanjutkan ritual mandinya dengan tenang.
"Preennk"
Lila terkikik dan berusaha masuk ke kamar mandi. Namun sayang Danu lebih gesit, dia langsung menutup lagi pintu kamar mandinya.
"Yaaaah kurang cepat deh"
****
Di luar kamar, Lila terus mondar mandir di depan pintu kamar mandi, kali ini bukan berniat untuk menggoda, tapi dia benar-benar kebelet ingin buang air. Tapi Mas Danu di dalam lama sekali. Hanya membersihkan diri kenapa sampai berjam-jam? Apa sebenarnya yang dilakukan mas Danu di dalam?
Mungkin Danu marah karena dia tadi mengerjainya. Tapi sekarang Lila benar-benar ingin buang air. Dia sudah tidak tahan, meski dari tadi sudah mengetuk pintu, Danu tetap abai.
"Mas Lila mau pipis! Mas ngapain sih di dalam?"
Tidak ada jawaban, Lila harus bagaimana? Apa dia ke kamar mandi luar saja ya? Karena tak tahan, Lila akhirnya memilih mencari kamar mandi lain. Dia mengetuk kamar hotel di sebelah kanan kamarnya, bule yang bermesraan di depan kamar sudah tidak ada. Tak lama kemudian pintu sebelah di buka, seorang lelaki tua nampak membuka pintu itu, kepalanya botak, tubuhnya gembul.
Lila langsung izin pada om itu untuk menumpang di kamar mandi.
Lila di izinkan masuk, namun saat Lila ke kamar mandi, Lelaki tua itu segera mengunci pintu. Dia melepas semua bajunya. Hingga menyisakan. Celana dalamnya saja.
"Rezeki nomplok" Kekeh Lelaki tua itu, Dia tidak sabar menunggu Lila keluar dari sana.