NovelToon NovelToon
Kita Yang Hampir Lengkap (Half-Blooded Love)

Kita Yang Hampir Lengkap (Half-Blooded Love)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:430
Nilai: 5
Nama Author: S.Lioré

Aluna tidak pernah menyangka—surat cinta iseng yang ia selipkan di loker Bintang, kapten basket sekolah, justru dibalas.

Dari sekadar pengagum, ia berubah menjadi seseorang yang berdiri di sisi lelaki itu.

Tapi kebahagiaan itu tidak pernah sederhana.

Saat seseorang masuk di antara mereka, Aluna dihadapkan pada pilihan yang perlahan menghancurkan dirinya sendiri.

Bertahan… atau melepaskan?

Karena tanpa ia sadari, cinta yang ia perjuangkan justru mengubahnya menjadi seseorang yang tidak lagi ia kenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lioré, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi Segelas Smoothie

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

 Satu minggu ini Aluna hampir lupa rasanya takut. Hidupnya masih berjalan normal—tidak banyak perbedaan, selain rasa bahagia yang selalu mendominasi.

 Dulu, Aluna dan Alea dikenal sebagai dua serangkai, tetapi kini warga sekolah mengenal mereka sebagai empat serangkai. Bersama Bintang dan Biru sebagai pelengkap pertemanan.

 Kaila dan dua temannya hanya beberapa kali ikut nimbrung. Tidak lama, beberapa menit hanya untuk mengganggu Bintang dan berlalu. Sedangkan Kharisma, ia lebih memilih berkumpul dengan lainnya daripada membuntuti sang teman sebaya yang selalu menempel pada Bintang.

 Dan Jum'at ini sekolah diliburkan karena suatu hal. Sudah hampir pukul sebelas dan Aluna tengah duduk manis di salah satu bangku taman di sekitar terminal bus. Dia akan bertemu Alea dan pergi ke perpustakaan kota untuk menyelesaikan beberapa tugas. Dengan mengutak-atik telepon genggam, ia menunggu dengan sabar.

 “Aluna?”

 Ia mendongak dan manusia yang ditunggu sudah berjalan mendekat. Tangan Aluna lantas melambai. Senyuman lebar dengan barisan gigi putih itu pun ikut serta menyapa.

 “Apa kamu sudah lama nunggu?” tanya Alea begitu sampai di depan Aluna.

 Yang ditanya menggeleng. “Tidak, kok.”

 Alea mendesah lega. “Syukurlah. Ayo ikut aku!”

 “Sebentar,” jeda Aluna. Lantas, tangannya bergerak memindahkan tas dari bangku menuju punggungnya.

 “Eh?” Aluna terkejut. “Kita mau kemana?” tanyanya bingung mendapati langkah mereka tidak tertuju pada arah perpustakaan yang ada di seberang sana.

 “Ikut saja,” jawab Alea selagi mengeratkan genggaman pada tangan Aluna.

 Gadis Wicaksana pun bergeming—lebih terbilang pasrah atas keputusan sang sahabat.

 Sampai di luar area terminal, mata Aluna dibuat tak percaya ketika mendapati mobil itu sudah terparkir di tepi jalan.

 “A-alea?” panggilnya ingin meminta penjelasan begitu ia yakin bahwa kesana-lah anak dari keluarga Kusuma ini akan menyeretnya.

 “Shhh! Ikut saja.” Lagi, hanya dua kata itu yang menjadi perwakilan Alea.

 Jarak kian memendek.

 Tatapan bingung dan takut Aluna terus tersuguh untuk manusia yang setia menampilkan senyum terbaiknya ini.

 “Tapi—”

 “Jangan khawatir, Lun! Aku akan bersamamu,” potong Alea sebelum membuka pintu mobil di bagian belakang.

 “Aku kembali!” serunya kemudian.

 Ia masuk lebih dulu dan mengambil tempat di belakang kursi pengemudi.

 “Ayo masuk, Lun!” pinta Alea pada Aluna yang masih membeku di luar.

 Dan dengan berat hati, ia menempatkan diri di samping Alea.

 “Hai, Kak Aluna?” sapa Biru dengan semangat dari kursi penumpang di bagian depan begitu Aluna selesai menutup pintu.

 “H-hai, Biru?” balas Aluna canggung padanya yang masih menoleh. Entah kapan anak lelaki ini akan menyimpan senyum bahagianya itu.

 “Hai?” Kini Bintang menyapa dari belakang kemudi. Lesung pipi indahnya tidak ketinggalan untuk menyambut.

 “Hai, Bintang?”

 “Apa lo sudah siap?” tanya Bintang.

 Aluna memiringkan kepalanya. “S-siap kemana?”

 “Jalan-jalan!” seru Biru.

 “Hah?!”

 Aluna langsung menatap nyalang ke arah Alea. Dia butuh penjelasan mengenai ini.

 “Ayo kita berangkat!” ujar Alea antusias seraya berpura-pura mengabaikan tatapan korban tipu dayanya.

 “AYO!” teriak Biru dan Bintang pun menancap gas.

 Rahang Aluna mengeras dan kedua tangannya mengepal diam-diam. Dia tidak terima! Bisa-bisanya, Alea tidak menepati acara yang sudah direncanakan. Dan ini ….

 Aluna kehilangan kata-kata.

 Lantas, ia memilih membuang pandangannya ke luar kaca mobil. Tanpa membuka belah bibir yang cemberut, batinnya berisik,

“Katanya nggak boleh ada rahasia. Tapi ini malah menipu dan menculik. Ck! Sebal!”

...***...

 Roda mobil Bintang telah membawa mereka ke sebuah pusat perbelanjaan. Dari apa yang Aluna dengar dalam perjalanan tadi, mereka akan makan siang bersama sebelum menonton movie terbaru di bioskop.

 Melihat Aluna yang pasif, akhirnya Alea meminta maaf. Ia juga terus menghibur Aluna. Dengan alasan masih ada hari esok untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut ditambah bujukan Biru untuk beristirahat dari aktivitas pelajar, akhirnya Aluna ikut melarutkan diri dalam kesempatan.

 Kini, saling duduk berhadapan—Aluna di depan Bintang dan Alea di depan Biru—mereka menempatkan diri di meja berkursi empat di restoran yang biasa Aluna-Alea kunjungi. Itu pun atas saran Alea.

 “Biru, bukannya lo tadi pesan ini?” tanya Alea dengan kening berkerut kala mendapati strawberry smoothie miliknya Biru tempatkan di sisi mejanya sendiri.

 “Nggak. Gue pesan ini,” jawab Biru.

 Retina Alea beredar di atas meja yang sudah dipenuhi hidangan dan empat gelas minuman. Satu minuman yang sama untuk Aluna, segelas Caffè Americano milik Bintang, dan satu gelas jus jeruk.

 “Kalau itu milik lo, terus mana minuman gue? Terus siapa yang pesan ini?” Dua pertanyaan sekaligus dari Alea untuk memastikan bahwa ingatannya tak salah akan pesanan yang Biru katakan pada Bintang.

 “Lo tadi pesan ini,” timpal Bintang menengahi.

 “Tapi, Kak … gue udah bilang buat ganti.”

 Alis Bintang naik sebelah. Keningnya berkerut tanda bahwa ia sedang bingung.

 “Dia nggak bilang,” sangkal Alea.

 “Gue bilang,” bela diri Biru.

 “Nggak ada! Lo aja sibuk dengan HP lo!”

 “Gue bilang, Alea Prameswari!” Urat leher pemuda itu sampai timbul saat berkata demikian.

 “Hei! Nggak usah berantem!” lerai Bintang juga dengan oktaf yang sedikit meninggi.

 “Dia ini yang harusnya lo marahin!” kata Alea langsung menunjuk Biru.

 “Terus … terus! Terus aja salahin gue! Gue emang bilang, kok!”

 “Emang lo ingat dia bilang buat ganti minuman, Bin?” Alea menatap tajam Bintang.

 Bintang seketika memijat tulang hidungnya dan menutup mata sesaat.

 “Hei … sudahlah.” Aluna meraih tangan Alea di atas meja. “Kamu bisa minum punyaku,” lanjutnya lembut dan segera menggeser gelasnya ke depan Alea.

 “Tapi, Lun—”

 Aluna menggeleng cepat. Dia membalas tatapan yang berisi ‘ketidak-enakan’ Alea dengan hangat. “Nggak apa-apa.”

 “Terima kasih.”

 Wajah emosi Alea meluruh. Senyum yang tak kalah hangat membalas selagi dia mengganti posisi tangannya menggenggam milik Aluna.

 Gadis yang selalu memanggilnya ‘Teman Jiwaku’ mengangguk dan meraih segelas minuman tak bertuan itu dengan tangan yang lain.

 “Kak Aluna? Kakak bisa minum punyaku.”

 “Nggak apa-apa, Biru. Kamu aja yang minum.”

 Senyum tulus Aluna berhasil mengurungkan niat Biru yang merasa bersalah atas kejadian ini. Bukannya dia berniat membuat keributan, dia hanya ingin memperjuangkan apa yang dianggapnya benar. Tidak tahu siapakah yang salah, tetapi Biru lebih memilih untuk menyadarkan dirinya sendiri.

 “Mungkin benar kata Alea,” batinnya selagi menarik pandangannya dari Aluna.

 “Dasar! Bear!” desis Alea begitu manik matanya bersirobok dengan milik Biru.

 Biru memilih menutup mulut mendengar perkataan juga sorot mata dingin gadis tersebut. Bibirnya mengerucut bak anak kecil yang merajuk karena selesai dimarahi. Aluna–Bintang hanya mampu mencoba menahan tawa saat si bungsu berperilaku demikian.

 “Sudah, cepatlah makan!” kata Bintang dan mengacak rambut Biru yang membuat si pemilik semakin memajukan bibir.

 “Selamat makan!” sorak semuanya—kecuali Biru yang masih dalam mode anak kecil—di beberapa detik setelahnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!