NovelToon NovelToon
Ku Pilih Jodoh Pilihan Bunda

Ku Pilih Jodoh Pilihan Bunda

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Depi Delita

Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Desakan Haris

 Aisyah mendekati Abang nya saat melihat Abang nya itu sedang sendirian karena Cahaya sedang berganti pakaian di kamar nya.

 " Bang,Abang masih berhubungan dengan Vania" tanya Aisyah yang membuat Iqram langsung menggeleng.

 " Enggak,Abang udah putus sama dia sebelum Abang meminta bunda datang melamar Cahaya" jawab Iqram.

 " Kenapa kamu nanya seperti itu" tanya Iqram.

 Aisyah menarik nafas pelan, kemudian dia duduk di samping Abang nya. " Barusan Vania nelfon ke handphone Abang. Aku yang ngangkat. Lagak bicara nya seperti dia itu seorang penguasa jagat raya. Dia bilang kalau dia itu calon istri Abang. Dia mau bicara sama Abang,tapi aku nggak ngasih " ucap Aisyah.

 " Aku tidak ingin kakak ipar ku terluka bang. Cahaya itu gadis yang baik,jangan sampai kehadiran Vania menyakiti hati nya. Abang yang sudah memilih kak Cahaya sebagai istri Abang,jadi Abang harus bisa melindungi hati dan perasaan nya" ucap Aisyah.

 Iqram langsung tersenyum mendengar ucapan adik nya itu. " Kamu tenang saja. Abang tentu akan memprioritaskan perasaan Cahaya di bandingkan dengan yang lain. Vania itu hanya masa lalu Abang. Kalau dia mau masuk ke kehidupan rumah tangga Abang dan Cahaya,Abang yang akan berdiri langsung mengusir nya keluar " jawab Iqram.

 " Nanti kalau Vania menghubungi Abang lagi,Abang akan langsung menjelaskan pada nya tentang status Abang sekarang ini. Atau bila perlu Abang akan minta kakak ipar mu yang mengangkat panggilan dari dia" ucap Iqram yang membuat Aisyah tersenyum.

 Saat mereka berdua sedang bicara,Ilham datang mendekat. Ilham terdiam sejenak karena melihat ada Aisyah di dekat Iqram.

 " Ada apa" tanya Iqram pada Ilham.

 Ilham melihat sebentar kearah Aisyah. Iqram yang melihat itu langsung bicara. " Lo ngomong aja" ucap Iqram pada Ilham.

 Ilham kemudian duduk di samping Iqram. " Barusan Stevi ngubungin gue. Dia bilang kalau Vania ngamuk saat tau Lo hari ini nikah" ucap Ilham.

 " Stevi bilang kalau awal nya Vania mengira hari ini lo bakal datangi dia untuk melamar dia. Dia nggak nyangka kalau hari ini kamu malah nikah sama gadis lain" ucap Ilham lagi.

 Iqram mengerutkan keningnya mendengar ucapan Ilham. " Kok dia ngira hari ini gue bakal ngelamar dia? Hubungan kami kan udah berakhir lama" ucap Iqram.

 Ilham langsung tersenyum," menurut informasi dari Stevi, Vania lihat story WhatsApp Lo,dia pikir kalau lonitu sedang mempersiapkan kejutan lamaran buat dia" jawab Ilham.

 Iqram tertawa mendengar jawaban Ilham. " udah jangan di bahas lagi. Hubungan gue ama Vania udah berakhir sebelum gue minta bunda buat datang melamar Cahaya . Sekarang dia mau stres atau uring uringan karena gue udah nikah,itu terserah dia. Itu bukan urusan gue lagi. Yang sekarang gue pikirin hanyalah istri gue, karena itu tanggung jawab gue sekarang dunia dan akhirat " ucap Iqram.

 Ilham langsung mengangguk," yess,gue setuju. Gue ngasih tau berita ini juga niat nya agar Lo bisa jaga jaga aja. Siapa tau nanti Vania menggila dan mencari lo ke kantor atau datang langsung kesini " ucap Ilham.

 Iqram mengangguk sambil tersenyum.

**

 Acara di rumah Cahaya telah berakhir. Iqram langsung memboyong istri nya itu pulang ke rumah orang tua nya

 Saat mereka sampai di rumah orang tua Iqram, tampak dua orang yang di kenal Iqram duduk di teras rumah itu. Iqram dengan cepat langsung mendekati tamu nya dan langsung menyalami nya

" Maaf pak,buk, kami tidak sempat menyambut kedatangan bapak dan ibuk. Pak Haris nggk ngasih tau kalau bapak dan ibuk sudah datang " ucap Iqram dengan perasaan tidak enak.

Buk Sonya langsung tersenyum," mana sempat kamu datang untuk menyambut kedatangan kami. Kamu kan lagi sibuk dengan acara pernikahan kamu" ucap buk Sonya.

" Si Haris aja yang gendeng,di sini lagi ada acara pernikahan tapi malah meminta kami untuk datang cepat buat melamar pujaan hati nya" ucap pak Dirgantara,ayah nya Haris sambil menatap kearah Haris.

Keluarga Iqram terkejut saat mengetahui kalau yang datang itu ternyata orang tua nya Haris. Aisyah langsung menundukkan wajah nya kerena merasa sedikit takut.

Buk Vita langsung maju dan menyalami kedua orang tua Haris.

" Selamat datang pak buk. Maaf kami nggak sempat menyambut kedatangan bapak dan ibuk" ucap buk Vita.

Buk Sonya langsung tersenyum," nggk apa apa buk. Nama nya juga lagi sibuk dengan pernikahan anak,kami datang juga mendadak " ucap buk Sonya.

" Mari masuk pak buk,kita berbincang di dalam" ajak buk Vita. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah secara bersamaan.

Setelah duduk,mereka saling memperkenalkan diri masing masing. Mata buk Sonya langsung menatap ke arah Aisyah dengan sorot mata takjub.

" Jadi ini yang nama nya Aisyah. Cantik benar. Pantas Haris langsung minta kami datang untuk melamar nya" ucap buk Sonya saat Aisyah menyalami beliau.

" Bidadari secantik ini apa mau sama Haris? Papi kok nggak yakin ya. Jangan jangan perasaan Haris hanya bertepuk sebelah tangan" ucap pak Dirgantara sambil menatap sekilas kearah Haris.

Wajah Haris langsung memerah menahan malu karena ucapan papi nya.

" Mungkin karena dia sendiri merasa ragu maka nya dia meminta kita untuk cepat datang kesini buat melamar bidadari ini" ucap buk Sonya menimpali.

Haris langsung ikut bicara. " Aku nggak sejelek itu mi. Mami jangan terus terusan merendahkan aku" ucap Haris.

Buk Sonya langsung tersenyum," emang kenyataan nya begitu. Aisyah ini cantik murni bak bidadari. Sementara kamu hanya punya tampang pas pasan. Untung kamu yang anak mami,kalau Aisyah yang jadi anak mami,mana mau mami ngambil kamu jadi mantu" ucap buk Sonya.

" Aisyah,kamu beneran mau jadi mantu mami" tanya buk Sonya yang mengalihkan pandangan nya pada Aisyah.

Aisyah menunduk," kalau ibuk dan bapak merestui,bunda dan bang Iqram juga merestui, Aisyah bersedia" jawab Aisyah dengan suara pelan.

Buk Vita langsung menggenggam tangan Aisyah," bunda selalu mendukung setiap keputusan mu nak" ucap beliau.

" Abang juga mendukung keputusan mu" ucap Iqram.

Buk Sonya dan pak Dirgantara langsung tersenyum," tidak ada alasan bagi kami untuk menolak merestui hubungan kalian berdua" ucap pak Dirgantara.

" Malah kami bersyukur bisa mendapatkan menantu seperti kamu nak" ucap buk Sonya.

Haris langsung tersenyum mendengar ucapan kedua orang tua nya. " jadi kapan kami bisa nikah" tanya Haris penuh percaya diri.

Semua yang ada di sana langsung menatap ke arah Haris. " kamu yang sabar dong. Semua itu ada proses nya. Nggak main langsung aja" ucap pak Dirgantara sambil menatap jengkel ke arah anak nya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!