NovelToon NovelToon
Istri Yang Terasingkan

Istri Yang Terasingkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: hafit

Kisah seorang istri yang selalu direndahkan dan dimanfaatkan oleh keluarga suami nya hanya karena dia bukan berasal dari keluarga terpandang yang kaya.....Nasibnya begitu miris bahkan selalu dibandingkan dengan istri adik suaminya sendiri yang dianggap dari keluarga terhormat oleh sang mertua.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perebut suami orang

***

"Makasih ya Mas." Ucap Tania setelah menerima sebuah paket yang sempat ia pesankan melalui aplikasi Oren beberapa hari yang lalu.

"Sama-sama Mbak." Balas lelaki itu ramah, lalu kembali menancapkan gas motor nya untuk pergi.

"Apa itu Mbak?"

Baru saja Tania berbalik, lansung dikejutkan dengan kedatangan Sindi yang tiba-tiba.

Mata gadis itu menelisik kearah tangan Tania yang memegang sebuah Paket pesanan nya tadi

"Sejak kapan Mbak Tania pesan-pesan barang kayak gitu? Mau foya-foya pakai uang Mas Raka kamu?" Tuduh Sindi penuh selidik dengan mata memicing menatap kakak ipar nya.

"Sejak tadi, liat sendiri kan?" jawab Tania ketus, malas mau menggubris adik ipar nya yang memang sengaja mau mencari masalah dengan nya.

Tania menabrak kasar bahu adik ipar nya yang menghalangi nya masuk kedalam rumah.

Sindi meringis." Mbak Tania...." Pekik nya marah sembari memegang bahu nya yang sedikit sakit akibat Tania.

Tania tersenyum sinis." Siapa suruh menghalangi jalan ku." Gumam nya tanpa memedulikan Omelan Sindi yang entah apa aja yang keluar dari mulut nya.

Sesampai nya dikamar, Tania menatap kotak paket yang tadi ia pesan dengan mata berbinar.

Ia bergegas membuka kotak itu, Tania memesan beberapa merek skincare yang dulu sempat ia pakai saat masih gadis dulu, dan juga beberapa alat make-up, serta memesan handbody pencerah agar kulit nya bisa kembali halus seperti dulu.

Tin..

"Dek, uang belanja sudah Mas kirim sama ibu ya."

Tania menghela nafas pelan membaca isi pesan yang suaminya kirim tadi.

Tania ingat, dulu saat dia dan Raka baru menikah mertuanya pernah berkata "Raka, walaupun kamu sudah menikah dan mempunyai istri, jangan pernah lepaskan uang sama istrimu....Setiap pemasukan ataupun uang belanja biar ibu yang atur semuanya. Dan kamu, jangan pernah menghasut anak saya apalagi menyuruh nya yang bukan-bukan, jangan buat anakku menjadi durhaka sama ibu nya. Ingat itu." Peringat Dinda saat itu.

Perkataan itu selalu membekas dihatinya.

Tania harus selalu mengalah,

Bahkan saat berbelanja Tania harus berhemat agar semua tercukupi, karena uang yang diberikan mertuanya selalu kurang untuk Tania belanja bahan dapur.

Padahal ia tau betul berapa jumlah minimal uang yang suaminya kirim setiap seminggu sekali ke rekening mertuanya.

Tania tidak memprotes sama sekali, bahkan ia tidak pernah mengadukan semua itu sama suaminya. Ia tidak ingin suami nya melawan ibu kandung nya sendiri.

Tapi itu dulu, sekarang Tania mulai menyadari sikap nya yang terlalu lemah dan pasrah sehingga semakin membuat dirinya selalu dengan mudah di tindas.

"Tania...."

Suara teriakan dari luar membuat lamunan nya buyar, ia bergegas menyimpan semua barang yang tadi sempat ia bongkar.

Tidak lupa, Tania juga mengunci kembali pintu kamar nya. Ia tidak akan membiarkan barang-barang nya kembali lenyap seperti sebelum-sebelumnya.

Apalagi kalau tau Tania baru saja memesan banyak skincare bisa heboh satu keluarga itu, dan akan berusaha untuk mengambil nya.

Tidak akan ku biarkan....

"Enak banget ya, sudah hidup numpang di sini, bukan nya kerja malah enak-enak kan tiduran dikamar." Omel Dinda begitu melihat Tania keluar dari kamar nya.

"Usir saja Tan...Ngapain sih pelihara manusia nggak guna seperti dia, yang ada malah nambah beban." Cetus Bella ikut menimpali dengan menatap Tania sinis.

"Maaf, ada apa panggil saya?" Tanya Tania datar tanpa memperdulikan ucapan mereka yang terus saja menghina nya.

"Sekarang kamu cepatan masak buat makan siang, kita sudah laper...." Titah Dinda mengibas tangannya menyuruh Tania ke dapur.

"Maaf Bu, bahan-bahan masakan di kulkas sudah habis, hanya tinggal telur saja."

"Ya udah, kalau gitu sana kamu belanja dulu. Habis itu cepat masak." Titah Dinda lagi.

"Uang nya Bu...." Tania menadah tangan nya.

Dinda mendengus, namun tetap mengeluarkan dua lembar uang berwarna biru.

"Ini.... Kamu beli ayam, tomat, cabe, beras, minyak sama tepung juga. Ibu hari ini ingin makan ayam goreng krispi sama sambel pedas."

Tania menerima uang itu dengan senyum tipis dibibir nya.

"Itu aja Bu...." Tanya Tania menatap ibu mertuanya.

"Oh ya, sama kerupuk juga jangan lupa, kamu cukup belanja buat makan siang sama makan malam aja dulu," Titahnya lagi.

Tania mengangguk.

"Baik Bu, kalau gitu aku berangkat sekarang." Pamit Tania, walau bagaimanapun ia harus tetap bersikap baik sama ibu mertuanya, selagi Dinda tidak berlebihan memperlakukan nya.

"Mbak, aku mau sekalian beliin jus jeruk satu di depan warung itu, gerah sekali rasanya."Ujar Sindi.

Tania berbalik,"Uang nya nggak cukup."Jawab nya agak ketus.

"Kan bisa pakai uang kamu dulu Mbak, cuma jus doang kok pelit banget." Gerutu Sindi menatap kesal kakak iparnya.

"Kalau nggak ada uang, ya sudah nggak usah beli."

Mata Sindi melebar mendengar Tania sudah benar-benar berani membantah ucapan nya.

Tania yang biasa hanya menunduk saat di omeli, yang begitu patuh saat di suruh-suruh kini benar-benar jauh berbeda.

"Berani kamu sekarang ya, dasar benalu...." Racau Sindi meradang.

"Sudah tau dia itu miskin, masih saja kamu suruh beli ini itu. Mana punya duit dia....Dia kan pengangguran, yang hanya jadi beban Mas Raka. Kasihan sekali mantan kekasih ku itu harus mendapat kan wanita yang nggak ada guna nya seperti dia." Ucap Bella menyindir Tania terang-terangan.

Membuat langkah Tania terhenti, tadinya Tania tidak mau meladeni mereka lagi, dia lebih memilih pergi. Namun, mendengar perkataan Bella, dia merasa wanita itu harus sedikit di beri peringatan kecil.

"Ya udah, kalau gitu. Kamu kasih dong uang kamu buat dia." Ujar Tania menantang.

Tania menoleh menatap Bella dengan tatapan yang terlihat begitu tenang, sedikit senyum terukir di bibir wanita itu.

"Dan apa tadi kamu bilang? Beban suami?" Tania mendekati Bella tanpa gentar sedikitpun, matanya menatap tajam wanita itu. Bella memundurkan langkah nya.

"Lebih baik menjadi miskin, pengangguran dan dianggap beban suami, dari pada ngaku nya cantik, berkelas, kaya raya. Malah seleranya sama suami orang, murahan..." Cecar Tania tatapan nya menghunus tajam mata Bella.

Raut wajah Bella seketika merah padam, tangan nya terkepal. Ucapan Tania benar-benar membuat dia merasa terhina.

"Oh ya, satu lagi. Setiap istri itu adalah tanggung jawab suami nya, yang harus dipenuhi dalam segala hal, termasuk nafkah. Jadi, jangan asal berkata kalau kamu sama sekali tidak tau menahu soal hukum dalam berumah tangga. Apalagi mengatakan istri beban bagi suaminya, kamu salah besar Bella. Hakikat nya seorang suami memang sudah seharusnya menanggung segala nafkah atas diri si istri, baik itu makan, minum, pakaian dan masih banyak lagi." Ujar Tania panjang lebar.

Tania tersenyum sinis menatap Bella yang menatap nya dengan wajah sudah memerah menahan emosi.

"Aku lupa lagi, mana mungkin kamu mengerti soal itu. Kan kamu belum menikah, tapi nggak papa sih, itung-itung jadi nasehat buat kamu nantinya setelah menikah, asal....Menikah nya bukan sama suami orang." Celetuk Tania dengan sedikit tertawa di ujung kalimat nya.

Bella semakin murka mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Tania, ia benar-benar tidak menyangka kalau Tania akan seberani itu mengatainya.

"Aku berangkat ya Bu, takut nya nanti warung Bu sari tutup lagi." Pamit Tania berbalik menatap mertuanya, setelah puas membuat Bella marah.

Ia berlalu begitu saja dengan santai nya seolah-olah yang terjadi barusan hanya lah angin lalu.

Sedangkan Bella benar-benar sudah berkobar, kilatan kebencian kian tergambar di sudut mata wanita itu.

1
Suanti
tania keluar aja dri rmh gugat cerai aja raka biar tau rasa tuh 🤭
Fitrya Alyani: siap kaka😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya tania, jangan lemahh
Fitrya Alyani: benar banget
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
telpon ojek aja bu 🤪
Fitrya Alyani: biar ada alasan ja tuu mertuanya
total 1 replies
Suanti
lain kali tania rekam pki hp semua percakapan bella. dinda. dan ibu biar raka tau ngimna kelakuan ibu terhadap tania 🤭
Fitrya Alyani: benar sekali kak, lain kali lah ya🤭🥰
total 1 replies
Suanti
gitu dong tania harus tegas jgn mau di injak2 sama mereka harus berani melawan jgn melemah 🤭
Fitrya Alyani: jangan mau di injak-injak ya kak🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebaiknya bicara baik-baik dulu ya tania. jangan langsung menuduh suamimu
Fitrya Alyani: jangan gegabah kan, ulat bulu memang bahaya😄😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
usaha yg sia-sia /Facepalm/
Fitrya Alyani: mulai menggatal sama suami orang 🤣🤣
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
cinta boleh Tania, bodoh jangan ya. ajak suami mu untuk pindah
Fitrya Alyani: terkadang cinta memang membuat orang buta😄🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
Raka kalo memang kamu sayang tania, mending kamu minggat aja dah
Fitrya Alyani: setuju....Dari pada terus menderita ya kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kalo udah jahat mah, memang ada saja idenya
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
beri tahu suami mu tania
Fitrya Alyani: percuma, suaminya lemah kalau soal keluarga😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya jangan lemah tania. semakin kamu lemah, semakin kamu di siksa
Fitrya Alyani: jahat banget kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
mending kamu pakai uang itu untuk cari kontrakan aja
Fitrya Alyani: iya juga😄, tapi Raka nya terlalu memanjakan keluarga nya.
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
jangan lemah tania
Fitrya Alyani: mengalah terus Tania 🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya di suruh raka.
Fitrya Alyani: Raka nya lembek
total 1 replies
Fitrya Alyani
💪🥰
Fitrya Alyani
🥰💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!