Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab11
Dimasa lalu...
Lucas aleandra tersenyum smirk saat Nadya tiba dilestoran mewah yang sudah ia pesan untuk makan Malam mereka berdua.
Dia selalu benar, tidak ada yang bisa menolaknya.
Sedangkan Nadya tentu saja ia terlihat sangat canggung,ia berjalan sambil mengigit bibir.entalah ia ingin menolak ajakan Lucas malam ini.tapi hatinya mengiyakan.
Lucas berdiri dan menarik kursi untuk Nadya.steak drya agend sudah tertata dengan rapi dihadapan nadya terlihat sangat mengiurkan.
Nadya tidak pernah memakan makanan mewah itu.
Nadya memegang garpu ditangan kanan dan pisau ditangan piring membuat dia terlihat kesusahan memotong steaknya.
" Kamu memegang alat makanya terbalik." Ucap Lucas terdengar dingin tapi juga penuh perhatian.
Dengan gugupnya Nadya menukar pisau dan garpu itu ditanganya.
Lucas tidak berhenti mencuri pandang kearah nadya.
Sejauh ini tidak ada sikap lucas yang macam macam sama seperti pertama kali mereka bertemu.
Dan hal itu membuat Nadya sedikit nyaman dengan Lucas
" Habiskan makananmu." Ucapnya terdengar dingin.bahkan ucapanya tidak mencerminkan seorang laki laki yang tengah mendekati seorang wanita.
Masa sekarang...
Hari ini dimana pesta untuk menyambut mahasiswa baru dikampus purwacita diadakan.para mahasiswa baru mengunakan kustum sesuai jurusan yang mereka ambil,jas lab \+ steteskop \+ darah darahan palsu untuk anak para kedokteran.
Sedangkan anak tehnik memakai helm proyek,helm orens, gambar jembatan didada.
Sedangkan para anak hukum terlihat membawa toga palsu,pasal pasal yang sudah sprint gede,dan tentu saja palu hakim.
Sesuai dengan tema pesta malam ini"jurusan streotipe"
Sedangkan para kakak tingkat memakai kostum yang tentunya juga unik sesuai dengan jurusan mereka.
Ayla sebagai anak kedokteran memakai jas lab yang terlihat kusut rambutnya dikuncir tinggi dan tampak ia membumbui noda hitam disekitar matanya.tapi tetap saja dia kelihatan sangat cantik.
Kay sebagai mahasiswa menejemen bisnis memakai kemeja putih polos+ dasi ia tampak membawa grafik saham print yang sangat gede dan koper berisi uang yang begitu banyak.
Sampai sampai rekan mahasiswa lainya membelalakkan mata melihat uang itu.
" Itu uang asli atau properti."
" Yaellah masa sih kamu ngak bisa bedain uang asli sama properti."
Dan alhasil mahasiswa itu mengikuti Kay terus menerus membuat Kay mengendus kesal karna ia hanya ingin selalu berduaan dengan Ayla.
Begituh juga dengan para ketua tingkat yang lainya memakai kostum sesuai jurusan mereka.tapi tidak dengan Devan yang terlihat datang kepesta dengan memakai baju kokoh yang berwarna merah Maroon yang ia pandukan dengan celana bahan berwarna hitam.
Para ketua tingkat lainya mengeleng melihat Devan yang menurut mereka selalu salah tempat.
" Selalu saja ustadz itu salah tempat lagi pula kalau ngak mau join yang ngak usah datang aja sekalian."
Dan untuk apa lagi Devan datang ke acara seperti ini kecuali untuk mengawasi ayla.wanita yang sudah dilamarnya.difikiranya ia hanya ingin menjaga ayla.urusan jodoh biarlah Allah yang menentukan yang terpenting ia sudah meminta Ayla kepada kedua orang tua Ayla.
Dentuman musik terdengar begitu jelas,para maba dan kakak tingkat berjoget ria dengan kostum lebay yang mereka pakai.
Kay membuka koper yang dari tadi ia bawah,Kay mengambil uang segepok dari dalam koper lalu melemparnya keatas.
Mahasiswa baru dan kakak tingkat terlihat saling berebut memuguti uang yang dilempar oleh Kay.
Sekoper uang yang dibawah Kay bukalah apa apa bagi seorang Kay anak dari seorang pengusaha Lucas aleandra, seorang pengusaha yang sudah lama melintang didunia bisnis.
Sedangkan laki laki Sholeh hanya duduk tertunduk,sambil beristigfar ketika ia melihat ada wine yang disediakan dipesta ini.entah siapa yang berani menghadirkan minuman keras itu dipesta ini.padahal pesta ini bertema tentang pendidikan.
Saat isi kopernya sudah habis dilemparkannya,Kay juga kembali melempar kopernya yang sudah terlihat kosong.
Kemudian yang berjalan kearah ayla yang terlihat asyik berjoget.kay menarik tangan ayla agar wanita itu mengikuti langkahnya.
Saat Devan mengusap wajahnya kasar karena merasa frustasi berada ditempat yang seperti ini.
Netranya kemudian mencari sosok ayla.didalam pesta Ayla menghilang dan tentu saja Kay juga tidak tampak disana.
Devan segera berdiri dengan langkah yang cepat,membela para peserta pesta.hanya untuk mencari sosok ayla.ia hanya tidak ingin Ayla sampai berbuat macam macam dengan Kay.
Dan sosok yang dicari cari Kay ada disini, didalam mobil Kay sedangkan Kay duduk dikursi kemudi.
Ayla terlihat menghapus noda hitam yang melingkari matanya.
" Sudah jangan dihapus."ucap Kay memegang tangan ayla.
" Aku malu.aku terlihat jelek Kay."
"Kamu itu selalu cantik sayang."
Didalam mobil itu mereka berdua terlihat saling menatap, tatapan mereka begitu intens.kay menatap bibir mungil ayla.yang selalu membuatnya ingin mencicipinya.
Kali ini Ayla tidak boleh menolak sentuhan bibir Kay dibibiirnya,kali ini Ayla harus merasakan betapa dahsyatnya cinta Kay untuk seorang ayla lewat sentuhan bibir.sudah cukup ia menah diri selama lebih empat tahun.begitu fikir Kay.
Namun sejatinya cinta sejati tidak akan menyentuhmu tanpa adanya ikrar ikatan halal. Karna bentuk cinta kasih yang sesungguhnya akan selalu disalurkan setelah adanya pernikahan.
Dan laki laki yang baik akan selalu mampu menjaga kesucian dan kehormatanmu.
Dan Ayla pertahanannya runtuh tangan kasar itu begitu mengusap pipinya lembut,malam ini ia begitu terbuai dengan ketampanan seorang Kay aleandra.akankah mimpinya yang hanya akan memberikan ciuman pertamanya dimalam pengantin tidak akan menjadi kenyataan.toh juga menurutnya ini hanya ciuman bukan Nana Nini yang akan membuat dia hamil diluar nikah dan mempermalukan papi dan juga mami.
Ayla mengerjap saat bibir Kay mulai terlihat mendekati bibirnya,ia tidak tahan sensasi aneh menggerogoti hatinya, terkadang ia juga ingin merasakan seperti apa itu ciuman dibibir .pasti sensasinya aneh daripada dicium dikening atau dipipi saja.
Devan menahan amarahnya tidak tahan.ayla belum menjadi istrinya.tapi ia begitu protektif dengan ayla.tapi ini bukan masalah Ayla bukanlah miliknya.masalahnya adalah Ayla akan berbuat zina.
Dan sebagai sesama muslim dia wajib menasehatinya begitu fikir Devan.
Dengan gemuruh dada yang begitu hebat,dan berjalan dengan tergesa gesa untuk menasehati kedua pasangan yang belum halal tersebut tapi ingin melakukan zina.
Tapi tiba tiba saja seorang laki laki membuka mobil Ayla dan menarik tangan Ayla keluar dari mobil itu.
Plakkkkkkk
Satu tamparan mendarat dipipi Ayla dengan keras,hingga Kay keluar dari mobilnya dengan panik.
Langkah Devan terhenti saat melihat kejadian itu.laki laki yang menampar Ayla mirip dengan foto laki laki yang pernah diperlihatkan Abi kepadanya.
Saat Kay terlihat berjalan mendekatti mereka.laki laki itu menunjuk Kay dengan tegas tatapannya penuh amarah.membuat Kay takut dan menghentikan langkahnya.
" Papi sangat kecewa dengan kamu ayla.ternyata begini kelakuan kamu selama ini.begini kelakuan kamu dengan laki laki yang tidak pernah mau datang meminta kamu secara baik baik kepada papi."