NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:68.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 1

Langit biru membentang luas di atas desa kecil tempat Melisa Wulandari tumbuh dan hidup. Angin semilir berhembus lembut, menggoyangkan padi yang menguning di sawah. Di sini, di tempat ini, Meli menghabiskan hari-harinya—sebagai gadis sederhana yang pendiam, cerdas, dan penuh impian.

Meli dikenal dengan dua nama panggilan. Di sekolah dan desa, orang-orang memanggilnya Meli. Tapi di rumah, ayah dan ibunya selalu memanggilnya Ica. Sebuah misteri kecil yang sering membuatnya bertanya-tanya, karena dalam namanya sama sekali tidak ada huruf 'C'.

Hari ini, ujian akhir telah memasuki hari terakhir. Lembar-lembar soal tersusun rapi di hadapannya, dan suara gesekan pensil memenuhi ruangan. Meli mengerjakan soal dengan tenang, berusaha fokus meskipun di dalam hatinya terselip kegelisahan tentang masa depan.

Namun, lamunannya terpecah saat seorang teman menepuk pelan bahunya.

"Mel, Bu Nia manggil kamu ke ruang guru."

Meli mengangkat wajah, sedikit terkejut. Kenapa tiba-tiba aku dipanggil? Apa aku melakukan kesalahan? Meski penasaran, ia tetap berdiri, merapikan seragamnya, lalu berjalan keluar kelas dengan langkah hati-hati.

Sesampainya di depan ruang guru, ia mengetuk pelan.

"Permisi, Bu," sapanya dengan sopan.

Bu Nia, guru BK yang selalu membimbingnya, menatapnya dengan senyum lembut. "Duduklah, Mel. Ibu ingin bicara sesuatu."

Meli menurut, duduk dengan sedikit rasa was-was.

"Begini, Mel. Hampir setiap semester, kamu selalu meraih juara umum. Karena itu, pihak sekolah mendaftarkanmu dalam program beasiswa ke perguruan tinggi di kota."

Jantung Meli berdetak lebih cepat. Beasiswa? Ke kota?

"Dan hasilnya sudah keluar hari ini." Bu Nia tersenyum, lalu menyodorkan selembar kertas ke arahnya. "Kamu bilang ingin masuk fakultas hukum, kan? Selamat, kamu lulus!"

Meli menatap kertas di tangannya dengan perasaan campur aduk. Nama dan identitasnya tertera di sana, lengkap dengan tulisan yang menyatakan bahwa ia diterima di universitas ternama dengan beasiswa penuh.

Tangannya sedikit gemetar. Ia berhasil. Impian yang selama ini terasa jauh, kini ada di genggamannya.

Namun, di balik kebahagiaan itu, ada ketakutan yang menyelip diam-diam. Meninggalkan desa bukanlah hal mudah. Kota adalah dunia yang asing baginya, penuh dengan hal-hal yang belum pernah ia alami.

Ia menelan ludah, mencoba mengatur napas.

Ini bukan hanya sekadar beasiswa. Ini adalah gerbang menuju kehidupan baru.

Dan ia harus siap melangkah melewatinya.

Meli mengayuh sepedanya secepat mungkin, menyusuri jalanan berbatu di desanya. Angin sore menerpa wajahnya, sementara matanya berbinar penuh semangat. Kabar ini terlalu berharga untuk ditunda. Ia harus segera menyampaikan semuanya kepada kedua orang tuanya.

Setibanya di rumah, Meli langsung melompat turun dari sepeda dan berlari masuk.

"Buk! Ibu!" serunya lantang.

Dari dapur, terdengar suara langkah kaki mendekat. Seorang wanita paruh baya dengan wajah lembut dan tubuh sedikit berpeluh muncul dari balik pintu, masih mengenakan caping yang menandakan ia baru saja pulang dari ladang.

"Ada apa to, Ca? Kok baru pulang sudah teriak-teriak?" tanya Bu Risma, ibunya, dengan nada heran.

Meli tak langsung menjawab. Napasnya masih memburu akibat bersepeda tergesa-gesa. Matanya mencari sosok lain.

"Bapak mana, Buk?" tanyanya cepat.

Belum sempat ibunya menjawab, Pak Dani, ayahnya, sudah muncul dari arah belakang rumah sambil mengelap keringat di dahinya.

"Apa, Ca? Kenapa ribut-ribut?" tanyanya penasaran.

Meli tersenyum lebar dan mengeluarkan selembar kertas dari dalam tasnya. Dengan penuh semangat, ia menyerahkannya kepada sang ayah.

"Lihat ini, Pak, Buk! Ica punya kabar gembira!" serunya.

Pak Dani menerima kertas itu dengan alis sedikit berkerut. Meskipun mereka hanyalah petani sederhana, ia dan istrinya masih bisa membaca dengan cukup baik—berbeda dengan beberapa orang desa lain yang kurang berpendidikan.

1
kiu kiu
semangat adrian..turunkan gengsimu demi melisa.semoga berhasil...💪💪💪🤭🤭
kiu kiu
jgn jgn melisa langsung jatuh hati sama adrian. kan harus proses dulu thor...si adrian juga harus terima saat ingatan melisa kembali.apa melisa masih mau bersamanya.
Nunung Elasari
ahhh melisa jadi mau 😍🤭
kiu kiu
thor klu sampai ingatan meli kembali...apakah meli bisa menerima adrian thor.padahal adrian dulu pernah menyuruhnya menjauh dari keluarganya.dan melisa di paksa utk menandatangani surat perjanjian dg adrian.
Nunung Elasari
luaaaaarrr byiasaaaaahhh....
Nunung Elasari
Dan bagi aku ini cerita yg ditunggu 🤭
kiu kiu
lanjut thor
Nunung Elasari
jadi pengen jadi melisa, diapit 2 cowok ganteng 🤭🤭🤭🤭
Evi Lusiana
akhirny mnsia es mulai cair,tar lg auto bucin
kiu kiu
behhh..si adrian tukang maksa...emang dunia ini bisa kamu beli.maksa ank org segitunya.hmmm... jgn sampai kau menyakitinya ya...ada evan dan ethan yg akan memarahimu.tp klupun mereka menikah.apa dong panggilan ethan pada melisa.kan udah terbiasa thor...jgn sampai merubah panggilan kesayangan mereka thor ...ank ank kesayangan melisa.
Nunung Elasari
wahhh adrian ini memang sesuatu 🤣🤣🤣🤣🤣
Evi Lusiana
dr awal aku udh gk suka dgn sikap adrian,melisa udh bertahun2 merawat adikny mlh srh pergi dr kehidupan ethan dn evan
kiu kiu
mommy ethan tidak pernah menjenguk melisa.tidak pernah mengjhawatirkan melisa.yg di kawatirkan anaknya sendiri thor.ak pengen marah dg keluarga mereka.hmmm...yg bikin cerita juga udah maksimal mikirnya ya...🤭🤭🤭
wasiah miska nartim
adrian ternyata ada udang di balik adonan🤭🤭🤭
kiu kiu
updatenya jgn terlalu lama thor... kita lagi kangen kebersamaan melisa dan anak anaknya thor.pertemuan yg mengharukan...kerinduan anak yg begitu dalam seolah tk mampu terlepas dari ibu yg telah merawatnya hingga 13 thn lamanya. ethan pasti menyimpan amarah yg besar pada kakaknya.leonard dn rangga tk bertanggung jawab.
Criminal007
lagi thor😭😭😭
Evi Lusiana
kapok lo adrian,d skak mati sm adekmu
Ummi Sulastri Berliana Tobing
jgn pisah kan LG mereka donk pliss☹️☹️☹️
Nunung Elasari
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
kiu kiu
😭😭😭ikut menangis thor...pertemuan yg tk terduga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!