NovelToon NovelToon
Perisai Sang Mafia

Perisai Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Reigan Douglas hanya bisa patuh saat Kakek memaksanya menikahi Hana—gadis "kampung" bermata bulat. Pernikahan itu terasa datar dan mati. Bagi Reigan, kehadiran wanita itu hanya akan membatasi geraknya sebagai penguasa Odelgard.

Namun, segalanya berubah ketika sebuah peluru melesat dan nyaris menembus pelipisnya. Reigan pun menyadari satu fakta yang menghantam egonya: peluru penyelamat itu berasal dari senjata milik Vesper—sniper legendaris yang ternyata adalah Hana, istrinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10 Keahlian tersembunyi

Dunia Reigan seolah membeku.

Hawa panas yang menyambar pipinya-hanya selisih milimeter dari maut-meninggalkan jejak perih yang berdenyut. Namun, rasa sakit itu tak sebanding dengan guncangan hebat yang menghujam jantungnya saat melihat siapa yang berdiri di sana.

"Hana?" Desis Reigan. Matanya melebar juga memancarkan sorot mata tajam.

Rahang Reigan mengeras. Matanya terpaku pada moncong senjata di tangan Hana yang masih mengepulkan asap tipis. Sebuah pemandangan indah sekaligus mengerikan di tengah lorong yang gelap.

"Apa yang kau lakukan?" desis Reigan tajam. Itu bukan sekadar pertanyaan. Itu adalah tuntutan seorang pria yang merasa harga dirinya baru saja dipatahkan oleh kejutan yang luar biasa.

"Ada musuh dibelakangmu. Kepalamu akan dilubangi jika aku tidak membidiknya." Intonasi bicara Hana datar, tapi atmosfer sekitarnya gelap.

Reigan tertegun. Dia yang biasanya memegang kendali penuh atas setiap nyawa di Odelgard itu kini terpaku menatap gadis pengganggu itu.

Di tengah kekacauan ini, Hana berdiri dengan postur yang sangat stabil. Begitu kontras dengan citra wanita polos yang selama ini ia tampilkan.

Hana tidak menurunkan senjatanya. Ia justru menggeser moncong larasnya sedikit ke kanan, membidik target baru di balik dinding yang bahkan belum disadari oleh Reigan.

"Hana, sejak kapan kamu-"

"Jangan bergerak," potong Hana pendek. "Atau kamu yang akan terkena serpihannya."

DOR!

Satu tembakan lagi dilepaskan. Peluru itu melesat hanya beberapa inci dari bahu Reigan.

Reigan bangkit, mengabaikan rasa perih di pipinya akibat desingan peluru pertama tadi. Ia melangkah mendekat, mencengkeram lengan Hana yang masih memegang senjata dengan sangat kokoh. Cengkeramannya keras, menuntut jawaban.

"Siapa kamu sebenarnya?" desis Reigan, suaranya rendah dan mengancam. "Gadis kampung tidak tahu apa itu kaliber senjata, apalagi menembak sniper dengan akurasi seperti itu."

"Boss!" Marco berlari mendekat dengan pistol di tangan dan napas terengah. Nico juga mendekat dengan napas yang sama.

"Marco, Nico! Merunduk!!" teriak Hana keras. Tubuh mereka respon dengan teriakan Hana meski terkejut.

DOR!

Hana menembak lagi musuh dibelakang pria ini tadi. "Tahan pertanyaanmu di lain tempat. Sekarang kita harus menyelematkan diri."

Marco melihat ke arah mayat yang tewas dengan lubang peluru tepat di tengah dahi, lalu kembali menatap Hana.

"Brengsek!"

Pemandangan itu tidak masuk akal bagi Marco. Ia membeku di tempat, matanya membelalak lebar menatap sosok Hana yang berdiri stabil di samping Reigan.

Hana, wanita yang tadi ia lihat asyik mengunyah biskuit, kini memegang Glock dengan postur sempurna. Marco melirik mayat pria di belakang Reigan yang tewas  Mulutnya setengah terbuka, tidak mampu mengeluarkan kata-kata.

Nico, yang biasanya memiliki kontrol emosi luar biasa, kini tak jauh berbeda. Ia berhenti beberapa langkah di belakang Marco. Nico menyipitkan mata, memperhatikan bagaimana Hana menarik sebagian slide pistol sedikit ke belakang, untuk mengintip apakah ada peluru yang terpasang di laras dengan gerakan jemari yang begitu mekanis dan cepat.

Hana menoleh sekilas, menyapu Nico dan Marco dengan mata kosongnya yang kini tampak sedingin es. Tidak ada rasa takut, tidak ada trauma setelah mencabut nyawa.

"Berhenti terkejut. Musuh masih ada di depan," ujar Hana datar tapi tegas. "Amankan sayap kiri. Masih ada dua penembak di balik kontainer biru. Jangan biarkan mereka mengambil posisi tinggi."

Nico tersentak. Ia sempat melirik Reigan, mencari konfirmasi, namun ia melihat bosnya sendiri masih terpaku menatap Hana dengan rahang mengeras.

Tanpa sadar, Nico mengangguk dan segera bergerak mengikuti instruksi taktis Hana yang begitu presisi.

"Boss..." gumam Marco pelan, suaranya serak karena tidak percaya. Ia melihat Hana kembali melepaskan satu tembakan presisi ke arah kegelapan di balik truk yang melintang, yang langsung disusul oleh suara tubuh jatuh di kejauhan.

Amarah Reigan memuncak. Ini pertama kalinya ada orang lain yang memerintah anak buahnya. Namun ia sadar sekarang bukan saatnya untuk melakukan hal tidak penting.

"Selesaikan dan segera masuk ke mobil. Kita harus pergi secepatnya," desis Reigan menahan marah.

"Siap Bos."

Di tengah riuh desing peluru yang mulai mereda karena dominasi Hana, Reigan menyadari satu hal: selama ini ia tidak sedang melindungi seorang gadis desa, melainkan seekor predator yang sedang menyamar.

"Masuk ke dalam mobil Hana," perintah Reigan dengan suara rendah yang berbahaya, memaksa Hana bergerak di bawah pengawasannya yang tajam menuju Rolls-Royce yang sudah terkoyak peluru itu.

Hana patuh.

****

Keadaan di dalam mobil Rolls-Royce yang bank belur, suasana tidak berubah. Bahkan lebih tegang. Marco yang mengemudi juga berulang kali melihat dari kaca spion di atas. Ia sedang mengawasi Hana yang duduk diam di dekat jendela.

"Fokus mengemudi, Marco!" Reigan marah.

"Argh. Siap Bos." Marco menggeram seraya mengetatkan kemudi. Ia ingin melihat perempuan yang bergelar Nyonya Reigan di belakang. Perempuan yang terlihat rapuh di dalam kantor Ruang Reigan tadi terlihat garang dengan pistol glock di tangannya. Dia tidak habis pikir perubahan mendaagak itu.

Nico juga sama, tapi dia memilih diam. Otaknya juga terus melayang pada peristiwa tadi. Namun mulutnya dan tubuhnya bisa terkontrol dengan baik.

Netra Reigan mengamati Hana dari pantulan kaca jendela. Ia terus menggeram dalam hati.

***

Begitu pintu apartemen tertutup dengan dentuman keras, Reigan tidak lagi menahan diri.

Brak!

Reigan menyambar bahu Hana dan mendorongnya dengan tenaga penuh ke tembok beton tepat di dekat pintu. Suara hantaman punggung Hana terdengar menyakitkan, namun Reigan tidak peduli. Ia mengunci tubuh kecil Hana dengan kedua lengan kokohnya, menunduk hingga hidung mereka nyaris bersentuhan.

"Katakan, siapa kamu sebenarnya!" bentak Reigan, kedua tangannya mengunci Hana di dinding, napasnya memburu di depan wajah wanita itu. "Kenapa kamu bisa memegang pistol dengan cara seperti itu? Itu bukan gerakan orang amatir!"

Hana tidak meringis. Ia menatap balik manik mata Reigan yang berkilat murka dengan mata kosongnya yang tak terusik.

"Aku orangmu," ujar Hana singkat.

"Jangan bercanda denganku, Hana!" Reigan mengetatkan dorongannya pada tubuh Hana. Dia tidak main-main. Jika memang wanita ini adalah mata-mata dia harus membunuhnya saat ini juga.

Hana menatap rahang Reigan yang mengeras. "Kakek tahu soal ini?" tuntut Reigan lagi, suaranya makin tajam.

"Tentu."

"Aku tidak percaya," desis Reigan.

"Itu hak mu." Hana tidak berusaha meyakinkan Reigan. Ia hanya berdiri di sana, membiarkan kemurkaan pria itu meluap.

"Aku akan memeriksa segalanya. Jika aku menemukan bukti bahwa kau adalah pion musuh, tidak akan ada tempat bagimu untuk bersembunyi," ancam Reigan.

"Silakan." Hana tampak tenang.

Ketenangan ini yang membuat Reigan makin terusik. Matanya menatap Hana dengan kilatan berbahaya, mencoba mencari celah kebohongan di balik wajah yang tetap tenang itu. Namun dia tidak menemukan kebohongan. Reigan melepas tekanannya pada tubuh Hana dengan marah.

1
Riri
cemburu bang...😄
Idah Faridah
dtunggu thor up nya
Idah Faridah
ternyata hana bukan perempuan biasa👍
Lady Ve: Terima kasih Sudah mampir untuk baca🙏
total 1 replies
Riri
reigan ketagihan dialog sama Hana...
Riri
aura gadis desa itu...
Riri
POV Marco: dikira jaman purba
Riri
😂😂😂
Riri
kayak horor punya suami kek Regan
Kusyanti Handayani
thorrr llamnnjuttt lah
E F
lanjuttttt thor dobleeeee🙏💪😍
E F
lanjuttt thor💪😍
Lady Ve: Terima kasih tetap baca.
total 1 replies
Anonim
❤️❤️❤️
Kusyanti Handayani
semangat ladyyyy lanjooootttt
E F
tq thor🙏😍
semangattttt
lanjutttt😄💪
Anonim
❤️❤️❤️
pawon ngebul
kakak othor pokoknya getar hrs update biar g getir nungguinya😩🥺🥺🥺🥺🙏🙏🙏🙏
Lady Ve: 🤣🤣🤣🤣. iya tenang ....
total 1 replies
Kusyanti Handayani
bikin bedebar hanaaaa
Kusyanti Handayani
lanjuttttt
Herlin
Hana..... Sangaaar
Lady Ve: 🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
E F
tq thor🙏😍
lanjuttt
smangattt💪😄
Lady Ve: Terima kasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!