Slavic yang frustasi karena ingin memiliki anak perempuan demi bisnis namun yang dia dapatkan malah laki-laki terus sedangkan Karen sang Istri yang ingin menjadi istri utama dari Suaminya membuatnya memanggil iblis dari buku ilmu Hitam yang dia beli dari Occult Shop untuk mendapatkan anak perempuan yang hasilnya mengandung dan melahirkan sepasang anak kembar berupa seorang anak laki-laki tampan namun albino dan seorang anak perempuan biasa yang cantik dan mereka diberi nama Keita dan Keira.
Namun, Slavic yang merupakan seorang dokter di bidang kecantikan memandang rasis Keita sebagai anak yang tidak sempurna apalagi dia sudah cukup dengan banyak putra dan hanya ingin putri ditambah kebenciannya terhadap adiknya yang juga Albino terus mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga ia membunuh putranya setelah lahir.
Namun perbuatannya mendapatkan konsekuensi yang akan memberikan sebuah petaka yang akan datang menghampiri mereka dan sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part Nine : Crippled (Part Three)
Cahaya pagi yang redup dan keabu-abuan menembus kaca jendela yang berembun, menyinari lorong-lorong yang tampak steril dan sepi. Di dalam kamar rawat, sinar matahari musim dingin yang pucat perlahan masuk, seringkali dikalahkan oleh lampu neon putih yang menyala terang.
Bau alkohol dan desinfektan menyambut pagi hari di indra penciuman semua orang.
bahkan bau alkohol dan desinfektan juga ikut tercium pada gadis yang perlahan membuka matanya menyambut pagi hari yang dingin dan salju menghiasi tanah dan sekitarnya.
pertama kali yang dia lihat adalah langit-langit putih polos dan lampu yang menerangi ruangan itu.
saat menoleh kesamping, ia mendapati Anna tertidur di kursi di sampingnya.
" ibu Anna...".panggilan dan merasakan tangannya di sentuh, Anna bangun dari tidurnya dan tersenyum bahagia melihat gadis kecil itu telah sadar dari tidurnya.
" sayang...".
"jangan nangis. Keira udah bangon". ucap Keira sembari menyeka air mata disudut mata Anna.
" dimana kak Andy, kak Arga, kak Alfa?"Keira menyadari tidak ada kehadiran kakak-kakaknya.
"mereka berada di rumah paman Sandy".
Bisik Anna saat teringat ia membawa Triplets ke rumah Sandy sebelum pergi ke rumah sakit.
Ada 3 alasan mengapa ia menitipkan mereka bertiga dirumah saudara kembar Slavic.
alasan pertama, tidak ada yang akan menjaga mereka dipaviliun apalagi ia tidak bisa percaya terhadap lima pembantu baru pilihan Karen yang suka jadi penjilat apalagi pembantu-pembantu itu merendahkan mereka berempat secara diam-diam dan ikut tertawa saat ketiga putranya dihukum untuk kesalahan Kenzo.
Dan Anna takut mereka akan menyakiti triplets karena mereka tahu Slavic dan Karen akan melindungi mereka berlima dari hukuman.
Alasan kedua, Anna menganggap dirinya adalah sebuah perisai berdaging yang melindungi putranya dari rumah beracun yang bagaikan tempat sarang para ular berada.
Bagaimana Anna bisa tenang meninggalkan anak-anak yang berusia enam tahun sendirian, dengan Ibu dan adik tiri yang akan menyakiti mereka sewaktu-waktu dan ayah kandung yang akan menjadikan mereka bertiga sebagai pelampiasan kemarahan saat perasaannya sedang buruk?
Alasan ketiga, Anna tahu dirumah itu hanya Anna yang mengurus dan memberi makan para triplets karena tidak ada satupun dari lima pembantu dirumah yang mau membantunya. Bahkan saat Alfa terjatuh di dekat mereka, mereka hanya tertawa dan meninggalkanya sendirian dalam kondisi terjatuh ditanah.
perlakuan mereka terhadapku dan anak-anak... aku harus bersabar sampai triplets berusia diatas 12 tahun dan semakin banyak bukti yang dikumpulkan semakin baik di pengadilan.
hanya saja... apakah aku sanggup meninggalkan Keira...?
dia anak yang baik...
Satu-satunya bukti masih ada kebaikan di rumah terkutuk itu...
aku telah menyayanginya semenjak dia dalam perawatanku. Triplets juga sangat sayang padanya...
sanggupkah hatiku memisahkan mereka yang telah begitu dekat...? Pertanyaan dalam hati Anna tidak bisa dijawab siapapun.
Jika saja Anna memiliki kebencian sedikit aja terhadap putri Karen, mungkin dengan mudah
ia bisa pergi dengan triplets dari rumah itu.
Jika saja Andy, Arga dan Alfa tidak memiliki hubungan Baik dengan putri Karen sebagai sibling goals, maka dengan mudah anak-anak akan ikut dengan Anna tanpa menoleh kebelakang.
Hanya saja...
Hati tidak bisa dibohongi...
Hubungan tidak bisa mudah diputuskan begitu saja...
cinta mereka terlalu besar terhadap gadis kecil yang tersenyum padanya.
"Keira berharap bisa bertemu dengan paman Sandy dan menginap bersama kakak-kakak. Hanya saja ayah dan ibu melarang Keira".
" tidak apa-apa sayang, paman Sandy mengerti kok. Nanti, kita video call ama paman Sandy ya".
" oke. ngomong-ngomong, ayah dan ibu mana? " Keira menyadari kedua orang tua kandungnya tidak terlihat.
" ibumu berada dirumah. pasti ia akan kemari sedangkan ayah sedang berjalan-jalan sekitar sini, nanti pasti kemari".
Benar juga, aku tidak melihat Slavic semalaman saat ia berbicara dengan dokter.
kemana dia? pikir Anna menyadari ketidakhadiran Slavic.
"ibu Anna".
" ya sayang? "
"kenapa kedua kaki Keira gak bisa digerakkan? " Keira bertanya karena saat ingin mengangkat kaki, entah mengapa Kedua kakinya diam dan berat seperti batu.
Ia tidak mengerti mengapa kedua kakinya menolak permintaan dari otak untuk bergerak.
pada saat itu timbullah kecemasan dalam diri Anna.
( 𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞...)
" nyonya karen". salah satu pembantu bergegas menghampiri Karen di kamar yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
" ada apa? apa tuan sudah pulang?"tanyanya sembari menyisir rambut.
" sudah nyonya. tuan baru aja pulang tapi... tuan terlihat dalam keadaan marah, nyonya".
"huh? "pada Saat itu Slavic tiba dikamar dan Karen memberi isyarat pembantu itu untuk keluar.
setelah menutup pintu, Karen Menghampiri Slavic yang berbaring di tempat tidur dalam keadaan acak-acakan baik dari penampilan dan pakaiannya.
" ugh! aku tidak percaya bahwa kau habis minum-minum semalam, bukannya berada dirumah sakit mengurus putri kita". keluh Karen saat aroma bekas alkohol tercium dari mulutnya.
"berisik! mengapa aku harus menemani anak itu? cukup Anna saja kan yang perlu Disana? " Slavic kesal mendengar celoteh istrinya itu.
" huh? tapi kau adalah ayahnya Slavic. Bukankah tidak baik jika Keira terlalu dekat dengan Anna daripada kita.
Apalagi, bagaimana jika dia tidak mau mengikuti perjodohan yang ingin kau lakukan dimasa depan karena hubungan kalian antara ayah dan anak tidak dekat? " Karen mencoba mengingatkan tujuan Slavic sejak lama yang menjadi alasan Keira lahir kedunia dan merasa bingung melihat Slavic yang bersifat acuh padahal ia tahu Slavic selalu ada jika untuk Keira.
mendengar Karen mengingatkan alasan ia meminta Karen hamil lagi dulu dan melahirkan anak perempuan yaitu Keira karena tujuan materi membuat Slavic tertawa.
" apa? kau menakutkan saat tertawa seperti itu".Ucap Karen yang merasakan rasa tertawa bercampur dengan kemarahan didalamnya.
" kalau kau mau kesana, silahkan saja. Kau bisa bertingkah menjadi ibunya yang baik dan peduli disisinya yang berada dalam kondisi terpuruk sekarang ini".
" apa maksudmu saat Keira berada di kondisi terpuruk? "
"Ah! aku lupa kau tidak tahu ternyata.
Aku hanya beritahu, lupakan saja menjodohkannya dengan putra Edward sekarang. Anak yang cacat permanen di kaki sudah tidak berguna bagiku".
" apa? cacat!!? beritahu aku apa yang terjadi setelah operasi itu". Karen menarik kerah suaminya itu dan menuntut penjelasan lebih lanjut.
dengan perasaan enggan, ia menjelaskan apa yang telah diberi tahu oleh dokter yang menangani Keira.
pada saat itu membuatnya marah sehingga ia memilih menghabiskan malam yang dingin dengan minum-minum di bar walaupun ia tahu seorang dokter tidak boleh minum-minum alkohol atau merokok sebagai bagian kecil mencontohkan hidup sehat pada pasien mereka.
Saat Karen mendengar penjelasan Slavic, Karen benar-benar terkejut. Dia tidak tahu harus berbicara apa saat mengetahui kenyataan pahit terhadap putrinya.
" dulu aku mengotori tangan menghabisi si albino, siapa sangka saudara kembarnya malah menjadi lumpuh ". gumamnya sedangkan Karen bangkit dengan perasaan terkejut dan berjalan hingga tanpa sadar ia terduduk dilantai.
Aku telah membuat perjanjian dengan iblis agar aku bisa memenuhi keinginan Suamiku..
tapi apa balasan yang kudapat?
putraku dibunuh karena terlahir albino.
dan sekarang putriku malah menjadi anak cacat!?
apa artinya pengorbananku selama ini!? Karen bertanya dalam hatinya saat menyadari tindakan yang dia lakukan 3 tahun yang lalu berakhir sia-sia.
(𝙳𝚒𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚂𝚊𝚔𝚒𝚝...)
"lumpuh dokter!!?Keira tidak akan bisa berjalan!? itu tidak mungkin! "Anna benar-benar terkejut dan tidak percaya akan hal itu menimpa Keira sedangkan Keira yang sudah lepas dari alat monitor jantung hanya terduduk dan menangis di atas tempat tidur.
pada saat itu dunia kecil Keira telah runtuh saat dokter yang menangani Keira menyatakan sebuah vonis yang membuat Keira tidak lagi bisa berjalan maupun berlari.
" apakah ada harapan untuk Keira bisa kembali berjalan dokter?"
Aku berharap ada harapan untuk Keira...
Slavic sangat membenci albino dan orang cacat.
Jika dia saja tega menghabisi putranya yang baru lahir karena Albino, maka Slavic pasti tega untuk menyakiti Keira yang telah lumpuh.
Anna berharap ada harapan untuk Keira karena dia tahu, kehidupan apa yang akan dirasakan Keira nanti dirumah mulai sekarang
akan berubah apalagi rumah itu lebih mirip sarang ular daripada disebut rumah.
" ... sayangnya harapan untuk bisa kembali bisa jalan, sudah tidak ada. tabrakan itu telah merusak saraf untuk berjalan dan tulang ekornya". Air mata Anna mengalir deras, Keira lebih menangis lagi sehingga Anna memeluk gadis kecil yang telah lumpuh itu setelah dokter itu selesai visite.
" yang sabar ya sayang...
ibu Anna disini bersamamu, kakak-kakak juga selalu ada untukmu ".Anna mencoba menghibur Keira namun Air matanya Anna juga terus mengalir.
" jika aja... Keira tidak didorong, Keira gak Akan begini".pada Saat itu Anna melepaskan pelukannya dan mulai bertanya padanya.
" apa saat kamu kecelakaan, apakah Kamu ingat sesuatu, nak?"Anna mencoba menggali informasi sebisa mungkin.
"sebelum Keira ditabrak... Keira merasakan ada yang mendorong Keira ke jalan".
"didorong!?" Anna terkejut mengetahui anak itu mengalami nasib malang akibat ulah seseorang.
Anna mencoba mencari lebih jauh, namun sayangnya Keira tidak ingat siapa yang melakukannya padahal saat didorong, Keira sempat menoleh dan melihat tangan seseorang yang sengaja mendorongnya ke jalan raya.
entah karena trauma psikologis, atau ingatan anak kecil yang pendek sehingga Keira tidak bisa mengingat kejadian seluruhnya.
Pagi hari telah berlalu berganti menjadi siang, saat Keira telah tenang, Anna menghubungi mengeluarkan ponselnya, mencari sebuah nama di kontak lalu menghubunginya...".
" Halo... ".
ada ibu anna lho...